Ciri Tanah Liat dan Penjelasannya

Diposting pada

Karakteristik Tanah Liat

Tanah merupakan suatu material dengan agregat mineral-mineral padat sebagai penyususnnya. Tanah sendiri merupakan hasil pelapukan dari bahan organik disertai dengan zat cair dan zat gas yang mengisi ruang-ruang kosong di antara partikel padat. Pelapukan pembetukan tanah terjadi dalam kurun waktu jutaan tahun untuk mmembentuk struktur baru pada lapisan

Jenis-jenis tanah pun beragam, bahkan pada setiap wilayah yang berdekatan memiliki karakter yang berbeda. Tanah memiliki beberapa karakter seperti tanah humus, tanah gambut yang bersifat sangat masam dan banyak mengandung bahan organik. Tanah kapur yang bersifat basa dan miskin akan unsur hara. Kemudian ada tanah liat yang memilki sifat dan karakternya sendiri.

Tanah Liat

Tanah liat merupakan tanah yang banyak dijumpai pada daerah yang berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS). Tanah liat merupakan nama umum dari jenis tanah lempungan dalam ilmu tanah. Adapun ciri khas dalam tanah liat ini secara fisik memiliki ukuran butiran yang halus, berwarna kelabu hingga merah seta memiliki kandungan ikatan silika dan aluminium.

Meski demikian tanah liat masih dapat diamati secara struktural dan sifat kimianya seperti kemampuan kembang susutnya, ikatan antar agregat dan juga kemampuan mengikat airnya yang tinggi.

Pengertian Tanah Liat

Tanah liat merupakan tanah yang memiliki daya plastis apabila kandungan air pada tanah berada pada taraf sedang atau tinggi. Tanah liat memeiliki karakterisitik daya plastisitas yang tinggi, permeabilitas rendah, dan keras apabila kekurangan air.

Ciri Tanah Liat

Dari beberapa karakter, berikut akan dijelaskan ciri tanah liat antara lain:

  1. Bersifat plastis

Kondisi tanah liat pada umumnya berbeda dengan kondisi tanah pada umumnya yang bersifat solid. Tanah liat memiliki sifat plastis yang tinggi. Tanah akan mudah dibentuk ketika kondisi air pada tanah tercukupi. Kondisi plastis pada tanah liat biasanya menjadikan tanah liat memiliki struktur yang lembek dan tidak solid.

Tanah akan kehilangan kekuatannya ketika diremas sehingga dan membentuk bangun sesuai yang dibentuk. Kekuatan ketegangan pada tanah juga akan semakin berkurang apabila tanah akan sering diberi tekanan. Namun, kondisis plastis pada tanah liat sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kerajinn atau bahan-bahan bangunan kemudian dikeraskan dengan dibakar pada suhu yang sangat tinggi.

  1. Tanah berwarna hitam terang, merah maupun kelabu

Tanah memiliki jenis yang berbeda, salah satunya ditentukan oleh faktor warna tanah. Warna tanah merupakan faktor visual sebagai pembeda dengan jenis tanah lain. Tanah liat memiliki tingkat warna, menurut Munsell Soil Color Chart tanah liat memiliki warna kelabu, putih, merah bahkan hitam tergantung banyak kandungan besi di dalamnya.

Selain hitam karena kandungan besi warna hitam dapat disebabkan kandungan bahan organik. Semakin tinggi bahan organk maka warna tanah akan semakin gelap pekat. Namun, campuran warna hitam gelap hingga hitam terang disebabkan kandungan silika pada tanah yang mrupakan penciri dari tanah liat yang berwarna terang.

Kandungan partikel tanah liat yang merah juga dapat disebabkan kandungan hematit pada tanah. Apabila kandungan hematit semakain tinggi maka warna merah pada tanah akan terlihat cerah. Namun sebaliknya, apabila kandungan hematit berkurang maka warna tanah akan menjadi gelap hingga gelap terang.

  1. Kadar kembang susut tinggi

Tanah liat memeiliki kadar kembang susut yang tinggi. Tanah dengan kondisi air yang cukup tinggi ketika musim hujan mengakibatan volume tanah menjadi berkembang. Namun , ketika kehilangan air maka tanah akan mengalami penyusutan volume sehingga air yang mengisi pori-pori tanah berkurang dan tanah menyusut.

Hal ini dapat dilihat dari keadaan ketika memasuki musim kemarau, tanah menyusut karena pori-pori pada tanah tidak terisi air sehingga tanah menyusut dan pecah atau terdapat retakan.

  1. Permeabilitas yang rendah

Tanah liat merupakan salah satu jenis tanah yang memiliki kemampuan permeabilitas tanah yang rendah. Tanah dengan permeabilitas rendah adalah tanah dengan tingkat kemampuan menghantarkan suatu zat yang relatif lambat baik berupa air maupun gas.

Dalam kondisi tanah jenuh air, tanah liat akan terlihat teksturnya yang mengembang dan agak becek. Kondisi tersebut disebabkan dengan kemampuan permeabilitas tanah yang lambat. Dengan kata lain, daya aliran air maupun gas yang terperangkap pada tanah liat akan sulit untuk bergerak. Kondisi seperti ini merupakan kondisi tanah yang memiliki aerasi tanah yang kurang baik.

  1. Ukuran butir halus

Ukuran partikel tanah yang bersifat liat merupakan faktor dari ukuran biji yang halus. Dalam ilmu tanah ukuran agregat dikelompokan untuk mengidentifikasi suatu jenis tanah tertentu. Jenis tanah liat memiliki ukuran partikel kurang dari 0,002 mm. Semakin kecil suatu agregat maka memiliki potensi akan semakin tinggi tingkat kohesinya.

Ukuran partikel pada tanah liat juga dapat diamati ketika tanah benar-benar pada kondisi kering dan kejenuhan airnya hilang. Partikel pada tanah liat akan berbentuk seperti remahan pasir namun, berwarna merah dan sedikit kecoklat kekuningan. Ketika dipegang teksturnya lebih halus daripada pasir biasanya.

  1. Bersifat kohesif

Tanah liat memiliki sifat kohesif yaitu melekat satu dengan yang lain. Sifat ini menyebabkan tanah liat bersifat lengket atau lekat. Tekstur secara fisik tanah liat apabila dipegang akan meninggalkan tanah pada sebagian tangan.

Tanah liat akan besifat kohesif apabila kandungan air pada tanah sangat tinggi sehingga pori-pori akan terisi air sehingga kohesi antar partikel tinggi. Sifat ikatan antar ion yang tinggi mempengaruhi sifat pada tanah liat yang menyebabkan sifat kohesif tinggi.

  1. Kenaikan air kapiler tinggi

Semakin halus agregat atau partikel tanah maka pori-pori akan semakin kecil, hal ini berpengaruh pada luas tabung kapilaritas. Tabung kapilaritas yang semakin kecil menyebabkan aliran air naik pada tabung kapiler karena adhesi air yang lebih kecil daripada kohesi antar partikel tanah.

  1. Proses konsolidasi lambat

Sifat tanah liat yaitu memiliki sifat tanah yang lambat dalam hal konsolidasi. Tanah liat merupakan lapisan atas tanah atau top soil. Tanah liat memiliki daya konsolidasi atau tingkat kemampatan tanah rendah.

Berbeda dengan tanah-tanah pada umunya yang memiliki tingkat konsolidasi yang tinggi atau tingkat keteguhan tanah yang tinggi. Tanah liat lebih bersifat lama dalam penstabilan struktur tanah sehingga kondisi pada tanah akan mudah berubah apabila terdapat tekanan-tekanan dari luar.

Tanah liat akan mengalami perubahan atau plastis apabila beban di atasnya melebihi daya rengggang sehingga tanah akan mengalami perubahan bentuk akibat adanya tekanan.

  1. Sementasi rendah

Sementasi sendiri dapat berupa campuran yang menyebabkan suatu benda bersifat keras apabila mengalami reaksi dengan partikel kimia lainnya. Sementasi akan menyebabkan suatu bahan saling bereaksi denagn ikatan yang kuat sehingga membentuk suatu komposisi baru.

Tanah liat berbeda dengan tanah berjenis batuan yang memiliki tingkat reaksi kimia yang menghasilkan sementasi lebih tinggi daripada tanah yang bersifat liat. Kondisi  tanah yang memiliki kemampuan sementasi yang tinggi, biasanya tanah tersebut mengandung banyak mengandung mineral.

  1. Adanya bahan organik

Tanah liat merupakan salah satu bagian tanah top soil atau bagian atas pada suatu lapisan tanah. Bagian top soil biasanya merupakan tanah yang bersentuhan langsung dengan jasad-jasad organik.

Hal ini menjadikan tanah liat biasanya memiliki kandungan atau bahan organik pada lapisannya. Namun, ada juga tanah liat yang kadar bahan organiknya tidak terlalu banyak sehingga kurang baik apabila dijadikan sebagai lahan pertanian.

Jenis Tanah Liat

Adapun untuk macam tanah liat, secara umum dapat di klasifikasikan dalam berbagai jenis. Yaitu;

  1. Tanah liat primer, Tanah liat primer merupakan tanah liat yang terbentuk dari tenaga endogen yang berasal dari lapukan batuan induk dan tetap berada di daerah terbentuknya.
  2. Tanah liat sekunder, Tanah liat sekunder merupakan tanah liat yang berasal dari sedimen atau endapan. Tanaah liat sekunder merupkan tanah hasil residu dari pelapukan batuan yang terbawa  oleh tenaga eksogen hingga berpindah jauh dari batuan induknya.

Itulah tadi uraian atas beragam ciri-ciri yang ada dalam tanah liat, jenis, dan penjelasannya secara lengkap. Semoga bisa memberikan edukasi, referensi, serta mampu menambah literasi bagi kalian yang pada saat ini sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *