Ciri Tanaman Melinjo dan Syarat Tumbuhnya

Diposting pada

Ciri Tanaman Melinjo

Melinjo termasuk tanaman yang populer di Indonesia. Ini banyak digunakan dalam masakan Indonesia. Tanaman melinjo memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat dilihat dari morfologi akar, batang, daun, bunga, buah, dan bijinya, serta beragam karakteristiknya lainnya.

Biji melinjo dapat digunakan untuk sayur asem dan juga ditumbuk menjadi tepung dan kerupuk goreng (emping). Kerupuk melinjo memiliki rasa yang agak pahit dan disajikan sebagai camilan atau pendamping masakan Indonesia. Daunnya juga biasa digunakan sebagai sayuran di Indonesia. Pohon melinjo yang tumbuh padat terlihat indah dengan buah melinjo yang warnanya kuning dan merah tergantung pada kematangannya.

Melinjo

Di Indonesia, seperti Jawa, Kalimantan dan Pulau Sulawesi, pohon melinjo biasanya ditanam pekarangan sebagai peneduh atau pembatas pekarangan dan terutama dimanfaatkan buah dan daunnya.

Melinjo (Bahasa Jawa) mempunyai beragam jenis sebutan dan panggilan berdasarkan daerah budidaya masing – masing, diantaranya yaitu: Belinjo (Bahasa Indonesia), Tangkil (Bahasa Sunda),  Bago (Bahasa Melayu dan Bahasa Tagalog), Khalet (Bahasa Kamboja).

Berdasarkan sejarahnya, tanaman melinjo dibudidayakan di manapun di wilayah tenggara W Yunnan, Xizang di Cina. Melinjo adalah resveratrol alami yang diekstraksi dari bijinya.

Ciri Melinjo

Berikut ini karakteristik dalam morfologi tanaman melinjo, antara lain adalah sebagai berikut;

Akar

Tanaman melinjo memiliki akar tunggang, merayap kepermukaan, berwarna kecoklatan hingga abu – abu gelap, dan dapat menembus hingga kedalaman 3 sampai dengan 5 meter bahkan lebih. Perakaran ini berfungsi untuk menyokong tanaman agar lebih kuat dan membantu menyerap unsur air dalam tanah.

Batang

Tanaman melinjo memiliki batang berbentuk bulat memanjang, diamaternya sekitar 10-20 cm bahkan lebih, tumbuh tegak dengan panjang mencapai 15 sampai dengan 20 m, permukaan batang merata. Definisi batang dalam tumbuhan ini mempunyai percabangan monopodial, artinya batang tersebut terlihat jelas, besar dan panjang pertumbuhan cabangnya.

Daun

Tanaman melinjo memiliki daun tunggal, berbentuk bulat oval dengan urat jaring (tulang daun menyirip). Lebar daun sekitar 10 sampai dengan 20 cm, yang tersusun saling berhadapan, warnanya hijau gelap dan mengkilap. Tepi daun merata. Bagian dalam daun akan memiliki serabut halus berwarna keputihan.

Bunga

Tanaman melinjo memiliki pengertian bunga yang tidak sempurna (bukan bunga sejati), karena antara bunga jantan dan betinanya terpisah. Bunga jantan ini terdiri atas benang sari, dan bunga betina terdiri atas karangan bulir. Biasanya dalam penyerbukan ini tidak dilakukan secara langsung, tapi membutuhkan bantuan dari angin maupun hewan sekitarnya.

Biji

Tanaman melinjo tidak menghasilkan buah sejati karena bukan termasuk tumbuhan berbunga (sejati). Buah Pada dasarnya yang dianggap sebagai buah sebenarnya adalah biji yang tumbuh bergerombol, panjangnya sekitar 1 sampai dengan 3,5 cm.

Tanaman melinjo termasuk berbiji terbuka dengan lapisan luar yang keras, sedangkan selaput dalam diselubungi oleh tandan bunga yang berdaging. Warna biji yaitu hijau muda ketika belum matang dan kemerahan tua ketika sudah matang.

Perkembangbiakan

Tanaman melinjo dapat dikembangbiakkan secara generatif maupun vegetatif. Akan tetapi, biji melinjo sangat sulit dikecambahkan, sehingga perkembangbiakkan vegetatif-lah yang banyak dilakukan. Cara perkembangbiakkan vegetatif yang banyak dilakukan yaitu mencangkok sambung, dan okulasi.

Pemanenan

Tanaman melinjo bisa dipanen setelah berumur 5 sampai 6 tahun, dengan masa pemanenan buah yaitu sebanyak 2 kali dalam setahun, yang dikenal dengan panen besar (bulan Mei-Juli) dan panen kecil (bulan Oktober-Desember).

Hama dan Penyakit

Gejala dan serangan hama dan penyakit pada tanaman melinjo bisa dilihat pada tanaman yang diserang. Gejala serangan tersebut, diantaranya yaitu:

  1. Permukaan daun bagian atas berbintik-bintik kuning, yang disebabkan oleh serangan kutu Leopindasaphes sp., Ischuapsis sp., dan Pseudocaspis sp. Hama tersebut mengisap cairan daun.
  2. Permukaan atas daun yang berbintik merah kecoklatan atau putih, yang disebabkan oleh serangan tungau merah (Tetranichidae).
  3. Daun layu berwarna kuning hingga kuning kemerah-merahan (merah tembaga) dan mudah rontok. Daun berikutnya tumbuh ukurannya menjadi lebih kecil dengan warna yang sama. Pembuluh kayu tanaman tampak berwarna coklat. Penyakit tersebut dikenal dengan nama Layu Pembuluh Bakteri, tapi bakteri penyebab penyakit ini belum bisa diidentifikasi jenisnya.
  4. Anak tulang daun berwarna coklat dan helai daun disekitarnya berwarna kuning. Serangan lebih lanjut menyebebkan helai daun berubah menjadi coklat, kelabu dan akhirnya mati. Penyakit tersebut dinamakan penyakit “Hawar Daun Bakteri” yang disebabkan oleh bakteri Erwinia amylovora.
  5. Daun bercak-bercak coklat dengan pola yang bervariasi, bercak tersebut bisa meluas sampai ¾ bagian bagian yang bercak dapat menjadi kuning lalu mati, dengan warna putih kelabu seperti terbakar. Diantara bagian yang sehat dan mati ada bagian berwarna coklat tua. Penyakit ini disebut dengan penyakit “Hawar Daun Cendawan” yang disebabkan oleh cendawan Gloesporium sp.
  6. Daun bercorak bulat dengan warna coklat dikelilingi warna kuning permukaan bawah daun berwarna-warna coklat dan kelihatan lebih terang. Penyakit ini disebut dengan penyakit “Antraluosa” yang disebabkan oleh Colletotrichum sp.

Beberapa hama yang telah disebutkan di atas umumnya seperti OPT akan tetapi tidak menimbulkan banyak kerusakan. Hanya Pseudolacaspis sp. yang bisa menghambat pertumbuhan tanaman atau mengurangi hasil.

Sedangkan itu penyakit yang dianggap penting yaitu penyakit “Layu Pembuluh Bakteri” , yang bisa mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman, bahkan mungkin juga bisa mematikannya.

Syarat Tumbuh Tanaman Melinjo

Persyaratan tumbuh tanaman melinjo, antara lain:

Iklim

Tanaman melinjo bisa ditemukan di daerah yang kering hingga tropis. Melinjo dapat beradaptasi dengan rentang suhu yang luas. Itulah yang menyebabkan melinjo sangat mudah untuk ditemukan di berbagai daerah kecuali daerah pantai, sebab tumbuhan ini tidak bisa tumbuh di daerah yang memiliki kadar garam yang tinggi.

Persyaratan curah hujan yang dibutuhkan yaitu dengan rata-rata 2500-3000 mm per tahun. Akan tetapi melinjo menyukai musim kemarau yang jelas.

Ketinggian tempat 

Tanaman melinjo bisa tumbuh pada wilayah dengan ketinggian 0- 1200 m diatas permukaan laut. Akan tetapi produksi maksimal bisa dicapai pada ketinggian tidak lebih dari 400 m diatas permukaan laut.

Tanah

Tanaman melinjo bisa tumbuh pada tanah-tanah liat/lempung, berpasir dan berkapur, tetapi tidak tahan terhadap tanah yang tergenang air atau yang berkadar asam tinggi. Akan tetapi, sebenarnya tanaman melinjo bisa tumbuh dengan baik pada berbagai jenis tanah meskipun kurang subur.

Nah, demikianlah serangkaian kumpulan artikel yang memberikan penjelasan serta pengulasan secara lengkap terkait dengan materi ciri morfologi tanaman melinjo dan syarat tumbuhnya dengan baik. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *