Contoh Bioteknologi pada Pertanian

Diposting pada

Contoh Bioteknologi Pertanian

Era globalisasi memberikan dampak terhadap teknologi teknologi di dunia bahkan termasuk bioteknologi. Dalam sejarah, bioteknolgi sudah mulai dikembangkan pada abad 18 masehi. Hal ini dijelaskan oleh seorang ahli biologi bernama Pasteur yang menemukan dan menyatakan bahwa proses fermentasi adalah proses yang dilakaukan oleh organisme hidup. Dan hal tersebut menjadi awal mula pengembangan bioteknologi hingga saat ini.

Bioteknologi menjadi pacuan dalam pengembangan pengetahuan mengenai bagaimana memanfaatkan produk yang dihasilkan oleh makhluk hidup seperti enzim, metabolik sekunder, dan sebagainya. Pengolahan produk tersbut bahkan sudah menjadi kebutuhan di kalangan masyarakat dunia sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Pengembanagan demi pengembangan sudah mulai dilakukan untuk meningkatkan inovasi teknologi. Dari metode konvensional hingga teknologi modern sudah dapat dimanfaatkan pada berbagai sektor. Bahkan industri di sektor pertanian menggunakan bioteknologi sebagai tumpuan untuk meningkatkan produktifitas pada lahan pertanian.

Bioteknologi

Bioteknologi adalah disiplin ilmu yang mempelajari mengenai pemanfaatan makhluk hidup menghasilkan produk untuk pengembangan pengetahuan, penggunaan pengobatan, kebutuhan pangan, lingkungan maupun dalam arti pertanian. Bioteknolgi sendiri banyak dilakukan oleh tenaga kedokteran dalam pembuatan vaksin dan antibiotik.

Dalam kebutuhan pangan, bioteknologi digunakan untuk ilmu gizi mengenai kandungan apa saja yang dihasilkan oleh makanan. Dalam ilmu pertanian digunakan sebagai rekayasa genetika suatu varietas tanaman.

Bioteknologi merupakan teknologi yang menggunakan sistem hayati (proses-proses biologi) untuk mendapatkan barang atau jasa yang berguna bagi kesejahteraan manusia. Proses-proses tersebut memerlukan upaya dari aktivitas mikroba sebagai pendukung terjadinya perubahan proses kimia.

Dan juga, kondisi untuk rekayasa proses hayati juga sangat diperlukan untuk dapat memodifikasi adanya perubahan  genetik pada organisme yang digunakan.

Bioteknologi di Bidang Pertanian

Bioteknologi pertanian meliputi upaya-upaya rekayasa genetika yang berhuubungan pada sektor pertanian. Sektor pertanian memanfaatkan bioteknologi untuk mempermudah dan memeperbaiaki suatu varietas agar dapat disesuaikan dengan kondisi pasar.

Seperti tanaman tahan hama, tanaman yang memiliki sifat varietas lain, dan tanaman dengan percepatan masak fisiologis tinggi agar cepat panen.

Metode-metode dalam proses bioteknologi sanagat banyak seperti seleksi bahan, kultur jaringan, DNA rekombinan, fermentasi dan modifikasi lingkungan untuk memperoleh produk yang optimal dan lain sebagainya.

Contoh Bioteknologi di Bidang Pertanian

Berikut beragam contoh-contoh bioteknologi yang diterapkan pada pertanian, antara lain;

  1. Beras Emas

Beras Emas

Beras merah merupakan beras hasil dari bioteknologi dengan menghasilkan beras produksi berwarna emas. Warna emas pada beras dihasilkan oleh kandungan beta karoten tinggi. Beta karoten merupakan pro vitamin A yang dapat diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh. Jika, beta karoten tinggi maka kandungan vitamin A meiliki korelasi positif terhadap kenaikan gizi pada beras merah.

Beras merah direkayasa dengan tujuan untuk memenuhi gizi pada anak-anak yang kurang menyukai sayuran dengan kandungan vitamin A seperti wortel. Dengan adanya beras emas, kekurangan vitamin A dapat teratasi.

  1. Kapas Bt

Kapas Bt merupakan istilah yang digunakan sebagai sebutan kapas yang diinduksi genetika bakteri Bacillus thuringiensis atau lebih dikenal sebagai tanaman Genetically Modification Organism (GMO). Kapas Bt memiliki kelebihan sebagai tanaman dengan varietas tahan hama.

Genetika yang diinduksikan dari bakteri bacillus thuringiensis dapat bersimbiosis dengan tanaman kapas sehingga meningkatan kemampuan tanaman dalam resistensi terhadap seranagan hama,

Bakteri Bacillus thuringiensis memiliki kelebihan yaitu dalam menghasilkan hormon yang bersifat insektisida terhadap Helicoverpa armigera atau familiar dengan julukan Catton Bollworm (CBW). Hama yang menyerang tanaman akan terkena toksin yang dihasilkan bakteri Bt.

Toksin dari bakteri Bt dapat merusak dinding sel sehingga apabila hama penyerang tanaman maka hama tersebut akan mati karena senyawa toksin cry.

  1. Turf Grass

Rumput merupakan salah satu tanaman yang dapat berkembang secara cepat dengan cara vegetatif. Rumput dengan rekayasa genetika dapat berubah menjadi tanaman yang dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai tanaman penutup tanah. Beberapa rumput dimanfaatkan sebagai penutup pekarangan, taman, lapangan sepak bola, lapangan golf, dan lain sebagainya.

Salah satu contoh adalah turfgrass yang merupakan rumput yang sengaja dibudidayakan sebagai penutup tanah. Tanaman ini dapat direkayasa menjada tanaman yang tumbuh lambat melalui bioteknologi dengan menyisipkan genetika hormon asam absisat sebagai penghambat pembelahan sel sehingga pertumbuhan tanaman tidak begitu cepat.

  1. Kedelai tahan herbisida

Kebutuhan kedelai di Indonesia cukup tinggi sebagai bahan baku industri pembuatan tempe atau kecap sebagai kebutuhan bahan pokok. Produksi kedelai ditingkatkan dengan budidaya varietas unggul dan gen tahan herbisida.

Gen tahan herbisida ditujukan sebagai acuan untuk kebutuhan perawatan. Sebagai parameter ketahanan herbisida bermaksud dalam persaingan dengan gulma. Kemampuan tahan terhadap toksin pada herbisida menyebabkan tanaman lebih kuat apabila dilakukan pengendalian gulma, sehingga hanya gulma yang mati sementara tanaman kedelai dapat bertahan hidup.

  1. Jagung Hibrida

Bioteknologi Tanaman Jagung

Jenis tanaman jagung yang paling sering dikembangkan adalah jagung hibdrida. Jagung hibrida merupakan tanaman yang dihasilkan melalui persilangan dua atau tiga lebih tanaman unutk menghasikan tanaman dengan sifat unggul. Tanaman jagung hibdirda sendiri adalah tanaman persilangan dari keturunan langsung atau F1 sehingga masih memiliki sifat tetua dari hasil persilangan.

Jagung adalah salah satu tanaman pangan kaya akan karbohidrat. Dengan digabungkan dengan sifatnya yang resisten hama maka tanaman tersebut memiliki keunggulan sebagai jagung hibrida. Dapat dikatakan juga jagung hibrida adalah jagung dengan tingkot vigoritas yang tinggi daripada jagung pada umumnya.

  1. Buah Tanpa Biji

Buah tanpa biji merupakan buah yang dihasilkan dari hasil budidaya tanaman dengan metode persilangan tanaman diploid (2n) dan tetraploid (4n) untuk menghasilkan taanaman triploid (3n). Kemudian pembiakan atau teknik perbanyakan dapat dilakukan dengan pengambilan bagian endosperm sebagai bahan klon dalam pembiakan buah tanpa biji.

Buah tanpa biji merupakan pilihan bagi para konsumen agar ketika memakan tidak merepotkan. Teknik pembiakan tanaman juga sudah dilakukan melalui kultur jaringan karena tanaman tanpa biji tidak dapat dikembang-biakan melalaui biji. Oleh sebab itu, memanfaatan jaringan tanaman untuk dikembang-biakan.

  1. Kopi Luwak

Kopi luwak adalah jenis kopi yang difermentasikan melalui binatang luwak melalui pencernaan dengan bantuan bakteri asam laktat yang dapat mempengaruhi proses kimia pada biji kopi secara alami. Perubahaan kimiawi menciptakan kandungan kafein rendah, kadar keasaman kopi rendah, dan tidak menghasilkan rasa pahit sehingga menjadi kopi luwak sebagai kopi dengan kualitas tinggi.

Kopi luwak merupakan teknik pengolahan dengan memanfaatkan bioteknologi tradisional melalui fermentasi alami. Proses dari buah kopi hingga menjadi biji melalui kotoran luwak merupakan metode alamiah bioteknologi di sektor pertanian.

  1. Tape

Tape merupakan jajanan khas Jawa dengan bahan dasar beras ketan dan diolah melalaui proses fermentasi ragi. Ragi sendiri merupakan produk yang digunanakn sebagai media biakan mikroorganisme. Teknik pembuatan tape dilakukan dengan proses anaerob dan kedap oksigen (O2) agar respirasi anaerob bakteri menghasilkan alkohol pada tape.

Tape yang baik sebagai olahan harus memiliki kadar alkohol yang tingggi dan tidak berbau. Apabila berbau maka dalam proses fermentasi terdapat kesalahan dalam proses anaerob. Sehingga fermentasi tidak dapat terjadi secara maksismal.

  1. Khamir Roti

Prduksi makan seperti roti memerlukan bahan pengembang dalam proses pembuatan adonan dan salah satunya menggunakan khamir. Khamir roti merupakan bahan yang digunakan sebagai campuran pada adonan tepung roti. Khamir roti digunakan pada proses fermentasi dengan tujuan menghasilkan gas karbondioksida (CO2) untuk mengembangkan adonan kue.

Khamir berperan dalam fermentasi untuk mengembangkan roti melalui proses pemecahan substrat glukosa dan menjadikannya CO2, alkohol dan asam. Gas CO2 yang terjebak pada gluten menyebabkan adonan roti mengembang dan lembut. Alkohol beserta asam akan memberikan aroma khas dan rasa yang nikmat pada roti.

  1. Biofuel

Sektor pertanian tak ubahnya berperan dalam perbiakan lingkungan dengan energi terbarukan salah satunya dengan produksi biofuel. Biofuel atau bahan bakar hayati merupakan energi terbarukan hasil dari bioteknologi. Biofuel merupakan bahan bakar yang diperoleh dari pengolahan bahan-bahan hayati seperti tanaman dan hasil dari hewan seperti kotoran baik berupa padatan, cair dan gas.

Contoh dari biofuel adalah bioethanol hasil fermentasi dan olahan dari tanaman sorgum, biodiesel merupakan hasil olahan minyak dari kelapa sawit dan biogas yang merupakan hasil dari pengolahan kotoran hewan ternak dan dijadikan bahan bakar gas.

Itulah tadi ulasan lengkap yang bisa kami sebutkan kepada pembaca semuanya berkenaan dengan materi contoh bioteknologi yang khususnya pada bidang pertanian dan mudah ditemukan untuk kehidupan sehari-hari. Semoga mengedukasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *