Burung Bambangan: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

 

Burung Bambangan

Apakah anda termasuk salah satu orang yang sudah mengetahui burung bambangan? Jika belum maka simaklah artikel dibawah ini untuk menambah wawasan kita terkait burung bambangan tersebut.

Burung bambangan adalah burung yang dikenal memiliki sifat pemalu. Selain itu persebaran burung ini juga sudah sangat luas diantaranya yaitu ada di China, Asia Tenggara, Sulawesi, Sunda, India, dan Nusa Tenggara. Kebiasaan unik pada burung ini antara lain yaitu suka bersembunyi diantaran rumput gelagah maupun rumput rawa yang tinggi.

Burung Bambangan

Sebagai informasi bahwa burung bambangan termasuk jenis burung yang pandai mengelabuhi atau mengecoh penglihatan orang yang sedang melihatnya. Hal ini dikarenakan burung akan berdiam diri dalam waktu yang lama sekalipun dengan menegakkan lehernya lurus ke atas, agar tidak terlihat bahwa dirinya adalah burung yang sedang diincar.

Selain itu burung bambangan juga dikenal lebih sering mencari makan di rumput – rumput atau padi pada waktu siang hari. Namun mereka cenderung lebih aktif melakukan ha tersebut di malam hari sehingga jarang sekali orang menemukan burung tersebut. Burung bambangan termasuk jenis burung omnivora atau pemakan segala.

Jenis Burung Bambangan

Jenis – jenis burung bambangan umumnya memiliki keunikan dan karakteristik masing – masing. Berikut dibawah ini yang termasuk jenis burung bambangan adalah sebagai berikut :

  1. Burung bambangan cokelat

Jenis burung bambangan yang pertama adalah burung bambangan cokelat. Pastinya saat anda mendengar nama burung bambangan yang satu ini berfikir bahwa burung ini memiliki warna cokelat. Ternyata memang betul tebakan anda, warna tubuh pada burung ini didominasi dengan warna cokelat.

Walaupun pada umumnya burung ini juga memiliki corak warna yang lainnya sepertu hitam, kuning, dan putih. Burung bambangan cokelat lebih sering ditemukan di Cina Timur. Selain itu burung bambangan cokelat juga memiliki nama latin yaitu lxobrychus eurythymus.

Apabila dilihat secara dekat maka tubuh burung ini cenderung gemuk, namun memang berukuran kecil yaitu dengan panjang sekitar 34 cm. Tubuhnya juga dipenuhi dengan motif bintik – bintik bewarna putih, hitam maupun cokelat. Ketika mereka terbang maka akan menunjukkan warna abu – abu dibagian sayap bawahnya. Sedangkan makanan kesukaannya adalah ikan, jangkrik, katak, dan serangga air lainnya.

  1. Burung bambangan kuning

Jenis burung bambangan yang kedua adalah bambangan kuning. Burung ini dikenal memiliki nama latin yaitu ixobrychus sinensis. Tubuh burung bambangan kuning juga mempunyai ukuran yang kecil akan tetapi lebih besar jika dibandingkan bambangan cokelat. Panjang tubuh burung ini yaitu bisa mencapai angka 38 cm.

Warna bulu yang mereka miliki ialah kuning tua dan hitam. Selain itu burung bambangan kuning juga dikenal sebagai burung pemburu yang lincah dan saat memburu mangsanya maka burung akan menegakkan jambul serta sayapnya kemudian menangkan hewan incarannya tersebut.

Keberadaan burung ini sudah tersebar luas, diantaranya yaitu ada di negara India, Filipina, dan Asia Timur. Sedangkan di negara Indonesia sendiri burung bambangan kuning lebih mudah ditemukan pada wilayah Sulawesi, Bali, Jawa, dan Papua. Hewan ini juga menyukai makanan seperti serangga air, ikan , katak dan lain sebainya.

  1. Burung bambangan merah

Jenis burung bambangan yang terakhir adalah burung bambangan merah. Nama latin pada burung ini adalah ixobrychus cinnamomeus. Burung ini dikenal mempunyai warna bulu jingga kayu manis. Selain itu bagian matanya juga memiliki warna cerah yaitu kuning atau jingga.

Burung bambangan merah lebih sering mencari makan di siang hari dengan temoat perburuan disektar rumput – rumput pagi. Makanan yang menjadi favoritnya antara lain adalah katak, serangga, dan udang. Burung ini juga tersebar luas disekitar India dan Asia Tenggara. Sedangkan di Indonesia, mereka lebih mudah ditemukan di Jawa, Bali, dan Sumatera.

Ciri morfologi lain pada burung jantan bambangan merah ini yaitu di bagian atas tubuhnya bewarna cokelat, sedangkan bagian bawah bewarna jingga hingga kuning tua dengan coretan garis hitam.

Klasifikasi Burung Bambangan

Setelah mengetahui jenis – jenis burung bambangan maka selanjutnya kita bisa mengenal klasifikasi burung tersebut yang diuraikan sebagai berikut ini :

  1. Kingdom : Animalia
  2. Filum : Chordata
  3. Kelas : Aves
  4. Ordo : Cicoiiformes
  5. Family : Ardeidae
  6. Genus : Ixobrychus
  7. Spesies    : Ixonrchus eurythymus, I. sinensis dan I. cinnamomeus

Ciri Morfologi Burung Bambangan

Ciri morfologi burung bambangan menjelaskan tentang karakteristik atau keunikan pada masing – masing bagian tubuh burung tersebut. Berikut dibawah ini adalah beberapa ciri morfologi pada burung bambangan yang dijelaskan sebagain berikut :

  1. Tubuh

Ciri morfologi pertama yang ada pada burung bambangan adalah bagian tubuhnya. Umumnya tubuh burung bambangan tidak terlalu besar, ukurannya yaitu rata – rata 30 – 40 cm. Selain itu pada tubuh burung tersebut juga dipenuhi dengan bulu – bulu yang menempal dalam jumlah yang banyak.

Warna tubuh burung ini juga sangat beragam karena sesuai dengan jenisnya masing – masing. Umumnya burung bambangan yang jantan bagian tubuh atsnya memiliki warna cokelat. Sedangkan tubuh bagian bawah bewarna kuning tua. Selain itu mereka juga mempunyai pola atau motif coretan pada tubuhnya.

  1. Bulu

Ciri morfologi yang sleanjutnya pada burung bambangan adalah bagian bulu dan iris mata. Sebelumnya bulu adalah bagian penting yang tidak bisa terlepas dari burung. Hampir semua jenis burung pasti memiliki bulu yang menempel pada tubunya. Burung bambangan termasu yang mempunyai bulu tersebut, dan bulu pada burung ini bertekstur lembut dengan jumlah yang banyak.

Sedangkan warnanya sendiri juga sangat bervariasi, mengingat bahwa burung bambangan memiliki beberapa jenis dan setiap jenisnya bewarna bulu yang berbeda – beda. Salah satu contoh warna bulu pada burung ini adalah coklat, kuning, hitam, putih dan lain sebagainya.

  1. Leher dan Paruh

Ciri morfologi yang terakhir pada burung bambangan terletak di bagain leher dan paruh. Umumnya burung bambangan memiliki leher yang bercorak putih disisi sampingnya dengan coretan – coretan garis yang terbentuk.

Kemudian untuk paruh burung bambangan sendiri ukurannya tidak terlalu besar karena tubuh burung ini juga berukuran kecil. Masalah warnanya sendiri, maka paruh burung bambangan memiliki warna kuning.    

Cara Berternaknya Burung Bambangan

Cara ternak burung bambangan bisa dijelaskan melalui proses atau langkah – langlah sebagai berikut :

  1. Persiapan kandang burung bambangan

Tahap pertama yang perlu anda lakukan sebelum melakukan ternak burung bambangan adalah menyiapakan kandang burung bambangan tersebut. Fungsi kandang ini sangat banyak diantara yaitu sebagai tempat tinggal dan perlindungan bagi burung bambangan itu sendiri. Maka dari itu buatlah kandang dengan ukuran yang pas dan tidak terlalu keci, agar burung bambangan merasa nyaman tinggal didalam kandang tersebut.

  1. Pemilihan indukan burung bambangan

Cara kedua yaitu pilihlah induk burung bambangan yang berkualitas dan baik. Induk burung bambangan yang baik diharapkan nantinya bisa menghasilkan anakan burung bambangan yang berkualitas pula. Maka dari itu pilihlah induk burung bambangan yang sehat, tidak cacat, aktif bergerak, dan memiliki warna yang tidak kusam.

  1. Masa penjodohan dan perkawinan burung bambangan

Proses selanjutnya adalah melakukan penjodohan burung bambangan antara yang janta dan betina. Pada proses ini anda bisa melakukan cara – cara berikut ini :

  • Memisahkan kandang antara burung bambangan yang jantan dan betina
  • Membiarkan kedua jenis kelamin burung bambangan tersebut untuk saling mengenal satu sama lain.
  • Apabila burung saling menunjukkan perhatian dan mengeluarkan suara kicauan untuk menggoda lawan jenisnya maka burung sudah merasakan ketertarikan dan masa penjodohan berhasil.
  1. Proses perawatan burung bambangan

Apabila burung sudah berjodoh dan berhasil melakukan proses perkawinan maka akan menghasilka  anakan burung bambangan yang diperoleh dari telur dan sudah menetas dengan sendirinya.

Pada saat ini terjadi maka anda bisa melakukan perawatan yang lebih intensif pada burung bambangan agar keadaan selalu terjaga dengan baik dan bisa berkembang lebih cepat. Salah satu perawatan yang bisa dilakukan adalah memberinya pakan secara rutin setidaknya 2 – 3 kali sehari.

Demikianlah artikel yang dapat dibagikan kepada seluruh kalangan terkait dengan materi burung bambangan: jenis, klasifikasi, ciri morfologi, dan cara berternaknya. Semoga saja dapat menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.