Ciri Kunyit dan Syarat Tumbuhnya

Diposting pada

Ciri Tanaman Kunyit

Kunyit, kadang-kadang disebut safron India atau rempah-rempah emas merupakan tanaman yang wilayah pertumbuhannya yaitu di  Asia dan Amerika Tengah. Kunyit memiliki ciri khas yaitu rimpangnya yang berwarna kuning atau orange. Inilah yang menyebabkan kunyit sering dijadikan sebagai pewarna alami dalam masakan.

Kunyit juga memiliki beberapa ciri lain yang membedakannya dari tanaman yang termasuk dalam famili zingiberaceae lainnya, termasuk kandungan zat dalam kunyit, misalnya Curcumin adalah bahan aktif dalam kunyit, dan memiliki sifat biologis yang kuat. Oleh sebab itu, selain untuk pewarna, kunyit juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Misalnya kini ada produk kunyit yang berbentuk kapsul, teh, bubuk, dan ekstrak adalah beberapa produk kunyit telah tersedia secara komersial.

Tanaman Kunyit 

Kunyit atau dalam Bahasa Inggris Turmeric, nama ini mungkin berasal dari Bahasa Inggris Pertengahan atau Bahasa Inggris Modern Awal sebagai turmeryte atau tarmaret. Ini mungkin berasal dari bahasa Latin, terra merita (“bumi berjasa”). Nama genus, Curcuma, berasal dari bahasa Sansekerta kuṅkuma, yang mengacu pada turmeric dan safron, yang digunakan di India sejak zaman kuno.

Ciri Kunyit

Berikut ini karakteristik tanaman kunyit, antara lain adalah sebagai berikut;

Akar

Akar mengandung minyak atsiri pahit, zat pewarna coklat, getah, pati, kalsium klorida, serat kayu dan bahan pewarna kekuningan yang dikenal sebagai cucurmin.

Batang

Tanaman kunyit mempunyai batang semu yang tersusun dari kelopak atau pelepah daun  yang saling menutupi. Definisi batang kunyit bersifat basah sebab mampu  menyimpan air dengan baik. Batang tersebut berbentuk bulat dan berwarna hijau keunguan. Batanag tanaman kunyit ketinggiannya mencapai 0,75 –1 m (Winarto, 2004).

Rimpang

Tanaman kunyit memiliki rimpang yang bercabang-cabang sehingga membentukri mpun. Rimpang tersebut berbentuk bulat panjang dan membentuk cabang rimpang  yang berupa  batang  yang  tertanam didalam tanah.

Rimpang kunyit terdiri atas rimpang induk atau umbi kunyit dan tunas atau cabang rimpang.  Rimpang utama biasanya ditumbuhi tunas yang tumbuh kearah samping, mendatar, atau melengkung. Tunas berbuku-buku pendek, lurus atau melengkung. Jumlah tunas umunya banyak.   Tinggi anakan mencapai 10,85 cm (Winarto, 2004).

Kulit rimpang kunyit berwarna jingga kecoklatan atau berwarna terang agak kuning kehitaman, sedangkan daging  rimpangnya berwarna jingga kekuningan yang dilengkapi  dengan  bau  khas  yang  rasanya  agak  pahit dan  pedas.  Rimpang cabang tanaman kunyit akan mengalami perkembangan secara terus menerus membentuk cabang –cabang baru dan batang semu, sehingga membentuk sebuah rumpun.

Lebar rumpun mencapai 24,10 cm, dan panjang rimpang biasanya mencapai 22,5 cm. Tebal rimpang yang sudah tua 4,06 cm dan rimpang muda 1,61 cm.  Rimpang kunyit yang sudah besar dan tua adalah bagian  yang dominan sebagai obat (Winarto, 2004).

Daun

Tanaman kunyit mempunyai daun yang tersusun dari pelepah daun, gagang daun dan helai daun. Panjang helai daun yaitu berkisar antara 31 sampai dengan 83 cm, dengan lebar antara 10 sampai dengan 18  cm.

Daun kunyit berbentuk bulat telur memanjang dengan permukaan yang agak kasar. Tulang daunnya rata dan ujungnya meruncing atau melengkung menyerupai ekor. Permukaan  daun  memiliki warna hijau  muda. Satu  tanaman memiliki sekitar  6 sampai 10 daun  (Winarto, 2004).

Bunga

Tanaman kunyit mempunyai arti bunga yang bentuknya  kerucut  runcing  berwarna  putih  atau kuning muda dengan pangkal berwarna putih.

Tiap-tiap bunga memiliki 3 lembar kelopak bunga, 3 lembar tajuk bunga dan 4 helai benang sari. Satu dari keempat benang sari  tersbeut memiliki fungsi sebagai alat pembiakan, sedangkan ketiga benang sari lainnya berubah bentuk menjadi heli mahkota bunga (Winarto, 2004).

Pembibitan

Bibit tanaman kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang, sebab lebih mudah untuk tumbuh.   Persayaratan bibit yang baik dalam prosesi arti budidaya, antara lain:

  1. Berasal dari tanaman yang tumbuh subur, segar, sehat, berdaun banyak dan hijau, kokoh, terhindar dari serangan penyakit
  2. Cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur >7-12 bulan; bentuk, ukuran, dan warna seragam
  3. Memiliki kadar air cukup
  4. Benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup; terhindar dari bahan asing (biji tanaman lain, kulit, kerikil)

 Jenis Tanaman Kunyit

Jenis tanaman kunyit yang paling banyak dikenal yaitu Curcuma domestika, Val., C. domestica, Rumph, C longa, Lynn, dan Amomum curcuma. Sementara, hasil perkembangbiakan vegetatif kunyi atau varietas yang terkenal yaitu kunyit yang berasal dari India, yaitu varietas Alleppey dan Madras.

Varietas Alleppey mengandung 6,5 % kurkumin, varietas Madras mengandung 3,5 %, sedangkan untuk kunyit Jawa kandungan kurkuminnya yaitu 0,6-0,8 %.

Hama dan Penyakit Tanaman Kunyit

Seabagaiman tanaman-tanaman pada umumnya, dalam pertumbuhannya, tanaman kunyit juga seringkali terganggu karena adanya hama dan penyakit tanaman. Adapun hama yang biasanya menyerang tanaman kunyit yaitu ulat penggerek.

Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman kunyit antara lain layu yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum, busuk akar rimpang yang disebabkan oleh bakteri Sclerotikum rolfsii Sacc, kerat daun yang disebabkan oleh organisme puccinia sp, bercak daun yang disebabkan oleh serangan organisme collectotrichun capsici.

Syarat Tumbuh Tanaman Kunyit

Beberapa syarat tumbuh tanaman kunyit, antara lain:

Iklim

Tanaman kunyit dapat tumbuh dan berkembang baik pada daerah yang mempunyai intensitas cahaya matahari baik atau penuh, sehingga bisa dikatakan bahwa tanaman kunyit sebaiknya ditanam di tempat yang terbuka dengan sedikit naungan dan mempunyai suhu udara berkisar antara 18 sampai dengan 30°C.

Untuk memperoleh kualitas yang baik, tanaman kunyit bisa ditanam di daerah yang mempunyai curah hujan antara 1000 sampai dengan 4000 mm per tahun. Jika curah hujannya kurang dari 1000 mm per tahun, maka dibutuhkan sistem irigasi yang baik dan tertata dengan tepat agar semua tanaman kunyit mendapatkan air yang cukup.

Media Tanam

Tanaman kunyit akan tumbuh subur jika berada pada tanah yang gembur atau tanah yang dicangkul dengan baik agar bisa menghasilkan umbi yang bermutu tinggi dan berlimpah.

Jenis tanah yang perlukan oleh tanaman kunyit yaitu tanah yang ringan dan memiliki kandungan bahan-bahan organik yang tinggi, hingga tanah lempung berpasir dengan sedikit atau terbebas dari genangan air.

Ketinggian Tempat

Tanaman kunyit bisa tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah mulai dari 240 m dpl hingga di daratan tinggi lebih dari 2000 m dpl. Apabila tanaman kunyit tumbuh dan berkembang secara maksimal, maka akan menghasilkan sekitar 12 ton per hektar area pada ketinggian 50 m dpl.

Nah, demikianlah serangkaian artikel yang secara tuntas kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan ciri morfologi kunyit, jenis, hama, penyakit, dan syarat tumbuhnya yang baik. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *