Ciri Kakao dan Manfaatnya Secara Umum

Diposting pada

Ciri Kakao dan Manfaatnya

Tanaman kakao merupakan salah satu tanaman tahunan yang termasuk dalam kelompok tanaman caulofloris, yaitu tanaman yang bunga dan buahnya muncul pada batang dan cabang. Selain ciri tersebut, tanaman kakao juga memiliki ciri-ciri lain yang dapat dikenali dari morfologi tanamannya, kandungan nutrisi, persyaratan tempat tumbuh, dan lain-lain.

Tanaman Kakao

 Kata “cocoa” berasal dari bahasa Spanyol yaitu dari kata cacao, yang berasal dari kata Nahuatl cacahuatl. Kata Nahuatl, pada gilirannya, ini berasal dari kata kakawa yang direkonstruksi Proto Mije-Sokean. Yang kini banyak negara yang sudah menanam kakao.

Produsen utama kakao selain Amerika tengah, Brasil dan Ekuador adalah Afrika Barat dan Asia, termasuk Indonesia dan Malaysia.

 Ciri Kakao

 Berikut ini karakteristik morfologi tanaman kakao, antara lain:

Akar

Tanaman kakao memiliki akar tunggang yang pertumbuhannya bisa mencapai 8 meter kea rah samping dan 15 meter ke arah bawah. Akar lateral tanaman kakao sebagain besar perkembangannya dekat permukaan tanah, yaitu pada jarak sekitar 0 sampai dengan 30 cm.

Penyebaran akarnya  yaitu meliputi 56% akar lateral tumbuh pada bagian 0-10 cm, 26% pada bagian 11-20 cm, 14% pada bagian 21 sampai dengan 30 cm dan hanya 4% yang tumbuh dari bagian lebih dari 30 cm dari permukaan tanah. Akar lateral kakao bisa menjangkau jauh di luar proyeksi tajuk. Ujung akarnya membentuk cabang-cabang kecil yang susunannya tidak teratur (Siregar dan Syarif, 1989)

Batang

Tanaman kakao yang diperbanyak dengan biji, pada awal masa pertumbuhannya akan membentuk arti batang utama sebelum tumbuh cabang-cabang primer, yang biasa disebut dengan jorket (jorquette), dengan ketinggian ideal yaitu sekitar 1,2-1,5 meter dari permukaan tanah. Jorket tidak terdapat pada kakao yang diperbanyak secara vegetatif.

Jika dilihat dari segi pertumbuhannya, cabang pada tanaman kakao bisa dibedakan menjadi dua, yaitu cabang yang tumbuh ke atas (orthotrop) dan cabang yang tumbuh ke samping (plagiotrop). Dari batang dan kedua jenis cabang inilah tumbuh tunas-tunas air (chupon) yang banyak menyerap energi, sehingga apabila dibiarkan tumbuh akan mengurangi pembungaan dan pembuahan (susanto, 1995)

Daun

Tanaman kakao memiliki daun berwarna hijau yang berupa daun tunggal, yaitu pada tangkai daun hanya ada satu helai daun. Bentuk tangkai daunnya adalah bulat oval, dan bangunnya memanjang. Ujung dan pangkal daunnya meruncing, sedangkan tepi daunnya merata.

Tulang daun tanaman kakao tersusun menyirip, yang berarti bahwa tulang daun tersusun atas tangkai daun, dan ibu tulang berjalan dari pangkal ke ujung.

Bunga

Tanaman kakao memiliki bunga yang tergolong bunga sempurna, artinya terdiri atas kelopak daun sebanyak 5 helai dan benang sari sebanyak 10 helai. Arti bunga dalam jenis tumbuhan perkbunan ini memiliki dimeter kira-kira 1,5 cm, yang disangga oleh tangkai bunga yang panjangnya 2 sampai dengan 4 cm. Tanaman yang satu ini memiliki bunga berwarna putih agak kemerah-merahan dan tidak berbau (Heddy, 1990).

Tanaman kakao bersifat kauliflori, yang berarti bahwa bunga tumbuh dan berkembang dari bekas ketiak daun pada batang dan cabang. Tempat tumbuh bunga tersebut semakin lama akan semakin membesar dan menebal atau biasa disebut dengan bantalan bunga (Lukito,2010).

Dalam keadaan normal, tanaman kakao bisa menghasilkan bunga sebanyak 6000–10.000 pertahun. Akan tetapi hanya sekitar 5 % yang bisa menjadi buah.

Buah

Tanaman kakao memiliki buah yang bentuknya bulat hingga memanjang sekitar 10-30 cm. Buah kakao berupa buah buni, yaitu memiliki daging biji sangat lunak. Kulit buah memiliki 10 alur yang tebalnya 1 sampai dengan 2 cm. Buah kakao pada umumnya memiliki 3 macam warna, yaitu pada waktu muda berwarna hijau muda sampai hijau tua, setelah masak menjadi kuning, merah serta campuran antara merah dan hijau.

Biji

Tanaman kakako terangkai pada plasenta yang tumbuh dari pangkal buah di bagian dalam. Biji kakao dilindungi oleh salut biji (aril) yang lunak berwarna putih, yang dalam istilah pertanian disebut pulp. Pulp bisa menghambat perkecambahan.

Arti biji yang akan digunakan agar tidak rusak jika pulp tidak dibuang karena didalam penyimpanan akan terjadi proses fermentasi sehingga dapat merusak biji (Siregar dan Syarif, 1989).

Manfaatnya Secara Umum

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kakao dijadikan sebagai bahan utama untuk membuta coklat. Coklat inilah yang nantinya akan diolah menjadi beragam bentuk makanan dan minuman. Kakao sendiri, berdasarkan kandungan nutrisi yang tersimpan di dalamnya, memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, antara lain:

Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Dirk Taubert dalam penelitian ini telah menemukan bahwa mengkonsumsi makanan yang mengandung kakao membantu menurunkan tingkat tekanan darah pada sejumlah kecil sampel partisipan. Biji kakao yang kaya flavonoid membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah.

Kapasitas Antioksidan

Sebuah studi penelitian komparatif yang diterbitkan pada tahun 2003 dalam the Journal of Agricultural and Food Chemistry telah membuktikan bahwa kakao menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi daripada teh hitam, teh hijau, dan anggur merah.

Antioksidan membantu menetralkan radikal bebas berbasis oksigen yang ada di dalam tubuh. Selain itu, kakao juga kaya akan phytochemical fenolik dan juga memiliki jumlah flavonoid yang tinggi. Zink, yang ada di dalamnya membantu melindungi terhadap stres oksidatif, yang merupakan penyebab utama di balik cepatnya penuaan.

Meningkatkan Kesehatan Otak

Kakao mengandung sejumlah besar flavonoid, seperti flavonol. Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Norman K. Hollenberg telah menyarankan bahwa flavanol dapat membantu menjaga kesehatan otak. Manfaat neuroprotektif ini juga dapat memiliki efek yang menguntungkan pada fungsi memori.

Temuan ini menganjurkan bahwa konsumsi produk berbasis kakao meningkatkan aliran darah ke otak dan mereka telah memberikan bukti potensi terapi untuk menyembuhkan gangguan pembuluh darah.

Meningkatkan Kesehatan Kardiovaskular

Bubuk kakao kaya akan flavonoid yaitu, procyanidin, catechin, dan epicatechin, yang memiliki sifat antioksidan. Dalam jumlah sedang, ini dapat membantu melindungi sel dari kerusakan, sekaligus memperkuat jantung. Ini mencegah pembentukan gumpalan darah yang fatal, yang dapat menyebabkan stroke atau gagal jantung.

Flavonoid memiliki efek agregasi anti-platelet dan memodulasi hemostasis primer, yang merupakan ukuran waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku. Ini pada akhirnya membantu mencegah aterosklerosis dan trombosis.

Menyeimbangkan Tingkat Kolesterol

Sebuah studi tahun 2004 menunjukkan bahwa kakao memiliki efek hipoglikemik dan hipokolesterolemia pada kadar glukosa dan kolesterol. Ini membantu mengurangi trigliserida dan kadar kolesterol LDL dalam tubuh dan meningkatkan kadar kolesterol HDL (baik) dalam tubuh.

Nah, demikianlah serangkaian artikel yang bisa kami bagikan serta tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan ciri-ciri tanaman Kakao dan khasiatnya secara umum bagi manusia. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *