Ciri Cabai dan Manfaatnya Secara Umum

Diposting pada

Ciri dan Manfaat Cabai

Saat mendengar kata “cabai” apa yang terlintas dalam benak Anda? Pedas tentunya. Hal ini dikarenakan cabe mengandung zat kimia yang disebut capsaicin yang merangsang ujung saraf di selaput lendir Anda; itulah yang membuat rasa pedas ketika Anda memakannya. Varietas, kematangan tanaman dan kondisi pertumbuhan lokal menentukan seberapa panas cabai tersebut.

Di seluruh dunia, pada tahun 2016, 34,5 juta ton cabai hijau dan 3,9 juta ton cabai kering diproduksi. Cina adalah produsen cabai hijau terbesar di dunia, menyediakan setengah dari total produksi global. Lalu, bagaimana ciri-ciri dari tanaman cabai dan bagaimana pemanfaatannya? Untuk memperluas pengetahuan kita, artikel ini akan mengulas tentang karakteristik cabai dan kebunaannya.

Cabai

Tanaman cabai (chile, chile pepper, chilli pepper, atau  chilli), adalah buah tumbuhan dari genus Capsicum yang merupakan anggota dari famili Solanaceae. Cabai banyak digunakan sebagai bumbu masakan untuk menambah rasa pedas pada masakan.

Cabai berasal dari Meksiko. Setelah terjadinya Columbian Exchange, banyak kultivar cabai tersebar di seluruh dunia, digunakan untuk makanan dan obat tradisional.

Kultivar yang ditanam di Amerika Utara dan Eropa diyakini semuanya berasal dari Capsicum annuum, dan memiliki buah putih, kuning, merah atau ungu hingga hitam.

Pengertian Cabai

Cabai atau yang biasa kita kenal dengan nama lombok  merupakan sejenis sayuran buah semusim yang termasuk dalam anggota genus Capsicum yang banyak diperlukan oleh masyarakat sebagai penyedap rasa masakan.

Tanaman cabai memiliki dahan dan ranting yang ditumbuhi oleh buah dan bunga. Tanaman ini sangat tergantung pada banyaknya cabang dan ranting yang tumbuh pada batangnya, semakin banyak cabang dan ranting yang tumbuh, maka semakin banyak pula buahnya.

Klasifikasi tanaman cabai, yaitu:

  • Kingdom         : Plantae
  • Divisio             : Spermatophyta
  • Sub Divisio     : Angiospermae
  • Classis             : Dicotyledonae
  • Ordo                : Solanales
  • Familia            : Solanaceae
  • Sub Familia     : Solanaceae
  • Genus              : Capsicum
  • Spesies            : Capsicum frutencens L var. Cengek

Pengertian Cabai Menurut Para Ahli

Adapun definisi cabai menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Setiadi (2006)

Cabai adalah tanaman holtikultura yang cukup penting dan banyak dibudidayakan, terutama di Pulau Jawa. Cabai termasuk tanaman semusim (annual) yang berbentuk perdu, berdiri tegak dengan batang berkayu, dan banyak memiliki cabang. Tinggi tanaman dewasa antara 65‐120 cm. Lebar mahkota tanaman 50‐90 cm.

Tanaman cabai mudah dikenali, yaitu berupa tanaman perdu yang berkayu. Batang cabai sedikit mengandung zat kayu, terutama yang dekat dengan permukaan tanah, tanaman cabai adalah tanaman yang memproduksi buah yang mempunyai gizi yang cukup tinggi. Tanaman cabai selain sebagai sayuran juga dapat digunakan sebagai tanaman obat.

Ciri Tanaman Cabai

Berikut ini ciri-ciri tanaman cabai diantaranya adalah;

Akar Tanaman Cabai

Tanaman cabai memiliki akar yang bentuk serabut, dengan banyak cabang akar dan serabut pada permukaan tanah. Akar tanaman ini hanya bisa menembus tanah dangkal, inti akar hanya bisa menembus kedalaman tanah sedalam 25-40 cm.

Batang Tanaman Cabai

Tanaman cabai berbentuk perdu yang berdiri tegak dan bertajuk lebar. Tanaman ini memiliki banyak cabang, pada setiap cabang tersebut akan muncul bunga yang pada akhirnya berkembang menjadi buah. Makna batang tanaman cabai berbentuk bulat memanjang dengan ketinggian beragam tergantung varietas atau jenisnya.

Daun Tanaman Cabai

Tanaman cabai memiliki daun yang berbentuk berbentuk lonjong dengan bagan ujung runcing dan tulang daun menyirip. Panjang daun sekitar  4-8 cm dan lebarnya sekitar 2-4 cm. Akan tetapi, hal ini bervariasi, misalnya pada tanaman cabai rawit yang mempunyai bentuk daun yang agak berbeda dari jenis yang lainnya. Bentuk daun cabai rawit agak sedikit bulat. Warna daun tanaman cabai yaitu hijau sampai hijau tua.

Bunga Tanaman Cabai

Arti bunga pada tanaman cabai berada disela-sela ranting atau menggantung.  Mahkota bunga berwarna putih dan mempunyai  4-6 kelopak bunga. Panjang bunga sekitar  1-15 cm dan lebarnya sekitar 0,5 cm. Panjang tangkainya sekitar 0,5 cm, kepala putik agak berwarna ungu dan kepala sari berwarna biru ungu atau biru muda. Panjang tangkai sari sekitar 0,5 cm.

Buah Tanaman Cabai

Pengertian buah pada tanaman cabai berbentuk bulat lonjong dengan ujung runcing. Bentuknya pun beragam, ada yang berbentuk kecil dan besar. Pada umumnya buah cabai yang masih muda tidak terasa pedas dan barulah ketika sudah tua atau masak akan memberikan rasa yang pedas dan menyengat.

Akan tetapi, ada beberapa jenis tanaman cabai yang tidak berasa pedas meskipun buahnya telah masak bahkan cenderung tawar dan manis. Umumnya cabai yang berbiji banyak akan sangant berasa pedas.

Biji Tanaman Cabai

Buah cabai yang sudah tua dan cukup umur akan menghasilkan definisi biji didalamnya, yang berbentuk bulat dan pipih berwarna putih kekuningan. Biji-biji tersbeut akan tumbuh didalam buah cabai atau lebih spesifiknya pada bagian plasntea berwarna putih.

Rasa pedas dari cabai pada dasarnya dihasilkan dari bagian bijinya. Biji-biji cabai inilah yang nantinya berfungsi sebagai alat untuk berkembang biak.

Perkembangbiakan Tanaman Cabai

Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa tanaman cabai berkembang biak dengan menggunakan biji. Waktu tanam cabai yang baik untuk lahan kering yaitu pada akhir musim hujan (Maret-April). Untuk mendapatkan harga cabai yang tinggi, dapat juga dilakukan pada bulan Oktober dan dipanen pada bulan Desember, meskipun ada risiko kegagalan.

Biji tanaman cabai yang akan ditanam haruslah dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit. Buah cabai diseleksi terlebih dahulu kemudian dijemur hingga kering. Apabila mendapatkan panas yang cukup, maka dalam lima hari bisa kering kemudian baru diambil bijinya: Untuk areal satu hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg buah cabai (300-500 gr biji).

Tempat Hidup Tanaman Cabai

Di daerah tropis, budidaya cabai dilakukan di tegalan atau area persawahan, dataran rendah hingga dataran tinggi. Tanah yang paling ideal untuk tanaman cabai yaitu yang memiliki kandungan bahan organic cukup dan mempunyai pH sekitar 6,0-6,5.

Tanahnya berupa tanah andosol sebab kaya akan bahan organik. Penambahan pupuk kandang dan kompos ketika pengolahan tanah dilakukan atau sebelum penanaman dapat memperbaiki struktur tanah dan mengatasi tanah yang kurang subur atau kekurangan unsur hara.

Curah hujan ideal untuk tanaman cabai, yaitu 600-1.250 mm/tahun atau 50-105 mm/bulan, dengan kelembaban ideal yaitu antara 70-80%, terutama pada masa pembentukan bunga dan buah. Kelembapan yang tinggi bisa dikurangi dengan mengatur jarak tanam dan menyiangi gulma. Cabai bisa beradaptasi dengan baik pada suhu 24-27ºC.

Tanaman cabai tentu saja membutuhkan sinar matahari untuk pertumbuhan dan produksinya. Intensitas cahaya matahari yang paling ideal untuk cabai yaitu antara 60-75%. Lama penyinaran pun turut berpengaruh. Untuk tanaman cabai yang berada digaris khatulistiwa, lama penyinaran matahari yaitu 10-12 jam sehari.

Pertumbuhan yang Baik (Subur dan Sehat) pada Tanaman Cabai

Pertumbuhan tanaman cabai yang sebur dan sehat ditandai oleh beberapa hal, yaitu:

  1. Tumbuhnya batang tidak saling membengkok terlalu curam ke arah bawah;
  2. Daunnya serta bunga tidak mudah rontok, serta pada bagian tepi daun tidak keriting, daunnya berwarna hijau cerah, daun juga tidak menguning, daunnya sangat lebat;
  3. Akarnya kokoh, sepintas jika diamati maka akan menopang kuat bagian organ lain di atasnya;
  4. Batangnya memiliki berkas dipermukaannya berwarna agak hijau kecokelatan;
  5. Muncul bunga-bunga yang disertai dengan munculnya buah dalam jumlah banyak;
  6. Tinggi tanaman cabai paling ideal dengan pertumbuhan oke (tanaman telah berbuah) adalah 50 cm ke atas.
  7. Buahnya berwarna tajam dan segar, tidak terdapat penyakit pada buahnya.

Rasa Pedas Tanaman Cabai

Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa rasa pedas tanaman cabai dikarenakan adanya kandungan zat yang disebut capsaicin. Capsaicin adalah penghambat potensial zat P, yaitu neuropeptida yang terkait dengan proses inflamasi. Semakin panas cabai, semakin banyak capsaicin yang dikandungnya.

Capsaicin sedang dipelajari sebagai pengobatan yang efektif untuk gangguan serat saraf sensorik, termasuk rasa sakit yang terkait dengan radang sendi, psoriasis, dan neuropati diabetes.

Kandungan Vitamin Tanman Cabai

Tanaman cabai memiliki kandungan vitamin A dan vitamin C. Bahkan diketahui bahwa kandungan Vitamin C pada tanaman cabai lebih tinggi dibandingkan tanaman jeruk, yaitu disinyalir mengandung sekitar 69,7 mg vitamin C. Michael Wald, MD, direktur layanan nutrisi di Integrated Medicine of Mount Kisco, New York juga mengungkapkan hal tersebut, bahwa cabai merupakan tanaman yang sarat vitamin C.

Selain vitamin C, cabai juga mengandung flavonoid dan bioflavonoid yang mendukung vitamin C bekerja dengan baik bagi tubuh.

Jenis-Jenis Tanaman Cabai

Berikut ini jenis-jenis cabai yang digunakan untuk keperluan konsumsi, antara lain:

  1. Cabai Besar (Capsium annum L) Varietas cabai besar diantaranya yaitu:
    Cabai besar merah : Bentuknya lonjong panjang dengan ujung melancip; Kulit buah mulus dan agak tebal seperti memiliki lapisan lilin.
    Cabai merah keriting : Bentuknya panjang dengan diameter yang kecil, ujungnya lancip cenderung runcing; Kulit buah tidak mulus tapi bergelombang atau keriting; Kulit buah relatif tipis.
    Cabai hijau:Ini sebenarnya adalah cabe merah besar atau cabe merah keriting yang dipanen saat masih hijau.
  2. Cabai Rawit (Capsium frutescens) Cabai rawit berukuran mini, dengan panjang sekitar 2-4 cm. Cabai ini relative lebih pedas dibandingkan cabai besar, meskipun ada beberapa varietas yang kurang pedas. Warna cabe rawit beragam, misalnya hijau, merah, kuning hingga oranye. 

Manfaat Tanaman Cabai

Cabai merupakan salah satu komoditi sayuran yang bernilai ekonomi cukup tinggi dibanding sayuran lainya. Cabai memiliki banyak manfaat atau kegunaan dalam kehidupan manusia. Pada umumnya,tanaman ini dikonsumsi atau diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk bahan penyedap berbagai macam bahan masakan.

Bahkan cabai dianggap sebagai salah satu bumbu terbaik yang digunakan di dapur. Misalnya cabai merah dikeringkan untuk menjadi bubuk baik yang digunakan dalam masakan vegetarian dan non-vegetarian. Karena penggunaannya yang universal, ini dikenal sebagai “Ratu Bumbu”.

Selain itu, cabai juga banyak digunakan sebagai bahan baku industri makanan,sebagai penghasil minyak atsiri dan bahan ramuan obat tradisional. Cabai juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik.

Cabai dipenuhi dengan antioksidan untuk penggerusan radikal bebas. Penelitian juga menunjukkan bahwa capsaicin pada cabai menunjukkan sifat antivirus dan antibakteri. Aplikasi topikal terbukti dari cabai termasuk krim, gel, lotion dan patch untuk meringankan nyeri sendi dan saraf yang sering dikaitkan dengan osteoarthritis dan neuropati diabetes. Di masa depan, ada kemungkinan bahwa suntikan capsaicin dapat menggantikan injeksi kortison.

Capsaicin memiliki beberapa kegunaan medis lainnya, termasuk:

  • Menurunkan tekanan darah
  • Menurunkan kolesterol serum
  • Bekerja sebagai antikoagulan
  • Mengobati herpes
  • Menghilangkan sakit perut
  • Mengobati herpes zoster.

Nah, demikianlah serangkaian artikel yang telah kami tuliskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan ciri-ciri cabai dan manfaatnya secara umum. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *