Burung Cendet/Toed/Pentet: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Burung Cendet

Burung cendet adalah jenis hewan yang mungkin belum dikenal banyak orang. Nama lain dari burung ini diantaranya yaitu burung pentet dan burung toed. Sebagai informasi bahwa burung cendet adalah spesies burung pemangsa yang mempunyai suara yang unik dan sangat baik untuk bahan isian burung kicauan lainya.

Selain itu, bagi banyak orang masih menganggap burung ini susah dalam perawatannya. Padahal kenyataannya tidak demikian, justru perawatn burung cendet hampir sama dengan jenis burung lainnya. Umumnya burung cendet adalah burung favorit bagi para penghobi burung kicauan. Hal ini dikarenakan cendet memiliki suara kicauan yang sangat bagus, gacor dan lantang. Burung cendet juga bisa menirukan berbagai macam suara kicauan burung yang lainya.

Burung Cendet / Toed / Pentet

Sebagai informasi bahwa burung cendet sukai tinggal di pepohonan yang tinggi. hal ini dikarenakan burung akan memakan biji – bijian dan buah pada pohon. Selain itu burung ini juga menyukai makanan seperti serangga yang masih kecil – kecil.

Hal lainnya yang perlu anda ketahui dari burung cendet adalah mereka mampu menghasilkan telur antara 3 – 6 butir dalam satu masa bertelur. Telur – telur tersebut umumnya akan menetas setelah dierami oleh induknya dalam kurun waktu kurang lebih 2 minggu. Burung cendet betinalah yang mengerami telur – telurnya. Sedangkan burung cendet yang jantan bertugas untuk mencarikan makananya.

Jenis Burung Cendet / Toed / Pentet

Setelah mengenal burung cendet secara umum, maka saatnya kita mengetahui jenis – jenis burung cendet yang disebutkan sebagai berikut ini :

  1. Burung cendet abu-abu besar

Jenis pertama burung cendet bernama cendet abu – abu besar. Jenis burung yang satu ini memiliki nama latin yaitu excubitor. Selain itu, jenis burung cendet abu – abu besar juga memiliki ukuran tubuh yang paling besar dan panjang tubuhnya yaitu mencapai ukuran sekitar 25cm. Burung cendet abu – abu besar merupakan burung cendet yang tersebar di Eropa, Asia dan Amerika Utara.

  1. Burung cendet abu-abu kecil (l minor)

Jenis burung cendet yang kedua adalah cendet abu – abu kecil. Pada spesies burung cendet yang satu ini memiliki habitat asli yang tersebar di tiga daerah yaitu Eropa Selatan, Afrika Timur dan Asia Tengah.

  1. Burung cendet hitam putih

Burung cendet hitam putih adalah spesies ketiga dari burung cendet. Umumnya burung ini juga dikenal dengan nama latin yaitu ludovicianus. Burung cendet hitam putih adalah jenis burung cendet yang tinggal di kawasan dunia baru Amerika.

  1. Burung cendet kepala merah

Jenis burung cendet yang keempat yaitu cendet kepala merah. Jenis burung cendet kepala merah memiliki nama latin yaitu senator. Pada spesies burung cendet yang satu ini memiliki habitat asli yang tersebar di Ingris Selatan, Asia, Eropa, dan Afrika.

  1. Burung cendet cokelat

Jenis burung cendet yang selanjutnya adalah burung cendet cokelat. Sesuai dengan namanya tubuh burung ini didominasi dengan warna cokelat. Selain itu burung juga memiliki bentuk yang mirip dengan spesies burung cendet yang hidup di India dan Asia Tenggara.

  1. Burung cendet leher hitam

Jenis burung cendet yang terkahir adalah burung cendet leher hitam. Ketika mengetahui namanya, pasti sudah sangat jelas bahwa burung cendet ini memiliki warna hitam pada lehernya. Selain itu burung juga mempunyai nama latin yaitu colarris. Sebagai informasi bahwa burung cendet leher hitam termasuk salah satu jenis burung cendet yang banyak di lombakan di negara Indonesia.

Klasifikasi Burung Cendet / Toed / Pentet

Klasifikasi burung cendet adalah nama – nama ilmiah pada burung tersebut yang diuraikan sebagai berikut ini :

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Aves
Ordo Psittaciformes
Familii Laniidae
Genus Lanius
Spesies schach

Ciri Morfologi Burung Cendet / Toed / Pentet

Ciri morfologi burung cendet menggambarkan karakteristik atau keunikan dari masing – masing bagian tubuh burung tersebut. Berikut dibawah ini yang termasuk ciri morfologi burung cendet adalah :

  1. Tubuh

Ciri morfologi pertama yang ada pada burung cendet yaitu bagian tubuhnya. Perlu anda ketahui bahwa panjang tubuh burung cendet yaitu bisa mencapai ukuran sekitar 20 – 25 cm. Selain itu burung cendet juga memiliki paruh yang letaknya ada diujung.

  1. Kaki

Karakteristik selanjutnya dari burung cendet ada dibagian kakinya. Perlu anda ketahui bahwa kaki pada burung ini terdapat tungkai yang sangat kuat. Selain itu burung juga memiliki cakar yang tajam dan bisa digunakan untuk mencengkeram mangsanya.

  1. Sayap

Burung cendet memiliki ciri pada bagain sayapnya yang berukuran pendek dan bentuknya bulat. Bagian sayap pada burung ini juga dipenuhi dengan bulu – bulu yang banyak. Sedangkan bulu yang ada disekitar mocongnya bertekstur cukup kaku.

  1. Ekor

Ciri lain yang ada pada burung cendet yaitu bagian ekornya. Sebagai informasi bahwa ekor pada burung ini memiliki ukuran yang cukup panjang dan bisa digerakkan dengan mudah hingga memberntuk liukan – liukan yang bagus.

Cara Berternaknya Burung Cendet / Toed / Pentet

Cara ternak burung cendet bisa dilakukan melalui beberapa langkah dibawah ini :

  1. Kandang

Cara pertama untuk melakukan ternak burung cendet adalah menyiapkan kandangnya terlebih dahulu. Kandang adalah habitat buatan yang digunakan untuk tempat tinggal burung. Sehingga pembuatan kandang burung cendet harus dibuat senyaman mungkin dan usahakan mirip dengan alam bebas.

Selain itu fungsi kandang dibuat dengan ukuran yang luas, agar burung tetap bisa terbang kesana – kemaari. Apabila lokasi untuk membuat kandang tidak terlalu besar, maka buatlah kandang dengan menyesuiakan dengan ukuran burung cendet tersebut. Kemudian usahakan untuk memberikan pernak – pernik seperti ranting, tanaman – tanaman dan lain sebagainya dalam kandang agar burung lebih senang dan merasa berada dialam bebas.

  1. Penjodohan

Apabila persiapan kandang sudah dilakukan, maka cara yang selanjutnya yaitu masa penjodohan burung. Masa penjodohan harus dilakukan dengan sabar dan pertama – tama yang harus dilakukan adalah memisahkan antara burung cendet jantan dan betina. Biarkan keduanya saling tertarik satau sama lain dengan jarak yang harus dipisahkan terlebih dahulu.

Tujuan lain dari pemisahan kedua burung cendet yang jantan maupun betina adalah agar keduanya saling penasaran. Apabila burung saling tertarik dan tidak merasa terganggu dengan kicauan burung yang ada disampingnya maka bisa dikatakan bahwa masa penjodohan berhasil dilakukan.

Apabila pendohoan telah berhasil dilakukan , maka proses perkawinan bisa segera dilakukan. Proses perkawinan dilakukan dengan cara menjadikan satu antara burung cendet jantan maupun betina. Namun jangan hera, jika pertama kali dipertermukan dalam satu kandang maka keduanya akan terjadi perkelahian. Akan tetapi lama – kelamaan burung bisa nyaman dan bisa melakukan proses perkawinan.

  1. Penetasan

Penetasan adalah proses terjadi jika masa perkawinan telah selesai dilakukan dan menghasilkan telur. Telur akan dihasilkan sekitar 2 – 3 butir oleh burung cendet betina. Namun pada kondisi yang cukup baik telur bisa diperoleh lebih dari 3 butir.

Setelah telur berhasil dihasilkan maka indukan burung cendet yang betina akan melakukan proses pengeraman dalam waktu kurang lebih selama 21 hari sampai dengan telur tersebut akan menetas dengan sendirinya. Jika telur sudah menetas dan berubah menjadi anakan burung cendet maka anda harus memisahkan anakan tersebut dari induknya.

  1. Makanan Burung Cendet

Proses akhir yang paling penting untuk dilakukan pada saat anakan burung sudah dipisahkan dari induknya adalah merawat dan memeliharanya dengan baik. Perawatan anak burung cendet dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya yaitu memberinya makan secara rutin.

Pemberian makan burung cendet bisa dilakukan sesudah burung dimandikan pada pagi hari. Salah satu makanannya yaitu jangkrik 10 ekor kemudian kroto 1 sendok makan. Kemudian di waktu sore hari berikan jangkrik sekitar 5 ekor dan juga kroto sebanyak 1 sendok makan.

Bukan hanya jangkrik dan kroto saja, burung cendet juga bisa diberi pakan berupa ulat hongkong sebanyak 3 ekor. Namun saat burung akan diikutsertakan dalam perlombaan lembih baik beri pakan jangkrik dan kroto terlebih dahulu.

Demikianlah artikel yang dapat dibagikan kepada seluruh kalangan terkait dengan materi burung cendet/toed/pentet: jenis, klasifikasi, ciri morfologi, dan cara berternaknya. Semoga saja dapat menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.