Burung Kacer: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Burung Kacer

Bagi penggemar burung kicau pastinya sudah mengenal jenis burung kacer. Umumnya kacer sering dijadikan sebagai burung lomba karena memiliki suara kicauan yang cukup lantang. Harga burung kacer ini dapat terbilang mahal, terlebih jika sudah memenangkan sebuah perlombaan. Selain itu perkembangan tren tentang banyaknya orang yang memelihara burung kacer juga semakin luas. Burung peliharaan yang dirawat juga ada berbagai macam, salah satunya adalah burung kacer.

Sebagai informasi bahwa burung kacer menjadi salah satu jenis burung yang banyak dipelihara karena, mereka memiliki ciri atau keunikan yang tidak dimiliki oleh jenis burung lainnya. Suara burung kacer yang lantang dan bisa berkicau setiap saat membuat kacer ini banyak dicari. Selain itu burung kacer juga dikenal memiliki warna tubuh hitam putih yang sangat elegan.

Burung Kacer

Sebagai informasi bahwa burung kacer memiliki habitat asli yaitu berasal dari daerah hutan terbuka. Sehingga kacer adalah jenis burung yang sangat akrab dengan alam sekitar. Burung kacer juga lebih menyukai tempat terbuka seperti di daerah pinggiran hutan jika dibandingkan dengan kondisi dalam hutan yang lebat dengan pepohonan.

Akan tetapi kacer juga bisa ditemukan di daerah laut dan pantai, karena umumnya burung ini lebih menyukai terbang bebas, kemanapun merka pergi. Uniknya burung kacer dalam membuat sarang lebih menyukai jika dibuat dari rerumputan, daun, dahan yang sudah kering, akar-akaran dan lumut. Sarang kacer yang sudah dibuat nantinya akan memiliki bentuk mirip seperti cawan.

Perlu anda ketahui, sarang yang dibuat burung kacer ini juga bisa dilakukan dimanapun dan sesukanya mereka. Pembuatan sarang salah satu contohnya yaitu ada di dahan pohon yang tidak terlalu tinggi, di semak belukar, pada rongga hingga lubang pohon tua terkadang juga membuangnya di dekat pemukiman penduduk semisal di atap-atap rumah. Kacer juga bisa menghasilkan telur dengan jumlah sekitar 3-5 butir.

Jenis Burung Kacer

Setelah mengetahui deskripsi tentang burung kacer secara singkat, maka saatnya kita belajar terkait macam-macam burung kacer yang diuraikan sebagai berikut ini :

  1. Kacer Dada Hitam

Jenis burung kacer yang pertama adalah kacer dada hitam. Burung ini keberadaannya ada di beberapa pulau di Indonesia yaitu mulai dari pulau Kalimantan, pulau Jawa dan juga pulau Bali. Selain itu jenis kacer dada hitam juga bisa ditemukan di negara Malaysia Timur.

Ciri atau karakteristik yang menempel pada burung kacer jenis dada hitam ini yaitu memiliki bulu yang halus dan identik dengan warna hitam disertai dengan guratan yang berwarna putih di bagian sayap dan bagian ekornya. Burung kacer dada hitam juga termasuk salah satu jenis burung yang yang mudah dikenali karena warnanya yang simpel dan hanya terdiri dari macam warna yaitu hitam dan putih.

  1. Kacer Dada Putih

Jenis kacer yang kedua dinamakan burung kacer dada putih. Perlu anda ketahui, burung kacer ini juga sering dikenal dengan sebutan burung kacer poci atau kacer sekoci. Sesuai dengan namanya pula, jenis burung kacer yang satu ini mempunyai dada yang warnanya putih.

  1. Kacer Madagaskar

Kacr madagaskar adalah jenis burung kacer yang ketiga. Perlu anda tahu, bahwa burung ini memiliki ciri-ciri fisik yang hampir mirip dengan jenis burung kacer dada putih. Namun, diantara kedua jenis burung kacer tersebut, tetap ada perbedaan yang menonjol yaitu burung kacer madagaskar di bagian kepala dan dada hingga di daerah punggungnya memiliki warna kebiru-biruan yang menggantikan warna hitam pekatnya.

  1. Kacer Blorok

Jenis burung kacer yang terakhir adalah kacer blorok. Umumnya kacer blorok ini memiliki ciri atau karakteristik yang bisa dibilang paling berbeda jika dibandingkan dengan jenis kacer lainnya. Sebagai informasi bahwa kacer blorok ini memiliki warna yang sangat beragam. Selain itu burung ini juga populer karena mempunyai bulu yang nampak belang di bagian perut, leher, sayap hingga sampai ke bagian punggungnya.

Klasifikasi Burung Kacer

Klasifikasi atau disebut juga dengan taksonomi merupakan nama-nama ilmiah dalam biologi yang memiliki fungsi untuk membedekan arti hewan yang satu dengan lainnya. Berikut dibawah ini yang termasuk klasifikasi burung kacer adalah :

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Aves
Ordo Psittaciformes
Familii Muscicapidae
Genus Copsychus
Spesies Copsychus saularis

Ciri Morfologi Burung Kacer

Ciri morfologi burung kacer menggambarkan karakteristik yang ada pada bagian tubuh burung dengan keunikannya masing-masing. Berikut dibawah ini yang termsuk ciri morfologi burung kacer adalah :

  1. Fisik

Ciri morfologi yang pertama adalah bagian fisik atau tubuh burung kacer. Pada dasarnya burung kacer adalah jenis burung yang memiliki ukuran tubuh cukup kecil atau ramping. Sehingga mereka dapat bergerak dengan lincah dan mengeluarkan siulan serta memainkan ekornya dengan mudah. Perlu anda ketahui bahwa warna tubuh burung kacer antara yang betina dan jantan terdapat perbedaa.

Burung kacer yang betina cenderung memiliki warna tubuh yang ditutupi dengan bulu-bulu dan di dominasi dengan warna abu-abu kusam. Sedangkan kacer yang berjenis kelamin jantan memiliki warna bulu coklat di bagian atas dan kepalanya.

  1. Kepala

Karakteristik kedua dari burung kacer yaitu dilihat dari bagian kepalanya. Umumnya burung lacer memiliki ciri warna yang ada dibagian kepalanya yaitu hitam mengkilat. Selain itu dibagian sayap burung juga terdapat warna putih yang ada di sebagian sisi sayapnya mulai dari daerah bahu hingga di ujung sayap.

Cara Berternaknya Burung Kacer

Cara ternak burung kacer dapat dilakukan melalui beberapa langkah dibawah ini yaitu sebagai berikut :

  1. Pemilihan indukan burung kacer

Langkah pertama yang perlu anda persipakan pada saat ingin beternak burung kacer adalah pemilihan induk kacer yang baik. Pemilihan indukan burung kacer merupakan hal pertama yang harus dimengerti dan sangat penting sekali. Oleh karena itu jangan sampai menyepelekan tahap pertama ini. Agar anda bisa mendapat induk kacer yang baik maka harus dipilih yang berkualitas. Berikut dibawah ini beberapa tips atau masukan yang bisa dijadikan referensi agar mudah mendapatkan indukan kacer yang berkualitas :

    1. Pertama pilih indukan jantan dan betina yang sudah memasuki usia kawin, biasanya yaitu kacer yang berusia sekitar 10 bulan-1 tahun.
    2. Pilih burung kacer yang mempunyai nafsu makan baik, selalu lincah atau aktif, tidak lesu, dan gampang bergerak dengan terbang maupun loncat kecil-kecil.
    3. Pilih burung kacer yang suka mengeluarkan suara kicauannya.
    4. Pilih indukan kacer betina yang sudah cukup jinak agar lebih mudah perawatannya.
  1. Kandang ternak kacer

Langkah kedua yang perlu anda siapkan yaitu membuat kandang ternak kacer. Kandang merupakan salah satu hal penting yang wajib anda ketahui dan harus sudah ada sebelum proses ternak dilakukan. Hal ini dilakukan karena kandang akan menjadi habitat buatan bagi kacer dan menjadi tempat tinggal untuk mereka.

Sehingga pembuatan kandang ternak kacer sebisa mungkin harus dibuat nyaman dan sesuai dengan jenis kandang untuk burung kacer, agar burung kacer tidak stress dan menyukainya. Sebagai referensi biasanya kandang kacer bisa dibuat dengan ukuran p x l x t sekitar 100 cm  x 100 cm  x 200 cm.

Akan tetapi jika lokasi untuk pembuatan kandang tidak cukup luas, maka fungsi kandang ternak bisa diperkecil ukurannya. Asalkan luas kandang sesuai dengan jumlah burung yang akan menempatinya. Selain itu agar burung lebih nyaman dikandang maka anda harus membuat kandang sama persis dengan habitat aslinya dan perlu menyiapkan beberapa hal yang harus ada di kandang seperti :

  1. Kotak sarang yang bisa terbuat dari kayu, kardus, atau bahan pohon yang dilubangi sehingga bentuknya hampir mirip seperti sarang kecil.
  2. Menyedikan tempat makan dan minum yang tidka mudah goyang atau tumpah.
  3. Menyiapkan tempat untuk bertengger agar burung bisa menyantai ditmpat tersebut. Biasanya tempat untuk bertengger bisa dibuat dari ranting-ranting pohon yang sudah kering.
  1. Pakan burung kacer

Cara yang ketiga yaitu memberi burung kacer pakan. Biasanya burung ini bisa diberi pakan seperti jangkrik, ulat hongkong, tanaman sayur-sayuran hijau, pisang dan lain sebagainya. Pemberian pakan pada burung kacer berfungsi untuk mmeberikan sumber energi pada tubuh hingga burung tidak mudah terserang penyakit dan bisa berkmbang dengan baik.

Demikianlah artikel yang dapat dibagikan kepada seluruh kalangan terkait dengan materi burung kacer, jenis, klasifikasi, ciri morfologi, dan cara berternaknya. Semoga saja dapat menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.