Bawang Putih: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tanaman Bawang Putih

Bawang putih merupakan salah satu jenis tanaman umbi lapis yang tidak asing lagi bagi banyak orang. Arti tumbuhan ini bisa anda temukan di dapur, karena seringkali digunakan sebagai bumbu masakan. Maka tidak heran jika banyak ibu rumah tangga mencari bawang putih di pasar tradisional maupun modern.

Tanaman bawang putih dalam bahasa inggris disebut dengan istilah garlic. Sedangkan nama ilmiahnya yaitu allium sativum. Umumnya tumbuhan satu ini berasal dari genus allium dan keberadaannya sudah tersebar ke berbagai negara.

Bawang Putih

Perlu anda ketahui bahwa bawang putih sudah digunakan oleh ribuan manusia selama 7000 tahun yang lalu. Pertumbuhan bawang putih awalnya lebih banyak ditemukan di Asia Tengah, hingga akhirnya menjadi bahan utama untuk berbagai masakan. Memang tidak bisa di pungkiri, bahwa masakan tanpa bumbu bawang putih ini rasanya jauh lebih hambar dibandingkan jika mencampurkan bawang putih ini kedalam masakan.

Luar biasanya lagi, ternyata bawang putih bukan hanya menjadi bumbu masakan saja, namun juga bisa digunakan sebagai pengobatan untuk beberapa macam penyakit seperti pilek dan lainnya. Apabila anda pernah merasakan makan bawang putih yang masih mentah, maka rasanya terasa getir karena tanaman tersebut mempunyai kandungan zat kimia yang disebut alliin.

Klasifikasi Putih

Klasifikasi bawang putih antara lain;

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Kelas Liliopsida
Ordo Asparagales
Familia Alliaceae
Sub family Allioideae
Genus Allium
Spesies A. Sativum

Ciri Morfologi Tanaman Bawang Putih

Pada dasarnya ciri morfologi tumbuhan bawang putih merupakan karakteristik atau keunikan dari masing-masing, antara lain;

  1. Batang

Ciri morfologi pertama yang dimiliki bawang putih terletak dibagian batangnya. Arti batang bawang putih beukuran kecil dengan ukuran antara 0,5 sampai dengan 1 cm. Perlu anda ketahui bahwa jenis batang pada tanaman ini dipenuhi dengan tunas-tunas yang timbul di pangkal batang.

Umumnya tunas yang menempel pada batang bawang putih ini sebetulnya adalah umbi-umbi kecil yang sudah berubah bentuk dan fungsinya.

Umbi kecil tersebut terbungkus dengan lapisan yang kuat dan tumbuh menjadi umbi yang lebih besar lagi. Bentuk dari umbi tersebut yaitu bulat dan warnanya putih. Sebagai informasi bahwa umbi tersebutlah yang sering dipakai untuk bumbu dapur atau masakan.

  1. Daun

Bagian selanjutnya yang memiliki karakteristik morfologi pada tanaman bawang putih adalah daunnya. Bentuk dari daun bawang putih yaitu bangun garis dan letak posisinya terlihat kompak karena saling berdekatan antara yang satu dengan lainnya.

Lebar daun itu sendiri yaitu 0,4 sampai dengan 1,2 cm. Selain itu daun tanaman ini juga berbentuk pipih atau tidak mempunyai lubang.

  1. Bunga

Sebagai informasi bahwa arti bunga pada tanaman yang satu ini susunannya majemuk payung sederhana, yaitu muncu disetiap anak umbi. Pada bagian bunganya juga terdapat sekitar 1 hingga sampai 3 daun pelindung yang bentuknya seperti selaput.

Manfaat Bawang Putih

Bawang putih yang pada dasarnya sudah sangat dikenal sebagai tanaman penyedap masakan atau bumbu dapur ini ternyata memiliki segudang manfaat. Antara lain;

  1. Mencegah terjadinya pilek

Sebetulnya setiap orang pasti pernah merasakan sakit flu atau pilek yang rasanya pasti sangat menganggu kenayaman anda. Hal ini dikarenakan hidung menjadi tersumbat, kepala pusing, dan badan terasa lebih lesu dibandingkan sebelumnya. Oleh karena itu tidak heran jika dipasaran banyak sekali produk obat yang menawarkan agar bisa sembuh dari sakit pilek.

Namun, jika anda ingin mencoba obat tradisonal dan alami, maka tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak. Bawang putih bisa menjadi solusi untuk obat pilek yaitu dengan cara mencampurkannya dalam masakan agar rasa pilek dan hidung tersumbat lebih berkurang.

Selain itu bawang putih ternyata juga sudah populer atau ampuh untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dengan mengonsumsinya tubuh akan memperoleh daya tahan atau sistem imunitas yang lebih kuat dan bisa terhindar dari pilek maupun batuk.

  1. Sebagai antibiotik alami

Manfaat kedua dari bawang putih yaitu digunakan sebagai antibiotik alami. Hal ini dikarenaka tanaman yang satu ini memiliki kandungan diallyl sulfide yang sangat baik untuk melawan bakteri campylobacter akibat gangguan pencernaan.

Bahkan kandungan dalam bawang putih ini dianggap lebih ampuh jika dibandingkan dengan antibiotik pada umumnya yang lebih sering digunakan. Berdasarkan hal inilah, maka bawnag putih bisa dijadikan sebagai antibiotik alami karena bisa melawan berbagai bakteri.

  1. Mengurangi resiko kanker paru-paru

Bawang putih juga berkhasiat untuk mengurangi resiko kanker paru-paru. Seperti yang sudah anda tahu, bahw penyakit kanker adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya bahkan bisa merenggang nyawa. Maka dari itu dengan temuan bawang putih yang mampu mengurangi resiko kanker paru-paru ini sangat bermanfaat untuk banyak orang.

Caranya agar manfaat umbi lapis bawang putih lebih efektif dirasakan yaitu kunyah bawang putih mentah dua kali dalam seminggu. Hal tersebut akan membuat seseorang memiliki resiko terkena kanker paru-paru yang jauh lebih rendah dibandingkan seseorang yang belum mengonsumsi bawang putih sama sekali.

  1. Mengurangi kadar kolestrol

Manfaat bawang putih yang selanjutnya yaitu digunakan untuk mengurangi kadar kolestrol. Pada dasarnya dalam tubuh manusia terdapat kolestrol yang baik maupun jahat, dan tugas diri kita masing-masing yaitu menjaga agar kolestrol jahat tidak begitu banyak menghuni tubuh ini.

Salah satu cara untuk mengatasi kadar kolestrol jahat agar tidak menumpuk banyak dalam tubuh yaitu dengan mengonsumsi bahan alami bawang putih. Hal ini dikarenakan bawang putih bisa mengurangi kadar kolestrol jahat antara 10 sampai dengan 15 %.

Cara Budidaya Bawang Putih

Adapun untuk teknik budidaya tanaman bawang putih, antara lain;

  1. Memilih bawang putih yang akan ditanam

Sahabat, sebelum anda melakukan penanaman bawang putih maka usahakan agar anda memilih bibit bawang putih yang baik terlebih dahulu. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, karena dengan pemilihan bibit yang baik maka hasil yang diperoleh akan lebih berkualitas pula.

Anda bisa menganal bawang putih berdarkan jenisnya terlebih dahulu yang terbagi menjadi 2 yaitu softneck dan hardneck. Bawang putih softneck merupakan tanaman yang bentuk daunnya bisa sampai jatuh atau menyentuh tanah.

Sedangkan bawang putih hardneck merupakan tumbuhan yang batangnya tegak dan tekturnya lebih keras. Keterangan dua jenis bawang putih tersebut, pada umumnya lebih mudah untuk menanam yang softneck karena dianggap lebih gampang berdaptasi dan tumbuhnya lebih cepat.

  1. Cara penanaman bawang putih di pot

Proses selanjutnya, apabila anda sudah menemukan bibit bawang putih yang pas dan cocok sesuai dengan tanah dan lingkungannya, maka anda bisa menanam tanaman tersebut. Namun, pastikan lebih dulu bahwa penanaman bawang putih ini harus mempersiapkan alat dan bahan salah satu diantaranya adalah pot, tanah, dan pupuk.

Cara yang pertama yaitu potong bagian bawah bawang putih yang masih menempel di akarnya. Kemudian gali lubang tanah yang ada dipot dan masukan bibit bawang putih tersebut ke dalam tanah lalu timbun kembali dan padatkan dengan baik. Setelah itu anda bisa menyiramnya dengan air sedikit demi sedikit dan biarkan tanaman tumbuh.

  1. Cara panen bawang putih

Apabila bawang putih sudah tumbuh dan berkembang maka anda bisa memanen tanaman tersebut. Sebagai informasi biasnya tumbuhan bawang putih ini bisa dilakukan panen pada saat umurnya sekitar 90 sampai dengan 120 hari.

Itulah tadi deskripsi tanaman bawang putih, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan teknik pembudidayaannya.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *