Cara Budidaya dan Menanam Rambutan

Diposting pada

Cara Budidaya Rambutan

Buah rambutan ini dikenal terutama karena kemiripannya dengan leci dan buah lengkeng, yaitu bagian dagingnya yang transparan-keputihan dan terdapat biji di dalamnya yang berada di tengah-tengah daging buah. Ketiganya memang kerabat dekat, tapi yang membedakannya adalah penutup luar atau cangkang masing-masing buah.

Buah rambutan bisa dengan mudah dikenali karena duri lunak berwarna hijau (jika masih muda) dan merahnya yang menyerupai rambut. Untuk melakukan arti budidaya dan penanaman rambutan sebenarnya tidak susah jika kita mengetahui tempat dan waktu yang sesuai. Akan tetapi mencari waktu yang pas memang sulit. Misalnya, Rambutan binjai cocok pada iklim yang basah sebab memerlukan curah hujan yang teratur, tapi juga membutuhkan musim kemarau untuk merangsang pembungaan.

Tanaman Rambutan

Pohon rambutan berwarna hijau sepanjang masa dengan bentuk bundar-lebat, tumbuh hingga ketinggian maksimum 30 m. Cabang-cabangnya rendah dan luas, sedangkan kulitnya halus dan berwarna coklat keabu-abuan. Tulang daunnya merupakan menyirip sederhana, panjang 15 hingga 40 cm.

Bunga berwarna putih kehijauan, berukuran kecil dan muncul dalam tandan besar. Bunganya tidak memiliki kelopak, agak harum dan muncul di ujung cabang pada ketiak daun. Arti bunga ini berwarna putih kekuning-kuningan. Tanaman ini berbunga terjadi dua kali setahun.

Buah rambutan berbentuk bulat atau ellipsoid dengan kulit kasar yang tertutup duri lunak hingga 2 cm. Buah-buahan berwarna kuning hingga merah tua dan tumbuh hingga berukuran 7 x 5 cm. Daging berair putih menutupi benih oval, dengan bijinya yang rasanya pahit.

Pengertian Rambutan

Ciri morfologi rambutan (Nephelium lappaceum) adalah buah tropis yang termasuk dalam famili keluarga Sapindaceae. Buahnya sering berwarna merah tetapi kadang-kadang berwarna kuning. Ketika dikupas terbuka, terdapat daging putih manis di dalamnya yang melekat pada biji kayu.

Pengertian Rambutan Menurut Para Ahli

Adapun definisi rambutan menurut para ahli, antara lain:

Ensiklopedi Jurnal Bumi

Buah rambutan merupakan buah yang dihasilkan dari tanaman Nephelium lappaceum, yang masih satu keluarga dengan kelengkeng, leci dan matoa. Rambutan termasuk buah dari wilayah tropis, yang diyakini berasal dari Asia Tenggara. Pohon rambutan banyak dibudidayakan di Indonesia, Thailand dan Malaysia.

Cara Budidaya dan Menanam Rambutan

Berikut ini langkah-langkah dalam melakukan berbagai macam budidaya dan penanaman rambutan, antara lain:

Syarat Tumbuh

Syarat tumbuh tanaman dalam klasifikasi rambutan yang berkaitan dengan iklim dan ketinggian tempat, yaitu:

  1. Iklim

Tanaman rambutan sesuai untuk ditanam di wilayah beriklim tropis yang hangat, dengan suhu sekitar 22-30° C, dan sensitif terhadap suhu di bawah 10° C. Rambutan merupakan buah tropis yang membutuhkan iklim hangat yang lembab dengan curah hujan tahunan yang tersebar minimal 200 cm.

Di Indonesia, pertumbuhan rambutan terdistribusi di wilayah-wilayah dengan ketinggian 30 m di atas permukaan laut, dengan hari hujan selama 90 sampai dengan 150 hari dalam setahun dan kelembaban relatif 60-82%.

  1. Ketinggian Tempat

Tanaman rambutan cocok untuk ditanama di wilayah dataran rendah daerah tropis dengan ketinggian sekitar 30-500 meter di atas permukaan laut. Pada lahan yang ketinggiannya kurang dari 30 meter, produksi buahnya kurang begitu baik.

Sedangkan apabila ditanam di wilayah dengan angin kering, ini berbahaya bagi pertumbuhan pohon karena menyebabkan kecoklatan pada tepi daun.

Menentukan Media Tanam

Media tanam yang dapat digunakan untuk menanam rambutan bisa dibedakan menjadi dua, yaitu ditanam langsung di lahan atau menggunakan pot. Jika ditanam langsung di lahan, maka yang harus diperhatikan adalah jenis tanah yang akan menjadi media tanamnya.

  1. Jenis Tanah

Tanaman rambutan paling baik ditanam di dalam lahan pertanian yang bertekstur liat, lempung tanah liat atau tanah lempung pasir kaya yang kaya akan bahan organik, atau di tanah gambut, dengan drainase yang baik tentunya.

Tingkat keasaman tanah yang dibutukan yaitu dengan pH 5,5-6,7. Namun tanaman ini masih dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur dan mempunyai drainase yang buruk, asalkan bukan tanah tergenang.

Melakukan Pembibitan

Untuk membudidayakan rambutan, pemilihan bibit yang bagus tak boleh dilupakan. Terdapat beberapa cara untuk mendapatkan bibit rambutan, antara lain:

  1. Pembibitan Secara Generatif 

Pembibitan secara generatif dilakukan dengan menanam dari biji. Caranya yaitu biji rambutan yang telah dikeluarkan dari buahnya dan dicuci secara menyeluruh, kemudian ditanam secara horizontal dengan sisi yang rata ke bawah agar bibitnya tumbuh lurus dan mempunyai sistem perakaran yang kuat dan normal. Biji tersebut akan berkecambah dalam 9 sampai 25 hari, semakin awal, semakin kuat benih.

  1. Pembibitan Secara Vegetatif

Pembibitan secara generatif dapat dilakukan dengan mencangkok. Adapun cara–cara untuk mencangkok rambutan, yaitu:

  • Menyiapkan alat terlebih dahulu seperti pisau, tanah subur yang sudah dicampur dengan pupuk kandang, plastik yang berlubang atau sabut kelapa, dan tali.
  • Memilih dahan. Dahan bisa dicangkok ciri-cirinya minimal yaitu mempunyai panjang 80cm dan telah berumur minimal 5 bulan. Pastikan juga pohon indukan adalah pohon indukan yang berkualitas, karena jika pohon indukan berpenyakit, sudah pasti pohon rambutan hasil cangkokan nantinya juga berpenyakit.
  • Apabila dahan yang akan dicangkok sudah ditentukan, kupas kulit batangnya sepanjang 20 cm, kemudian bersihkan cambium yang menyelimuti bagian dalam dahan tersebut. Setelah batang dibersihkan, biarkanlah batang tersebut mengering.
  • Apabila batang sudah kering, balutlah dahan tersebut dengan tanah yang telah dicampur pupuk kandang menggunakan plastik berlubang atau sabut kelapa dan kedua ujung balutan tersebut diikat dengan tali yang telah anda siapkan sebelumnya.
  • Setelah pencangkokan selesai dilakukan, jangan lupa untuk menyiram cangkokan tersebut setiap hari selama dua bulan lamanya hingga akar keluar dari balutan cangkokan untuk kemudian dipindahkan ke media tanam yang diinginkan.

Melakukan Penanaman

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa, tanaman rambutan bisa ditanam di lahan maupun di dalam pot. Berikut penjelasan masing-masing cara penanaman:

  1. Penanaman di lahan

Menanam rambutan di lahan merupakan hal yang paling umum dan paling disarankan, karena perkembangan serta pertumbuhan rambutan yang anda tanam akan lebih pesat jika dibandingkan dengan menanamnya dengan media pot. Hal tersebut bisa terjadi karena ruang gerak serta ruang tumbuh tanaman tidak terbatasi.

Media tanam yang bisa digunakan yaitu berupa campuran tanah, kompos, serta pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau dengan jumlah takaran yang sama pada ketiganya. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menanam rambutan di lahan, antara lain:

  • Sebelum proses penanaman dilakukan, upayakan agar area lahan sudah terbebas dari tanaman liar atau gulma yang berpotensi sebagai sumber penyakit dan hama tanaman. Bakarlah gulma tersebut, jangan dibiarkan membusuk sebab justeru akan menjadi sarang baru bagi hama dan penyakit.
  • Buatlah lubang tanam dengan ukuran 1,5m x 1,5m dan kedalaman lubang 1,5m. Itu bukanlah ukuran baku karena besarnya lubang harus disesuaikan dengan besarnya bibit yang akan ditanam nantinya. Pembuatan lubang tersebut harus dilakukan 2 minggu sebelum proses penanaman bibit.
  • Pastikan bahwa lahan tanam mempunyai pohon lain yang lebih besar disekitar bibit yang ditanam agar bibit yang baru anda tanam tidak mendapatkan sinar matahari dan angin secara berlebihan.
  • Apabila tidak terdapat pohon besar yang di sekeliling bibit yang sudah ditanam, maka yang perlu dilakukan adalah lebih banyak menyiram bibit dengan air untuk mencukupi kebutuhan air bibit dalam proses fotosintesis dengan dosis yang cukup tinggi. Selain itu, berikan penyangga agar tanaman tidak ambruk saat tertiup angin yang cukup besar dan akar yang belum cukup kuat dalam menyangga.
  • Apabila penanaman lebih dari satu bibit, maka usahakan jarak satu bibit dengan yang lain sekitar 10-14 m agar pertumbuhan kedua bibit tidak mengganggu satu sama lain.

 Cara Menanam Rambutan dalam Pot

Dalama melakukan penanaman rambutan di dalam pot, hal yang menjadi perhatian utama adalah ukuran pot, karena rambutan tidak dapat tumbuh maksimal di dalam pot yang ukurannyaa terlalu kecil.

Semakin besar diameter pot yang digunakan, maka perkembangannya pun akan semakin maksimal. Ukuran diameter pot yang digunakan biasanya berkisar antara 50 cm sampai dengan 1 m.

Untuk media tanamnya bisa menggunakan komposisi yang sama dengan menanam di lahan tanam, yaitu terdiri atas tanah yang subur, kompos, dan pupuk kandang. Penambahan jenis komposisi media tanam perlu dilakukan untuk memperkaya unsur hara, karena didalam pot ruang gerak tumbuhan terbatas.

Jenis bahan yang bisa ditambahkan yaitu sekam bakar, sekam biasa dan serta sabut kelapa dengan perbandingan 1:1 untuk kesemuanya secara merata. Bahan-bahan media tanam tersebut harus sudah dibuat 2 minggu sebelum penanaman dilakukan.

Perlakuan khusus yang perlu dilakukan untuk menanam rambutan di dalam pot yaitu pastikan bahwa pada tiga bulan awal setelah bibit ditanam, upayakan agar bibit tidak terkena sinar matahari secara langsung sebab masih dalam tahap adaptasi.

Setelah lebih dari tiga bulan atau pertumbuhan sudah baik, bibit bisa dipindahkan ketempat lain agar terkena sinar matahari secara langsung.

Setelah menentukan beberapa hal di atas, termasuk media tanam yang akan digunakan, apakah rambutan akan ditanam di lahan atau di dalam pot? Langkah-langkah selanjutanya yang perlu Anda lakukan dalam membudidayakan tanaman rambutan, antara lain:

  1. Pemupukan Tanaman

Selain pemberian pupuk dasar pada ketika awal penanaman, perlu juga untuk memberikan pupuk lanjutan agar pertumbuhan pohon maksimal. Jenis pupuk pupuk yang biasanya digunakan adalah pupuk kandang dengan campuran pupuk TSP dengan perbandingan 1:2.

Pemupukan tersebut  biasanya dilakukan setelah pohon berusia 2 tahun dengan jarak pemberian pupuk sejauh luas area ukuran daun sebagai diameternya.

  1. Perawatan Tanaman Terhadap Penyakit

Seperti jenis tanaman lainnya, pohon rambutan pun mempunyai penyakit yang bisa menimbulkan masalah serius bagi tanaman jika tidak segera ditangani. Beberapa penyakit yang biasanya menyerang pohon rambutan yaitu bercak daun, bercak batang, serta akar putih.

Untuk mengatasi penyakit tersebut, bisa menggunakan bubur Bordeaux atau bubur California untuk bercak daun dan insektisida untuk bercak batang.

  1. Perawatan Tanaman Hama

Arti hama yang biasanya mengganggu pertumbuhan pohon rambutan adalah semut, bajing, kalong, kutu, kepik, ulat penggerek buah, dan ulat penggerek batang. Untuk mengatasi hama tersebut, biasanya cara yang cukup ampuh yaitu dengan menggunakan insektisida serta fungisida.

  1. Pemangkasan Tanaman

Pemangkasan juga tak boleh dilupakan ketika membudidayakan rambutan. Pemangkasan biasanya dilakukan dengan cara memotong atau memangkas dahan atau batang yang tidak produktif atau rusak dan mati.

Fungsi dari pemangkasan tersebut yaitu agar pasokan nutrisi pohon terfokus kepada dahan atau batang yang produktif sehingga menghasilkan buah yang lebih banyak lagi.

  1. Pemanenan

Rambutan termasuk salah satu tanaman yang memerlukan waktu cukup lama untuk berbunga dan berbuah. Meskipun demikian,  waktu panen tentu saja ditentukan dari cara penanamannya di awal. Apabila penanamannya dari  biji, tentu membutuhkan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan tehnik cangkok.

Dengan menggunakan tehnik cangkok, rambutan biasanya akan mulai panen pada tahun kedua atau ketiga. Pemanenan tersebut biasanya dilakukan pada saat musim hujan, berkisar antara bulan November sampai dengan Februari.

Untuk memanen buah rambutan  yang sudah masak,  Anda membutuhkan alat potong yang tajam untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Bagian yang dipotong ialah tungkai utama dari serumpun rambutan yang sudah matang. Jangan memotong rambutan langsung dari pangkal dahannya sebab dikhawatirkan akan mengganggu produktifitas pohon pada pemanenan selanjutnya.

  1. Perawatan Tanaman Pasca Panen

Apabila masa panen telah lewat, tanaman juga memerlukan perawatan khusus agar panen selanjutnya juga menghasilkan panen yang maksimal. Perawatan tersebut yaitu pemupukan yang dilakukan sekitar 3 minggu setelah panen lewat.

Jenis pupuk yang digunakan biasanya yaitu Pupuk NPK dan Pupuk Urea dengan perbandingan 2:1. Selain pemupukan, perawatan lainnya adalah pemangkasan dimana dahan atau batang yang tidak produktif atau rusak dan patah dipotong.

Nah, itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan teknik budidaya dan menanam rambutan baik dalam pot ataupun tidak. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *