Burung Lovebird: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Burung Lovebird

Burung lovebird pasti bukan termasuk jenis hewan yang asing didengar. Justru lovebird adalah satu satu jenis burung yang banyak dipelihara banyak orang dan sering juga dijadikan burung perlombaan. Jika dilihat secara penampilan, maka burung ini memiliki bentuk fisik yang sangat mengagumkan. Hal ini dikarenakan burung lovebird memiliki bulu yang warnanya sangat bervariasi.

Burung Lovebird

Sebagai informasi bahwa warna – warna pada bulu burung lovebird sangat banyak diantaranya yaitu biru, putih, kuning, orange, dan hijau. Selain itu warnanya juga menunjukkan sesuatu yang cerah sehingga ketika dipandang bisa menyenangkan mata. Burung lovebird juga disebut juga sebagai burung cinta.

Apabila burung lovebird dibandingkan dengan spesies burung paruh bengkok lainnya, maka ukuran tubuh lovebird relatif lebih kecil. Banyak sekali orang yang tertarik dengan burung yang satu ini karena selain memiki ciri fisik yang unik dan memikat, ternyata mereka juga berkicau dengan sangat baik. Burung lovebird juga termasuk salah satu jenis burung yang tahan terhadap segala jenis cuaca. Namun kondisi alam yang lebih disukai adalah iklim tropis atau cuaca yang panas.

Jenis Burung Lovebird

Jenis – jenis burung lovebird bisa dijelaskan sebagai berikut :

  1. Burung Lovebird Lutino

Jenis pertama burung lovebird bernama burung lovebird lutino. Perlu anda ketahui bahwa jenis burung lovebird yang satu ini memiliki warna yang dijamin mampu menarik perhatian para pecinta burung maupun masyarakat awam. Hal ini dikarenakan burung lovebird mempunyai bulu yang didominasi dengan warna kuning dan merah, dimana warna – warna tersebut sangat cerah dan enak untuk dipandang.

Burung lovebird lutina juga memiliki ciri morfologi lainnya yaitu ada dibagian kepalanya yang berwarna orange atau merah. Penampilan fisik yang begitu indah pada burung ini menjadikan mereka sering diikutsertakan dalam lomba kecantikan dan kicau burung.

  1. Burung Lovebird Parblue

Burung lovebird parblue adalah jenis kedua burung lovebird yang tidak kalah cantik dengan jenis lovebird lainnya. Awalnya burung ini ditemukan di negara Amerika Serikat untuk pertama kalinya. Lovebird parblue juga mempunyai nama lain yaitu yellow face karena pada bagian muka dan leher burung ini terdapat warna kuning keputihan.

Sebagai informasi bahwa warna kuning pada burung ini tidak seperti warna kuning milik lovebird lutino. Selain itu warna burung lovebird parblue juga didominasi oleh warna biru. Akan tetapi ada pula yang bewarna hitam.

  1. Burung Lovebird Euwing

Jenis burung lovebird yang ketiga adalah lovebird euwing. Jenis burung yang satu merupakan burung lovebird yang memiliki warna lebih gelap dari jensi lovebird lainnya.

Bagian lovebird euwing yang paling gelap adalah bagian sayapnya. Karena sayap lovebird euwing berwarna lebih gelap, maka bagian tubuh lainnya seperti punggungnya terlihat lebih cerah. Sehingga jika dilihat secara lebih mendalam, maka bagian punggung lovebird euwing seperti ada simbol huruf V.

  1. Burung Lovebird Topeng

Jenis burung lovebird yang selanjutnya adalah burung lovebird topeng. Pada kesempatan kali ini anda bisa mempelajari keunikan dari burung lovebird topeng yang sedikit berbeda dengan jenis lovebird lainnya.

Burung ini juga memiliki nama ilmiah yaitu agapornis personata. Pada dasarnya burung ini diberi nama lovebird topeng karena ada beberapa ciri yang membuatnya dipanggil dengan namanya tersebut. Salah satu cirinya yaitu mereka memiliki pupil coklat yang membuatnya seperti menggunakan kacamata di antara wajahnya yang berwarna hitam.

  1. Burung Lovebird Madagaskar

Lovebird Madagaskar adalah burung lovebird yang paling kecil diantara jenis yang lainnya. Panjang tubuhnya yaitu sekitar 13 cm dengan berat antara 30 – 36 gram. Ukurannya yang kecil membuat burung ini tampak begitu imut. Selain itu burung juga memiliki warna pada tubuhnya yaitu abu – abu pucat. Akan tetapi pada saat lovebird madagaskan semakin beranjak dewasa maka warna bulunya akan berubah menjadi hijau gelap dan pada bagian kepala serta dada Madagaskar jantan berwarna abu-abu pucat.

  1. Burung Lovebird Blorok

Jenis ke enam burung lovebird yaitu burung lovebird blorok. Jenis burung ini memiliki kombinasi warna yang tersusun tidak rata atau tidak rapi. Sehingga terlihat lebih unik dan abstrak. Karena keunikan inilah, maka lovebird blorok memiliki harga jual yang cukup mahal.

  1. Burung Lovebird Albino

Jenis lovebird yang terakhir adalah burung lovebird albino. Jenis lovebird yang satu ini sudah banyak dikenali oleh orang – orang. Perlu anda ketahui bahwa burung lovebird albino merupakan spesies burung cinta yang hanya memiliki satu warna pada tubuhnya. Keberadaan burung lovebird albino sudah semakin langka sehingga harga jualnya cukup tinggi.

Klasifikasi Burung Lovebird

Klasifikasi burung lovebird diuraikan sebagai berikut :

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Aves
Ordo Psittaciformes
Familii Psittacidae
Subfamili Psittacinae
Bangsa Psittaculini
Genus Agapornis

Ciri Morfologi Burung Lovebird

Ciri morfologi burung lovebird dapat dijelaskan sebagai berikut ini :

  1. Tubuh

Bagian morfologi pertama yang bisa dideskripsikan dari burng lovebird adalah bagian tubuhnya. Tubuh lovebird yang jantan yaitu ukurannya lebih kecil jika dibandingkan yang betina. Selain itu bagia  tubuhnya juga terdapat kepala yang berbentuk cepak pada lovebird jantan. Sedangkan kepala pada lovebird betina berbentuk melengkung.

  1. Paruh

Ciri morfologi kedua dari lovebird adalah bagian paruhnya. Perlu anda ketahui bahwa lovebird memiliki bentuk paruh lovebird jantan yang jauh lebih runcing dan kecil. Sedangkan lovebird betina memiliki paruh yang tumpul dengan ukuran yang lebih melebar dan besar.

  1. Sayap

Syap pada burung lovebird yang jantan dan betina juga ada perbedaan. Lovebird yang jantan bentuk sayapnya biasanya adalah menyilang, atau tindih menindih satu sama lain. Sementara itu, lovebird betina mempunyai ujung sayap yang sejajar dan tidak menyilang.

  1. Ekor

Bagian ekor pada burung lovebird adalah ciri morfologi terakhir yang bisa dideskripsikan pada artikel ini. Umumnya ekor lovebird jantan cenderung berbentuk runcing, sedangkan ekor lovebird betina lebih rata dan lebar.

Cara Berternaknya Burung Lovebird

Cara ternak burung lovebird dapat dilakukan melalui beberapa langkah dibawah ini :

  1. Siapkan kandang lovebird

Cara pertama yang perlu anda siapakan apabila akan melakukan ternak burung lovebird yaitu menyediakan kandang terlebih dahulu. Buatlah kandang dengan senyaman dan sebaik mungkin. Tujuannya agar burung lovebird bisa betah ketika ada didalam kandang.

Sesuiakan ukuran kandang dengan jumlah lovebird yang akan diternakan. Apabila anda ingin berternak lovebird lebih dari sepasang, maka siapkan kandang yang lebih besar dan buatkan sekat antara burung yang satu dengan lainnya. Namun ketika ternak lovebird yang ingin anda lakukan hanya sepasang lovebird saja, maka buatkan kandang yang tidak terlalu besar. Selain itu siapkan pula tempat bertelur lovebird yang terbuat dari kayu keras dengan ukuran sekitar 20 cm x 20 cm x 25 cm.

  1. Pilih indukan lovebird yang baik

Pada saat kandang sudah disiapkan dengan baik, maka cara selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memilih indukan lovebird. Pastikan anda memilih induk burung lovebird yang berkualitas. Kualitas burung lovebird dapat dilihat dari kesehatannya, tubuh yang tidak cacat, warna yang cerah, dan keaktifan terbang burung, serta suara kicauannya yang lantang.

Akan lebih baik jika anda bisa memilih lovebird jantan yang usianya lebih tua dibandingkan lovebird betinanya. Hal dilakukan agar saat proses perkawinan nantinya, lovebird jantan yang akan lebih mendominasi.

  1. Proses perkawinan bertelur

Induk yang sudah didapatkan selanjutnya bisa dilakukan proses perkawinan. Pastikan selama proses perkawinan tidak ada gangguan agar semuanya dapat berjalan dengan lancar. Ketika mereka telah melewati proses perkawinan, maka lovebird betina akan bertelur.

Sebagai informasi saja bahwa tidak semua jenis lovebird betina mau mengerami telurnya. Sehingga untuk mengantisipasi hal ini, dekatkan betina yang tidak mau mengerami telurnya dengan betina yang mau mengerami telurnya. Agar telur bisa dierami oleh lovebird betina yang mau mengeraminya. Pada saat telur sudah menetas, maka rawat burung lovebird tersebut hingga tumbuh dewasa.

Demikianlah artikel yang dapat dibagikan kepada seluruh kalangan terkait dengan materi burung lovebird: jenis, klasifikasi, ciri morfologi, dan cara berternaknya. Semoga saja dapat menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.