Ciri Morfologi Tanaman Kentang

Diposting pada

Ciri Kentang

Kentang bisa dikatakan sebagai salah satu komoditas yang dapat dibudidayakan di wilayah tropis dan subtropis dengan ketinggian 500 hingga 3.000 meter di atas permukaan laut. Di wilayah tropis, komoditas kentang tumbuh dengan optimal pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut. Atas dasar inilah morfologi tanaman kentang dapat tumbuh dengan baik di tanah yang gembur dan drainase yang baik. Selain itu pula kentang mengandung karbohidrat tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pangan.

Disamping itu juga kentang termasuk tanaman sayuran yang cukup menjanjikan bagi para petani dan berdampak baik bagi pemasaran dan ekspor, tidak mudah rusak, serta sumber kalori yang cukup tinggi. Kentang dapat dibudidayakn di daerah dataran medium hingga tinggi. Pertumbuhan dan produksiya sangat bergantung pada curah hujan dan intensitas cahaya matahari.

Tanaman Kentang

Nama latin tanaman kentang solanum tuberosum L yang menjadi bagian daripada jenis tanaman umbi-umbian dan termasuk ke dalam tanaman dengan umur tanaman yang pendek. Alasannya karena tumbuh kentang bersifat menyemak dan menjalar dan mempunyai bagian batang yang berbentuk segi empat.

Adapun untuk batang dan daun kentang berwarna hijau kemerahan atau warna ungu. Umbi kentang berawal dari cabang samping yang masuk ke dalam tanah dan bermanfaat sebagai tempat penyimpanan karbohidrat sehingga bentuknya akan membengkak.

Ciri Morfologi Morfologi Kentang

Ciri-ciri tumbuhan kentang secara morfologinya. Yakni;

  1. Daun

Morfologi pertama yang dibahas yaitu daun komoditas kentang. Ciri- ciri yang pertama yaitu daun kentang hidup secara bergerumbun dan memiliki oval. Sementara itu, kentang mempunyai tekstur ujung daun agak meruncing dan pada bagian sisik nampak bersisik. Daun tersebut berfungsi yakni untuk memperlancar proses fotosintesis tanaman sehingga seperti dapur untuk manusia maka daun sangat diperlukan untuk membantu perkembangan kentang.

Daun kentang mempunyai warna hijau muda sementara apabila sudah disiapkan untuk proses pemanenan umumnya daun kentang berwarna hijau tua. Ciri selanjutnya yaitu di bawah daun kentang terdapat bulu halus yang tipis namun tak gatal sekalipun disentuh oleh kulit. Sementara, bulu ini semakin terasa untuk daun kentang dengan warna merah.

  1. Batang

Komoditas kentang mempunyai batang dengan bentuk segi empat atau bujur sangkar. Namun, terkadang dapat dijumpai batang dengan bentuk segi lima. Umumnya arti batang komoditas kentang mempunyai tekstur keras dan padat. Warna batang kentang yakni hijau tua keunguan yang disebabkan adanya pigmen ungu yang tersimpan di bawah permukaannya.

Batang kentang mempunyai diameter yang kecil. Bahkan sangat kecil apabila dibandingkan dengan batang komoditas jenis rimpang lainnya. Bukan hanya itu, kentang berukuran tak terlalu panjang. Batang komoditas kentag yang sering dijumpai yakni berukuran 50 hingga 120 cm saja. Terdapat tiga tipe batang yang ditanam di Indonesia yakni batang tegak, menyebar, dan menjalar.

Apabila masih muda, batang kentang tak berkayu dan nampak terdapat rongga di bagian dalamnya. Tetapi, batang yang telah tua dan umbi telah siap panen umumnya batang berubah menjadi kayu.

  1. Bunga

Komoditas kentang mempunyai bunga dengan warna yang dominan yaitu merah dan ungu. Tetapi, terdapat komoditas kentang spesies lain yang mempunyai warna dominan bunganya yaitu putih. Bunga itulah yang akan muncul buah kentang dengan ciri-ciri apabia masih muda dan akan berubah menjadi hijau.

Tetapi, apabila telah agak tua umumnya berwarna berubah menjadi putih pucat, ungu, dan terdapat lendir. Buah kentang terdapat kandungan zat selenium yang sangat tinggi sehingga jangan untuk dimakan sebab bersifat racun yang terdapat di buah kentang tersebut.

  1. Akar

Morfologi kentang berikutnya yakni bagian akar. Arti akar tanaman komoditas kentang umumnya menjalar. Sementara ukuran kentang tak terlalu besar bahkan di sebagian spesies kentang sistem akarnya sangat halus.

Akar ini umumnya mempunyai warna putih pucat dan saat tua dan telah mau berbuah umumnya akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan. Akar ini masuk ke dalam tanah yang berukuran kedalaman hingga 45 cm. Hal itu ukuran maksimal komoditas kentang sementara yang umum hanya sedalam 25 cm saja.

  1. Umbi

Morfologi komoditas kentang terakhir yaitu morfologi umbi kentang. Umbi kentang ini yang biasanya digunakan untuk bahan pangan dikonsumsi. Kentang tersebut dapat dikonsumsi saat mentah, setengah matang, ataupun diolah sampai matang.

Kulit umbi kentang sangatlah tipis. Apabila ingin mengupas kentang pasti daging buah akan ikut terkupas. Bentuk komoditas kentang sangatlah bermacam- macam. Terdapat besar bahkan ada yang kecil berdasarkan bibit yang dibudidayakan. Apabila varietas unggul yang dibudidayakan maka umbi akan menghasilkan ukuran yang besar.

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua pembaca berkenaan dengan ciri-ciri morfologi tanaman kentang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *