Burung Beo: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

 

Burung Beo

Negara Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki beragam flora dan fauna. Salah satu hewan yang sudah dikenal dikenal banyak orang dan memiliki keunikan tersendiri bernama burung beo. Keunikan burung beo yang paling utama terlihat dari suaranya yang bisa menirukan suara yang didengarnya.

Selain itu burung beo juga dikatakan sebagai burung yang memiliki otak cerdas karena mampu mengendalikan suaranya hingga mirip dengan suara yang ada disekitarnya. Burung beo juga mampu untuk melakukan pembelajaran vocal yang bernama core dan memiliki cangkang atau cincin luar  yang relatif besar. Oleh karena itu, hal inilah yang menyebabkan burung beo bisa menirukan suara manusia maupun suara lain yang didengarnya.

Burung Beo

Sebagi informasi bahwa burung beo merupakan salah satu burung yang memiliki kesukaan makanan hampir mirip dengan jenis burung pada umumnya. Diantara makanan kesukaannya adalah sari bunga, biji – bijian, buah – buahan, dan serangga. Perlu anda tahu juga, bahwa makanan – makanan itulah yang membuat burung beo mampu menirukan suara – suara yang ada disekitarnya dengan maksimal, contohnya seperti suara manusia.

Sedangkan untuk masalah harga, anda juga bisa menemukan harga burung beo yang berbeda – beda. Hal ini dikarenakan burung beo memiliki harga yang bisa dibandrol sesui dengan jenis dan kemampuan yang sudah dimiliki, terutama kemampuan untuk menirukan suara manusia.

Akan tetapi secara umum, kisaran harga untuk satu ekor beo betina adalah sekitar Rp. 500.000 sampai dengan Rp. 3.000.000. Apabila burung beo memiliki kualitas suara yang lebih bagus dan sudah memenangkan perlombaan maka bisa saja harga jualnya lebih tinggi dari angka diatas.

Jenis Burung Beo

Beberapa jenis burung beo dapat diuraiakan sebagai berikut ini :

  1. Burung Beo Jenis Nias (Gracula Robusta)

Jenis burung beo yang pertama bernama burung beo nias. Umumnya jenis burung beo yang satu ini juga memiliki nama lain yaitu gracula robusta. Burung beo ini berasal dari Pulau Sumatera dan merupakan salah satu jenis beo yang cukup mudah untuk temui. Spesies satu ini memiliki kemampuan otak yang sangat baik, sehingga mereka cenderung dapat mengulang perkataan manusia yang didengarnya satu kali saja.

Ada beberapa ciri atau keunikan yang dimiliki burung beo nias ini, diantaranya adalah bagian kepala burung tersebut diselimuti dengan bulu – bulu pendek. Selain itu di sepanjang cuping telinganya pun telihat menyatu dengan bagian kepala belakang serta memiliki gelambir. Kepala burung beo nias yang bagian atas juga terdapat jengger dengan warna kuning yang begitu mencolok. Iris matanya terlihat bewarna coklat gelap, kemudian untuk bentuk paruhnya terlihat runcing, besar dan bewarna warna orange.

  1. Burung Beo Jawa

Jenis burung beo yang kedua adalah burung beo jawa. Buurng beo yang satu ini berasal dari daerah Jawa dan Sumatera. Bentuk fisiknya secara umum tidak jauh berbeda dengan jenis nias, namun tetap ada perbedaan yaitu postur tubuh burung beo jawa lebih kecil. Ukuran tubuh burung beo jawa ini sekitar 29 cm sampai 30 cm saja.

Sebagai informasi, bahwa burung beo yang berjenis kelamin betina maupun jantan sama – sama memiliki kemampuan yang tak jauh berbeda. Hal ini bisa dilihat dengan baik dari suara burung yang begitu berkualitas.

  1. Burung Beo Sri Lanka

Jenis burung yang ketiga adalah burung beo sri lanka. Jenis beo yang satu ini mempunyai nama latin yaitu gracula ptilgenys. Sesuai dengan namanya burung beo sri lanka ini adalah salah satu spesies yang berasal asli dari Sri Lanka, namun keberadaannya kini sudah bisa ditemukan di Indonesia dengan cukup mudah.

Secara penampilan, burung beo sri lanka memiliki ciri yang hampir mirip dengan jenis burung beo pada umumnya. Walaupun ada bagian – bagain kecil yang terdapat keunikan tersendiri seperti bagian bulu – bulunya.

  1. Burung Beo Enggano

Jenis burung beo yang terakhir adalah boe enggano. Buurng ini memiliki nama latin yaitu gracula enganensis. Beo anggano merupakan salah satu spesies burung beo yang berasal asli dari Pulau Sumatera, namun keberadaannya sekarang sudah mulai tersebar di beberapa daerah lain. Jika dilihat dari ciri atau keunikan fisik, maka burung beo enggano tidak memiliki karakteristik yang begitu menonjol sama dengan jenis burung lainnya. Akan tetapi jika dilihat dari warnanya, maka burung ini terlihat lebih cantik dan anggun.

Klasifikasi Burung Beo

Setelah mengenal burung beo baik dari ulasan umumnya dan jenis – jenisnya, maka tidak ada salahnya jika anda juga mengetahui klasifikasi atau nama – nama ilmiah dari burung beo yang disebutkan sebagai berikut ini :

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Aves
Ordo Psittaciformes
Famili Sturnidae
Genus Gracula

Ciri Morfologi Burung Beo

Ciri morfologi burung beo dijelaskan sebagai berikut ini :

  1. Tubuh

Bagian tubuh burun beo mempunyai ciri morfologi yang digambarkan sebagai berikut ini. Umumnya burung beo yang jantan memiliki ciri – ciri tubuh yang ukurannya lebih kecil jika dibandingkan dengan burung beo betina. Selain itu, beo jantan juga memiliki kepala, namun ukurannya lebih besar daripada beo yang betina.

  1. Jengger

Ciri morfologi selanjutnya pada burung beo adalah bagian jengger. Perlu anda ketahui bahwa jengger pada beo jantan umumnya memiliki warna kuning dan cenderung lebih gelap. Selain itu di bagian sisi matanya apabila dilihat dari samping akan tampak seperti segitiga yang tidak beraturan.

  1. Paruh

Bagian morfologi yang ketiga adalah paruh burung beo. Sebagai informasi bahwa paruh beo betina yang sudah dewasa terlihat lebih kecil namun panjang. Bentuk dari paruh burung beo tersebut juga terlihat begitu runcing.

Cara Berternaknya Burung Beo

Berikut dibawah ini beberapa cara atau langkah – langkah yang bisa dilakukan untuk berernak burung beo adalah :

  1. Memilih Indukan

Langkah pertama dalam melakukan ternak burung beo yang harus diperhatikan adalah memilih indukan burung beo dengan baik. Apabila anda bisa memperoleh induk jantan maupun betina dari burung beo dengan kualitas baik maka diharapkan nantinya bisa menghasilkan anakan yang berkualitas juga. Oleh karena itu sebisa mungkin carilah burung beo yang sehat, memiliki warna yang cerah dan tidak kusam, suara kicauannya baik, tidak cacat, dan memiliki pergerakan yang aktif.

  1. Menyiapkan Kandang

Persiapan kandang juga harus anda lakukan dengan baik. Mengingat kandnag adalah habitat buatan yang akan ditinggali burung beo. Oleh karena itu sebaiknya pembuatan kandang dibuat hampir mirip dengan habitat aslinya. Ukuran kandang juga bisa disesuikan dengan kebutuhan burung beo, usahakan jangan terlau sempit agar beo dapat bergerak dengan lebih bebas.

Tambahkan alas pada bagian dasar kandang sebagai tempat untuk menampung kotoran. Jangan lupa berikan tempat minum dan makan didalam kandang. Sebagai informasi bahwa idealnya dalam satu kandang akan lebih baik jika dimasukkan dua burung satu jantan dan satu betina. Penempatan kandang bisa diletakkan didaerah yang mendapatkan cahaya matahari.

  1. Menjodohkan dan Mengkawinkan Indukan

Tahap ketiga dari ternak burung beo adalah menjodohkan dan mengawinkan indukan beo. Berikut dibawah ini beberapa tahapan untuk menjodohkan indukan burung beo adalah :

  1. Memasukkan burung beo yang jantan dan betina pada kandang yang berbeda.
  2. Letakkan kandang burung beo baik yang jantan dan betina secara berdekatan dan biarkan kedua burung saling berkenalan terlebih dahulu.
  3. Apabila keduanya dirasa tidak terganggu satu sama lain, maka bisa dikatakan bahwa keduanya sudah saling tertark dan masa penjodohan berhasil.
  4. Burung selanjutnya akan melakukan masa perkawinan dan menghasilkan keturunan atau anakan burung beo.
  1. Pemberian Pakan

Apabila anakan burung beo sudah semakin tumbuh maka anda perlu melakukan perawatan maupun pemeliharaan dengan lebih intensif. Pemberian pakan pada burung beo bisa dilakukan dengan pemberian makanan seperti pelet dan kroto. Selain itu pemberian pakan juga bisa dilakukan setiap 2 kali dalam sehari yaitu di waktu pagi dan sore hari.

Demikianlah artikel yang dapat dibagikan kepada seluruh kalangan terkait dengan materi burung beo: jenis, klasifikasi, ciri morfologi, dan cara berternaknya. Semoga saja dapat menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.