Ciri Merica dan Syarat Tumbuhnya

Diposting pada

Morfologi Merica

Merica atau lada sering dikatakan sebagai “King of Spices atau Raja tanaman herbal rempah-rempah“. Kata lada berasal dari Bahasa Sansekerta pippali, yang berarti berry. Lada adalah salah satu dari sekitar 1.000 spesies dari genus Piper yang merupakan bagian dari famili paprika yang disebut Piperaceae. Berbagai spesies Piper tumbuh sebagian besar sebagai semak kayu, pohon kecil, dan tanaman merambat di daerah tropis dan subtropis di dunia.

Salah satu ciri dari tanaman yang satu ini adalah sensasi rasa panas yang berasal dari resin yang disebut chavicine dalam merica. Merica juga merupakan sumber zat penghasil panas lainnya, termasuk alkaloid yang disebut piperine, yang digunakan untuk menambahkan efek pedas pada brendi, dan minyak yang disuling dari lada untuk digunakan dalam saus daging.

Merica/Tanaman Lada

Tanaman merica atau lada (Piper nigrum L) merupakan tanaman  merambat yang mempunyai daun tunggal berwarna hijau pucat serta buram ujungnya runcing berbuku-buku  dan berbentuk bulat telur. Merica sekarang tumbuh di Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, Vietnam dan Kamboja serta pantai barat India.

Di Indoneisa sendiri, tanaman ini banyak dibudidayakan di Indonesia, seperti di wilayah Aceh, Bangka, Belitung, Lampung, Kalimantan Barat.

Merica dan lada adalah sama, hanya saja orang seringkali menyebut merica untuk bentuk biji yang masih bulat utuh, sedangkan penyebutan lada biasanya merujuk pada biji yang telah dihaluskan atau dalam bentuk bubuk. Baca juga; Teknik Budidaya Tanaman Lada dalam Pertanian

Pengertian Merica

Tanaman merica ialah tumbuhan merambat yang hidup pada iklim tropis, bijinya sering dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Merica memiliki aroma dan rasa yang sangat khas, sehingga terkadang menjadi bagian dari resep masakan andalan.

Berikut ini klasifikasi ilmiah tanaman merica:

  • Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi    : Spermatophyta (Menghsilkan biji)
  • Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas               : Magnoliopsida (Berkeping dua / dikotil)
  • Sub Kelas        : Magnoliidae
  • Ordo               : Piperales
  • Famili              : Piperaceae (Suku sirih-sirihan)
  • Genus              : Piper
  • Spesies            : Piper nigrum. L

Pengertian Merica Menurut Para Ahli

Adapun definisi merica menurut para ahli, antara lain:

Wikipedia

Merica atau lada, atau disebut juga Sahang adalah tanaman yang kaya akan kandungan kimia, seperti minyak lada, minyak lemak, juga pati. Lada memiliki sifat yang sedikit pahit, pedas, hangat, dan antipiretik.

Ciri Merica

Berikut ini ciri-ciri tanaman merica atau lada, antara lain:

Akar Tanaman Merica

Tanaman merica memiliki akar tunggang tapi mirip dengan akar serabut. Akar tersebut berukuran kecil-kecil dan tidak panjang sebagaimana pada akar tunggang biasanya. Akar tanaman ini bisa dibedaka menjadi dua, yaitu akar lekat dan akar tanah.

Akar lekat yaitu akar yang tumbuh pada setiap ruas buku yang berada di permukaan tanah dan memiliki panjang rata-rata 2,5-3,5 cm. Dalam satu ruas buku dapat tumbuh sebanyak 10-25 helai akar. Sedangkan akar tanah yaitu akar yang tumbuh pada batang tanaman lada yang berada di dalam tanah. Dari satu suku batang dapat tumbuh sekitar 10-20 helai akar.

Batang Tanaman Merica 

Tanaman merica memiliki arti batang yang tumbuh merambat pada suatu tiang, terkadang juga menjalar di permukaan tanah. Panjang batang tersebut dapat mencapai 15 m. Akan tetapi dalam budi daya tanaman lada, batang biasanya akan dipotong dan hanya disisakan sekitar 275-300 cm.

Batang tanaman lada beruas-ruas seperti tanaman tebu. Panjang ruas bukunya sekitar 4–7 cm, tergantung pada tingkat kesuburan. Panjang ruas buku pada bagian pangkal biasanya lebih pendek dibanding dengan ruas yang berada di pertengahan maupun ujung. Diameter batang berukuran rata-rata berukuran 6–25 mm.

Cabang Tanaman Merica 

Tanaman merica memiliki dua macam cabang, yakni cabang orthotrop dan cabang pang plagiatrop. Cabang orthotrop yaitu cabang yang tumbuh dari ketiak daun pada buku batang baik yang berada di permukaan maupun di dalam tanah.

Sedangkan cabang pang plagiatrop yaitu cabang yang tumbuh dari buku dahan. Cabang ini biasanya akan tumbuh setelah tanaman lada berbuah sebanyak dua kali. Apabila semakin banyak buku dahan yang ditumbuhi olehnya, maka buah yang dihasilkan semakin banyak.

Dahan Tanaman Merica 

Tanaman merica memilki dahan yang panjangnya berkisar antara 35–65 cm, yang tumbuh secara vertikal, tapi akan berubah menjadi horisontal saat buahnya sudah menua dan masak.

Hal ini menyebabkan mengakibatkan dahan tanaman ini menggantung sebab dipengaruhi oleh bobot buah yang tumbuh di dahan tersebut. Dahan ini harus dijaga agar tetap tumbuh normal sebab fungsi utamanya yaitu sebagai media pertumbuhan bunga dan buah.

Daun Tanaman Merica 

Tanaman merica memiliki daun yang berbentuk bulat telur, dengan ujung meruncing. Pada belahan atas daun berwarna hijau tua mengkilat, sedangkan bagian bawahnya berwarna hijau pucat. Panjang daun dapat mencapai 12–18 cm, lebarnya 5–10 cm.

Daun yang berada pada batang bagian atas akan berukuran lebih panjang, begitu pula sebaliknya. Kuncup daun lada biasanya terbungkus oleh kelopak (sisik), apabila daun tersebut mengembang, maka kelopak tersebut berjatuhan. Daun tanaman ini bersifat kenyal dan bertangkai.

Buah dan Biji Tanaman Merica

Tanaman merica mempunyai buah berbentuk bulat dan keras, tapi kulit luarnya lunak. Kulit buah yang masih muda warnanya hijau, saat sudah tua warnanya menjadi kuning, sedangkan saat  sudah masak berwarna merah.

Buah merica berdiameter 4-6 mm. Buah tersebut melekat pada tandan malai yang panjangnya sekitar 5-15 cm. Masing-masing tandan terdiri atas 50-60 buah. Arti biji merica tanpa kulih buah berdiamter 3-4 mm. Meskipun biji buah merica memiliki rasa yang pahit, tapi kulit dari buah tersebut berasa manis.

Perkembangbiakan Tanaman Merica

Tanaman merica bisa berkembangbiak secara generatif atau vegetatif. Perkembanbiakan secara generatif dengan biji tidak baik karena sulur lada yang tumbuh membutuhkan waktu lama untuk berbuah dan tidak menjamin hasil yang baik.

Sedangkan perkembanbiakan secara vegetatif dilakukan dengan cara stek dapat diambil dari sulur panjat, sulur gantung, sulur tanah bahkan sulur buah.

Kandungan Zat Tanaman Merica 

Tanaman rempah yang satu ini mengandung berbagai minyak esensial, misalnya piperin, alkaloid amina. Selain itu, merica juga mengandung sejumlah mineral seperti kalsium, seng, mangan, kalium, besi, dan magnesium.

Merica menjadi sumber kelompok vitamin B kompleks penting (Misalnya: riboflavin, thiamin, pyridoxine, dan niacin); sumber vitamin kelompok anti-oksidan seperti vitamin-C & vitamin-A. Merica  juga kaya dengan polifenol flavonoid anti-oksidan seperti cryptoxanthin, zea-xanthin, karoten dan lycopene.

Hama dan Penyakit Tanaman Merica

Definisi hama yang menyerang tanaman merica diantaranya yaitu penggerek batang lada (Lophobaris piperis), hama pengisap bunga (Diconocoris hewetti), hama pengisap buah (Dasynus piperis).

Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman merica diantaranya yaitu penyakit kuning yang disebabkan serangan nematoda (Radopholus similis dan Meloidogyne incognita), penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh patogen Phytophthora capsici, penyakit keriting/kerdil yang disebabkan oleh virus seperti pepper yellow mottle virus (PYMV) dan cucumber mosaic virus (CMV).

Syarat Tumbuh Tanaman Merica

Berikut ini syarat tumbuh tanaman merica, antara lain:

Iklim

Tanaman merica bisa tumbuh subur di wilayah dengan ketinggian 300-1.100 m dpl. Curah hujan antara 2.000-3.000 mm/tahun, suhu udara 20-34 derajat celcius, sinar matahari yang cukup setidaknya 10 jam/hari.

Tanah

Tanah yang digunakan untuk bercocok tanam merica sebaiknya tanah yang subur dalam lahan pertanian, gembur, dan mengandung banyak unsur hara. Tanah tersebut tidak terlalu kering, dan juga tidak tergenang air. Kandungan humus sebanyak 1-2,5 m, dengan sudut kemiringan tak lebih dari 300 meter. Tingkat keasaman tanah atau pH yang sesuai yaitu 5,5-7.

Sebelum tanah digunakan menanam merica sebaiknya diolah terkebih dahulu dengan melakukan penyiangan dan penggemburan tanah.  Perbandingan tekstur tanah yang sesuai untuk menanam merica antara campuran tanah, pasir dan bahan organik yaitu 2: 1: 1 atau 1: 1: 1, dan telah disterilisasi dengan benar.

Kebutuhan Air

Penyiraman tanaman lada sebaiknya dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Akan tetapi, saat musim hujan sebaiknya penyiraman dikurangi.

Manfaat Merica Secara Umum

Tanaman merica selain bermanfaat untuk bumbu masakan, ternyata tanaman rempah yang satu ini juga memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, antara lain:

Sebagai Penangkal Kanker 

Kedudukan merica sebagai makanan penangkal kanker telah dilakukan penelitian di Universitas Dalhousie di Halifax, Nova Scotia. Ia menemukan bahwa piperin bisa menghambat pertumbuhan sel kanker, meskipun mekanisme kerjanya belum dipahami dengan baik.

Piperine bisa menghambat pertumbuhan sel kanker usus besar dan bahkan menginduksi apoptosis pada beberapa sel. Ini memberikan bukti pertama bahwa piperin mungkin bermanfaat dalam pengobatan kanker usus besar.

Membantu dalam Pencernaan

Lada hitam salah satu jenis tanaman obat yang mengirimkan pesan ke perut untuk melepaskan asam klorida. Asam inilah yang membantu meningkatkan kesehatan pencernaan. Proses ini dapat membantu dalam menghilangkan mulas, gangguan pencernaan, dan kembung.

Asam lambung adalah komponen asam hidroklorat dari cairan lambung yang terbentuk di perut untuk menyiapkan makanan agar bisa dicerna dan diserap oleh oleh usus. Asam membantu dalam proses pemecahan makanan sehingga dapat dengan mudah dicerna.

Diyakini bahwa piperin yang ditemukan dalam lada dapat membantu menghasilkan asam lambung yang sangat dibutuhkan sehingga pencernaan bisa tetap sehat.

Membantu Mengatasi Diabetes 

Lada termasuk dalam bentuk minyak atsiri, telah menunjukkan bahwa itu memiliki efek antioksidan dan antibakteri yang mengesankan. Antioksidan bermanfaat untuk membantu menstabilkan gula darah. Regulasi hiperglikemia adalah salah satu aktivitas yang ditawarkan oleh merica dan ekstraknya, yang pada akhirnya membantu mengurangi kerusakan akibat radikal bebas.

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America mempelajari efek piperin pada obesitas dan diabetes. Yang ditemukan oleh para peneliti adalah bahwa piperine membantu pengaturan tingkat metabolisme otot, yang pada gilirannya dapat mengurangi obesitas dan diabetes.

Itulah tadi serangkaian artikel yang sudah kami tuliskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan ciri-ciri tanaman merica, kandungan, syarat tumbuh, dan manfaatnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *