Contoh Alat Pertanian Tradisional dan Modern

Diposting pada

Alat Pertanian Tradisional dan Alat Pertanian Modern

Alat dan mesin pertanian baik modern dan tradisional yang juga biasa disebut dengan alsintan bisa dimaknai sebagai beragam macam alat yang digunakan petani ataupun yang berguna di sektor pertanian berperan mempermudah dalam mengelola lahan dan penggunaan hasil pertanian.

Peralatan ini tentusaja menjadi penting, melihat kondisi bahwa tidak seluruh tempat yang berada di lahan pertanian mempunyai jumlah petani yang telah memadai. Dengan bantuan peralatan atau mesin yang mumpuni, hasil kerja bisa optimal sekaligus jumlah orang yang bekerja tidak terlalu banyak.

Alat Pertanian

Indonesia dapat dikatakan sebagai negara tropis yang beragam akan kekayaan alam disebabkan luasan lahan yang besar dan subur sehingga dapat menumbuhkan beberapa macam hasil bumi. Bahkan, hasil bumi Nusantara sempat menjadikan incaran negara Eropa dalam zaman dulu. Misalnya saja tanaman herbal dari rempah-rempah, tanaman pangan, dan lain sebagainya.

Sejalan masuknya negara asing ke dalam tanah air misalnya Belanda, mengakibatkan pola bercocok tanam yang berubah-ubah dari tradisional ke modern. Hal ini ditunjukkan dengan adanya lahan pertanian swasta yang diurus secara bersamaan atau gabungan.

Untuk mengelola berbagai jenis lahan pertanian yang luas dibutuhkan peralatan yang memadai. Bukan hanya cangkul dan air tetapi pada peralatan dan mesin yang dapat mengelola lahan berhektar- hektar. Secara garis besar, peralatan modern dibedakan menjadi tiga kelompok antara lain, peralatan yang dipakai sebelum bibi ditanam, peralatan yang dipakai ketika merawat bibit sedang tumbuh dan berkembang, peralatan yang dipakai ketika memanen.

Alat Pertanian Tradisional dan Modern

Berikut merupakan penjelasan dari berbagai contoh alat pertanian dan modern dan pertanian tradisional beserta dengan fungsinya masing-masing.

Contoh Alat Pertanian Tradisional
Jenis Alat Pertanian Tradisional
Alat Pertanian Tradisional

Yaitu;

  1. Pacul/Cangkul

Alat Pertanian Tradisional Cangkul
Cangkul

Peran utama cangkul yaitu untuk memecah dan menggemburkan tanah. Alat ini sudah lama dikenal oleh bangsa Indonesia jauh dari hari sebelum negara asing masuk. Pacul yang merupakan bagian alat pertanian tradisional umumnya terbentuk dari lempeng campuran logam baja yang memiliki bentuk persegi panjang tipis.

Pacul umumnya dipakai untuk menggemburkan tanah sebelum arti benih ditanam. Pacul masih populer di wilayah terpencil, utamanya dipakai oleh para petani yang mengelola lahan pertanian berskala kecil. Itulah kenapa ketika mengelola lahan perlu dilakukan pencangkulan sebelum ditanami padi atau tanaman lain.

  1. Garu Tanah

Alat Pertanian Tradisional Garu Tanah
Garu Tanah

Proses kedua dalam mengurus lahan dilakukan dengan memakai garu. Hasilnya, tanah akan menjadi lebih gembur dan rata, pengelolaan tata air lebih baik, tanaman liar akan menghambat dan berpotensi menganggu hasil pertanian hancur.

Setidaknya terdapat jenis garu dalam alat pertanian tradisional yang dapat digunakan antara lain:

  1. Garu Sisir yaitu garu sisir lazim dipakai pada tanah bongkah yang menjadikannya lebih subur. Tetapi, pemakaiannya lebih optimal terhadap saat lahan pertanian yang tetap basah sesudah diolah menggunakan peralatan pembajak.
  2. Garu piring yaitu garu ini digunakan dalam pemangkasan rumput terhadap permukaan tanah yang hendak ditanami, menggemburkan lapisan tanah dan siap untuk ditanami. Sesudah benih disebar, garu piring dapat dipakai untuk menutup biji tersebut supaya seluruhnya tertimbun tanah.
  3. Garu paku yaitu mempunyai gigi yang menyerupai paku, garu jenis ini digunakan untuk dapat meratakan dan menghancurkan tanah sesudah dibajak. Jika sudah masanya untuk melakukan penyiangan tanaman yang baru tumbuh, petani dapat memanfaatkan tanaman ini.
  1. Arit

Alat Pertanian Tradisional Arit
Arit

Arit atau yang biasa dikenal dengan sabit adalah alat sederhana dengan menggunakan bagian lengkungan yang tajam sehingga petani dapat memakainya untuk kegiatan memotong tanaman. Penggunaan alat ini hanya dengan menebas tanaman pada daerah bawahnya dngan sekali ayunan saja.

Jika kamu memegang arit dengan tangan kanan maka tangan kiri kamu dipakai untuk memegang daerah atas tanaman yang dipotong.

  1. Ani-ani/Ketam

Alat Pertanian Tradisional Ani-Ani
Ani-Ani atau Ketam

Ani- ani merupakan alat seperti pisau yang memiliki ukuran keci. Kegunaan alat ini untuk petani yaitu untuk proses pemanenan padi. Penggunaan alat ini cukup ini dengan memotong bagian tangkai padi yang telah berisikan penuh bulir yang hendak siap untuk dipanen satu per satu.

  1. Gerejag/Gebotan

Alat Pertanian Tradisional Gebotan
Gerejag atau Gebotan

Gerejag atau gebotan merupakan alat yang digunakan untuk merontokkan bulir padi. Alat ini terbuat dari kayu dan bambu.

Penggunaan alat tradisional ini hanya dengan mengayunkan beberapa tangkai padi dengan alat gerejag. Namun kini penggunaan alat ini sudah banyak ditinggalkan disebabkan membutuhkan waktu yang lama, tenaga kerja yang besar dan banyak, dan angka susut padi juga terbilang besar disebabkan tak seluruhnya dapat rontok.

  1. Penancap atau Penanam Benih atau taju

Alat Pertanian Tradisional Taju
Penanam Benih/Taju

Alat ini digunakan untuk proses penanaman benih dengan mudah. Tetapi kamu harus pandai untuk mengelola irama putaran tangan dan kaki supaya bisa bekerja secara bersama-sama atau serempak.

  1. Gepyok padi

Gepyok Padi
Gepyok Padi

Agar bulit padi yang sudah matang bisa luruh atau terlepas dari batangnya yang sudah dipotong menggunakan alat ani- ani, petani tradisional banyak yang masih menggunakan alat gepyok untuk bebagai jenis tanaman padi yang biasanya terbuat dari bahan bambu ataupun kayu.

  1. Gasrok/Gosrok

Alat Pertanian Tradisional Gosrok
Gosrok

Gosrok adalah alat tradisional yang digunakan agar tanah dapat menjadi lebih subur. Dalam penggunaanya gosrok bisa membuat akar padi terputus. Tetapi ini merupakan manfaat besar sebab dengan terputus atau terlepasnya akar padi diharapkan padi bisa bercabang banyak.

  1. Sayak

Sayak
Sayak

Sayak adalah alat pertanian yang digunakan oleh masyarakat Jambi untuk tempat penampungan biji padi yang hendak disemai. Sayak memiliki ukuran sebesar tempurung kelapa kecil dan biasanya terbuat dari anyaman daun pandan ataupun daun nipah yang sudah kering.

  1. Langai

Langai merupakan alat yang dipakai sebagai alat pengolahan tanah yang dipakai untuk proses membajak sawah supaya tanah dapat gembur dan mudah untuk penanaman padi. Umumnya langai ditarik menggunakan hewan ternak seperti kerbau dan sapi.

  1. Culek

Culek atau biasa dikenal dengan cungkil adalah alat pertanian yang dipakai mencungkil tanah untuk proses penyiangan rumput di area sawah. Alat ini biasanya terbuat dari bahan besi.

  1. Tampiah

Tampiah merupakan alat pertanian sederhana yang bermanfaat untuk membersihkan kotoran yang terdapat di beras atau lainnya. Tampiah terbuat dari bahan baku yaitu rotan ataupun bambu.

  1. Gleng

Gleng merupakan alat pertanian sederhana yang dipakai oleh petani sebagai pemotong atau penyabit tanaman padi. Gleng biasanya terbuat dari papan,besi ataupun buluh/ aura. Papan berukuran seukuran telapak tangan dipakai untuk tempat pemasangan mata,dan besi untuk mata serta buluh dipakai untuk tempat pegang atau sandaran jari.

Contoh Alat Pertanian Modern
Jenis Alat Pertanian Modern
Alat Pertanian Modern

Yakni;

  1. Alat semprot pertanian atau spryer

Alat Pertanian Modern Spryer
Spryer

Spriyer merupakan alat yang berguna untuk memecah larutan atau suspense supaya dapat menjadi butiran cair. Hal ini disebabkan penyesuaian dengan dosis pestisida ataupun pupuk yang hendak diaplikasikan ke dalam tanaman. Secara umum jenis alat semprot dibedakan menjadi dua yaitu knapsack spriyer dan motor spryer.

Knapsack spryer merupakan alat semprot yang paling umum dipakai. Penggunaan alat ini dengan meletakkan di punggung seperti membawa tas ransel. Cairan yang berada di dalam penampung larutan dapat keluar karena pompa dioperasikan oleh tangan dengan gerakan naik turun.

Motor spryer merupakan alat semprot yang berbeda dengan knapsack spryer. Penggunaan alat ini dengan cara digendong dan dijalankan dengan meletakkanya di atas tanah kemudian diangkut dengan helikopter, ditarik oleh kendaraan maupun ditaruh di punggung. Jika jangkauan lahan yang akan disemprot larutan kimia sangat luas maka lebih baik menggunakan motor spryer supaya lebih cepat selesai.

  1. Rotavator

Alat Pertanian Modern Rotavator
Rotavator

Rotavator merupakan alat yang dipakai untuk mengolah pertama dan kedua. Untuk proses pengolahan tanah yang pertama bermanfaat untuk memotong ataupun mencacah serta membolak- balikkan tanah. Sedangkan untuk pengolahan kedua dipakai untuk merapihkan tanah, ataupun menghilangkan/ membersihkan tanaman penganggu atau gulma dan memperbaiki pengelolaan tata air.

  1. Cultivator

Alat Pertanian Modern Cultivator
Cultivator

Cultivator merupakan alat yang bekerja untuk membajak lahan sawah atau untuk mempersiapkan tanah sekunder supaya dapat hancur dan halus dengan cara dibajak. Penggunan alat ini digunakan dengan menggunakan bagian gerigi yang menancap di tanah. Dengan adanya mesin pengerak akan membuat tanah otomatis berjalan atau terangkat kemudian terpecah.

  1. Bajak singkal atau luku

Bajak singkal merupakan alat yang dipakai untuk membajak lahan sawah. Bajak ini dibedakan menjadi dua yakni bajak singkal satu arah dan bajak singkal dua arah. Alat ini dipakai untuk memudahkan petani dalam membajak lahan sawah yang sangat luas dan berada di negara Indonesia.

  1. Bajak Subsoil

Bajak subsoil umumnya dipakai untuk memecagkan tanah sampai kedalaman 20 hingga 36 inch untuk parit terhadap lahan tanam yang siap untuk dijadikan saluran air.. Menggunakan bajak subsoil dapat mengolah tanah deengan memecahkan tanah.

  1. Puddler

Alat Pertanian Modern Puddler
Puddler

Puddler atau gelebek merupakan alat modern yang berguna untuk menghancurkan bongkahan tanah yang biasanya menggumpal- gumpal. Tetapi jika keadaan tanahnya kering maka lebih baik digunakan luku terlebih dahulu supaya mendapatkan hasil yang lebih baik.

  1. Mesin pemanen

Alat modern ini digunakan untuk mempermudah petani agar mengefisienkan waktu dan tenaga untuk memanen hasil pertanian. Jenis tanaman yang bisa dipanen menggunakan alat ini yaitu tebu, tanaman kentang, dan kacang tanah.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa pertanian modern merupakan pemakaian teknologi atau inovasi di bidang pertanian yang lebih modern. Pemakaian mesin yang memudahkan dan mempercepat kegiatan petanin, mengendalikan berbagai jenis hama tanaman dan penyakit secara efektif dan proses pengolahan pasca panen menjadi hal yang dapat membedakan antara pertanian tradisional dan pertanian modern.

Walaupun harus mencapai ketertinggal dari negara dengan sistem pertanian lebih modern. Waktu ini bidang pertanian Indonesia sudah menuju ke arah yang positif. Bentuk nyatanya yaitu program bantuan pemerintah pada petani di wilayah misalnya traktor, rotavator, mesim tanam, dan garu piring.

Disisi lain, untuk alat pertanian modern dibedakan menjadi tiga kelompok berdasarkan kegunaan dan proses yang akan dilakukan yaitu alat pertanian yang dipakai ketika sebelum penanaman, pemupukan dan perawatan, alat pertanian untuk panen. Sedangkan alat pertanian tradisional yaitu alat yang masih tradisional atau sederhana.

Nah, demikinalah penjelasan dan ulasan yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkaitan dengan berbagai jenis alat pertanian tradisional dan alat pertanian modern yang mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *