Burung Cendrawasih: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Burung Cendrawasih

Perlu anda ketahui bahwa burung cenderawasih merupakan anggota famili paradisaeidae dari ordo passeriformes. Burung cendrawasih ditemukan keberadaannya berasal dari Indonesia timur, pulau – pulau selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung cenderawasih juga dikenal sebagai salah satu jenis burung yang memiliki bulu sangat panjang dan rumit mulai dari paruh, sayap atau kepalanya.

Burung Cendrawasih

Sebagai informasi bahwa burung cenderawasih memiliki ukuran rata – rata sekitar 15 cm dengan berat 50 gram setiap ekornya. Cendrawasih pada umumnya juga dapat menghuni kawasan hutan dataran rendah hingga pegunungan di daerah Indonesia Timur.

Burung ini memang pada dasarnya menyukai kawasan dengan tegakan tinggi dan percabangan yang agak rapat serta terdapat beberapa jenis tumbuhan merambat yang ada disekitarnya.

Jenis Burung Cendrawasih

Setelah mengetahui deskripsi singkat tentang burung cenderawasih, maka akan lebih baik jika kita sama – sama mempelajari jenis burung cenderawasih yang diuraikan sebagai berikut :

  1. Cendrawasih Botak (Cicinnurus respublica)

Jenis burung cenderawasih yang pertama adalah burung cendrawasih botak. Jenis spesies burung cenderawasih yang satu ini memiliki nama ilmiah yaitu cicinurus. Perlu anda ketahui burung cenderawasih botak mempunyai banyak kelebihan diantaranya ialah warna pada bulunya begitu cantik – cantik. Burung juga mempunyai suara kicauan yang merdu dan enak untuk didengar.

Berdasarkan ciri fisik dan kemampuan kicauannya yang cukup mumpuni itulah maka burung cenderawasih botak sering diburu banyak orang dengan tujuan ingin memeliharanya. Burung ini juga memiliki ciri – ciri khusus seperti ukuran tubuhnya yang tidak terlalu besar yaitu kurang lebih hanya 21 cm. Bulu pada burung cenderawasih jenis ini berwarna hitam dengan kombinasi merah dan pada bagian tengkuk lehernya berwarna kuning. Sedangkan bagian paruh burung berwarna hijau terang.

  1. Cendrawasih Kuning Besar

Jenis burung cenderawasih yang kedua adalah cenderawasih kuning besar. Jenis burung yang satu memiliki nama ilmiah yaitu paradisaea apoda. Sebagai informasi bahwa cenderawasih kuning merupakan burung cendrawasih dengan ukurannya paling besar. Panjang pada tubuhnya bisa mencapai angka sekitar 43 cm.

Selain itu burung ini juga di percaya masyarakat Papua sebagai burung dari surga karena kebiasaannya yang selalu melayang – layang atau terbang tinggi di udara, sekaligus jarang sekali turun hingga menyentuh tanah. Burung cendrawasih umumnya berwarna coklat marun dan terdapat mahkota pada bagian kepalanya yang berwarna kuning, maka dari itu burung ini dinamakan cenderawasih kuning. Leher burung ini berwarna hijau zamrud dengan bantalan dada berwarna coklat kehitaman.

  1. Cendrawasih Merah

Jenis ketiga burung cenderawasih adalah cendrawasih merah. Spesies burung cederawasih yang sau ini memang sangat menarik dan sangat identik dengan daerah Papua. Ciri morfologi yang paling menonjol dari burung cenderawasih merah adalah bagian bulunya yang sangat cantik dan indah karena memang berasal dari kawasan Indonesia Timur.

Akan tetapi dimasa sekarang, burung ini sangat sulit ditemukan, karena semakin maraknya perburuan liar yang membuat burung susah didapatkan. Keunikan pada burung cendrawasih merah yang jantan juga dilihat dari seringnya merka menarik perhatian pasangannya dengan cara melakukan tarian. Melalui tarian – tarian tersebut burung akan memamerkan keindahan yang ada pada bulu -bulunya.

  1. Cendrawasih Panji

Jenis burung cenderawasih yang terakhir adalah cendrawasih panji. Perlu anda ketahui bahwa burung ini memiliki ciri khas yaitu terdapat dua bulu pada bagian kepala burung jantan yang sudah tumbuh dewasa. Sedangkan persoalan ukuran panjang bulunya maka mereka memiliki panjang bulu yang hampir dua kali lipat dari panjang tubuhnya. Keunikan cenderawasih panji juga bisa dilihat dari warna yanga ada pada tubuhnya yaitu bewarna mulai dari biru – mutiara dan hampir mirip dengan plastik.

Karakteristik lain pada burung cenderawasih panji yang jantan juga terdapat pada bulu – bulu yang berwarna hitam dan ukurannya tampak kecil pada bagian perut dan dada. Untuk bagian ketiak, maka burung ini memiliki warna sedikit kekuning – kuningan. Selain itu pada burung cendrawasih yang betina terdapat pula bulu berwarna ke abu – abuan.

Klasifikasi Burung Cendrawasih

Klasifikasi burung cenderawasih adalah nama – nama ilmiah burung tersebut yang berfungsi untuk membedekan jenis burung yang satu dengan lainnya. Selain itu klasifikasi juga sering disebut dengan istilah taksonomi. Berikut dibawah ini klasifikasi burung cenderawasih yang diuraikan sebagai berikut :

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Aves
Ordo Psittaciformes
Famili Paradisaeidae

Ciri Morfologi Burung Cendrawasih

Ciri – ciri morfologi burung cenderawasih menggambarkan bagian – bagian pada tubuh burung yang memiliki keunikan masing – masing. Berikut dibawah ini adalah beberapa ciri morfologi yang ada pada burung cenderawasih :

  1. Fisik

Secara fisik burung cenderawasih mempunyai ukuran yang sangat bermacam –macam. Ukuran tubuhnya bisa mulai dari 15 – 110 cm atau bahkan lebih. Selain itu berat burung ini juga bervariasi, yang mana rata – rata beratnya diantara 50 – 430 gram.

  1. Bulu

Ciri morfologi kedua pada burung cenderawasih yaitu ada dibagian bulu -bulunya yang indah. Memang bulu pada burung cenderawasih bisa dikatakan sebagai pemikat utama untuk menarik minat banyak orang agar memelihara burung tersebut. Hal tersebut dikarenakan bulu burung ini sangat cantik dan warna – warnanya juga bagus. Diantaranya warna bulu – bulu pada burung cenderawasih ialah kombinasi hitam biru, kuning, merah, cokelat, ungu, hijau dan putih.

  1. Ekor

Setelah mengetahui karakteristik fisik dan bulu burung cenderawasih. Maka saatnya kita pelajari ciri morfogi bagian ekor pada burung tersebut. Sebagai informasi bahwa ekor pada burung cenderawasih memiliki bentuk yang tipis tetapi melengkung dan lengkungan bisa mencapai ukuran sekitar 30 cm.

Cara Berternaknya Burung Cendrawasih

Cara beternak burung cenderawasih dapat dilakukan melalui beberapa cara atau tahapan dibawah ini :

  1. Pemilihan induk burung cenderawasih

Induk cenderawasih perlu disiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan ternak burung ini. Hal ini dikarenakan sesuai istilah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Artinya apabila induk burung cenderawasih baik dan berkualitas. Maka diharapkan anakan dari burung cenderawasih juga sama berkualitasnya. Sehingga dengan hal tersebut pemilihan induk sangat penting untuk diperhatikan.

  1. Melakukan perlindungan dengan membuat penangkaran

Sebelum anda melakukan ternak burung cenderawasih, maka pastikan bahwa habitat buatan yang akan digunakan sebagai tempat tinggal burung tersebut sudah tersedia dengan baik. Tempat tinggal burung tersebut bisa berupa kandang maupun sangkar yang ukurannya disesuiakan dengan kebutuhan burung.

Pastikan pada saat anda menyiapkan kandang atau sangkar, kenyamanannya bisa dijamin. Hal ini agar bisa membuat burung betah tinggal disana. Sebetulnya kandang atau sangkat burung cenderawasih ini memiliki banyak manfaat diantaranya ialah memberikan tempat perlindungan baik dari musuh maupun segala cuaca yang menerpa. Selain itu kandang juga memudahkan si perawat burung pada saat mereka hendak memberinya makan, maka tinggal memasukannya dalam kandang.

  1. Memberikan perawatan yang baik

Langlah selanjutnya anda perlu merawat maupun memelihara burung cenderawasih. Tujuannya yaitu agar burung cendrawasih tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebetulnya dengan perawatan yang baik dan intensif burung bisa berkembang dengan lebih maksimal dan bisa dilatih pula menjadi burung yang pintar dalam hal berkicauan, maupun terbangnya.

Salah satu proses perawatan yang paling penting untuk menjaga tumbuh dan kembangnya burung ini yaitu memberinya pakan. Pakan bisa diberikan setidaknya 2 – 3 kali sehari. Pastikan pula bahwa anda memberinya multivitamin untuk menjaga kesehatan burung agar terhindar dari penyakit.

  1. Pembudidayaan

Tahap pembudidayaan disini maksudnya adalah menjaga burung agar terhindar dari yang namanya kepunuhan. Pembudidayaan ini bisa dilakuakn dengan ternak burung itu sendiri. Memang ada banyak hal yang harus diperhatikan baik dari pakan, induk yang berkualitas, kandang, dan perawatan lainnya. Akan tetapi melalui pembudidayaan inilah, akan didapatkan burung – burung cenderawasih yang lebih banyak.

Demikianlah artikel yang dapat dibagikan kepada seluruh kalangan terkait dengan materi burung cendrawasih: jenis, klasifikasi, ciri morfologi, dan cara berternaknya. Semoga saja dapat menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.