Ciri Tanah Humus dan Manfaatnya Bagi Pertanian

Diposting pada

Karakteristik Tanah Humus

Tanah merupakan salah satu komponen dalam permukaan bumi yang memiliki banyak manfaat khususnya untuk keberlangsungan hidup. Pada hakekatnya tanah dipermukaan bumi terdiri dari berbagai macam jenis. Salah satu jenisnya yang terkenal adalah tanah humus dengan memiliki karakteristik tertentu.

Tanah Humus

Tanah humus terkenal sebagai tanah yang sangat subur karena kandungan bahan yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. Tanah humus merupakan jenis tanah yang cocok untuk tumbuhan karena memiliki komposisi yang mirip dengan pupuk kompos dan terbentuk dari lapukan makhluk hidup yang telah mati atau sisa tanaman.

Ciri Tanah Humus

Definisi tanah humus yang ada, sejatinya memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan jenis tanah lainnya sehingga tanah ini mudah dikenali. Berikut ini dapat disimak beberapa ciri dari jenis tanah humus;

Lapisan Tanah Berwarna Gelap

Lapisan tanah humus mempunyai warna gelap akibat kandungan bahan organika dalam tanah humus. Bahan organiak umumnya berasal dari sisa tanaman dan makhluk hidup lainnya yang terdekomposisi dalam tanah dalam jangka waktu tertentu.

Dekomposisi merupakan proses pembusukan sisa makhluk hidup yang dapat berupa sisa tanaman seperti dedaunan dan ranting atau bagian tanaman lainnya dan makhluk hidup lain seperti hewan. Proses pembusukan ini kemudian diuraikan oleh mikroorganisme dalam tanah sehingga sisa makhluk hidup tersebut menjadi humus dan membentuk struktur tanah.

Proses dekomposisi yang berlangsung secara alami dan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama menyebabkan warna tanah menjadi lebih gelap.

Daya Serap Tanah Tinggi

Tanah humus memiliki pada dasarnya memiliki daya serap tanah yang tinggi karena aerasi dalam tanah berjalan dengan baik. Aerasi tanah merupakan proses pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam tanah dan atmosfer. Proses aerasi meurpakan salah satu faktor terpenting dalam produktivitas tanah khususnya pada akar tanaman dalam hal penyerapan oksigen dan pelepasan karbondioksida pada proses respirasi.

Proses pertukaran gas tersebut dapat berjalan lancar pada jenis tanah humus sehingga daya serap tanah terhadap unsur gas serta unsur air menjadi tinggi. Hal ini dapat menguntungkan ketika tanah tersebut digunakan sebagai lahan pertanian. Daya serap tanah yang baik menyebabkan tanaman pada lahan tercukupi kebutuhan airnya dan unsur lain dalam tanah.

Tanahnya Subur

Tanah humus adalah tanah yang subur untuk tanaman karena memiliki komposisi yang mirip dengan arti kompos. Jenis tanah humus terbentuk dari lapukan tanaman dan hewan yang mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah sehingga kandungan alami pada jenis tanah ini telah dibuktikan sangat menguntungkan untuk tanaman.

Kandungan bahan organik pada tanah humus dapat membantu pertumbuhan tanaman dan membuat tanaman mudah ditumbuhkan pada tanah ini. Selain itu produksi tanaman dapat maksimal ketika jenis tanah sebagai media tanamnya banyak mengandung humus.

Kesuburan pada jenis tanah humus membuatnya banyak dicari dan dibutuhkan terutama dalam penggunaanya sebagai lahan pertanian.

Banyak Ditemukan di Daerah Beriklim Tropis

Tanah humus banyak ditemukan di wilayah dengan iklim tropis. Iklim memiliki pengaruh pada proses terbentuknya tanah humus dengan cepat. Kecocokan iklim yang dapat memeprcepat proses pembusukan dan penguraian mikroorganisme dalam tanah menjadi alasan utama mengapa tanah ini banyak berada didaerah tropis.

Iklim yang dingin dapat menghambat proses pembusukan menjadi lebih lama karena kondisi dingin menyebabkan organisme pengurai kurang cocok untuk berkembang biak dan mengerjakan bagiannya sedangkan konidisi yang terlalu panas juga dapat menyebabkan mikroorganisme tanah mati sehingga tidak terjadi penguraian pada sisa tanaman.

Iklim tropis pada umumnya memiliki suhu yang sedang, tidak terlalu panas atau dingin sehingga proses dekomposisi dapat berjalan lancar sehingga banyak menghasilkan humus. Hanya ada beberapa belahan dunia yang memiliki jenis iklim ini sehingga humus tidak mudah dijumpai di seluruh belahan dunia.

Tekstur Tanah Gembur

Tanah humus memiliki tekstur yang gembur dan tidak keras seperti tanah liat atau tanah lainnya. Sifat ini dipengaruhi oleh komposisi yang terkandung dalam tanah humus yaitu berupa lapukan sisa makhluk hidup yang membentuk tanah.

Sedangkan tanah pada umumnya terbentuk dari endapan debu dan mungkin bebatuan yang melapuk sehingga membentuk tanah. Perbedaan komposisi bahan pembentuk tanah inilah yang menyebabkan tekstur pada tanah humus lebih gembur dan berbeda dengan tanah pada umumnya.

Berada Pada Lapisan Top Soil

Pada umumnya tanah humus sangat mudah dikenali karena berada dilapisan atas atau top soil. Top soil merupakan lapisan tanah yang terletak pada kedalam sampai dengan 30 cm dari permukaan bumi. Pada lapisan ini banyak terkandung bahan organik dan humus.

Humus paling banyak terletak pada lapisan atas karena bahan tanah humus yang berupa sisa tanaman dan makhluk hidup lainnya banyak terletak di atas permukaan bumi atau tidak tertimbun dalam tanah sehingga mikroorganisme langsung menguraikannya dibagian atas sampai dengan terbentuk tanah.

Tanah bagian bawah juga terkadang ada yang mengandung humus dikarenakan tanah humus dapat terbawa air ke lapisan bawahnya sehingga lapisan tanah lainnya dapat mengandung humus juga namun dengan jumlah yang lebih sedikit.

Struktur Tanah Terjaga

Struktur tanah terdiri dari butir-butir tanah yang menggumpal kecil. Gumpalan ini terjadi karena butir pasir, debu dan lempung terikat satu sama lain oleh suatu perekat yaitu bahan organik, oksida besi dan lainnya. Tanah humus yang hampir seluruh kandungannya adalah bahan organik sebagai perekat strukur tanah dapat menjadikan struktur dari jenis tanah ini lebih terjaga.

Banyaknya kandungan bahan organik dalam jenis tanah ini dapat menjaga strukur tanah sehingga lebih stabil dari jenis tanah lainnya. Tanah yang tidak berstruktur maka butir tanahnya tidak melekat satu sama lainnya atau lepas karena kandungan perekat yang rendah atau tidak ada sedangkan tanah humus banyak mengandung pelekat beruoa bahan organik sehingga butir tanah saling melekat menjadi satu kesatuan yang kompak atau disebut massive.

Tanah Humus Bersifat Koloidal dan Armorfous

Tanah humus bersifat koloidan dan armorfous seperti tanah liat. koloid merupakan bahan organik dan bahan mineral tanah yang sangat halus sehingga mempunyai luas permukaan yang tinggi persatuan berat. Koloid tanah terdiri dari kloloid liat dan humus.

Hal tersebut yang membuat tanah humus dapat bersifat koloidal dengan kandungan bahan organiknya yang tinggi dan memiliki daya jerapnya yang jauh lebih tinggi dibandingan dengan tanah liat.

Memiliki Kemampuan untuk Meningkatkan Unsur Hara pada Tanah

Humus banyak mengandung bahan organik yang bermanfaat bagi kesuburan tanah dan tanaman. Didalam bahan organik banyak terkandung mineral tanah berguna dan unsur hara yang dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman.

Hal tersebut membuat tanah humus mempunyai kemampuan dapat meningkatkan kandungan unsur hara pada tanah sehingga tanaman lebih subur pertumbuhannya.

Banyak Mengandung Mikroorganisme Tanah

Jenis tanah humus selain mempunyai kandungan bahan organik yang tinggi juga banyak mengandung mikroorganisme tanah. Mikroorganisme tanah berperan sebagai pengurai sisa tanaman dan makhluk hidup lain sehingga dapat berubah menjadi bahan organik tanah.

Selanjutnya bahan organik melalui proses alamiah membentuk struktur tanah yang disebut humus. Tak mengherankan jika salah satu ciri humus adalah banyak mengandung mikroorganisme menguntungkan didalamnya.

Manfaat Bagi Pertanian

Tanah humus selain dikenal sebagai tanah yang sangat subur juga memiliki segudang manfaat yang menguntungan bagi tanah dan tanaman serta makhluk hidup lainnya. Manfaat tanah humus banyak dirasakan khususnya dalam bidang pertanian karena beberapa hal, yakni sebagai berikut;

  1. Dapat digunakan sebagai sumber makanan yang baik bagi tumbuhan. Salah satu ciri tanah humus dapat meningkatkan unsur hara dalam tanah sehingga jenis tanah ini cocok dijadikan sumber makanan bagi tumbuhan.
  2. Dapat menjadi sumber energi bagi jasad mikro. Jasad mikro yang tinggal dalam tanah humus karena bertugas melapukan sisa tanaman dapat memperoleh sumber energy juga dari tanah tersebut untuk kelangsungan hidupnya.
  3. Tanah humus dapat dijadikan sebagai pengganti pupuk sintesis melalui bahan organik yang kaya akan unsur hara didalamnya. Hal ini menyebabkan humus dapat digunakan sebagai penganti pupuk sintesis yang banyak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar dalam jangka waktu yang panjang.
  4. Menambah kandungan air tanah karena sifat koloidal dan daya jerap yang tinggi sehingga humus mudah mengikat air untuk disimpan dalam tanah. Hal ini sangat menguntungkan bagi tanah dan tanaman karena tercukupinya kebutuhan air dalam tanah sebagai alah satu komponen utama pertumbuhan makhluk hidup.
  5. Memiliki agregat tanah yang mantap sehingga dapat bermanfaat untuk membentengi tanah supaya tidak tergerus atau tidak mudah tererosi. Struktur tanah yang terjaga sangat berpengaruh pada kemantapan tanah sehingga tanah tidak mudah lepas dan terbawa aliran air permukaan.

Itulah tadi serangkaian artikel yang memberikan penjelasan terkait dengan karakteristik tanah humus dan manfaatnya di bidang pertanian. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Nilai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *