Burung Puter: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

 

Burung Puter

Apakah anda termasuk pecinta burung puter? Jika ya, maka sudah pasti anda mengenal burung puter dengan baik. Sebetulnya burung puter sendiri sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak jaman dahulu. Burung ini termasuk salah satu jenis burung yang banyak dipelihara karena bisa dijinakan dengan mudah dan memiki suara kicauan yang mengalun – alun.

Sehingga pada saat pemiliknya mendengarkan kicauannya, maka akan merasa tenang dan tentram. Walaupun sudah banyak orang yang memelihara burung puter, namun masih ada sebagian orang yang belum mengetahui secara pasti bagaimana karakteristik dari burung tersebut. Berikut dibawah ini akan dijelaskan tentang burung puter secara lebih lengkap dan jelas.

Burung Puter

Sebagai informasi bahwa burung puter umumnya memiliki ukuran tubuh yang tidak terlalu panjang yaitu hanya sekitar 30 cm saja. Selain itu secara fisik atau penampilan maka burung puter hampir mirip dengan burung tekukur. Burung puter sendiri keberadaannya dapat dijumpai di sekitar daerah Bali, Jawa, Yogyakarta dan Nusa Tenggara.

Kemudian jika dilihat dari keunikan, maka burung puter ini termasuk salah satu jenis burung yang mudah untuk dikenali karena pada tubuhnya mempunyai ciri atau karakteristik masing – masing. Diantaranya yaitu mereka memiliki bulu – bulu diatas kepala dengan warna abu – abu.

Jenis Burung Puter

Setelah mengenal deskripsi burung puter secara singkat, maka saatnya kita mempelajari jenis – jenis burung puter yang dijelaskan sebagai berikut ini :

  1. Burung puter biasa / puter lokal

Jenis burung puter yang pertama dinamakan puter biasa atau puter lokal. Burung ini juga mempunyai nama lain yaitu streptopelia risoria. Ciri utama pada burung ini ialah memiliki warna tubuh cokelat cerah maupun cokelat merah bata.

Selain itu burung hanya memiliki suara kicauan yang pendek dan sudah hadir sejak ribuan tahun yang silam. Sehingga keberadaannya cukup baik karena belum mengalami kepunahan sama sekali. Mereka juga termasuk burung yang mudah dalam melakukan adaptasi ditempat – tempat baru.

Bagian leher burung tersebut ada corak yang mirip dengan kalung dengan warna hitam atau dikenal dengan istilah ring- neck dove. Perlu anda ketahui selain memiliki warna cokelat, ternyata burung puter biasa ini juga ada yang bewarna putih.

  1. Burung puter irak

Jenis burung yang kedua adalah burung puter irak. Burung puter irak ini secara penampilan bisa dikatakan hampir mirip dengan burung puter biasa. Hal ini dikarenakan burung tersebut juga mempunyai warna cokelat cerah pada tubuhnya. Akan tetapi warnanya dikombinasikan dengan warna putih yang bersih.

  1. Burung puter putih

Jenis burung puter yang selanjutnya adalah burung puter putih. Burung ini memiliki nama panggilan lainnya yaitu burung albino. Sesuai dengan namanya, maka burung ini memiliki warna dominan putih pada tubuhnya. Warna putih tersebut menggambarkan kepolosan dari burung dan terlihat hampir mirip dengan burung merpati warna bulunya.

  1. Burung puter lumut

Jenis burung puter yang terakhir adalah burung puter lumut. Spesies burung puter yang satu ini memiliki nama lain yang disebut dengan nama dederuk jawa. Selain itu mereka juga dikenal dengan sebutan puter geni.

Ciri morfologi yang dimiliki burung ini diantaranta adalah mempunyai warna badan yang cenderung merah bata. Bagian lehernya juga ada kombinasi warna putih yang bentuknya seperti kalung. Selain itu kepala pada burung ini warnanya adalah abu – abu.

Uniknya bagian iris mata pada burung puter warnanya lebih cerah yaitu jingga, sedangkan kakinya bewarna merah. Burung puter lumut juga dikenal memiliki 3 nada suara yang berbeda – beda, dan makanan kesuakaannya adalah biji – bijian.

Klasifikasi Burung Puter

Klasifikasi burung puter menguraikan nama – nama ilmiah atau taksonomi pada burung puter yang berguna untuk membedakan jenis burung puter dengan burung lainnya. Klasifikasi burung puter tersebut diuraikan sebagai berikut ini :

  1. Kingdom : Animalia
  2. Filum : Chordata
  3. Kelas : Aves
  4. Ordo : Columbiformes
  5. Family : Columbidae
  6. Genus : Streptoplia
  7. Spesies : Sterptopelia bitorquata

Ciri Morfologi Burung Puter

Setelah mengetahui deskripsi, jenis, dan klasifikasi burung puter, maka saatnya anda mempelajari ciri morfologi burung tersebut. Ciri morfologi sendiri merupakan karakteristik atau keunikan yang ada pada masing – masing bagian tubuh pada burung puter yang dijelaskan sebagai berikut ini :

  1. Fisik

Ciri morfologi pertama yang bisa dipelajari dari burung puter adalah bagian fisik atau tubuhnya. Perlu anda ketahui bahwa burung puter umumnya tidak memiliki ukuran yang pendek maupun panjang, akan tetapi ukurannya sedang – sedang saja. Panjangnya yaitu sekitar 30 cm.

  1. Ekor

Bagian ciri morfologi yang kedua pada burung puter adalah ekornya. Hampir semua jenis burung pasti mempunyai ekor, sama halnya dengan burung puter. Ekor pada burung puter umumnya berukuran cukup panjang dan warna adalah cokelat kemerah jambuan.

  1. Bulu

Karakteristik yang selanjutnya pada burung puter adalah bagian bulunya. Sudah pasti bulu adalah bagian yang selalu ada dan akan menempel pada tubuh burung, termasuk burung puter.

Umumnya bulu pada burung puter bertekstur halus dan warnanya juga sangat beragam tergantung dari spesienya masing – masing. Salah satu warna bulu pada burung puter ialah putih, cokelat cerah, abu – abu dan lain sebagainya.

  1. Leher

Selanjutnya, karakteristik morfologi burung puter yang keempat adalah bagian leher. Umumnya ciri yang menonjol pada burung puter yang terletak di lehernya yaitu adanya bulu – bulu yang menghiasi leher tersebut. Selain itu beberapa jenis atau spesies pada burung puter ini bagian lehernya terdapat motif garis yang bentuknya seperti kalung dengan warna hitam maupun putih.

  1. Paruh

Ciri morfologi yang terakhir pada burung puter adalah bagian paruh. Burung ini memiliki paruh yang warnanya hitam dengan pangkal warna merah. Paruhnya berukan tidak terlalu besar. Sebagai tambahan bagian kaki pada burung puter warnanya adalah merah keungu – unguan.

Cara Berternaknya Burung Puter

Burung puter adalah salah satu jenis burung peliharaan yang sudah ada sejak ribuan tahun silam. Berikut dibawah ini adalah beberapa cara atau langkah yang bisa dilakukan untuk beternak burung puter :

  1. Pembuatan kandang burung puter

Pembuatan kandang burung puter adalah hal pertama yang perlu anda siapkan sebelum melakukan ternak burung tersebut. Hal ini dikarenakan kandang akan digunakan sebagai habitat buatan bagi burung puter dan menjadi tempat tinggalnya.

Melalui kandang tersebut maka burung puter memiliki tempat berlindung, dan bisa memudahkan pembudidaya itu sendiri. Karena dengan kandang para pembudidaya lebih mudah untuk memberikan pakan pada burung puter yaitu dengan memasukannya dalam kandang. Oleh karena itu pastikan bahwa kandang dibuat senyaman mungkin agar burung puter betah didalam.

  1. Pemilihan induk burung puter

Setelah kandang sudah ditetapkan, maka selanjutnya anda bisa menentukan induk burung puter itu sendiri. Pemilihan induk harus dilakukan dengan hati – hati agar tidak salah memilihnya. Pastikan bahwa induk yang akan anda rawat adalah induk yang berkualitas. Hal ini bertujuan agar burung puter tersebut bisa menghasilkan keturunan yang baik pula.

  1. Masa penjodohan burung puter

Setelah kandang dan induk sudah dipersipakan. Maka saat musim kawin sudah mulai dekat, anda bisa melakukan penjodohan pada burung puter tersebut. Masa penjodohan bisa anda awali dengan memisahkan antara burung puter yang jantan dan betina.

Apabila burung puter saling tertarik maka mereka akan mengeluarkan kicauan yang keras dan mencoba untuk menarik perhatian burung puter lawan jenisnya. Maka dalam hal ini masa penjodohan berhasil dan anda bisa menjadikan satu antara burung puter yang jantan dan betina tersebut dalam kandang yang sama.

Pada proses ini  biarkan burung puter melakukan masa pendekatan. Setelah itu mereka akan melakukan masa perkawinan. Selama tahapan tersebut jangan ganggu mereka dan berikan pakan yang cukup.

  1. Pemberian pakan burung puter

Setelah masa perkawinan berhasil maka burung puter akan menghasilkan telur yang bisa menetas dengan sendirinya. Disinilah tugas anda mulai bertambah yaitu memberikan makan pada anakan burung puter dengan lebih intensif agar burung segera cepat tumbuh dan berkembang. Berikan pakan seperti bijian – bijian dan lainnya yang disukai oleh burung puter.  

Demikianlah artikel yang dapat dibagikan kepada seluruh kalangan terkait dengan materi burung puter : jenis, klasifikasi, ciri morfologi, dan cara berternaknya. Semoga saja dapat menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.