Teknik Budidaya Kelapa Sawit dalam Pertanian

Diposting pada

Teknik Budidaya Kelapa Sawit Dalam Pertanian

Kelapa sawit merupakan salah satu pengertian perkebunan yang paling banyak ditemukan di iklim tropis, seperti di Indonesia. Hampir semua wilayah di nusantara ini ada jenis perkebunan ini, baik di wilayah Sumatra, Kaliamntan, sampai di wilayah Pulau Jawa.

Kelapa sawit

Tumbuan kelapa sawit dimanfaatkan untuk sebagai minyak dalam keperluan rumah tangga. Bahkan tak jarang tumbuhan ini juga lekat sekali dengan baby oil yang ternyata memiliki segudang fungsi yang diperlukana dalam kehidupan sehari-hari.

Budidaya Kelapa Sawit

Sebagai salah satu sistem pengertian budidaya di bidang pertanian. Kelapa sawit memiliki teknik tersendiri dalam proses penyebrluasaan bibitnya, berikut ini adalah keterangan serta penjelasan budidaya tersebut;

Pembukaan Lahan Budidaya Kelapa Sawit

Berbagai metode serta teknik pembukaan lahan budidaya kelapa sawit dapat dilakukan sesuai dengan kondisi lahan, jenis lahan serta anggaran biaya.

Sistem pembukaan lahan budidaya tanaman kelapa sawit antara lain yaitu pembukaan lahan secara manual, mekanis dan kimia. Atau kombinasi dari ketiga sistem tersebut yang disesuaikan dengan kondisi tanaman dan situasi di lapangan;

  1. Sistem pembukaan lahan secara manual yakni dengan menggunakan tenaga manusia dengan peralatan yang cukup sederhana.
  2. Sistem pembukaan lahan dengan cara mekanis yakni dengan menggunakan alat berat atau alat pertanian lainnya seperti misalnya traktor atau buldoser.
  3. Sistem pembukaan lahan yang secara kimia yakni pembukaan lahan dengan menggunakan herbisida atau racun rumput. Meskipun tanaman mati akan tetapi membutuhkan waktu lama untuk tanaman dapat terurai dengan sempurna.

Pembuatan atau Perbaikan Drainase

Tanaman kelapa sawit adalah tumbuhan yang sangat membutuhkan air akan tetapi bukan berarti tahan terhadap genangan air. Oleh sebab itu pada bagian parit aliran drainase sangat penting terutama pada lahan dengan tekstur gambut.

Sebelum dilakukan proses penanaman bibit tanaman kelapa sawit daerah parit atau drainase dibuat terlebih dahulu supaya tumbuhan kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik.

Persiapan Bibit Kelapa Sawit

Bibit kelapa sawit yang digunakan seharusnya adalah bibit yang berkualitas tinggi dan telah memiliki sertifikat sehingga mutu benih serta kualitas maupun kuantitas buah yang dihasilkan nantinya dapat sesuai dengan yang diinginkan.

Bibit kelapa sawit umumnya berupa kecambah atau bibit yang siap untuk ditanam dan bisa dibeli dari para penyedia bahan pembibitan kelapa sawit. Kelemahan menggunakan atau membeli bibit yang siap tanam adalah harganya yang relatif mahal sehingga biaya yang dikeluarkan jauh lebih tinggi.

Untuk dapat menekan biaya pembelian bibit kelapa sawit sebaiknya menggunakan bibit kecambah yang dapat disemai sendiri. Harga bibit kecambah kelapa sawit cukup bervariasi tergantung dari jenis varietas dan kualitasnya.

Cara Pembibitan Kelapa Sawit

Terdapat 2 tahapan dalam pembibitan kelapa sawit yakni tahap pembibitan awal atau Pre-nursery dan tahap pembibitan utama atau Main-nursery.

Tahap pembibitan awal atau sering disebut dengan Pre-nursery adalah tahap menumbuhkan kecambah kelapa sawit menggunakan polybag atau media tanamn lain yang memiliki ukuran kecil. Sedangkan untuk tahap pembibitan utama atau Main-nursery yakni tahap pembesaran bibit kelapa sawit yang telah tumbuh sampai bibit siap untuk ditanam.

Tahap pembibitan awal (Pre-nursery)

Polybag yang digunakan pada pembibitan tahap pre-nursery yakni polybag yang cukup kecil dengan ukuran 14 cm x 8 cm. Media semai yang digunakan berupa campuran tanah dan kompos serta kapur pertanian atau dolomit jika dibutuhkan.

Gunakan tanah yang gembur yakni pada lapisan atas atau bagian top soli dan tambahkan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 6:1. Media semai yang sudah siap dimasukkan kedalam polybag dan disusun pada bedengan yang memiliki ukuran 1 m dengan panjang sesuai kebutuhan.

Bedengan digunakan untuk meletakkan polybag yang sebaiknya dibuat sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah sekitarnya dengan tujuan agar terhindar dari genangan air saat musim hujan tiba. Kecambah tanaman kelapa sawit ditanam pada polybag dengan bakal daun atau plumula yang bentuknya agak tajam serta memiliki warna kuning yang menghadap ke atas.

Tahap Pembibitan Utama (Main-nursery)

Tahap ini merupakan tahap pembesaran bibit kelapa sawit yang sudah tumbuh. Polybag media semai yang digunakan memiliki ukuran yakni lebih besar kurang lebih 40 cm x 50 cm. Media semai yang digunakan yakni berupa campuran tanah gembur dan kompos atau bisa juga pupuk kandang dengan perbandingan 4 : 1.

Lalu pindahkan bibit dari polybag kecil dengan hati-hati. Pengisian polybag sebaiknya tidak terlalu penuh supaya saat pemupukan dan penyiraman tanah  tidak tumpah atau keluar dari polybag. Setelah pemindahan bibit selesai lalu bibit tersebut disiram sampai basah namun juga jangan sampai tergenang.

Lakukan penyiangan dan penyiraman sesuai dengan kebutuhan lahan serta tanaman, bibit yang sudah berumur 8 sampai 12 bulan sudah dapat ditanam dilahan.

Pembuatan Lubang Tanam

Setelah dilakukan proses pengajiran dan penentuan jarak tanam selesai tahap selanjutnya yakni pembuatan lubang tanam. Lubang tanam dibuat tepat pada bagian ajir atau pancang yang telah dipasang dengan posisi ajir tepat berada ditengah-tengah lubang tanam.

Ukuran lubang tanam tanaman kelapa sawit yaitu 50 x 40 x 40 cm atau kedalaman lubang tanam disesuaikan dengan tinggi dari polybag atau media tanam bibit dengan di tambah 5 sampai 10 cm agar ketika ditanam pada polybag media tertutup sempurna oleh tanah.

Kemudian pada bagian lubang tanam tersebut ditaburi oleh kapur dolomit dan kieserit atau pupuk rock phosphat dengan dosis disesuaikan dengan kebutuhan, kemudian dibiarkan terlebih dahulu selama 7 sampai 10 hari.

Cara dan Waktu Menanam Bibit Kelapa Sawit

Waktu penanaman bibit tanaman kelapa sawit yang baik yakni pada awal musim hujan. Dengan demikian ketika musim hujan telah berakhir akar tanaman kelapa sawit sudah cukup kuat dan lebih tahan terhadap kondisi kekeringan. Berikut tahapan cara menanam bibit tanaman kelapa sawit;

  1. Sehari sebelum dilakukan penanaman bibit kelapa sawit sebaiknya disiram terlebih dahulu agar persediaan air didalam media tanam dapat terpenuhi.
  2. Bibit yang telah disiapkan diangkut kelahan dan diletakkan masing-masing pada bagian tepi lubang tanam.
  3. Buka polybag yang telah ada semaian benih dengan hati-hati agar media tanam tidak pecah atau rusak.
  4. Masukkan bibit tanaman kelapa sawit ke dalam lubang tanam kemudian ditimbun dengan tanah galian pada bagian permukaan atas.
  5. Kemudian tanah dipadatkan agar bibit dapat berdiri dengan tegak dan tidak mudah roboh.

Cara Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit

Pemeliharaan tanaman kelapa sawit setelah proses penanaman yaitu meliputi penyulaman, penanaman tanaman penutup tanah jenis legume atau kacang-kacangan, membuat bokoran atau piringan, pemupukan serta pemangkasan pelepah daun.

  1. Penyulaman yakni suatu teknik mengganti tanaman kelapa sawit yang tumbuh kurang baik dan rusak oleh hama bahkan sampai mati. Penyulaman dilakukan pada saat musim hujan. Bibit yang digunakan untuk penyulaman sebaiknya tanaman yang sudah berumur sama dengan tanaman yang disulam agar tidak terjadi tumpang tindih umur tanaman.
  2. Penanaman kacang-kacangan berupa legume atau tanaman penutup tanah lainnya yang meliputi jenis kacang-kacangan dan sering ditanam pada daerah perkebunan kelapa sawit antara lain Centrosema pubescens, Colopogonium mucunoides serta Pueraria javanica. Penanaman kacang-kacangan atau legume sebaiknya dilakukan segera setelah persiapan lahan sudah selesai.
  3. Membuat bokoran atau piringan yaitu suatu teknik membersihkan areal sekitar tumbuhan kelapa sawit dari gangguan gulma. Bentuk piringan yang mengelilingi batang tanaman yakni dengan diameter 2 sampai 3 meter.

Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit

Jenis-jenis pupuk yang dapat digunakan untuk memupuk tanaman kelapa sawit yaitu jenis pupuk Urea, TSP atau SP 36, KCl, Kiserit dan Borax. Dosis pupuk yang digunakan untuk memupuk dapat disesuaikan dengan umur tanaman.

Jadwal pemupukan tanaman kelapa sawit yakni 2 kali dalam satu tahun. Pemupukan pertama dilakukan pada saat awal musim hujan sekitar bulan September sampai oktober dan pemupukan kedua dilakukan pada akhir musim hujan sekitar bulan maret sampai april.

Pengendalian Hama dan Penyakit Kelapa Sawit

OPT yang sering menyerang tumbuhan kelapa sawit yakni antara lain serangga atau jenis insekta lain, jamur, virus serta bakteri. Jenis hama insekta pada tanaman kelapa sawit antara lain nematoda, kumbang, tungau, ulat setora, penggerek tandan buah dan ulat api.

Sedangkan untuk jenis penyakit pada tanaman kelapa sawit yaitu penyakit dry basal root, root blast, garis kuning, dan bud rot. Pengendalian hama penyakit yang dapat dilakukan pada tanaman ini yaitu dengan penyemprotan insektisida, fungisida atau bakterisida.

Panen Kelapa Sawit

Tanaman kelapa sawit mulai berbuah pada umur 2,5 tahun atau lebih. Buah masak pada umur 5,5 bulan setelah penyerbukan.

Buah yang dapat dipanen yakni buah yang telah matang dan siap untuk dipanen. Ciri-ciri buah kelapa sawit matang yang sudah dapat dipanen yakni sedikitnya ada 5 buah yang jatuh dari tiap tandan atau brondolan. Panen kelapa sawit dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Nah, itulah tadi uraian akan penjelasn tentang beragam macam teknik budidaya kelapa sawit yang sering dipergunakan dalam sistem pertanian di Indonesia. Semoga melalui artikel ini dapat memberikan wawasan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *