Ciri-Ciri Dolomit dan Dosisnya

Diposting pada

Ciri Dolomit

Dolomit ialah mineral (kalsium magnesium karbonat) dengan komposisi kimia CaMg (CO3). Ini merupakan komponen utama dari batuan sedimen yang dikenal sebagai dolostone dan batuan metamorf  yang dikenal sebagai marmer dolomit. Sehingga dalam kajiannya dolomit ini memiliki ciri fisik yang unik dibadingkan dengan lainnya.

Pengertian Dolomit Menurut Para Ahli

Adapun definisi dolomit menurut para ahli, antara lain:

  1. Web MD, Dolomite adalah jenis batu kapur. Kaya akan magnesium dan kalsium karbonat. Ini juga memiliki jumlah mineral lain yang lebih sedikit. Orang menggunakan dolomit sebagai suplemen kalsium dan magnesium, karena dolomit merupakan sumber kalsium karbonat dan magnesium yang baik.
  2. Wikipedia, Dolomit merupakan suatu mineral karbonat anhidrat yang terbentuk dari kalsium magnesium karbonat, idealnya yaitu CaMg(CO3)2. Istilah tersebut juga digunakan untuk merujuk pada suatu sedimen batuan karbonat yang sebagian besar terbentuk dari mineral dolomit. Sebuah nama alternatif yang kadang-kadang digunakan untuk jenis batuan dolomitik ialah dolostone.

Ciri Dolomit

Adapun untuk beberapa ciri fisik yang kemudian menjadi manfaat dolomit dalam pertanian dan industri, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Memiliki klasifikasi chemical karbonat
  2. Dolomit senantiasa memiliki beberapa warna diantaranya yaitu tidak berwarna, putih, merah muda, hijau, abu-abu, coklat, dan hitam
  3. Memiliki garis-garis warna putih
  4. Tekstur yang ada di dalam dolimit seperti mutiara dan tembus pandang, serta mempunyai belahan tiga arah yang sempurna
  5. Kekerasan dolimit ini terjadi antara 3.5 hingga 4
  6. Berat jenias untuk batuan dalam dolimit antara 2.8 hingga 2.9
  7. Memiliki komposisi kimia CaMg (CO3)

Dolomit kerapkali dianggap sangat mirip dengan mineral kalsit, padahal keduanya berbeda. Perbedaan keduanya yaitu sebagai berikut;

  1. Kalsit terdiri atas kalsium karbonat (CaCO3), sedangkan dolomit merupakan kalsium magnesium karbonat (CaMg (CO3)2). Kedua mineral ini merupakan pasangan yang paling umum dalam identifikasi di laboratorium.
  2. Kalsit mempunyai tingkat kekerasan 3, sedangkan dolomit sedikit lebih keras daripada kalsit, yaitu 3,5 sampai 4.
  3. Kalsit sangat reaktif terhadap asam klorida dingin, sedangkan dolomit mempunyai reaksi yang lemah terhadap asam klorida dingin.

Itulah tadi penjelasan lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan ciri fisik dolomit yang mudah ditemukan dalam berbagai bidang. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *