Ciri Kacang Tanah dan Manfaatnya Secara Umum

Diposting pada

Morfologi Kacang Tanah

Kacang tanah atau dikenal juga dengan kacang monyet (Inggris), dan secara taksonomi digolongkan sebagai Arachis hypogaea. Kacang tanah memiliki cita rasa dan profil nutrisi yang mirip dengan kacang pohon, seperti kacang walnut dan almond. Kacang tanah termasuk famili botani Fabaceae; ini juga dikenal sebagai Leguminosae, dan umumnya dikenal sebagai famili kacang, atau kacang polong. Seperti kebanyakan legum lainnya, kacang tanah mengandung bakteri pengikat nitrogen simbiotik dalam nodul akar.

Kapasitas untuk memperbaiki nitrogen ini berarti kacang tanah membutuhkan lebih sedikit pupuk yang mengandung nitrogen dan juga meningkatkan kesuburan lahan pertanian. Kacang tanah memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan jenis kacang lainnya. Jenis kacang yang satu ini memiliki manfaat yang beragam pula. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan dalam artikel ini.

Kacang Tanah

Berdasarkan sejarahnya, kacang tanah berasal dari Amerika Selatan tepatnya yaitu Brazillia. Akan tetapi, kini kacang tanah telah menyebar ke seluruh dunia yang beriklim tropis atau subtropics. Kacang tanah memasuki wilayah Indonesia pada abad ke-17, yang diperkirakan dibawa oleh para pedagang dari Spanyol, Cina, atau Portugis saat melakukan pelayaran dari Meksiko ke Maluku setelah tahun 1597.

Pada tahun 1863, Holle memasukkan Kacang Tanah dari Inggris dan pada tahun 1864, Scheffer memasukkan pula Kacang Tanah dari Mesir, Republik Rakyat Tiongkok dan India, yang kini merupakan penghasil kacang tanah terbesar dunia.

Ciri Kacang Tanah

Berikut ini adalah serangkaian karakteristik kacang tanah, antara lain:

  1. Akar kacang Tanah

Kacang tanah memiliki sistem perakaran yaitu akar tunggang dengan akar cabang yang tumbuh tegak lurus pada akar tunggang tersebut. Akar cabang ini memiliki akar-akar sifatnya sementara dan memiliki fungsi sebagai alat penyerap.

Akar-akar tersebut bisa mati dan bisa juga menjadi akar yang permanen (tetap). Jika menjadi akar tetap, maka akan berfungsi kembali untuk penyerap makanan. Terkadang polongnya memiliki alat penghisap seperti bulu akar yang dapat menyerap makanan. 

  1. Batang Kacang Tanah

Kacang tanah memiliki arti batang yang berukuran pendek dan berbuku-buku. Pada mulanya, batang tersebut tumbuh tunggal. tapi semakin lama akan tumbuh cabang-cabang sehingga seolah-olah berumpun. Tinggi batang tersebut sekitar 30 sampai dengan 50 cm atau bisa lebih tinggi tergantung pada jenis varietasnya.

  1. Daun Kacang Tanah

Kacang tanah memiliki daun majemuk bersirip genap, yang terdiri atas empat anak daun dengan tangkai daun agak panjang. Helaian anak daun berfungsi untuk menerima cahaya matahari sebanyak-banyaknya.

Daun kacang tanah akan mulai gugur ketika akhir masa pertumbuhan dan dimulai dari bagian bawah. Selain berkaitan dengan umur, gugurnya dedaunan kacang tersebut kadang disebabkan karena faktor penyakit.

  1. Bunga Kacang Tanah

Kacang tanah memiliki makna bunga yang biasanya keluar dari ketiak daun. Bentuk bunganya seperti kupu-kupu dengan mahkota bunga warna kekuningan dan bendera mahkota yang bergaris-garis merah pada pangkalnya. Setiap bunga seolah-olah memiliki tangkai panjang berwarna putih. Sebenarnya itu bukan tangkai bunga tapi tabung kelopak.

Bunga kacang tanah hanya berumur satu hari, mekar di pagi hari dan layu pada sore hari. Bunga kacang tanah bisa melakukan penyerbukan sendiri. Penyerbukan tersebut terjadi sebelum bunga mekar.

Sepanjang malam tabung kelopak akan tumbuh memanjang dan sebelum mencapai panjang maksimum yaitu sekitar 7 cm, biasanya penyerbukan sudah terjadi. Beberapa jam setelahnya, barulah terjadi pembuahan. Penyerbukan juga bisa dilakukan oleh alam, tapi dengan persentase yang sangat kecil, kira-kira hanya 0,5 persen.

  1. Buah kacang Tanah

Kacang tanah memiliki arti buah berupa polong. Polong tersebut terbentuk setelah terjadi pembuahan. Setelah terjadi pembuahan, bakal buah akan tumbuh memanjang. Bagian inilah yang disebut dengan ginofora yang nantinya akan menjadi tangkai polong.

Awalnya ujung ginofora yang runcing mengarah ke atas. Setelah mengalami pertumbuhan, ginofora tersebut akan mengarah ke bawah dan selanjutnya masuk ke dalam tanah. Ketika ginofora menembus tanah, hujan akan sangat membantu.

Setelah polong terbentuk, ginofora sudah tidak mengalami pertumbuhan memanjang. Panjang ginofora bisa mencapai 18 cm. Ginofora yang terbentuk pada cabang bagian atas tidak bisa masuk ke dalam tanah sehingga tidak dapat membentuk polong. Pada setiap polong terdapat 1 sampai 4 biji kacang tanah.

  1. Biji Kacanag Tanah

Kacang tanah memiliki biji dengan warna yang bermacam-macam; ada yang putih, merah, ungu, dan kesumba. Kacang tanah yang paling baik ialah yang berwarna kesumba. Biji kacang tanah berbentuk agak bulat atau lonjong. Pada umumnya biji ini berfungsi sebagai alat kembang biak tanaman kacang tanah secara generatif.

  1. Kandungan Nutrisi Kacang Tanah

Berikut adalah fakta nutrisi untuk 3,5 ons (100 gram) kacang tanah mentah: kalori 567, air 7%, protein 25,8 gram, karbohidrat 16,1 gram, gula: 4,7 gram, serat: 8,5 gram, lemak 49,2 gram. Rincian kandungan lemak pada kacang tanah yaitu lemak jenuh 6,28 gram, lemak tak jenuh tunggal 24,43 gram, lemak tak jenuh ganda 15,56 gram, omega-6: 15,56 gram.

  1. Hama dan Penyakit Kacang Tanah

Jenis hama tanaman yang menyerang kacang tanah diantaranya yaitu uret atau embuk, ulat grayak atau ulat daun, ulat tanah, ulat jengkal, hama kutu putih, cabuk (jenis kutu-kutuan). Penyakit yang menyerang kacang tanah diantaranya yaitu layu bakteri, bercak daun cescospora, penyakit belang (mottle), busuk batang.

Manfaat Kacang Tanah

Berikut ini beberapa manfaat kacang tanah bagi kesehatan, antara lain:

  1. Kacang Meningkatkan Kesehatan Jantung

Sebuah tim peneliti menemukan bahwa pada lebih dari 200.000 orang di seluruh dunia, mereka yang secara teratur makan kacang jauh lebih kecil kemungkinannya meninggal karena penyakit jantung.

Kacang tanah (dan kacang-kacangan lainnya, secara umum) dapat menurunkan kadar kolesterol jahat. Kolesterol jahat menyebabkan perkembangan plak pada pembuluh darah, dan kacang tanah bisa mencegahnya. Kacang tanah juga mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

Resveratrol dalam kacang tanah juga membantu memerangi penyakit jantung. Kacang tampaknya memiliki efek kardioprotektif yang sama seperti kacang lainnya. Asupan kacang tanah secara teratur juga menurunkan trigliserida, yang selanjutnya meningkatkan kesehatan jantung. Efek ini dapat dikaitkan dengan kandungan asam lemak tak jenuh tunggal, folat, dan magnesium.

  1. Dapat Menurunkan Kadar Gula Darah

Kacang tanah memiliki skor GI 14. Pada skala 100 poin, sedangkan GI kacang 14, GL (Glycemic Load atau muatan glikemik, yang memberi tahu apa yang akan dilakukan makanan tertentu terhadap kadar gula Anda) hanya 1. Ini berarti menambahkan kacang atau selai kacang ke dalam makanan tidak meningkatkan kadar gula darah. Memasukkannya bersama dengan makanan tinggi GL (seperti segelas jus) dapat menstabilkan kadar gula darah.

Serat dalam kacang tanah juga membantu menurunkan kadar gula darah. Mereka juga mengandung magnesium dan minyak sehat lainnya yang sebagian besar tidak mempengaruhi kadar glukosa darah Anda.

  1. Dapat Mencegah Kanker

Asupan kacang yang tinggi (termasuk kacang-kacangan lainnya) telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal. Isoflavon, resveratrol, dan asam fenolik dalam kacang dapat mengurangi risiko kanker.

Asupan kacang juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara pascamenopause. Di antara orang dewasa Amerika yang lebih tua, kacang tanah juga ditemukan untuk mencegah kanker lambung dan kerongkongan. Ketika dilakukan perbandingan, orang yang tidak mengonsumsi kacang memiliki risiko tertinggi terkena kanker ini.

  1. Mencegah Batu Empedu

Konsumsi kacang tanah terkait dengan penurunan risiko batu empedu. Pria yang mengonsumsi 5 unit kacang atau lebih (termasuk kacang tanah) seminggu memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit batu empedu. Wanita yang mengonsumsi 5 unit kacang atau lebih dalam seminggu mengalami penurunan risiko kolesistektomi (pengangkatan kantong empedu).

  1. Meringankan Gejala Sindrom Ovarium Polikistik (Symptomps Of Polycystic Ovarian Syndrome)

Ada sedikit penelitian tentang ini, tetapi beberapa sumber menyarankan bahwa asupan kacang tanah bisa menjadi metode yang efektif untuk mengobati PCOS. Alasannya bisa karena banyaknya lemak tak jenuh tunggal yang terdapat pada kacang tanah.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang sudah kami tuliskan serta jabarkan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan beragam ciri-ciri kacang tanah dan manfaatnya secara umum. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *