Ciri Umbi Batang dan Klasifikasi Ilmiahnya

Diposting pada

Karakteristik Umbi Batang

Umbi-umbian adalah salah satu organ tumbuhan yang termodifikasi dari organ lain pada tumbuhan, salah satunya yaitu dari batang, yang bisa disebut umbi batang. Umbi batang umumnya terbentuk di dekat permukaan tanah. Salah satu ciri umbi batang yaitu memiliki beberapa simpul yang disebut mata yang dapat berkembang menjadi tunas. Setiap tunas yang muncul pada umbi tersebut kemudian dapat dipotong dan ditanam untuk menghasilkan tanaman baru.

Contoh tanaman yang termasuk umbi batang adalah tanaman kentang.  Selain itu, masih terdapat beberapa ciri umbi batang yang membedakannya dengan jenis umbi lainnya. Misalnya contoh umbi akar, umbi lapis dan umbi udara. Umbi batang memiliki manfaat yang beragam, misalnya tanaman kentang yang bisa menjadi sumber karbohidrat.

Umbi Batang

Umbi batang adalah umbi yang berasal dari pembengkakan batang, yang dapat menyimpan air dan nutrisi. Nutrisi dan air ini digunakan dalam kondisi yang tidak menguntungkan seperti musim kemarau atau musim dingin.

Keturunan atau umbi baru yang tumbuh dari tunas pada contoh umbi batang melekat pada ujung rimpang hipogeogen. Pada musim gugur tanaman mati, kecuali untuk umbi batang keturunan baru yang memiliki satu tunas dominan, yang menghasilkan batang dan daun saat musim semi, dalam pembusukan umbi dan umbi baru mulai tumbuh.

Beberapa tanaman juga membentuk umbi yang lebih kecil dan tuberkulosis yang bertindak seperti biji, menghasilkan tanaman kecil yang menyerupai bibit. Beberapa umbi batang berumur panjang, seperti umbi begonia.

Ciri Umbi Batang

Berikut ini ciri-ciri umbi batang, antara lain:

  1. Akar

Umbi batang memiliki akar yang umumnya menjalar dan mempunyai ukuran yang kecil dan halus. Warna akar agak putih. Bisa masuk kedalam tanah hingga dengan kedalaman 45 cm. Akan tetapi, pada umumnya akar umbi ini masuk dan bergerombol hanya pada kedalaman tanah 25 cm.

  1. Batang

Umbi batang mempunyai arti batang yang bentuknya segi empat ataupun segi lima dengan tekstur yang agak keras dan warnanya hijau tua dengan pigmen ungu. Diameter batang cukup kecil dengan panjang hanya sekitar 50-120 cm. Umbi batang mempunyai tiga tipe bentuk batang yaitu tegak, menjalar, dan menyebar.

Pada bagian batang terdapat rongga dan tidak berkayu, kecuali apabila sudah tua maka pada bagian batang bawah akan berubah menjadi kayu.

  1. Daun

Umbi batang mempunyai daun yang rimbun berbentuk oval dan meruncing, serta tulang daunnya menyirip. Seperti pada umumnya tanaman lain, daun pada umbi batang juga berfungsi sebagai tempat untuk melakukan fotosintesis.

Daun berwarna hijau muda sampai hijau tua, bahkan ada juga yang abu-abu atau merah dengan permukaan bawah daun membentuk bulu. Daun pada umbi mempunyai kuncup tambahan. sedangkan umbi akar tidak memiliki daun bersisik dan kuncup tambahan.

  1. Bunga

Umbi batang mempunyai makna bunga yang berukuran yang cukup kecil dengan warna merah, ungu, dan juga putih.

  1. Buah

Buah umbi batang ada yang berwarna hijau, merah, kuning, putih atau hijau keputihan, berlendir dan terdapat kulit buah.

  1. Tunas

Umbi batang memiliki tunas apikal (tunas pucuk), yaitu tunas yang tumbuh di pucuk batang. Dominasi apikal dan pembentukan cabang lateral dipengaruhi oleh keseimbangan konsentrasi hormon. Dominasi apikal bisa diartikan sebagai persaingan antara tunas pucuk dengan tunas lateral dalam hal pertumbuhan.

Selama masih terdapat tunas pucuk/apikal, pertubuhan tunas lateral akan terhambat sampai jarak tertentu dari pucuk. Dominasi apikal tersebut disebabkan karena adanya hormon auksin yang didifusikan dari tunas pucuk ke bawah (polar) dan ditimbun pada tunas lateral. Hal ini akan menghambat pertumbuhan tunas lateral sebab konsentrasinya masih terlalu tinggi.

  1. Kemampuan menghasilkan tanaman baru

Setiap bagian dari umbi batang dapat tumbuh menjadi tanaman baru ketika umbi dipotong menjadi bagian-bagian. Hal itu juga yang membedakannya dari umbi akar yang tidak dapat berkembang menjadi tanaman baru.

  1. Kemampuan menghasilkan klorofil

Umbi batang sejatinya memiliki kemampuan untuk menghasilkan klorofil saat terpapar sinar matahari. Sehingga atas dasar inilah beberapa manfaat umbi batang sangat diperlukan oleh manusia.

  1. Kemampuan menyimpan nutrisi

Umbi batang terutama menyimpan karbohidrat kompleks seperti pati, sedangkan umbi akar menyimpan karbohidrat sederhana seperti glukosa.

  1. Orientasi atau arah pertumbuhan

Umbi batang memiliki orientasi vertikal dengan satu atau beberapa tunas vegetatif di bagian atas dan akar berserat yang dihasilkan di bagian bawah dari bagian dasar, biasanya umbi batang memiliki bentuk bulat lonjong.

  1. Dikenal juga sebagai “umbi telanjang”

Umbi batang kadang disebut juga “umbi telanjang”. Hal tersebut disebabkan karena tidak adanya buku, ruas dan daun/sisa daun pada umbi, seperti halnya salah satu sifat batang yaitu adanya ketiga unsur di atas.

  1. Ada yang tumbuh di dalam/di atas tanah

Ada umbi batang yang tumbuh di dalam tanah, contohnya yaitu kentang (Solanum tuberosum), ketela rambat (Ipomoea batatas). Sedangkan umbi batang yang tumbuh di atas tanah, contohnya yaitu ubi (Dioscorea alata), gembili (Dioscorea aculeate).

Klasifikasi Umbi Batang

Adapun untuk beragam klasifikasi ilmiah yang dimiliki oleh umbi batang yaitu:

  • Kingdom         : Plantae
  • Divisi               : Spermatophita
  • Subdevisi        :  Angiospermae
  • Kelas               :  Dikotiledon
  • Ordo                :  Solanales
  • Famili              :  Tuberaceae
  • Genus              :  Tuber
  • Spesies            :  Tuber cauligenum

Nah, itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan beragam ciri morfologi umbi batang dan klasifikasi ilmiahnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *