Pengertian Bioteknologi Pertanian, Ciri, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Bioteknologi Pertanian Adalah

Bioteknologi pertanian menjadi bagian daripada metode tani yang melibatkan makhluk hidup atau organisme untuk menghasilkan produk baru sehingga bisa bermanfaat untuk manusia.

Prihal inilah dapat dikatakan bahwa bioteknologi dalam arti pertanian menjadi cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang cara memanfaatkan organisme hidup dalam melakukan proses produksi untuk menghasilkan barang ataupun jasa yang bermanfaat untuk manusia..

Bioteknologi Pertanian

Pada hakekatnya, kata Bioteknologi dapat berasal dari dua kata yaitu kata “Bio” dan kata “Teknologi”. Kata Bio dapat diartikan kehidupan sedangkan kata “teknologi” dimaknai sebagai suatu cara ilmiah yang dipakai untuk mencapai tujuan secara praktis.

Disisi lainnya, pada jaman sekarang bioteknologi tidak hanya berdasar pada biologi saja, akan tetapi dari berbagai macam ilmu terapan juga, seperti misalnya dari biokimia, biologi molekuler, genetika, mikrobiologi, komputer, termasuk juga dalam bidang-bidang pertanian. Kondisi ini terjadi lantaran pada sektor pertanian bioloteknologi dikembangan secara khusus sebagai upaya untuk memperlancar perkembangan serta mempercepatan panen.

Pengertian Bioteknologi Pertanian

Bioteknologi pertanian adalah disipilin ilmu pengetahuan terapan yang berhubungan dengan proses mewujudkan
kemakmuran dan kesejahteraan melalui bidang angro industri pertanuan sehingga studi ini diharapkan menjadi solusi terkait permasalahan pertanian yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan pangan.

Pengertian Bioteknologi Pertanian Menurut Para Ahli

Adapun definisi bioteknologi pertanian menurut para ahli, antara lain;

  1. Hartono (2011), Bioteknologi pertanian adalah percabangan ilmu pengetahuan yang terkait dengan penggabungan disiplin biologi dengan pertanian diikuti dengan perkembangan teknologi yang berhubungan dengan organisme biologis, sistem dan proses rekayasa dalam pertanian.

Ciri Bioteknologi Pertanian

Adapun karakteristik utama dari bioteknologi pertanian, diantaranya:

  1. Terdapat benda biologi

Prihal ini misalnya berupa mikroorganisme, dimana arti tumbuhan maupun makna hewan senantisa diperlukan  pendayagunaan secara teknologi maupun secara industri serta produk atau jasa yang dihasilkan merupakan hasil dari ekstraksi maupun pemurnian.

Manfaat Bioteknologi Pertanian

Manfaat Bioteknologi Pertanian

Mempelajari bioteknologi pertanian mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia, apa lagi saat ini bioteknologi semakin berkembang. Alat-alat untuk dapat membantu perkembangan bioteknologi-pun semakin banyak salah satu contohnya yaitu mikroskop yang digunakan untuk bisa melihat organisme-organisme kecil yang tidak kasat mata.

Kegunaan mempelajari bioteknologi pertanian misalnya yaitu:

  1. Dapat menghasilkan obat

Bioteknologi bisa menghasilkan obat yang lebih murah dan efektif misalnya seperti pembuatan hormon insulin yang berasal dari gen bakteri E. Coli.

  1. Menghasilkan antibiotik

Dapat menghasilkan antibiotik untuk dapat membunuh berbagai penyakit yang berbahaya. Pada saat ini sudah banyak sekali antibiotik yang terdapat di apotik-apotik dengan harganya murah dan efektif untuk pengobatan.

  1. Dapat mengurangi pencemaran lingkungan

Bioteknologi juga bisa membantu mengurangi pencemaran, misalnya ada beberapa bakteri yang dapat membantu daur ulang untuk dapat menghancurkan sampah-sampah organik dan juga membersihkan tumpahan minyak yang tercecer di laut.

  1. Dapat meningkatkan hasil produksi pertanian bagi tanaman transgenik

Tanaman transgenik mempunyai daya tahan yang cukup baik terhadap berbagai kondisi lingkungan ekstrim serta tidak mudah terserang hama.

  1. Pengolahan pada produk makanan

Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang menggunakan mikro organisme untuk melakukan produksi khususnya pada makanan misalnya seperti tempe, tape, oncom, serta kecap. Mikroorganisme juga dapat mengubah bahan-bahan pangan atau yang lainnya menjadi bahan makanan yang lebih baik dan lebih bermanfaat.

Produk makanan pada bioteknologi yang dibantu mikroorganisme misalnya yaitu seperti proses fermentasi pada kedelai, yang bisa diubah menjadi tempe, kecap, tape serta lain-lain termasuk susu yang diubah menjadi keju dan yoghurt. Proses seperti bioteknologi tersebut biasa disebut dengan bioteknologi konvensional/tradisional karena dianggap sebagai bioteknologi yang telah ada sejak dahulu kala.

  1. Penanaman tanaman secara hidroponik

Biasanya manusia dapat menanam tanaman menggunakan media tanah tetapi dalam hidroponik tidak menggunakan tanah sebagai medianya, dibutuhkan air yang ditambah dengan nutrisi sebagai sumber makanan untuk tanaman yang ditanam. Dapat dikatakan dalam menanam tanaman dengan metode hidroponik merupakan salah satu bukti bahwa tanah tidak selalu menjadi media utama dalam bercocok tanam.

  1. Rekayasa genetika

Yang dimaksud dengan rekayasa genetika ialah suatu cara memanipulasikan Gen untuk menghasilkan makhluk hidup yang baru dengan sifat-sifat yang di inginkan. Rekayasa genetika biasanya disebut dengan sebutan yaitu rekombinasi DNA / pencangkokan Gen.

Pada rekayasa genetika digunakan DNA untuk dapat menggabungkan sifat-sifat yang dimiliki makhluk hidup, karena DNA dari setiap makhluk hidup mempunyai struktur yang sama, hal inilah mengapa DNA dapat direkombinasikan.

Lalu DNA tersebut akan bisa mengatur sifat-sifat makhluk hidup secara turun-temurun. Untuk mengubah DNA sel yang bisa dilakukan melalui berbagai macam cara misalnya dengan cara transplantasi inti, teknologi plasmid, rekombinasi DNA serta fusi sel.

  1. Pembuatan Antibiotik

Antibiotik adalah suatu zat yang dihasilkan dari organisme-organisme tertentu dan memiliki fungsi untuk dapat menghambat pertumbuhan organisme lain yang terdapat di sekitarnya. Antibiotik bisa diperoleh dari mikroorganisme yang sudah di proses menggunakan cara-cara tertentu.

  1. Bioteknologi pengolahan limbah

Bahan-bahan yang dibuang serta sudah tidak terpakai disebut dengan limbah/sampah. Biasanya limbah dapat dihasilkan dari aktivitas, rumah tangga, pertanian dan perindustrian. Saat ini keberadaan sampah sangat bisa mengancam lingkungan hidup, jadi harus ada upaya-upaya untuk menanganinya.

Cara menanganinya misalnya yaitu dengan cara dibakar atau di daur ulang. Tapi yang lebih aman ialah dengan cara di daur ulang, dan salah satu contoh daur ulang sampah yang diuji misalnya seperti Pirolisis. Pirolisis ialah proses dekomposisi dari bahan-bahan sampah yaitu dengan menggunakan suhu yang tinggi pada kondisi tanpa oksigen.

Dengan menggunakan cara ini sampah atau limbah dapat diubah jadi arang, gas metana dan bahan organik lainnya. Hasil bahan-bahan tersebut bisa digunakan sebagai bahan bakar. Keunggulan bahan bakar yang dihasilkan dari proses ini ialah rendahnya kandungan sulfur, jadi bisa mengurangi tingkat pencemaran. Sedangkan kompos adalah hasil perubahan dari zat-zat makroorganik misalnya dari hewan dan tumbuhan.

Diubah secara biologis serta kimiawi dengan menggunakan bantuan mikroorganisme. Pada pembuatan kompos juga memerlukan mikroorganisme. Jenis mikroorganisme tersebut tergantung kepada bahan-bahan organik yang dapat digunakan serta proses yang berlangsung, misalnya yaitu seperti proses aerob/anaerob.

Contoh Bioteknologi Pertanian

Adapun untuk berbagai contoh bioloteknologi dalam pertanian ini, antara lain;

  1. Yoghurt

Dalam pembuatan yoghurt yaitu terlebih dahulu susu dipasteurisasi, kemudian sebagian lemak dibuang. Dan jenis mikroorganisme yang berperan pada suatu pembuatan yoghurt namanya yaitu Lactobacillus bulgaricus serta juga Streptococus thermophillus .

  1. Keju

Pembuatan keju dapat menggunakan bakteri asam laktat, jenis mikroorganismenya yaitu Lactobacillus serta juga Streptococcus. Bakteri atau mikroorganisme tersebut fungsinya untuk dapat menfermentasikan laktosa dalam susu menjadi asam laktat.

  1. Mentega

Dalam membuat mentega dengan menggunakan jenis mikroorganismenya yaitu Streptococcus lactis serta Lectonosto ceremoris. Mikroorganisme tersebut akan dapat membentuk proses pengasaman. Lalu susu diberi cita rasa tertentu serta  lemak mentega dipisahkan.

  1. Kecap dan tauco

Kecap terbuat dari kacang kedelai yang dapat ditambahkan dengan mikroorganisme/jamur yang bernama Aspergilus soyae serta Aspergilus wentii. Sedangkan pada tauco bisa terbuat dari kacang kedelai yang ditambahkan mikroorganisme bernama yaitu Aspergilus oryzae, mikroorganisme ini akan mengubah protein kompleks pada kacang kedelai dapat menjadi asam amino yang nantinya bisa dengan mudah dicerna tubuh manusia.

  1. Tempe dan oncom

Dalam pembuatan tempe dapat dilakukan fermentasi kedelai menggunakan mikroorganisme Rhizopus sp. Yang dapat mengubah protein kompleks pada kacang kedelai yaitu menjadi asam amino. Sedangkan oncom juga dibuat dengan cara dilakukan fermentasi bungkil kacang tanah menggunakan mikroorganisme yaitu bernama Rhizopus oligosporus.

Nah, demikianlah artikel yang menjelaskan tentang pengertian bioteknologi pertanian menurut para ahli, ciri, manfaat, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga tulisan ini memberikan wawasan kepada segenap pembaca yang sedang mencari refrensinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *