Contoh Obat Bakterisida dalam Pertanian

Diposting pada

Obat Bakterisida

Berbagai jenis hama tanaman ataupun organisme penganggu tanaman (OPT) secara kimia dapat diatasi melalui pestisida. Dimana lazimya pestisida ini sendiri dikelompokkan ke dalam beberapa jenis dua diantaranya yaitu bakterisida dan moluskisida.

Istilah bakterisida memang tidak begitu populer dan jarang dipakai, akan tetapi sebagai jenis obat mampu membasmi tumbuhan yang dianggap meruginakan.

Bakterisida

Bakterisida biasanya terdapat kandungan aktif untuk membasmi bakteri. Bakteri yang dibasmi dalam arti bakterisida ini berukuran sangat kecil berkisar 0,15 sampai dengan 6 mikron sehingga dapat mudah masuk di dalam tanaman induk lewat luka, pori air, stomata, ataupun lentisel.

Akan tetapu bakteri memproduksi zat racun yang dapat merugikan terhadap tanaman bahkan memproduksi zat yang dapat memberikan rangsangan sel inang secara tidak normal. Bakteri dapat menyebar lewat biji, serangga, dan lainnya.

Contoh Bakterisida

Adapun untuk macam-macam obat bakterisida yang biasanya dipergunakan dalam pertanian. Antara lain;

  1. Agrept 200 WP

Bakterisida Agrept 200 WP
Agrept 200 WP

Agrept adalah jenis bakterisid yang berperan sebagai antibiotika. Bakterisida ini mempunyai formulasi WP atau Wetable Powder berbentuk tepung basah. Dalam pemakaiannya, Agrept bisa dilarutkan terlebih dahulu kemudian disemprotkan pada tanaman.

Bakterisida ini mengandung bahan aktif yaitu Streptomisin sulfat yang dimanfaatkan dalam pengendalian layu bakteri pada cabai, tembakau, dan kedelai ataupun kentang, penyakit hawar daun pada sengon, padi, atau akasia, dan bercak daun pada jarak pagar. Bakterisida ini mempunyai sifat sistemik yang bisa masuk ke dalam jaringan tanaman sehingga jaringan yang terserang oleh bakteri akan terbunuh.

  1. Agrimycin

Bakterisida Agrimycin
Agrimycin

Agrimycin adalah bakterisida yang berbahan aktif yaitu Streptomisin sulfat dan oksitetrasiklin. Bakterisida ini mempunyai sistem mekanisme kerja yang secara khusus di dalam tanaman.

Agrimiycin berfomulasi seperti tepung basah dengan perwarnaan coklat dan dimanfaatkan sebagai pengendali layu diakibatkan bakteri di berbagai tanaman. Agrimycin dipakai dengan cara penyiraman di area tanaman untuk menyelesaikan bakteri tular tanah umumnya infeksi pada kentang.

  1. Bactoxyn

Bakterisida Bactoxyn
Bactoxyn

Bactoxyn adalah bakterisida dengan kandungan zat aktif yaitu Ositetrasiklin yang berfomulasi AL. Bactoxyn merupakan jenis bakterisida yang bersifat mekanisme secara khusus yang masuk ke dalam jaringan tanaman dan menyebabkan jaringan tanaman tersebut bersifat toksik atau racun terhadap bakteri.

Bakterisida ini memiliki warna coklat dengan berbentuk seperti larutan. Bactoxyn digunakan lewat penyemprotan dengan dilarutkan dahulu ke dalam air untuk mengendalikan pada penyakit layu di berbagai sayuran yang diakibatkan oleh Ralstonia solanaceaum. Sebagai contoh dalam mengendalikan penyakit blast atau hawar pelepah yang terinfeksi pada padi.

  1. Plantomycin

Bakterisida Plantomycin
Plantomycin

Plantomycin merupakan jenis bakterisida yang mekanisme sistemik dengan kandungan zat aktif yaitu Streptomicin Sulfat dengan adanya formulasi WP. Bakterisida ini berbentuk seperti bubuk warna putih yang perlu dilarutkan di dalam air.

Plantomycin dimanfaatkan dengan menyemprotkan atau disiram ataupun dicampurkan dengan menggunakan bahan pestisida seperti fungisida ataupun pupuk dasar yang ditambahkan ke dalam tanaman. Bakterisida ini umumnya dimanfaatkan dalam pengendalian penyakit pada padi yang diakibatkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae.

  1. Kuproxat

Bakterisida Kuproxat
Kuproxat

Kuproxat adalah jenis bakterisida namun juga sebagai fungisida. Kuproxat berbahan aktif tembaga Oxysulfat yang biasanya digunakan dalam pengendalian penyakit hawar daun pada tanaman padi atau biasanya dikenal sebagai penyakit kresek, ataupun penyakit antraknosa di tanaman cabe, penyakit busuh buah pada tanaman kakao.

Bakterisida ini berbentuk cair. Kuproxat digunakan melalui disemprot terhadap tanaman dan bersifat tahan terhadap proses pencucian air hujan diakibatkan partikel berukuran sangat halus dengan daya lekat yang baik.

Nah, demikianlah artikel lengkap yang bisa kami kemukakan pada semua kalangan berkenaan dengan berbagai macam bakterisida yang ada dalam pertanian. Semoga memberikan wawasan untuk kalian semuanya yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *