Burung Decu: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Burung Decu

Nama burung decu atau saxicola caprata adalah salah satu hewan yang ada di dataran Sulawesi Tengah. Burung ini memiliki suara yang cukup tinggi, merdu dan banyak variasinya.

Decu merupakan jenis burung yang memiliki rupa hampir mirip dengan burung kacer, hanya saja ukuran burung decu ini lebih kecil jika dibanding dengan burung kacer. Sehingga dengan hal tersebut maka ada sebagian orang menyebutnya dengan sebutan kacer mini.

Burung Decu

Burung decu sebenarnya adalah jenis burung yang termasuk dalam famili muscicapidae. Ukuran tubuh burung decu kurang lebih 14 cm. Ciri morfologi burung ini diantaranya yaitu memiliki warna hitam pada tubuh burung yang jantan dengan bercak yang ada dibahu, tungir dan tungging bewarna putih. Sedangkan burung decu yang betina memiliki warna coklat keabu – abuan pada tubuhnya dengan bercak pada bahu dan tungur yang warnanya putih.

Sebagai informasi bahwa habitat burung decu umumnya berada di padang rumput dan semak – semak di lembah – lembah hutan pamah dan dataran tinggi. Di habitat aslinya ini, burung decu ini termasuk ke dalam tipe burung pemakan serangga.

Jenis Burung Decu

Setelah mengenal burung decu dari ulasan singkat diatas, maka saatnya kita pelajari jenis – jenis burung decu yang dijelaskan sebagai berikut ini :

  1. Whinchat

Jenis pertama burung decu yaitu bernama burung whinchat. Jenis burung decu ini memang dikenal memiliki nama yang menarik. Selain itu sebetulnya burung whinchat juga mempunyai keunikan tersendiri karena suka bermigrasi dan sangat populer di daerah Barat Asia juga Eropa. Burung – burung whinchat biasanya akan melakukan migrasi wilayah Afrika hanya saat musim dingin tiba.

Sedangkan ciri lain pada burung ini yaitu memilki bulu putih yang ada pada bagian tubuhnya. Umumnya bulu – bulu inilah yang menutupi badan burung, sehingga tergambar atau terlihat lebih indah. Whinchat juga memiliki ciri atau karakteristik lain yang ada pada bagian atas tubuhnya yaitu berwarna cokelat dengan corak yang gelap. Sedangkan bagian tenggorokan sampai pada bagian dada burung whinchat memiliki warna yang lebih pucat.

Pada dasarnya warna pucat akan semakin terlihat pada bagian tubuh burung yang semakin ke bawah. Ekor burung whinchat juga memiliki warna hitam dengan dasaran warna putih terlebih dahulu. Untuk masalah makanan, maka jenis pakan yang bisa diberikan pada burung decu jenis whinchat terbilang cukup familiar dan mudah ditemukan. Beberapa jenis pakan tersebut diantaranya yaitu serangga kecil dan beberapa jenis cacing.

  1. Alis Putih

Jenis burung decu yang kedua bernama burung alis putih. Umumnya burung decu alis putih memiliki habitat asli yang ada di daerah gurun. Selain itu spesies yang satu ini juga tidak mempunyai jumlah jenis burung yang begitu banyak. Hal ini dikarenakan banyak anggapan – anggapan yang mengatakan bahwa jenis burung decu alis putih merupakan salah satu hama yang bisa membuat lading sawah petani menjadi rusak. Sehingga burung ini tidak banyak dipelihara oleh orang – orang.

Sebagai informasi apabila anda ingin melihat keberadaan burung decu alis putih, maka wilayah yang lebih sering ada burung ini yaitu di sekitar barat laut Pakistan maupun India. Burung decu alis putih juga memiliki ciri morfologi yang ada di bagian atas tubuhnya yaitu berwarna cokelat, sedangkan bagian tubuh bawah warnanya cenderung lebih pucat.

  1. Leher Putih

Jenis burung decu yang ketiga adalah burung leher putih. Sesuai dengan namanya ciri yang paling menonjol dari burung ini pastiya dibagian lehernya yang bewarna putih. Namun perlu anda ketahui bahwa sebetulnya spesies burung decu yang satu ini memang keberadannya hampir punah karena tempat tinggalnya yang sudah rusak.

Burung decu leher putih pada musim dingin lebih menyukai tempat tinggal yang ada di wilayah padang rumput. Selain itu burung ini juga menyukai daerah yang kering dan basah. Kadang – kadang burung decu leher putih ini juga ditemukan di ladang tebu. Apabila anda menemukan jenis burung decu yang satu ini maka akan anda lihat warna hitam di bagian ekor, punggung dan kepalanya. Sedangkan bagian tubuh yang ada dibawah memiliki warna cokelat yang kemerah – merahan.

  1. Ekor Putih

Jenis burung decu yang selanjutnya dalah burung ekor putih. Spesies ini memiliki ciri khusus yang ada pada burung jantannya yaitu bagian kepalanya berwarna hitam dengan kalung warna putih. Sedangkan bagian dada, burung mempunyai warna yang cerah atau terang.

Bagian lain pada burung yang memiliki warna gelap yaitu ada di punggungnya. Sementara untuk sayapnya burung memiliki corak berwarna putih bersih. Ciri khas burung ini adalah bagian atas ekornya terdapat corak yang menyerupai jaring laba – laba.

  1. Decu Abu-Abu

Jenis burung decu yang terakhir bernama decu abu – abu. Jenis burung yang satu ini dikenal sebagai burung yang mudah ditemukan pada daratan Cina, Himalaya, Taiwan juga daratan Asia Tenggara. Sedangkan habitat asli mereka sebenarnya adalah di hutan. Burung decu abu – abu juga memiliki warna tubuh yang hampir mirip dengan jenis burung decu alis yaitu berwarna putih dan juga hitam.

Klasifikasi Burung Decu

Klasifikasi sebetulnya menjelaskan nama – nama ilmiah dari burung decu agar bisa membedakan jenis burung yang satu ini dengan yang lainnya. Untuk lebih jelasnya maka berikut dibawah ini merupakan klasifikasi burung decu yang disebutkan sebagai berikut :

Kingdom Animal
Sub Kingdom Saxicola caprata

Ciri Morfologi Burung Decu

Ciri morfologi burung decu dapat dijelaskan berdasarkan karakteristik dari masing – masing bagian tubuh burung. Berikut dibawah ini ciri morfologi burung decu yang dijelaskan sebagai berikut ini :

  1. Tubuh

Ciri morfologi pertama yang dimiliki burung decu yaitu bagian tubuhnya. Umumnya burung decu memiliki tubuh yang warnanya yaitu coklat dan sedikit kusam.

  1. Ekor

Karakteristik morfologi kedua dari burung decu yaitu bagian ekornya. Jenis burung decu mempunyai ekor yang bewarna cokelat krim. Selain itu ekornya juga berukuran cukup panjang dan akan dikibaskan pada saat burung hendak berkicau ataupun terbang.

  1. Kaki

Ciri morfologi terakhir dari burung decu yaitu bagian kakinya. Kaki burung decu memiliki warna yang hitam pekat dan ukuran agak panjang seperti dengan ukuran paruhnya.

Cara Berternaknya Burung Decu

Berikut dibawah ini merupakan beberapa langkah atau cara – cara untuk melakukan ternak burung decu yang dijelaskan sebagai berikut :

  1. Kandang Penangkaran

Cara pertama yang perlu dilakukan untuk memulai ternak burung decu yaitu menyiapkan kandang penangkaran. Biasanya kandang yang dibuat untuk ternak burung decu mempunyai ukuran P x L x T sekitar 2 x 1,5 x 2 m. Ukuran ini dianggap sangat ideal untuk burung decu yang sudah tumbuh besar maupun saat burung masih kecil. Usahakan didalam kandang penangkaran diberi dahan guna membuat kondisi kandang seperti dialam atau habitat aslinya. Selain itu lengkapi pula dalam kandang seperti tempat makan, minum dan lain sebagainya.

  1. Calon Indukan

Setelah persiapan kandang sudah dilakukan dan cukup sesuai maka proses selanjutnya yaitu menentukan calon indukan dari burung decu itu sendiri. Pilihlah induk decu yang baik, berkualitas, sehat, dan tidak cacat. Alasannya yaitu agar hasil keturunan atau anakan dari burung tersebut juga berkualitas sesuai dengan induknya.

  1. Penjodohan

Tahap ketiga ini yaitu proses penjodohan. Pada dasarnya tahap ini adalah langkah awal yang harus dilalui oleh setiap penangkar. Umumnya proses penjodohan disebut pula sebagai bentuk usaha untuk menyatukan antara burung decu yang berjenis kelamin jantan dan betina. Melalui proses penjodohan inilah nanti burung akan saling tertarik dan bisa melakukan proses perkawinan.

Namun perlu anda ketahui bahwa tahap penjodohan ini sangatlah sulit. Sehingga anda harus mengetahui cara – cara yang pas dan benar untuk melakukan tahap penjodohan antar burung decu ini. Cara penjodohan burung yang paling mudah yaitu dekatkan kandang kedua burung, dan lihatlah apabila burung jantan dan betina decu saling bersiul dan tidak terganggu sama sama lain maka proses penjodohan bisa dibilang berhasil. Apabila proses ini berhasil maka tunggu saja hingga anakan burung lahir dan tumbuh dengan dewasa.

Demikianlah artikel yang dapat dibagikan kepada seluruh kalangan terkait dengan materi burung decu: jenis, klasifikasi, ciri morfologi, dan cara berternaknya. Semoga saja dapat menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.