Ikan Belut: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Ikan Belut

Siapa yang tidak kenal dengan belut? Ikan yang sering digunakan sebagai bahan lomba tangkap belut pada hari kemerdekaan ini merupakan jenis hewan yang dapat ditemukan di persawahan dan juga rawa-rawa dengan endapan air yang sangat tinggi.

Pada dasarnya belut ini juga dikenal sebagai arti makanan yang mengandung gizi baik untuk tubuh. Rasanya yang enak juga menyebabkan ikan ini diminati banyak orang. Selain itu, belut memiliki sekitar 400 spesies yang tersebar di berbagai daerah terutama di Indonesia.

Belut

Belut adalah golongan ikan yang bentuknya mirip dengan ular dan masuk dalam suku synbranchidae. Sebagai informasi walaupun belut masih satu kerabat dengan ikan sidat namun keduanya berebeda. Belut ini bisa dikatakan bahwa bagian tubuhnya tidak memiliki sirip, kecuali pada sirip ekor. Sedangkan ikan sidat masih memiliki sirip yang jelas.

Ciri khas belut yang lainnya yaitu ikan ini tidak berisisk dan bisa bernapas dari udara. Belut juga tidak memiliki kantung renang dan tulang rusuk. Belut juga sering disebut sebagai jenis ikan praktis yang bisa bertahan hidup walupun di darat.

Klasifikasi Belut

Berikut dibawah ini adalah klasifikasi ikan belut, antara lain;

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Actinopterygii
Ordo Syinbranchiformes
Familia Syinbranchidae
Genus Monopterus
Spesies Monopterus albus

Ciri Morfologi Belut

Ciri morfologi belut dengan keunikan dan karakteristik masing-masing yaitu:

  1. Tubuh

Morfologi tubuh belut yaitu memiliki bentuk tubuh yang bulat dan memanjang. Tubuh belut panjangnya bisa mencapai 30 sampai dengan 60 cm bahkan bisa lebih panjang tergantung dari jenis belut itu sendiri.

Belut pada bagian tubuhnya memiliki diameter sekitar 3 hingga 4 cm. selain itu bentuk tubuh belut juga sangat mirip dengan ular, bertekstur licin. Warna tubuh belut yaitu ada yang kehitaman, abu-abu kecolatan, ada pula yang kemerahan. Uniknya lagi warna belut ini juga ada yang belang-belang, dan pastinya semua itu tergantung dari varietas belut itu sendiri.

  1. Sisik dan sirip

Pada bagian morfologi yang ini, sebetulnya belut tidak memiliki sisik maupun sirip. Sirip pada belut hanya terdapat di bagian ekornya itupun tidak terlihat dengan jelas. Sedangkan untuk masalah sisiknya, belut ini sama sekali tidak memilikinya karena tekstur tubuh belut yang licin membuat ikan ini bebas dari sisik.

Sebagai tambahan informasi belut ini bisa mencapai berat dengan rata-rata mencapai 3 sampai dengan 4 kg perekornya. Perkembanganbiakan belut juga dibilang cukup mudah dan cepat banyak yaitu sekitar 50 hingga 100 ekor per induk belut.

Manfaat Belut

Berikut dibawah ini beberapa manfaat dari belut, antara lain;

  1. Makanan dengan Sumber Protein Tinggi

Manfaat pertama yang bisa diperoleh dari belut untuk kesehatan yaitu bisa menambah sumber protein tinggi. Pada dasarnya belut dapat memenuhi kebutuhan protein harian tubuh dengan sehingga belut ini sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil hingga balita sebagai tambahan sumber protein yang tinggi.

Selain itu belut juga memiliki kandungan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, otak, serta sistem kekebalan tubuh. Bahkan, daging belut juga bisa membentuk hormone sekaligus mencegah terjadinya kanker payudara.

  1. Sumber Kalori

Belut juga memiliki manfaat lain yang sangat baik untuk tubuh, yaitu sebagai sumber kalori. Seperti yang kta tahu bahwa dalam melakukan aktivitas sehari-hari tubuh memerlukan kalori yang cukup agar bisa kuat dan semakin lincah dalam berkegiatan.

Karena belut memiliki sumber kalori yang cukup baik, maka belut akan sangat bermanfaat dalam mengisi tenaga untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan kandungan kalori dalam belut ini juga disamakan dengan kandungan karbohidrat yang ada pada nasi.

  1. Zat Besi

Manfaat selanjutnya dari belut untuk kesehatan yaitu sebagai sumber makanan yang memiliki kandungan zat besi dan sangat baik untuk tubuh. Kandungan zat besi dalam belut ini bisa digunakan untuk mencegah anemia pada tubuh.

Apabila tubuh kekurangan zat besi, maka yang akan terjadi yaitu kekurangan suplai oksigen ke seluruh tubuh karena terjadinya pembentukan hemoglobin dalam sel-sel darah. Oleh karena itu untuk mengindari kekurangan zat besi tersebut maka anda bisa mengonsumsi belut yang bisa dipakai juga sebagai penghilang rasa lelah dan letih pada tubuh.

  1. Sumber Fosfor

Belut yang dikenal memiliki kandungan fosfor dan kaya akan vitamin ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Kandungan fosfor pada belut bisa membuat tulang dan gigi lebih kuat, sehingga penyakit osteoporosis dapat dihindari.

Selain itu kandungan vitamin belut seperti vitamin A dan vitamin B juga sangat baik untuk tubuh. Vitamin A pada belut bisa bermanfaat untuk kesehatan mata dan kesehatan sel reproduksi. Sedangkan vitamin B yang ada pada belut, juga sangat baik untuk meningkatkan kesehatan otak dan meningkatkan fungsi enzim.

  1. Memiliki Kandungan Arginin

Manfaat selanjutnya yang bisa diperoleh dari belut yaitu sangat banyak. Salah satu manfaatnya ini diperoleh karena belut memiliki kandungan arginin yang sangta baik untuk menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.

Penyakit kanker adalah jenis penyakit yang membahayakan tubuh, sehingga untuk menghindari penyakit ini kita bisa mengonsumsi belut sebagai makan bernutrisi dan bergizi sekaligus bisa untuk menghindari kanker seperti kanker payudara.

Selain itu jika menginginkan jantung yang sehat maka belut juga sangat disarankan untuk dikonsumsi karena makan belut bisa menurunkan risiko serangan jantung serta mencegah penyempitan pembuluh darah.

  1. Bantu Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Belut yang memiliki kandungan zat besi ini ternyata juga memberi manfaat bagi kesehatan yang lainnya yaitu dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu kandungan oksigen dalam belut juga mampu menambah energi atau istilahnya menambah oksidasi dalam tubuh.

Cara Budidaya Belut

Berikut dibawah ini merupakan cara budidaya ikan belut yang dijelaskan sebagai berikut :

  1. Memilih bibit yang berkualitas

Pemilhan bibit ikan belut sangat penting untuk dilakukan, mengingat pemilihan bibit yang berkualitas ini akan mempengaruhi panen belut yang baik juga. Belut yang berkualitas diantaranya memiliki ciri-ciri yang sehat, memiliki pergerakan yang lincah dan sangat aktif, serta ukurannya seragam yaitu sekitar 10-12 cm.

Bibit belut harus dipilih yang seragam atau ukuranya sama ini agar antar belut yang satu dengan lainnya tidak saling memakan, terlebih belut berukuran kecil selalu menjadi incaran. 

  1. Pemberian pakan terbaik

Proses selanjutnya agar budidaya ternak belut bisa berjalan dengan baik yaitu dengan cara memberikan pakan terbaik pada belut. Pakan terbaik disini maksudnya belut harus diberi pakan yang memiliki kandungan nutrisi cukup baik. Karena pakan yang bergizi akan mempengaruhi pertumbuhan dari belut itu sendiri.

Pakan belut bisa diberikan sehari 3 kali di waktu pagi, siang, dan sore hari. Porsi pakan juga bisa disesuiakan dengan umur maupun berat belut, semakin besar belut maka pakan yang diperlukan semakin banyak dan sebaliknya. Untuk belut kecil, sebaiknya diberi pakan berupa cacing, larva ikan, kutu air, dan kecebong. Sedangkan belut dewasa, bisa diberi pakan katak, bekicot, belatung, dan ikan.

  1. Masa panen dalam budidaya ternak belut

Masa panen dalam budidaya ikan belut adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu, setelah sekian bulan menunggu. Pemanenan belut bisa dilakukan saat usianya mencapai 3 sampai dengan 4 bulan.

Itulah saja deksirpsi yang bisa dibadikan pada semua pembaca tentang ikan belut, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan teknik budidayanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *