Ciri Tanaman Gandum dan Penjelasannya

Diposting pada

Ciri Tanaman Gandum

Semua media tanaman dalam arti biji-bijian memulai kehidupan sebagai biji-bijian utuh. Dalam keadaan alami mereka yang tumbuh di ladang, biji-bijian adalah seluruh benih tanaman. Benih ini juga disebut “kerne”. Salah satu biji-bijian yang memiliki beragam manfaat yaitu gandum. Gandum adalah tanaman sereal yang paling banyak dibudidayakan di dunia.

Gandum telah menjadi biji-bijian favorit banyak perusahaan karena keragaman yang disediakannya dalam aplikasi kuliner. Gandum adalah sumber karbohidrat yang penting. Secara global, ini adalah sumber protein nabati terkemuka dalam makanan, memiliki kandungan protein sekitar 13%, yang relatif tinggi dibandingkan dengan sereal utama lainnya, tetapi relatif rendah dalam kualitas protein untuk memasok asam amino esensial. Ketika dimakan sebagai biji-bijian utuh, gandum adalah sumber nutrisi berganda dan serat makanan.

Tanaman Gandum

Gandum adalah salah satu tanaman sereal tertua dan paling penting.  Gandum adalah salah satu tanaman pangan domestik pertama dan selama 8.000 tahun telah menjadi makanan pokok dari peradaban utama Eropa, Asia Barat dan Afrika Utara.

Saat ini, gandum ditanam di lebih banyak lahan daripada tanaman komersial lainnya dan terus menjadi sumber biji-bijian makanan paling penting bagi manusia. Produksinya memimpin semua tanaman, termasuk beras, jagung, dan kentang.

Ciri Gandum

Berikut ini beragam ciri-ciri dari klasifikasi tanaman gandum, antara lain:

Akar

Tanaman gandum memiliki sistema perakaran serabut seperti tanaman dari family Gramineae lainnya. Yang akarnya tumbuh secara normalitas sesuai dengan keinginannya. Meskipun tidak panjang, akar gandum ini cenderung berbentuk melingkar.

Batang

Tanaman gandum memiliki batang yang beruas dan berongga seperti halnya tanaman pad. Ruas batangnya berjumlah 6.

Daun

Tanaman gandum memiliki daun yang tumbuh secara tegak dan melengkung, ini tergantung varietasnya, dan berbentuk menggaris seperti pita. Daun gandum yang sudah tua akan melengkung ke bawah dan mongering.

Bunga

Tanaman gandum memiliki arti bunga yang jenisnya majemuk. Kumpulan bunga atau yang disebut spikelet bertumpuk satu sama lain pada bagian malai, dan tiap-tiap spikelet terdiri atas beberapa bulir dan kulit ari. masing-masing bulir memiliki batang yang berukuran sangat kecil. Tiap-tiap spikelet tersebut dapat menghasilkan diji sekitar 2-3 butir.

Tanaman gandum termasuk tanaman yang bisa melakukan penyerbukan sendiri (self polinatuin), dan bunga akan mekar secara normal beberapa hari setelah malai muncul. Pembungaan pada tanaman gandum sangat dipenharuhi oleh musim, ketika musim dingin tiba, pembungaan terjadi sangat lambat.

Biji

Tanaman gandum memiliki definisi biji atau kernel yang bentuknya bulat oval dengan panjang sekitar 6-8 mm dan memiliki diameter sekitar 2-3 mm, serta beratnya 35-50 mg. Biji gandum memiliki tekstur yang keras sebagaimana biji serealia lainnya. Biji ini terdiri atas 3 bagian, yaitu:

  • Bran (bagian kulit)

Bran adalah kulit luar gandum yang teksturnya keras. Bran memiliki fungsi sebagai lapisan pelindung bagian dalam gandum. Bagian ini beratnya sekitar 14,5% dari total berat gandum. Bran terdiri atas 6 lapisan yaitu epidermis (3,0%), hipodermis (0,9%), epikarp (0,9%), endokarp (0,9%), testa (0,6%), dan aleuron (9%).

  • Endosperma

Endosperma adalah bagian yang terbesar dari biji gandum (80-83%). Ketika proses penggilingan, bagian endosperma inilah yang diambil sebanyak-banyaknya untuk diolah menjadi tepung terigu dengan tingkat kehalusan tertentu (Belderok et al., 2000).

Endosperma berisi cadangan makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan bibit, kaya akan zat tepung yang menghasilkan energi.

  • Lembaga atau intisari gandum

Lembaga adalah embrio dalam tanaman gandum. Persentasenya mencapai 2,5-3% dari biji gandum utuh.

Adaptasi Terhadap Kondisi Tanah

Gandum dapat dibudidayakan di berbagai tanah dan dapat berhasil ditanam di sebagian besar dunia, mulai dari ketinggian permukaan laut hingga lebih dari 3.050 meter (10.000 kaki), atau dengan kata lain gandum bisa mentolerir berbagai macam tanah, tapi tidak tahan terhadap banjir sama sekali.

Akan tetapi, gandum biasanya dibudidayakan di atas dataran dan kadang-kadang di atas lereng yang bergulir. Lahan gandum terbesar di dunia adalah padang rumput beriklim sedang di Steppes, Prairies, Pampas dan Australian Downs.

Persyaratan Iklim Tanaman Gandum

Gusmayanti (2000) mengemukakan bahwa tanaman gandum memiliki persayaratan iklim untuk bisa tumbuh dengan baik. Variabel iklim yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman gandum adalah suhu dan curah hujan, terutama selama masa pertumbuhan.

Kedua varibel inilah yang merupakan faktor lingkungan fisik utama yang membatasi cocok atau tidaknya suatu lokasi untuk menananm gandum.

Suhu

Gandum merupakan tanaman subtropik dan beriklim sedang, sehingga jika ditanam di daerah tropis gandum lebih sesuai/cocok di daerah pegunungan yang memilihi suhu udara hamper sama dengan daerah sub tropik, terutama suhu udara ketika musim semi di negara subtropik.

 Suhu dapat menjadi faktor pembatas utama produksi dan adaptasi tanaman gandum, terutama jika suhu udara yang ekstrim terjadi  bertepatan dengan fase kritis perkembangan tanaman. Suhu udara minimum  bagi tanaman gandum yaitu 5°C, sedangkan suhu maksimum yaitu 37,2°C. Suhu optimum bagi pertumbuhan gandum berkisar antara 25°C-30°C.

Curah Hujan

Gandum merupakan tanaman mesophyta yang bisa tumbuh dengan baik pada daerah dengan kisaran curah hujan yang lebar, baik didaerah-daerah semiarid maupun didaerah humid. Di Amerika, khususnya didaerah  penghasil utama untuk hard red spring wheat curah hujan tahunan berkisar antara 250 mm-750 mm, 75% dari curah hujan tersebut turun pada waktu masa pertumbuhan.

Sedangkan  di daerah lainnya, misalnya Ohio, Indiana, sebagai penghasil utama soft red winter wheat, curah hujan tahunannya berkisar antara 875mm- 1125 mm (Willson, 1955 dalam Satari et. al., 1976). Di India gandum bisa tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki curah hujan rata-rata 1500 mm per tahun.

Sedangkan di Indonesia petani menanam gandum pada curah hujan tahunan 1500 mm 2000 mm di Jawa Timur, dan di atas 2000 mm di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Stress air pada fase sebelum antheis bisa mengakibatkan penurunan biomas bulir sekitar 58-94% dibanding dengan tanaman yang cukup mendapatkan air.

Radiasi Matahari

Intensitas radiasi matahari berpengaruh terhadap jumlah karbohidrat yang dihasilkan melalui proses fotosintesis, sehingga jumlah malai per satuan luas, jumlah bulir isi per malai dan bobot rata-rata gabah dipengaruhi oleh penerimaan radiasi. Produk asimilasi ini pada waktu  pengisian bulir ditranslokasikan dari daun ke dalam bulir

Nah, demikianlah serangkaian artikel yang telah kami ulas secara mendalam kepada segenap pembaca terkait dengan karakteristik dari tanaman gandum dan syarat tumbuhnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan penjelasan yang lengkap. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *