Ciri Tanaman Lidah Buaya dan Syarat Tumbuhnya

Diposting pada

Karakteristik Lidah Buaya

Lidah buaya tentunya sudah tak asing bagi kita bukan? Lidah buaya atau Aloe Vera ini memiliki manfaat yang sangat beragam. Menurut Kew Gardens, pusat keunggulan botani kerajaan Inggris, lidah buaya atau Aloe vera telah digunakan selama berabad-abad dan saat ini lebih populer dari sebelumnya. Ini dibudidayakan di seluruh dunia, terutama sebagai tanaman untuk “gel lidah buaya,” yang berasal dari daunnya.

Penggunaan lidah buaya misalnya untuk Makanan (hal ini telah disetujui oleh FDA sebagai perasa); Kosmetik; Suplemen makanan; Obat herbal, dan lain-lain.

Lidah Buaya

Definisi lidah buaya kadang-kadang digambarkan sebagai “tanaman ajaib atau wonder plant” adalah semak bertangkai pendek.

Catatan awal penggunaan manusia untuk lidah buaya berasal dari Ebers Papyrus (catatan medis Mesir) dari abad ke-16 SM. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Indian Journal of Dermatology, di Mesir kuno, mereka menyebut Aloe Vera “tanaman keabadian atau that plant of immortality“.

Para penulis menambahkan bahwa tanaman tersebut telah digunakan untuk terapi selama berabad-abad di Cina, Jepang, India, Yunani, Mesir, Meksiko, dan Jepang.

Ciri Lidah Buaya

Berikut ini ciri-ciri lidah buaya, antara lain sebagai berikut;

Akar Lidah Buaya

Lidah buaya memiliki perakaran yang dangkal, serabut, tumbuh ke bawah dan menyebar yang mengakibatkan tanaman mudah roboh. Lidah buaya memiliki panjang akar mencapai 30-40 cm.

Batang Lidah Buaya

Lidah buaya memiliki definisi batang yang pendek dan kecil yang dikelilingi oleh pelepah daun. Batangnya hamper tidak terlihat karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah.

Melalui batang inilah muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Lidah buaya yang memiliki tangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun. Lidah buaya tidak memiliki cabang. Batang lidah buaya bisa disetek untuk perbanyakan tanaman.

Daun Lidah Buaya

Lidah buaya memiliki daun yang berbentuk pita dengan helaian yang memanjang menyerupai pedang dengan ujung meruncing, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Daun lidah buaya saling berhadap-hadapan membentuk struktur khas yang disebut roset.

Daunnya memiliki daging yang tebal, tidak bertulang, bersifat sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel) yang biasanya digunakan sebagai bahan baku obat.

Panjang daun dapat mencapai 50-75 cm, dengan berat 0,5 kg 1 kg, daun melingkar rapat di sekeliling batang bersaf-saf. Pada tepi daun terdapat duri yang tidak terlalu keras, warna daunnya berwarna hijau, dan pada daun yang masih muda terdapat bercak-bercak putih.

Bunga Lidah Buaya

Lidah buaya memiliki makna bunga berwarna kuning atau kemerahan yang berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Ukuran bunganya kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga tersebut biasanya muncul jika lidah buaya ditanam di pegunungan.

Kondisi Fisiologis Lidah Buaya

Dari segi fisiologis tanaman ini dapat digolongkan pada tanaman Craculance Asid Metabolism (CAM) yang mempunyai kemampuan untuk mengikat CO2 pada malam hari dan melakukan fotosintesis pada siang hari.

Perkembangbiakan Lidah Buaya

Lidah buaya dapat dikembangbiakkan dengan cara ditanam langsung ke tanah maupun ditanam di dalam pot. Tanaman ini tidak akan mengalami kesulitan untuk terus memperbanyak diri.

Lidah buaya bisa diperbanyak tanpa menggunakan organ reproduksi atau organ bunga yang dikenal dengan perkembangbiakan vegetatif, yaitu perkembangbiakan yang dilakukan tanpa menggunakan organ penyusun sistem reproduksi.

Untuk melakukan budidaya lidah buaya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melalui pembibitan.  Bibit lidah buaya bisa diperoleh dengan mudah yaitu dengan cara menggunakan organ vegetatif.

Penggunaan organ vegetatif tersbeut dilakukan dengan cara mengambil anakan atau mengambil tunas yang terdapat pada daun lidah buaya. Tunas pada umumnya akan tumbuh dari tanaman yang telah menjadi induk. Bibit ini dapat diambil denga cara mencongkel.

Syarat Tumbuh Lidah Buaya

Lidah buaya bisa tumbuh optimal apabila ditanam atau tumbuh di daerah dengan kriteria sebagai berikut:

Kondisi Iklim Untuk Lidah Buaya

Lidah buaya memiliki ketahanan yang baik terhadap segala unsur iklim, yaitu suhu, curah hujan, dan sinar matahari. Tanaman ini bisa bertahan dalam kekeringan, bisa menyimpan air pada daunnya yang tebal, mulut daunnya tertutup rapat sehingga mampu mengurangi penguapan pada musim kering. Suhu optimum untuk pertumbuhan lidah buaya antara 28 C-32 C.

Lidah buaya termasuk tanaman yang efektif  dalam penggunaan air, sehingga bisa tumbuh di daerah basah maupun kering. Akan tetapi, lidah buaya yang tumbuh di daerah basah justru rentan terserang cendawan atau jamur.

Ketinggian Tempat Tumbuh Lidah Buaya

Lidah buaya bisa tumbuh dengan baik pada daerah dataran tinggi sampai daerah dataran tinggi dengan ketinggian 1.500 m di atas permukaan laut. Akan tetapi untuk mendapatkan hasil terbaik sebaiknya lidah buaya dibudidayakan pada daerah dengan ketinggian kurang dari 1.000 m dpl.

Tanah Untuk Penanaman Lidah Buaya

Tanah untuk menanam lidah buaya tentunya merupakan tanah subur, kaya bahan organik, dan gembur. Jika ditanam di daerah yang bertanah mineral maupun tanah organik, agar bisa tumbuh dengan baik diperlukan tambahan pupuk kompos atau yang lainnya.

Derajat keasaman atau ph ideal untuk tanaman lidah buaya yaitu 5,5-6. Tanah yang terlalu asam bisa menyebabkan lidah buaya keracunan logam berat, sehingga ujung-ujung daunnya bisa menjadi kuning seperti terbakar, pertumbuhan terhambat, dan jumlah anakan berkurang. Sirkulasi air dan udara yang baik juga sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Baca jugaJenis Tanaman Lidah Buaya dan Kandungannya

Demikianlah serangkaian artikel yang bisa kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan ciri-ciri lidah buaya dan syarat tumbuhnya di alam. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *