Burung Pleci: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

 

Burung Pleci

Burung pleci pasti sudah tidak asing lagi didengar para penikmat suara burung kicauan. Hewan yang memiliki nama lain burung kacamata ini selain terkenal merdu kicauannya juga memiliki ciri khusus, yaitu lingkaran berwarna putih di sekitar area mata mirip kacamata. Berdasarkan ciri khusus itulah mereka diberi nama burung kacamata.

Burung pleci kebiasaan hidupnya adalah secara berkelompok atau terbang dalam kawanan yang banyak untuk mencari makan. Saat musim kawin, burung pleci ini biasanya melakukan kegiatan seperti membangun sarang di pohon. Mereka juga dapat menghasilkan telur berwarna biru pucat yang berjumlah antara 2 – 4 butir.

Burung Pleci

Pada dasarnya burung pleci atau burung kacamata banyak dijumpai pada pulau – pulau di Indonesia seperti Kalimantan, dan pulau Jawa. Walaupun populasi burung tidak banyak namun mereka juga bisa ditemukan di daerah sekitar Flores dan Sumba.

Sebetulnya selain memiliki tempat menetap di wilayah Kalimantan dan Jawa. Burung pleci atau burung kacama juga memiliki habitat asli yang ada disekitar hutan mangrove, semak pantai dan hutan pantai. Bahkan tidak jarang burung pleci juga biasa ditemukan di pinggiran hutan. Sebagai informasi jika burung kacamata ini suka memangsa serangga, buah – buah kecil, dan nektar.

Jenis Burung Pleci

Berikut dibawah ini merupakan beberapa jenis burung pleci yang dijelaskan sebagai berikut :

  1. Opior Jawa

Jenis burung pleci yang pertam adalah bernama opior jawa. Pada dasarnya burung ini berasal dari Pulau Jawa sesuai dengan namanya. Opior jawa juga memiliki nama lain yaitu javan grey-throated white-eye (heleia javanica). Jenis burung ini memiliki ciri khusus pada bagian tenggorokannya yang  berwarna abu – abu, kemudian lingkar matanya tidak lengkap, dan memiliki kekang yang berwarna kuning.

Burung opior jawa juga mempunyai 2 jenis ras, yakni ras javanica yang hidup di provinsi Jawa Tengah dan ras frontalis yang menghuni wilayah provinsi Jawa Barat. Beberapa nama lain dimiliki burung opior jawa diantaranya ialah pleci kapur, pleci pupur, cucak jempol, cucak gentong, menyok, serta piyer. Biasanya opior jawa yang jantan akan mengeluarkan suara kicauan yang lama apabila dipancing dengan suara panggilan burung betina. Sedangkan burung opior jawa yang betina hanya memiliki suara kicauan yang pelan.

  1. Kacamata Jawa

Jenis kedua burung pleci adalah burung kacamata jawa atau disebut juga dengan istilah javan white-eye (zosterops flavus). Biasanya burung ini mempunyai daerah persebaran di sekitar Pulau Jawa dan Kalimantan. Ukuran tubuhnya cukup kecil yaitu antara 9,5 – 10 cm. Warna tubuhnya didominasi dengan warna tubuh yang kuning. Sedangkan bagian tubuh yang atas berwarna kuning zaitun, dan bagian bawahnya berwarna kuning cerah biasa.

Burung kacamata jawa juga mempunyai iris yang berwarna cokelat dengan paruh dan kaki berwarna sedikit hitam pekat. Apabila dilihat secara sekilas maka burung kacama jawa ini sekilas mirip dengan kacamata laut,. Perbedaannya yaitu kacamata jawa memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil, warna lebih terang, dan tanpa bintik hitam pada kekang.

Sedangkan untuk bagian telur yang dihasilkan burung kacamata jawa berwarna kebiru – biruan dengan jumlah sebanyak 2 butir setiap bertelur. Makanan yang paling diminati oleh burung adalah nektar bunga, serangga kecil, dan buah-buahan. Kacamata jawa juga memiliki kebiasaan hidup secara berkelompok saat sedang mencari makan.

  1. Kacamata Sangihe

Jenis ketiga burung pleci adalah burung kacamata sangihe / sangihe white-eye (zosterops nehrkorni). Perlu anda ketahui bahwa jenis burung yang satu ini adalah burung yang paling langka keberadaannya dan dikabarkan telah punah. Jika dibandingkan dua burung diatas, maka kehidupannya lebih mengenaskan. Burung ini memiliki panjang sekitar 12 cm dan mempunyai ciri pada bagian tubuhnya yang atas berwarna hijau – zaitun. Sedangkan tunggirnya berwarna kuning – hijau yang begitu cerah, dan ekornya berwarna hijau kehitaman.

  1. Kacamata Wallacea

Jenis burung pleci yang terakhir dinamakan burung kacamata wallacea atau zosterops wallacei. Jenis burung yang satu ini bisa dibilang cukup unik karena tidak memiliki lingkar putih di sekitar mata seperti jenis burung pleci pada umumnya. Akan tetapi burung kacamata wallacea memiliki lingkar yang berwarna kuning terang. Oleh karena itu ada beberapa orang yang menyebut burung ini dengan istilah yellow-ringed white-eye atau yellow-spectacled white-eye. Tidak hanya dari warna lingkar matanya, namun suara kicauan burung juga berbeda dari burung pelci lainnya. Suara pleci wallacea cenderung keras atau sangat lantang.

Klasifikasi Burung Pleci

Klasifikasi burung pleci dapat dikelompokan menjadi beberapa nama berikut ini :

  1. Kerajaan : Animalia
  2. Filum : Chordata
  3. Kelas : Aves
  4. Ordo : Passeriformes
  5. Famili : Zosteropidae
  6. Genus : Zosterops
  7. Spesies : Z. palpebrosus

Ciri Morfologi Burung Pleci

Ciri morfologi burung pleci menggambarkan karakteristik yang dimiliki burung pada bagian – bagian tubuhnya yang diuraikan sebagai berikut ini :

  1. Tubuh

Bagian pertama yang memiliki karakteristik morfologi adalah tubuh burung pleci. Pada umumnya burung pleci mempunyai ukuran tubuh yang kecil dan panjang tubuhnya antara 10 – 15 cm. Pada bagian tubuh burung yang atas bulunya berwarna kuning zaitun. Sedangkan pada bagian tubuh bawah memiliki warna kuning biasa.

  1. Kaki

Ciri morfologi kedua dari burung yaitu bagian kaki. Bagi seekor burung, kaki adalah bagian yang sangat penting. Burung pleci memiliki kaki yang sangat kuat dan berwarna kehitaman. Kaki ini memiliki fungsi yang sangat banyak bagi seekor burung

  1. Sayap

Ciri khusus yang ketiga dari burung adalah bagian sayapnya. Burung pleci memiliki sayap yang bentuknya melingkar.

Cara Berternaknya Burung Pleci

Berikut dibawah ini beberapa cara yang perlu dilakukan untuk beternak burung pleci :

  1. Persiapan Kandang

Cara pertama yang mesti disiapkan saat beternak burung pleci yaitu mempersiapkan kandang terlebih dahulu. Kandang yang dibutuhkan burung pleci pada umumnya tidak pelu yang berukuran besar. Untuk kandang anda bisa menggunakan jenis kandang yang bertipe aviary. Karena hal tersebut akan lebih hemat dan perawatannya pun terbulang cukup mudah.

Namun, apabila anda memiliki cukup uang, maka anda bisa menggunakan kandang yang bertipe soliter. Jenis kandang yang satu ini nantinya bisa dipakai untuk menampung banyak burung dengan konsep yang lebih alami. Namun, jika anda hanya ingin ternak burung pleci saja maka lebih baik pilih kandnag yang bertipe aviary. Karena jenis kandang soliter lebih cocok untuk penangkaran burung saja.

  1. Proses Persiapan Induk Pleci

Jika kandang sudah disiapkan dengan baik, maka cara kedua yang perlu dilakukan adalah menyiapkan indukan pleci. Pada proses ini pastikan bahwa anda memilih jenis burung pleci yang berkualitas. Hal ini perlu dilakukan agar anak atau keturunan pleci juga akan memiliki kualitas yang bagus seperti induknya.

Ada beberapa hal yang wajib diketahui pada saat melakukan pemilihan induk pleci yang berkualitas diantaranya yaitu :

  • Pilih induk pleci jantan dan betina yang jenisnya sama.
  • Pilih induk pleci yang sehat
  • Pilih induk pleci yang kondisinya tidak cacat, baik dari bulu-bulunya ataupun cacat secara fisik.
  1. Cara Perawatan Pleci yang Sudah Menetas

Tahap akhir yaitu merawat burung pleci yang sudah menetas. Anda perlu menyiapkan beberapa pakan khusus untuk burung pleci. Pastikan bahwa makanan yang anda berikan memiliki kandungan gizi dan juga nutrisi dengan protein yang tinggi.

Sebagai perhatian, jangan sampai anda terlambat dalam memberikan makan pada burung pleci. Anda betul – betul harus memerhatikan anakan burung pleci selama waktu 5 hari pertama. Karena di 5 hari pertama sesudah menetas adalah masa – masa kritis bagi sang bayi. Oleh karena itu jika anda sampai teledor maka bisa jadi anakn pleci tidak jadi tumbuh dengan benar.

Selain itu ada beberapa tips khusus yang perlu anda ketahui untuk menjadikan anakan burung pleci menjadi burung yang lebih jinak dengan mental yang kuat. Caranya yaitu pisahkan anakan dari indukan pada waktu anakan masih berumur 11 hari. Namun, anda harus siap menggantikan peran indukan yaitu merawat anakan pleci hingga usianya dewasa dan memiliki mental yang sangat kuat.

Demikianlah artikel yang dapat dibagikan kepada seluruh kalangan terkait dengan materi burung pleci : jenis, klasifikasi, ciri morfologi, dan cara berternaknya. Semoga saja dapat menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.