Ciri Tanaman Kencur dan Syarat Tumbuhnya

Diposting pada

Ciri Kencur

Kencur (Kaempferia galanga L.) umumnya dikenal juga dengan nama jahe aromatic (aromatic ginger), jahe pasir (sand ginger), cutcherry, atau resurrection lily, adalah tanaman monokotil dalam keluarga jahe, dan salah satu dari empat tanaman yang disebut lengkuas.

Meskipun demikian, kencur memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan tanaman lengkuas lainnya. Di Indonesia, tanaman yang satu ini digunakan untuk bumbu masakan, terutama dalam masakan Jawa dan Bali. Selain itu, bubuk kencur biasanya digabungkan dengan tepung beras sebagai tanaman obat yang menjadi Beras Kencur. Daun kencur juga bisa digunakan dalam hidangan nasi Melayu, nasi ulam.

Tanaman Kencur

Tanaman kencur dengan nama latin kaempferia galanga L diperkirakan kemungkinan berasal dari India. Di India itu terutama dibudidayakan di Kerala, Karnataka, Tamil Nadu dan Benggala Barat.Genus Kaempferia terdiri lebih dari 60 spesies, telah menyebar di daerah tropis dan sub-tropis Asia dan Afrika (Indrayan et al. 2007).

Beberapa spesies ditanam sebagai penutup tanah di lahan. Nama kencur berasal dari Bahasa Sanskerta, kachora, yang artinya temu putih (Curcuma zedoaria). Sedangkan nama Kaempferia galanga L. dalam Bahasa Sansekerta dikenal sebagai sugandhavacha dan chandramulika.

Ciri-Ciri Kencur

Berikut ini karakteristik yang ada di dalam tanaman kencur, antara lain:

Akar

Tanmaan kencur memiliki serangkaian bentuk akar yang bergerombol dan memiliki banyak cabang-cabang dengan serabut putih.

Batang

Tanaman kencur berbatang semu yang lunak, berpelepah dengan warna hitam ke abu-abuan. Makna batang tersebut membentuk rimpang. Ketinggian batang kencur  bisa mencapai sekitar 30 sampai dengan 70 cm.

Daun

Tanaman kencur mempunyai daun yang bentuknya bulat lebar yang tumbuh mendatar di atas permukaan tanah dengan jumlah sebanyak 3 hingga  4 helai daun, dengan susunan daun saling berhadapan dan tumbuh menggeletak di atas permukaan tanah.

Daun kencur juga ada di sebelah rimpang yang tertanam dalam tanah. Daun yang ada di bagian permukaan memiliki warna hijau, sedangkan daun yang berada di sebelah rimpang atau rizoma tumbuh secara bergerombol, mempunyai cabang dan induknya atau rimpang tertanam di dalam tengah.

Bunga

Bunga kencur tergolong dalam pengertian bunga sempurna karena memiliki putik dan benag sari. Putik pada bunga kencur menonjol ke atas dengan ukuran sekitar 1 sampai dengan 1,5 cm dan tangkai sarinya mempunyai bentuk seperti corong pendek.

Tanaman kencur mempunyai bunga yang berwarna putih dengan bau harum dan terdapat 4 helai daun mahkota. Tangkai bunga mmepunyai daun berukuran kecil yaitu dengan panjang sekitar 2 sampai dengan 3 cm. Tangkai tersebut tidak mempunyai cabang tapi bisa juga tumbuh lebih dari satu tangkai dengan panjang sekitar 5 sampai dengan 7 cm yang bentuknya bulat dan beruas-ruas.

Tanaman kencur mempunyai bunga majemuk yang tersusun setengah duduk  dan jumlah kuntumnya sekitar 4 sampai dengan 12 buah. Bibir bunga (labellum) berwarna lembayung dan warna putihnya lebih dominan.

Rimpang

Tanaman kencur memiliki rizoma atau rimpang yang tumbuh memanjang ke bawah, dengan diameter sampai 1,5 sm. Rimpang tersebut tidak berserta, tumbuh secara bergerombol, bercabang dan terdapat induk pada bagian tengahnya. Rimpang memiliki kulit ari berwarna cokelat, sedangkan pada bagian dalamnya berwarna putih berair.

Aroma rimpang kencur begitu tajam dan khas. Rimpang yang masih berumur muda mempunyai warna putih kekuningan dengan kandungan air lebih banyak jika dibandingkan rimpang yang sudah berumur tua. Selain itu rimpang yang sudah berumur tua di tumbuhi akar-akar pada ruas rimpang.

Tipe

Hingga kini, ciri utama yang dijadikan sebagai pembeda tanaman kencur ialah daun dan rimpangnya. Berdasarkan ukuran daun dan rimpang tersebut, kencur dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu;

  1. Kencur berdaun lebar dengan ukuran rimpang besar
  2. Kencur berdaun sempit dengan ukuran rimpang kecil.

Pembibitan

Pembibitan tanaman kendur dapar dilakukan dengan menggunakan rimpangnya. Rimpang yang akan dikembangbiakkan sebaiknya harus dipilih yang mempunyai 2 sampai dengan 3 bakal mata tunas dengan bobot sekitar 10 gram.

Sebelum ditanam, rimpang tersebut ditunaskan terlebih dahulu dengan cara menyemaikannya di tempat yang teduh kemudian ditutup dengan  jerami dan disiram setiap hari.

Penanaman dilakukan saat sudah mulai turun hujan.  Bibit rimpang bertunas yang siap ditanam di lapangan sebaiknya yang baru keluar tunasnya (tinggi tunas < 1 cm), sehingga bisa beradaptasi langsung dan tidak mudah rusak. Jika hujan terlambat turun, lebih baik rimpang ditanam langsung di lapangan, tanpa ditunaskan terlebih dahulu.

Syarat Tumbuh Tanaman Kencur

Syarat tumbuhnya pada arti budidaya dalam tanaman kencur, diantaranya adalah sebagai berikut;

Iklim

Tanaman kencur dapat tumbuh dengan baik pada wilayah dengan tipe iklim A, B, dan C (ini sesuai klasifikasi iklim yang dikemukakan oleh Schmid & Ferguson. Ketinggian tempat yang dibutuhkan berkisar antara 50-600 meter dpl, suhu rata-rata tahunan 25-30°C, jumlah bulan basah 5-9 bulan per tahun dan bulan kering 5-6 bulan, curah hujan yang dibutuhkan sekitar 2.500-4.000 mm/tahun.

Intensitas cahaya matahri yang dibutuhkan yaitu dengan intensitas penuh (100%) atau ternaungi sampai 25-30 % hingga tanaman berusia 6 bulan.

Jenis Tanah

Tanaman kencur cocok untuk di tanam di tanah lempung berpasir dan lempung berliat, dengan struktur tanah yaitu remah dan kaya humus, drainase tanah juga harus baik. Kemiringan lahannya yaitu <3%, dengan jenis tanah yang meliputi latosol, regosol, asosiasi antara latosol-andosol, regosol-latosol, serta regosol-litosol. pH tanah antara 5,5 sampai dengan 6,5.

Apabila pH tanah 4,5-5,0 maka perlu ditambahkan kapur pertanian (kaptan/dolomit) dengan kuantitas sekitar 1-2 ton/ha. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pH tanah. Lahan yang digunakan untuk menanam kencur juga harus terbebas dari penyakit terutama bakteri layu.

Pengairan

Tanaman kencur memerlukan kondisi untuk tetap terhidrasi secara merata saat mengalami pertumbuhan, tetapi harus tetap kering saat tidak aktif karena jika terlalu banyak air saat mereka sedang tidak dalam masa pertumbuhan, maka rimpang akan membusuk.

Demikianlah serangkain artikel yang bisa kami tuliskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan ciri tanaman kencur dan syarat tumbuhnya dengan baik. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta memberikan pengetahuan. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *