Burung Tengkek: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Burung Tengkek

Masa sekarang, banyak sekali orang – orang yang memelihara burung baik karena hobby maupun untuk diikutsertakan dalam perlombaan. Salah satu jenis peliharaan burung yang biasa dimiliki oleh masyarakat adalah burung tengkek. Apakah anda mengetahui apa dan bagaimana karakteristik burung tengkek? Jika belum, maka simak artikel dibawah ini.

Burung tengkek adalah burung yang sangat cantik dan dijadikan sebagai guru bagi burung lainnya agar bisa menirukan suara siulannya yang merdu. Burung tengkek juga terkenal memiliki variasi warna pada bulunya mulai dari biru – oranye, putih-hijau, dan masih banyak lagi.

Burung Tengkek

Sebagai informasi bahwa burung tengkek ini terkenal dengan sebutan si cerdik burung pemburu. Saat burung tengkek hendak menangkap mangsa, maka mereka akan sabar menunggu dengan bertengger di sebuah ranting pohon. Ketika ada mangsa yang terlihat, maka dengan segera burung tengkek akan menghampirinya tanpa basa basi.

Karena kecerdasannya dalam memangsa hewan lain, maka burung ini juga diibaratkan sebagai anak panah yang melesat dengan kekuatan super. Mereka bahkan dapat menangkap ikan yang ada di air sungai hanya dengan satu kali patuk dan jarang sekali patukannya tersebut meleset. Sehingga burung ini juga dikenal sebagai burung yang cepat, lincah dan super gesit.

Apabila anda berniat untuk merawat atau memelihara burung tengkek, maka sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu cara – cara untuk merawatnya. Hal ini bertujuan agar burung tidak cepat mati dan bisa tumbuh dengan baik.

Jenis Burung Tengkek

Berdasarkan ulasan singkat mengenai burung tengkek diatas, maka tidak ada salahnya jika kita menambah pengetahuan terkait jenis – jenis dari burung tengkek yang dijelaskan sebagai berikut ini :

  1. Burung Tengkek Merah

Jenis yang pertama dari burung tengkek adalah burung tengkek merah. Jenis burung yang satu ini juga dikenal dengan istilah lain yaitu sangihe atau sangihe dwarf – kingfisher. Perlu anda ketahui bahwa jenis burung tengkek yang satu ini jumlahnya memang semakin terbatas, bahkan tengkek merah termasuk salah satu jenis burung endemik yang diketahui hanya hidup di Pulau Sangihe, Sulawesi Utara.

Ciri khas dari burung tengkek merah atau burung sangihe ini yaitu bagian tubuhnya terlihat cukup kecil, kurang lebih berukuran sekitar 13 cm. Selain itu ada pula ciri morfologi berupa bulu yang ada ditubuh burung tengkek merah yaitu didominasi dengan warna coklat kemerahan.

Karakteristik lainnya yang ada pada burung tengkek merah atau sangihe adalah warna ungu terang yang ada disekitar telinga. Selain itu bagian leher burung juga memiliki warna putih dan bagian punggung bawah serta ekornya berwarna biru.

  1. Burung Tengkek Biru

Burung tengkek biru merupakan jenis kedua dari burung tengkek. Umumnya ukuran tubuh atau badan dari burung ini hampir sama dengan jenis burung lainnya. Ukurannya sedang – sedang saja yaitu kurang lebih 14 cm. Ciri tubuh ditandai dengan bagian atas dan garis dada yang bewarna biru kehijauan dengan sangat mengilap.

Selain itu burung tengkek biru juga terdapat mahkota serta penutup sayap bergaris yang bewarna hitam kebiruan. Sedangkan untuk bagian kekang, tenggorokan, dan bagian perutnya memiliki warna putih. Ciri lain yang ada pada tengkek biru yaitu mempunyai iris berwarna coklat, paruh hitam, serta kaki merah terang.

Uniknya jika burung tengkek biru sedang menukik ke dalam aliran air maka akan muncul atau tampak bayangan biru kehijauan dari bulunya yang mirip dengan kilatan permata yang mempesona. Sebagai informasi bahwa tengkek biru lebih mneyukai makanan berupa ikan, walaupun tidak harus selalu diberi makan ikan.

Klasifikasi Burung Tengkek

Klasifikasi burung tengkek adalah nama – nama ilmiah dari burung tersebut yang diuraikan sebagai berikut ini :

Kingdom Plantae
Filum Chordata
Kelas Aves
Ordo Coraciiformes
Familii Alcedinidae
Genus Alcedo
Spesies A. coerulescens

Ciri Morfologi Burung Tengkek

Ciri morfologi burung tengkek menggambarkan karakteristik yang ada pada masing – masing bagian tubuh burung tersebut. Berikut dibawah ini merupakan karakteristiknya yang dijelaskan sebagai berikut:

  1. Tubuh

Tubuh burung tengkek menjadi ciri morfologi yang bisa dipelajari. Umumnya tubuh burung ini memiliki ukuran yang hampir sama dengan jenis burung lainnya yaitu sekitar 14 cm atau mungkin bisa lebih. Kemudian, burung ini juga mempunyai banyak warna pada bulu – buluny. Akan tetapi warna putih merupakan warna dominan yang berada di seluruh tubuhnya. Uniknya lagi bagian ekor dan sayap burung tengkek bewarna hitam dan biru laut yang terlihat menawan.

  1. Mata

Ciri morfologi kedua dari burung tengkek yaitu bagian mata. Sebagai informasi bahwa burung tengkek memiliki iris mata yang bewarna cokelat. Warna dan iris matanya juga terlihat begitu tajam. Sehingga tidak heran, jika mereka mempunyai pandangan yang begitu jelas ketika akan memburu mangsanya.

  1. Paruh

Karakteristik ketiga dari burung tengkek ialah bagian paruh. Umumnya burung tengkek memiliki paruh yang bewarna kehitam – hitaman. Bagian kaki pada burung ini juga memiliki warna yang indah yaitu kemerah – merahan.

Cara Berternaknya Burung Tengkek

Setelah mempelajari banyak hal dari burung tengkek mulai dari deskripsinya, jenis – jenisnya, klasifikasi, dan ciri morfologi. Maka saatnya kita mempelajari cara ternak burung tengkek yang dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut ini :

  1. Pilih indukan 

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk beternak burung tengekek adlaah pemilihan induk. Pada pross ini anda harus menentukan induk burung tengkek yang berkualitas. Salah satu kualitasnya bisa dilihat dari kesehatan, keaktifan burung, warna tubuhnya yang tidak kusam dan kicauan burung yang lantang.

Pemilihan induk merupakan langkah awal yang tidak boleh disepelekan. Apabila anda menginginkan hasil ternak bagus, maka induknya juga harus baik terlebih dahulu. Pastikan anda memilih induk yang berpasangan artinya yaitu induk jantan dan betina dan berasal dari jenis yang sama.

  1. Mempersiapkan kandang

Cara kedua untuk melkaukan ternak burung tengkek adalah mempersipakan kandang. Kandang memang bagian penting yang tidak boleh dilupakan. Pada dasarnya kandang adalah habitat buatan yang akan ditempati burung tengkek, sehingga kadang harus dibuat dengan sebaik – baiknya. Pastikan pula bahwa kandnag dibuat mirip dengan habitat asli burung tengkek, agar mereka nyaman berada dalam kandang tersbeut.

  1. Perjodohan burung

Langkah ketiga setelah induk dan kandang sudah dipersiapkan yaitu masa perjodohan burung. Beberapa cara harus dilakukan untuk melakukan proses perjodohan burung diantaranya yaitu menjadikan satu secara langsung antara burung tengkek yang jantan dan betina. Memang cara ini terlihat berbeda dari masa perjodohan burung pada umumnya yang harus memisahkan antara burung jantan dan betinanya. Namun masa perjodohan burung tengkek memang dilakukan dengan cara tersebut, yaitu menyatukan keduanya agar tahap pengenalan lebih cepat.

  1. Penetasan dan pengeraman telur

Apabila masa perjodohan berhasil maka burung tengkek jantan dan betina akan melakukan proses perkawinan yang terjadi dalam beberapa hari kemudian. Setelah proses perkawinan berhasil maka burung tengkek akan menghasilkan telur. Tahapan selanjutnya yaitu pengeraman telur tersebut hingga nantinya menjadi burung tengkek yang tumbuh dewsa.

Biasanya proses pengeraman telur ditandai jika burung mulai membuat sangkar. Sebagai informasi bahwa burung tengkek yang berjenis kelamin betina dapat menghasilkan telur dengan jumlah kurang lebih 2 – 7 butir telur. Proses pengeraman telur tersebut dilakukan sekitar 3 minggu lamanya. Hal lain yang harus diperhatikan apabila anda sedang berada pada tahap ini yaitu menyiapkan makanan yang dibutuhkan oleh indukan baik jantan ataupun betina.

  1. Perawatan anakan burung

Langkah selanjutnya, setelah telur selesai dierami dan sudah mulai menetas dengan sendirinya. Maka anda harus melakukan perawatan yang lebih intensif. Salah satu cara perawatan yang bisa dilakukan yaitu memberi pakan pada burung, diantaranya yaitu ikan – ikan yang ukurannya kecil, ulat hongkong, jangkrik, katak, kadal dan lain sebagainya.

Anda bisa memberikan pakan setiap hari 3 kali yaitu diwaktu pagi, siang, dan sore hari. Pastikan pula selain pakan anda juga bisa memberi burung tengkek multivitamin untuk menjaga kesehatannya.

Demikianlah artikel yang dapat dibagikan kepada seluruh kalangan terkait dengan materi burung tengkek: jenis, klasifikasi, ciri morfologi, dan cara berternaknya. Semoga saja dapat menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.