Ciri Melati Putih dan Manfaatnya Secara Umum

Diposting pada

Khasiat Melati Putih

Melati adalah tanaman asli daerah tropis dan subtropis dari Eurasia, Australasia dan Oceania, meskipun hanya satu dari 200 spesies yang merupakan tanaman asli Eropa. Pusat keanekaragaman melati adalah di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Salah satu spesies melati yang kita kenal yaitu melati putih atau Jasminum Sambac yang berasal dari Asia Selatan seperti Sri Lanka, India dan Myanmar.

Persebarannya sendiri dimulai dari Hindustan ke Indocina, dan seterusnya menyebar ke kepulauan Melayu. Bunga melati jenis inilah yang menjadi salah satu dari beberapa arti bunga nasional negara kita yang dikenal dengan julukan “Puspa Bangsa“, juga menjadi bunga nasional negara Filipina. Artikel ini akan mengulas tentang karakteristik dan manfaat bunga melati putih secara umum.

Melati Putih

Melati putih atau jasminum sambac telah dibudidayakan sejak lama di Dunia Lama (the Old World). Itu diperkenalkan ke Malaysia dan Jawa, Indonesia sekitar abad ketiga. Sejak saat itu telah dibudidayakan secara luas di seluruh wilayah Malaysia (PROSEA, 2016).

Di Karibia, tanaman ini pertama kali muncul dalam koleksi herbarium yang dibuat pada tahun 1886 di Puerto Riko dan 1920 di Haiti (Museum Sejarah Alam Smithsonian, 2016). Di Indonesia sendiri, seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa melati adalah salah satu dari bunga nasional Indonesia yang ditetapkan secara resmi melalui UU Tahun 1990, bersama dua bunga nasional lainnya yaitu anggrek bulan dan padma raksasa.

Melati putih mempunyai makna yang penting dalam budaya Indonesia, yang dikenal sebagai bunga suci dalam tradisi Indonesia. Bunga melati melambangkan kesucian, keanggunan yang sederhana, dan ketulusan.

Selain itu, bunga melati juga melambangkan keindahan dalam kesederhanaan dan kerendahan hati, sebab meskipun bunga putih ini kecil dan sederhana, tapi wanginya harum semerbak.

Pengertian Melati Putih

Jasminum sambac adalah tanaman semak kecil asli Bhutan dan India dan banyak dibudidayakan untuk dimanfaatkan bunganya yang sangat harum dan mencolok. Saat ini, spesies ini terdaftar sebagai invasif di Kuba dan Hawaii dan Florida di AS.

Klasifikasi ilmiah melati putih, yaitu:

  • Kingdom         : Plantae
  • Divisi               : Spermatophyta
  • Subdivisi         : Angiospermae
  • Kelas               : Dicotyledonae
  • Ordo                : Oleales
  • Famili              : Oleaceae
  • Genus              : Jasminum
  • Spesies            : Jasminum sambac

Pengertian Melati Putih Menurut para Ahli

Adapun definis melati putih menurut para ahli, antara lain:

  • Missouri Botanical Garden, Jasminum sambac, biasa disebut melati Arab, diperkirakan berasal dari India atau Asia Tenggara. Ini merupakan  semak belukar berdaun lebar. Itu bisa tumbuh sebagai sulur yang melilit jika terdapat batang atau kayu disekitar yang mendukungnya, tapi jika tidak ada, maka akan tumbuh sebagai semak yang luas.

Ciri Melati Putih

Berikut ini karakteristik tanaman melati putih, antara lain:

Akar

Tanaman melati putih memiliki akar tunggang yang sulit untuk dipatahkan, kalaupun dipatahkan maka bekasnya tidak rata, dan juga tidak berserat. Akar tersebut berbuku-buku/membesar.

Batang

Tanaman melati putih tergolong sebagai semak, yang bisa juga agak merambat. Melati merambat dengan “berantakan” (terjurai), atau “longgar” saat masih muda. Definisi batangnya bulat berkayu dengan ketinggian 0,3-3 meter. Meliati putih mem[unyai batang yang bercabang, dan berwarna coklat.

Daun

Tanaman melati putih mempunyai daun yang jenisnya adalah daun tunggal, tangkai daunnya pendek, berukuran sekitar 5 mm, dengan letak yang berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur, hingga menjorong, dengan ujung runcing, pangkal membulat, tepi rata, dan tulang menyirip dengan ukuran 5-10 cm × 4–6 cm.

Bunga

Tanaman melati putih mempunyai bunga kecil berwarna putih yang berbau sangat harum. Perbungaan tersebut termasuk majemuk. Bunga tumbuh di ketiak daun, dengan jumlah terbatas yaitu 3 bunga atau sebuah tandan padat dengan banyak bunga.

Bunga melati putih merupakan tunggal atau berpasangan (di varietas kultivasi), dengan 7-10 ruas kelopak, panjang 2,5 sampai dengan 7 mm, berbulu halus, panjang tabung mahkota 7–15 mm, sebanyak 5 cuping, bundar telur atau lonjong, panjang 8–15 mm, kebanyakan putih, beraroma kuat. Mahkota bunga berbentuk lembaran mengerut, seperti terompet.

Buah

Tanaman melati putih mempunyai buah yang termasuk buah buni, mengkilap, dan berwarna hitam, dan dikelilingi kelopak. Beberapa varietas melati berbunga ganda diketahui tidak menghasilkan buah.

Perkembangbiakan

Pembibitan tanaman melati berasal dari stek cabang yang keras, dan setengah keras dengan panjang 5 atau 6 ruas. Bibit melati juga bisa didapatkan dengan cara perundukkan dari cabang basal.

Untuk kebutuhan penanaman secara luas hendaknya dipilih bibit yang telah memiliki perakaran yang baik dan berdaun penuh. Bibit yang baik bisa didapatkan dengan pembibitan yang melalui pendederan di pot kantong plastik (polibag) yang dikenal dengan tanaman tabulapot.

Kandungan Kimia Tanaman Melati Putih

Bunga melati memiliki kandungan senyawa kimia yang sangat besar manfaatnya. Kandungan senyawa kimia pada bunga dan daun melati dapat menimbulkan rasa manis, pedas  dan  bersifat  sejuk.

Akarnya  memiliki  rasa  pedas,  manis  dan agak beracun (Arief dan Anggoro, 2008). Skrinning fitokimia yang dilakukan oleh Rastogi  dan  Mehrotra  (1989)  melaporkan  bahwa terdapat kandungan indole, eugenol inalool  dan  senyawa  aktif  lainnya  pada bunga melati.

Hama dan Penyakit Tanaman Melati Putih

Patogen dan herbivora berikut telah dicatat memiliki dampak negatif pada populasi J. sambac dalam budidaya dan / atau di alam liar (Leonhardt dan Teves, 2002):

  1. Thrips hawaiiensis: menyebabkan hilangnya tunas dan bunga.
  2. Frankliniella occidentalis: menyebabkan hilangnya tunas dan bunga.
  3. Contarinia maculipennis: merusak bentuk atau menggugurkan kuncup bunga.
  4. Polyphagotarsonemus latus: merusak atau membatalkan kuncup bunga.
  5. Tetranychus cinnabarinus: mengurangi kekuatan tanaman.
  6. Aleuroclava jasmini, Dialeurodes kirkaldyi: mengisap getah tanaman; kotoran menjadi media untuk pertumbuhan jamur cetakan jelaga.
  7. Kutu putih ekor panjang (Pseudococcus longispinus): menghisap getah tanaman; merusak jaringan yang berkembang.
  8. Armored scales (beberapa spesies): mengisap getah tanaman, mengurangi kekuatan tanaman.
  9. Psilogramma menephron: ulat yang memakan dedaunan.
  10. Jamur tepung: menyebabkan adanya tepung pada daun dan kuncup; bagian yang terkena mungkin terhambat pertumbuhannya

Syarat Tumbuh Tanaman Melati Putih

Syarat tumbuh tanaman melati putih, antara lain:

Iklim

Persyaratan iklim yang dibutuhkan tanaman melati putih, antara lain:

  1. Curah hujan 112–119 mm/bulan dengan 6–9 hari hujan/bulan, serta memiliki iklim dengan 2–3 bulan kering dan 5–6 bulan basah.
  2. Suhu udara saat siang hari 28-36 0 C dan suhu udara malam hari 24-30 0
  3. Kelembaban udara (RH) yang sesuai yaitu 50-80 %.
  4. Pengembangannya paling sesuai di daerah yang mendapatkan sinar matahari cukup.

Media Tanam

Tanaman melati pada umumnya bisa tumbuh subur pada jenis tanah yaitu Podsolik Merah Kuning (PMK), latosol dan andosol. Tanaman ini memerlukan tanah yang memiliki tekstur pasir hingga liat, dengan aerasi dan drainase yang baik, subur, gembur, serta memiliki kandungan bahan organik yang banyak. pH tanah yang dibutuhkan yaitu 5–7.

Ketinggian Tempat

Tanaman melati bisa tumbuh dan berproduksi dengan baik di wilayah dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu pada ketinggian 10-1.600 m dpl. Meskipun demikian, masing-masing jenis melati memiliki daya adaptasi tersendiri terhadap lingkungan tumbuh.

Melati putih (J. sambac) ideal ditanam di wilayah dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. Di sentra produksi melati, misalnya di Kabupaten Tegal, Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah), melati dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga dataran menengah, yaitu dengan ketinggian tempat 0-700 m dpl.

Kebutuhan Pengairan dan Penyiraman

Tanaman melati putih pada fase awal pertumbuhannya membutuhkan ketersediaan air yang memadai. Pengairan perlu dilakukan secara kontinyu setiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari saat pagi dan sore hari. Cara pengairan yaitu dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah.

Manfaat Melati Putih

Di Indonesia, melati menjadi bunga yang paling penting dalam upacara pernikahan terutama suku  Jawa. Di Kamboja, bunga melati digunakan untuk keperluan keagamaan yaitu sebagai persembahan sesaji untuk Buddha.

Di India dan Bangladesh, bunga melati biasanya digunakan untuk membuat rangkaian bunga tebal untuk penghias rambut. Di Oman, bunga ini digunakan dalam upacara ulang tahun pertama seorang bayi. Sedangkan di Cina, bunga yang satu ini dimanfaatkan menjadi campuran minuman teh melati (jasmine tea).

Selain itu, bunga melati juga berguna untuk pengobatan. Dengan rasa bunga dan daun yang  pedas, manis, dan sifatnya yang sejuk, simplisia ini yang dimanfaatkan dalam pengobatan, diantaranya yaitu berkhasiat sebagai antiradang, untuk merangsang keluarnya keringat (diaforetik), untuk meluruhkan air seni (diuretik), dan melegakan napas.

Akar melati memiliki rasa yang manis, pedas, netral, dan agak beracun. Ini bersifat mematikan rasa (anastesi), dan dapat menghilangkan nyeri (analgesik). Ibu hamil dan orang dengan kondisi badan lemah, dilarang untuk meminum ramuan melati putih.

Penyakit yang kiranya dapat diobati oleh akar melati putih yaitu bengkak (karena luka terpukul), nyeri karena patah tulang, sakit gigi dan kepala.

Daun dan bunga melati putih manfaatkan untuk mengobati flu, diare, demam, menghentikan ASI, dan bisul. Rendaman akar tanaman melati yang dicampur dengan minyak kelapa dapat dimanfaatkan sebagai obat tetes telinga.

Demikianlah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan ciri morfologi melati putih, manfaat, kandangan, syarat tumbuh, dan klasifikasi ilmiahnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *