Pengertian Asap Cair, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Asap Cair Adalah

Limbah pertanian merupakan hasil samping dari poses produksi dalam bidang pertanian. Limbah ini banyak meresahkan masyarakat dan lingkungan sekitar karena kurang termanfaatkan dengan baik. Limbah akan cenderung menumpuk pada tempat pembuangan dan mulai mencemari udara dan sebagainya. Salah satu upaya yag dapat dilakukan dalam rangka menurunkan potensi pencemaran pada lingkungan adalah mengolah limbah tersebut dengan baik sehingga dampak buruk terhadap lingkungan sekitar dapat dimimalisir.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pengolahan limbah pertanain menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi telah banyak dilakukan. Salah satu hasil penelitian mengenai pengolahan limbah tersebut adalah dengan memanfaatkannya menjadi asap cair. Asap cair membutuhkan bahan baku berlignin serta mengandung selulosa. Biasanya bahan ini berasal dari limbah kayu atau limbah yang memiliki tekstur keras seperti cangkang. Pemnafaatan limbah dengan cara ini diharapkan dapat efektif mengurangi jumlah limbah yang banyak di lingkungan sekitar.

Asap Cair

Asap cair adalah hasil dari suatu proses pengembunan atau kondensasi dari uap pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan baku yang miliki kandungan lignin, hemiselulosa, selulosa dan senyawa karbon lainnya. Bahan baku untuk membuat asap cair biasanya berasal dari kayu-kayuan. Jenis dari bahan pengasap sangat menentukan kualitas dan kuantitas unsur kimia dalam asap cair.

Senyawa yang terdapat dalam asap dapat dikelompokan menjadi beberapa golongan seperti fenol dan turunannya, karbonil yang terdiri dari aldehid dan keton, lakton, ester, alkohol, hidrokarbon aromatik dan hidrokarbon alifatik. Komponen yang terpenting sebagai penyumbang pada reaksi pengasapan ada tiga senyawa yaitu asam, fenol dan karbonil.

Pengertian Asap Cair

Asap adalah sistem kompleks yang terdiri dari fase cairan terdispersi dengan medium gas sebagai pendispersi. Asap cair merupakan campuran larutan dan dispersi koloid yang berasal dari uap asap kayu dalam air yang berasal dari proses pirolisis kayu atau dapat juga dibuat dari campuran senyawa murni.

Sifat dari asap cair dipengaruhi oleh komponen utama penyusunnya yaitu selulosa, lignin dan hemiselulosa yang memiliki proporsi bervariasi tergantung dari jenis bahan yang akan di pirolisis.

Proses pirolisis merupakan prosedur yang harus dilakukan untuk mendapatkan asap cair yang melibatkan berbagai proses reaksi diantaranya dekomposisi atau penguraian bahan baku kemudian oksidasi, polimerasi dan kodensasi. Hasil dari proses kondensasi atau pengembunan inilah yang berwujud asap cair.

Manfaat Asap Cair

Adapun kegunaan dalam pemanfaatan asap cair ini sendiri, antara lain adalah sebagai berikut;

Industri Pangan

Asap cair dalam industri pangan memiliki kegunaan yang sangat besar sebgaai pemberi rasa dan aroma yang spesifik serta dapat digunakan sebagai pengawet karena mempunyai sifat antimikrobia dan antioksidan. Dalam asap cair terkandung senyawa fenol yang memiliki sifat sebagai antioksidan sehingga dapat menghambat kerusakan pangan dengan cara mendonorkan hidrogen.

Selain itu dalam jumlah sangat kecil, asap cair efektif dalam menghambat autooksidasi lemak sehingga bisa juga digunakan untuk mengurangi kerusakan pangan karena oksidasi lemak oleh oksigen.

Asap cair memiliki kemampuan untuk mengawetkan makanan karena adanya senyawa fenol, asam dan karbonil. pengasapan secara konvensional akan sulit mencapai konsistensi mutu, cita rasa dan aroma kemudian senyawa tar dalam pengasapan konvensional akan terdeposit serta apabila dilakukan pada suhu terlalu tinggi maka akan terbentuk senyawa karsinogenik benziopiren.

Namun dengan penggunaan asap cair, fungsi yang diarapkan dari asap seperti mutu, cita rasa, warna, anti mikrobia dan antioksidan dapat dipertahankan sednagkan kelemahan dari sistem pengasapan konvensional dapat teratasi.

Industri Perkebunan

Asap cair dapat digunakan sebagai koagulan lateks atau zat yang dapat membantu penggumpalan karet melalui sifat fungsional yang dimiliki asap cair seperti antijamur, antibakteri dan antioksidan tersebut sehingga dapat memperbaiki kualitas produk karet yang dihasilkan.

Asam cair yang biasanya digunakan dalam proses pengolahan karet alam adalah asap cair grade 3. Dibandingkan dengan penggumpalan menggunakan asam semut, penggunaan asap cair dinilai lebih efektif karena getah karet yang menggumpal menjadi tidak berbau.

Perlu diketahui bahwa penggunaan asam semut dalam menggumpalkan getah karet justru dapat memicu pertumbuhan bakteri sehingga muncul ammonia dan sulfida. Senyawa tersebut yang menyebabkan getah karet yang mengummpal akan memiliki bau yang busuk.

Industri Kayu

Asap cair ternyata juga bisa menggantikan fungsi NaOH sebagai pengawet kayu yang lebih alami dan aman. Asap cair memilki fungsi antirayap sehingga dapat menghindarkan serangan rayap pada kayu yang dapat mengurangi umur kayu.

Penggunaan asap cair dalam industri kayu dapat dilakukan dengan cara mencelupkan atau mengolesi kayu dalam asap cair sehingga kayu memilki lapisan pelindung rayap. Kayu yang diolesi dengan asap cair akan memiliki ketahanan terhadpa serangan rayap dari pada kayu yang tidak diolesi dengan asap cair.

Efektif Untuk Menghilangkan Bau pada Limbah dan Kotoran.

Asap cair dapat digunakan untuk menghilangkan bau pada limbah dan kotoran dengan mencampurkannya dalam air bersih kemudian disemprotkan pada obyek yang berbau, misalkan dapat diaplikasikan pada peternakan ayam. Asam cair dapat mengusir lalat dan mengurangi bau kotoran ayam sehingga produktifitas ayam tidak menurun dan ayam tidak meudah terkena virus.

Penghilang Hama dan Serangga pada Tanaman Serta Meningkatkan Kualitas Tanah

Pada bidang pertanian, asap cair dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tanah dan menetralisir asam tanah kemudian asap cair dapat juga berfungsi untuk mengendalikan serta membasmi berbagai serangan hama dan jamur tanaman.

Selain itu asap cair dapat digunakan untuk mengontrol pertumbuhan tanaman dan mempercepat pertumbuhan pada bagian tanaman seperti akar, bunga, batang dan buah.

Dalam pertanian dengan aplikasi pola organik, asap cair merupakan pilihan yang tepat karena asap cair mengandung senyawa yang sangat efektif dalam mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman. Senyawa tersebut adalah fenol dan formaldehida.

Obat Luka pada Hewan Ternak

Asap cair ternyata juga dapat digunakan sebagai desinfektan sebagai antiseptik alami. Senyawa alkohol pada asap cair sebagai antiseptik dalam mengobati luka atau borok kulit pada hewan ternak sehingga mengobati dan menurunkan infeksi yang terjadi serta mempercepat penyembuhan luka.

Cara penggunaannya dapat dilakukan dengan mencampurkan asap cair dengan iar bersih pada perbandingan tertentu kemudian disemprotkan atau dioleskan pada bagian kulit hawan ternak yang terluka.

Contoh Asap Cair

Untuk beragam contoh penggunaan asap cair yang bisa dilakukan, antara lain;

Asap Cair Cangkang Biji Karet

Cangkang buah karet merupakan hasil samping dari industri perkebunan yang kurang dimanfaatkan. Namun dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi, limbah dari industri perkebunan ini lebih dapat termanfaatkan dengan mengolahnya menjadi bahan yang dapat digunakan salah satunya diolah menjadi asap cair.

Cangkang buah karet mempunyai tekstur lapisan yang sangat keras sehingga proses pembakarannya berlangsung lambat dan menghasilkan banyak asap.

Namun dalam asap ini terkandung senyawa aromatik dan senyawa asam lainnya dalam jumlah yang banyak sehingga dapat dimanfaatkan untuk membuat asap cair. Dengan meningkatnya produksi asap cair yang menggunakan bahan dasar cangkang buah karet maka dapat mengurangi terjadinya pencemaran udara karena adanya penguraian senyawa kimia dari proses pembuatan lateks menggunakan asap cair ini.

Asap Cair Tempurung Kelapa

Tempurung tanaman kelapa yang merupakan limbah dari pengolahan buah kelapa ternyata juga dapat dijadikan asap cair. Asap cair biasanya dibuat dari bahan baku yang mengandung lignin dan selulosa seperti jenis kayu-kayuan dan lapisan keras pada bagian buah.

Asap cair dari tempurung kelapa banyak kegunaannya selain dapat menjadi bahan baku obat nyamuk karena kandungan senyawa aromatik didalamnya ternyata dapat juga dijadikan sebagai bahan bakar alternatif  sampai dengan digunakan sebagai pengawet makanan.

Pemanfaatan tempurung kelapa yang lebih baik diharapkan dapat menekan dampak merugikana bagi lingkungan sekitar.

Asap Cair Cangkang Kelapa Sawit

Aktifitas produksi pada pabrik minyak kelapa sawit menghasilkan banyak limbah dalam jumlah yang cukup besar. Salah satu limbah dari kegiatan produksi tersebut adalah tempurung kelapa sawit. Cangkang kelapa sawit mempunyai sifat fisik yang mirip dengan tempurung kelapa yaitu keras dan padat.

Hal tersebut membuat manfaat cangkang kelapa sawit dapat dipergunakan juga sebagai bahan baku pembuatan asap cair yang memiliki sifat mirip dengan asap cair tempurung kelapa. Sifat mirip ini mengakibatkan asap cair tempurung kelapa sawit aman dan dapat dimanfaatkan sebagai pengawet pangan.

Contoh asap cair yang terbuat dari cangkang kelapa sawit cukup berpengaruh besar terhadap berkurangnya limbah samping pada produksi minyak kelapa sawit sehingga dapat menurunkan tingkat kerugian dalam kelestarian lingkungan sekitar. Baca juga; Teknik Budidaya Kelapa Sawit dalam Pertanian

Itulah tadi serangkaian materi yang memberikan pembahasan terkait dengan pengertian asap cair, manfaat, dan contohnya di bidang pertanian/perkebunan. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *