Burung Puyuh: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Burung Puyuh

Hampir semua orang pastinya sudah mengenal burung puyuh. Pada umumnya burung puyuh adalah salah satu jenis hewan yang menjadi burung budidaya dan dikenal sebagai binatang penghasil telur. Burung puyuh juga memiliki ciri khas pada tubuhnya yang berukuran kecil.

Selain itu burung puyuh juga memiliki ukuran telur yang sangat kecil jika dibandingkan telur ayam. Bahkan telur burung puyuh juga ada corak yang terlihat indah dan warna kulit telur kombinasi dari warna hitam, putih, coklat, maupun abu – abu. Walaupun puyuh mempunyai telur yang kecil namun harganya jauh lebih mahal dibanding telur ayam.

Burung Puyuh

Pada dasarnya burung puyuh merupakan jenis burung dari kelompok unggas yang diternakkan untuk diambil telurnya. Telur pada burung puyuh juga dinilai memiliki kandungan nutrisi sangat baik untuk tubuh.

Negara Indonesia adalah salah satu negara yang membudidayakan jenis burung puyuh ini. Hal ini dikarenakan burung puyuh dianggap memiliki nilai ekonomis yang sangat baik dipasaran. Terlebih lagi semua bagian tubuhnya bisa dimanfaatkan dengan baik mulai dari telur sampai bagian dagingnya.

Klasifikasi Burung Puyuh

Berikut dibawah ini merupakan klasifikasi burung puyuh yang disebutkan sebagai berikut :

  1. Kingdom : Animalia
  2. Filum : Chordata
  3. Kelas : Aves
  4. Famili : Phanasianidae
  5. Ordo : Galiformes
  6. Genus : Coturnix
  7. Spesies : Coturnix japonica

Ciri Morfologi Burung Puyuh

Burung puyuh memiliki beberapa ciri morfologi dibagian tubuhnya yang dijelaskan sebagai berikut ini :

  1. Tubuh

Ciri morfologi utama dari kelompok unggas ini adalah bagian tubuhnya. Perlu anda ketahui bahwa burung puyuh berukuran seperti burung hias. Rata-rata panjang tubuhnya yaitu sekitar 19 cm dan pada beberapa jenis burung puyuh lainnya panjangnya bisa sampai 28 cm. Burung puyuh juga memiliki bentuk tubuh yang gemuk dan terlihat bulat.

  1. Kaki

Ciri morfologi kedua yaitu bagian kakinya. Pada umumnya burung puyuh memang memiliki ukuran kaki yang pendek. Walaupun semacam itu, kaki puyuh sangat kuat dan bisa digunakan untuk berlari kencang. Pada kakinya juga terdapat jari – jari seperti yang dimiliki burung lainnya yaitu berjumlah empat jari.

  1. Bulu

Karakteristik morfologi selanjutnya yaitu bagian bulunya. Apakah anda tahu bahwa ternyata bulu burung puyuh mempunyai warna yang sangat bervariasi. Warna bulu yang paling umum ialah cokelat kekuningan atau cokelat kemerahan. Pada bulu burung puyuh juga ada corak – corak tertentu diantaranya bernama putih, abu-abu, kuning, dan merah.

Manfaat Burung Puyuh

Burung puyuh ternyata memiliki beberapa manfaat yang mungkin jarang diketahui banyak orang. Berikut dibawah ini adalah manfaat burung puyuh yaitu :

  1. Baik untuk diet

Manfaat pertama dari burung puyuh yaitu baik untuk diet dan menjaga kesehatan jantung. Bagi anda yang sedang menjalani program diet, maka burung puyuh bisa menjadi pilihan tepat untuk menu makanan yang bisa anda konsumsi dengan baik. Burung puyuh dijadikan salah satu menu diet karena pada umumnya kandungan lemak yang terdapat pada daging burung puyuh adalah lemak tak jenuh, yang termasuk dalam golongan lemak baik.

Selain itu lemak tak jenuh juga bisa mengontrol kadar kolesterol yang menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah. Sehingga apabila anda mengonsumsi burung puyuh selain tidak membuat gemuk badan juga bisa menyehatkan jantung.

  1. Memperbaiki jaringan tubuh

Manfaat kedua burung puyuh yaitu dapat memperbaiki jaringan tubuh. Selain mempunyai kandungan lemak tak jenuh, daging burung puyuh juga kaya akan protein. Melalui kandungan protein tersebut biasanya terdapat senyawa esensial yang diperlukan dalam pembentukan berbagai jaringan pada tubuh, menguatkan kuku, rambut, dan bisa memproduksi hormon serta enzim dalam tubuh.

  1. Menjaga kesehatan kulit

Burung puyuh juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan kulit. Vitamin E juga ternyata terdapat pada daging burung puyuh. Seperti yang kita tahu bahwa vitamin E pada umumnya memang dikenal bisa memberikan nutrisi pada kulit. Sehingga dengan kita mengonsumsi daging burung puyuh maka kesehatan kulit akan lebih terjaga. Vitamin E pada dasarnya bermanfaat dalam meningkatkan produksi kolagen, mempercepat regenerasi sel kulit, serta bersifat sebagai antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas. Apabila anda ingin menjaga kesehatan kulit, maka burung puyuh bisa menjadi salah satu pilihan makanan yang baik untuk anda.

  1. Mencegah osteoporosis

Burung puyuh dapat memberikan manfaat berupa pencegahan osteoporosis. Hal ini dikarenakan daging burung puyuh memiliki kandungan fosfor dan kalsium, yang mana keduanya merupakan senyawa penyusun tulang. Sehingga untuk menghindari pengeroposan tulang maka anda bisa mengkonsumsi daging burung puyuh. Makanan ini juga cenderung disarankan agar bisa dikonsumsi oleh orangtua yang usianya sudah lanjut agar bisa menjaga kesehatan tulangnya.

  1. Kaya akan zat besi yang dapat mengatasi anemia

Manfaat ke 5 dari burung puyuh adalah mengatasi anemia. Hal ini dikarenakan burung puyuh mengandung zat besi yang sangat tinggi, dimana zat besi merupakan salah satu unsur penyusun hemoglobin dalam darah. Apabila tubuh mempunyai jumlah hemoglobin yang normal, maka proses suplai oksigen dan sari makanan dalam darah akan berjalan normal. Oleh karena itu tubuh akan terhindar dari rasa lemas dan pusing.

  1. Nutrisi yang baik bagi janin

Burung puyuh juga sangat baik untuk pertumbuhan janin dalam kandungan. Hal ini karenaka puyuh dianggap sebagai makanan yang kaya akan nutrisi dan bisa membuat pertumbuhan janin menjadi cerdas dan sehat. Oleh karena itu makanan ini sangat disarankan agar dikonsumsi oleh ibu hamil.

Cara Berternaknya Burung Puyuh

Setelah mengetahui manfaat burung puyuh, maka tidak ada salahnya jika kita mencoba untuk mempelajari cara beternak dari burung tersebut. Berikut dibawah ini merupakan cara atau langkah – langkah beternak burung puyuh yang dijelaskan sebagai berikut :

  1. Mempersiapkan kandang

Cara ternak burung puyuh yang pertama kali harus dilakukan yaitu mempersiapkan kandang atau tempat untuk para burung puyuh tinggali nantinya. Kandang burung puyuh bisa dibuat dari bahan kayu atau kerangka baja ringan dengan desain seperti rak. Buatlah beberapa kandang untuk burung puyuh yang mana masing – masing kandang memiliki manfaat tersendiri diantaranya sebagai berikut ini :

  1. ·         Kandang yang pertama digunakna untuk proses pembibitan
  2. ·         Kandang kedua digunakna untuk induk burung puyuh
  3. ·         Kandang ketiga digunakna untuk para anak burung puyuh
  4. ·         Kandang yang ke empat digunakan untuk pertumbuhan anak puyuh
  1. Mempersiapkan pembibitan

Setelah mempersiapkan kandang selesai dilakukan, maka cara budidaya ternak burung puyuh yang selanjutnya adalah mempersiapkan bibit unggul burung puyuh. Apabila anda memilih induk burung puyuh yang memiliki kualitas bagus, maka kedepannya bisa menghasilkan telur dan anakan yang berkualitas pula.

  1. Melakukan pemeliharaan

Agar ternak burung puyuh bisa berjalan dengan baik dan lancar maka anda tidak diijinkan untuk membiarkan burung puyuh tumbuh dengan sendirinya tanpa diurus. Oleh karena itu, cara yang paling benar agar pertumbuhan burung puyuh baik dan lancar anda harus melakukan pemeliharaan pada hewan tersebut. Beberapa cara pemeliharaan burung puyuh yaitu sebagai berikut :

  1. Memperhatikan kebersihan kandang

Kesehatan burung puyuh salah satunya akan dipengaruhi dari tempat tinggalnya atau kandang yang menjadi rumahnya. Sehingga dengan hal tersebut anda harus memperhatikan kebersihan kandang. Lakukan pembersihan kandang dengan cara rutin agar burung puyuh merasa nyaman tinggal disana dan terhin dan terhindar dari serangan penyakit.

  1. Memberikan pakan kepada burung puyuh

Pakan merupakan hal yang paling penting, agar burung puyuh bisa mengalami pertumbuhan dengan baik. Pasalnya melalui pakan, burung akan memperoleh banyak tenaga, nutrisi, dan gizi yang bisa menjaga tubuhnya untuk lebih kuat. Pakan burung puyuh pada umumnya dibedakan menjadi dua jenis bentuk, yakni bentuk tepung dan pelet. Bentuk tepung bisa diberikan pada burung yang umurnya di bawah 3 minggu, sedangkan yang berbentuk pelet atau butiran, diberikan saat puyuh sudah memasuki usia lebih dari 3 minggu.

  1. Proses panen

Proses panen adalah tujuan utama dari budidaya burung puyuh. Panen telur burung puyuh ini bisa dilakukan setiap hari, selagi masih ada masa produksi yang sedang berlangsung.

Demikianlah artikel yang dapat dibagikan kepada seluruh kalangan terkait dengan materi burung puyuh: klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara berternaknya. Semoga saja dapat menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.