Contoh Budidaya dalam Bidang Pertanian

Diposting pada

Contoh Budidaya Pertanian

Pertanian adalah ilmu dan seni budidaya tanaman dan ternak. Budidaya tanaman dan ternak dilakukan untuk mencukupi kebuutuhan pokok manusia, khususnya dalam hal pangan. Secara umum, budidaya bisa diartikan sebagai kegiatan terencana untuk memelihara sumber daya hayati yang bertujuan untuk mengambil manfaat dari sumber daya hayati tersebut. Sumber daya hayati itu berupa tanaman dan hewan.

Tanaman yang banyak dibudidayakan yaitu beragam jenis tanaman pangan, contohnya padi, jagung, singkong; tanaman sayur contohnya kangkung, bawang merah, tomat; tanaman buah contohnya pisang, buah naga. Sedangkan hewan yang banyak dibudidayakan yaitu hewan ternak, misalnya sapi, ayam; dan hewan air atau ikan misalnya ikan gurame, ikan nila, dan masih banyak contoh tanaman maupun hewan yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan.

Budidaya

Budidaya bisa diartikan sebagai serangkaian upaya yang terencana untuk memelihara dan mengembangbiakan tanaman atau hewan agar tetap lestari, sehingga bisa memperoleh hasil yang bermanfaat dari proses kegiatan yang dilakukan tersebut.

Pengertian Budidaya

Budidaya adalah kegiatan terencana dalam pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan pada suatu areal lahan untuk diambil manfaat/hasil panennya. Kegiatan budidaya bisa dikatakan sebagai inti dari usaha tani.

Pengertian Budidaya Menurut Para Ahli

Adapun definisi budidaya menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Sunjian (2012), Budidaya yaitu kegiatan pertanian yang dilakukan masyarakat untuk mendapatkan hasil sebagai keputusan secara kolektif atau individu untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia.
  2. Chairun Hanum, Budidaya yaitu suatu proses yang menghasilkan bahan pangan serta berbagai produk agroindustri lainnya dengan memanfaatkan sumber daya tumbuhan. Yang menjadi objek budidaya tanaman ini antara lain tanaman hortikultura, tanaman pangan dan tanaman perkebunan.

Contoh Budidaya

Berikut ini beragam contoh budidaya dalam bidang pertanian, baik budidaya tanaman maupun hewan, antara lain:

Budidaya Tanaman Padi

Beragam jenis padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia, bahkan dunia. Karena pentingnya padi untuk ketahaman pangan, maka maka program-program pengembangan padi akan selalu menjadi prioritas oleh pemerintah.

Budidaya tanaman padi cocok dilakukan di wilayah yang berhawa panas dan banyak mengandung  uap  air, dengan curah hujan rata-rata 200 mm/bulan atau lebih. Media tanamnya adalah tanah sawah yang mempunyai kandungan fraksi pasir, debu dan lempung dalam perbandingan tertentu.

Baca juga;

  1. Ciri Padi dan Manfaatnya Secara Umum
  2. Pengertian Jerami Padi, Kandungan, dan Manfaatnya

Budidaya Tanaman Jagung 

Jagung merupakan komoditas penting kedua setelah padi. Jagung juga digunakan sebagai salah satu tanaman pangan karena nilai gizinya tak kalah jika dibandingkan dengan beras. Jagung telah di tanam sejak ribuan tahun silam.

Budidaya jagung cocok dilakukan di wilayah dataran rendah sampai tinggi hingga 1200 meter dpl. Media tanamnya tanah lempung, lempung berpasir, tanah vulkanik, yang subur, gembur, kaya bahan organic. Jagung membutuhkan sinar matahari minimal 8 jam/hari, dengan suhu udara 20-33 0C dan curah hujan sedang, ph tanah 5,5 sampai 7 dengan drainase yang baik. 

Budidaya Tanaman Singkong 

Singkong termasuk salah satu contoh tanaman umbi akar yang bisa dibilang mudah perawatannya. Beragam jenis singkong juga menjadi salah satu tanaman pangan yang penting karena kegunaannya yang luas baik untuk industri ataupun individu masyarakat.

Budidaya tanaman singkong cocok dilakukan di wilayah dengan ketinggian antara 10–700 m dpl, dengan curah hujan antara 1.500-2.500 mm/tahun. Pancaran sinar matahari sekitar 10 jam/hari terutama untuk kesuburan daun dan perkembangan umbinya. Media tanamnya adalah tanah yang yang berstruktur remah, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros serta kaya bahan organik.

Budidaya Tanaman Ubi Jalar

Ubi jalar menjadi sumber makanan alternatif setelah padi, jagung, dan singkong. Ubi jalar termasuk tanaman umbi-umbian yang paling tua dalam sejarah umat manusia. Umbi yang satu ini bisa dibuat menjadi beragam olahan makanan.  Selain sebagai makanan pokok, bisa juga dibuat camilan atau pun menjadi tepung untuk berbagai makanan olahan lanjutan lainnya.

Budidaya ubi jalar cocok untuk dilakukan di daerah tropis yang panas dan lembab. Suhu ideal untuk tanaman umbi yang satu ini adalah 21-27oC dengan dengan curah hujan 750-1500 mm per tahun, dengan penyinaran matahari sekitar 11-12 jam sehari.

Budidaya Tanaman Kangkung

Kangkung merupakan sayuran hijau yang bergizi yang bibitnya hanya membutuhkan 4-6 minggu untuk panen. Kangkung ada 2 jenis, yaitu kangkung darat dan kangkung air. Kangkung darat berwarna hijau terang, dengan ujung daun yang runcing dan bunga berwarna putih, sedangkan kangkung air warna daunnya hijau agak gelap dengan ujung yang membulat atau lebih tumpul, sehingga nampak lebih lebar, dan arti bunganya cenderung ungu.

Tapi kangkung darat lah yang saat ini lebih banyak dipasarkan secara komersial, sedangkan kangkung air lebih banyak dikonsumsi dan ditanam secara subsisten oleh masyarakat.

Budidaya kangkung cocok dilakukan di daerah beriklim tropis, dengan curah hujan rata-rata 500-5000 mm/tahun dan sinar matahari yang cukup, karena di tempat yang ternaungi, kangkung akan mengalami etiolasi (tumbuh memanjang dan kurus-kurus).

Selain itu, kangkung membutuhkan tanah yang datar, karena tanah yang curam tidak bisa mempertahankan kandungan air secara baik.

Budidaya Tanaman Terong 

Terong merupakan tanaman sayur yang banyak mengandung gizi seperti vitamin K dan kalsium. Terong bisa dibudidayakan dengan media polybag.

Ada banyak jenis terong yang dibudidayakan di Indonesia, misalnya terong lokal seperti terong gelatik, terong kopek, terong bogor, terong medan, bahkan terong impor seperti terong Jepang.

Budidaya tanaman terong cocok dilakukan di wilayah dengan suhu udara yang berkisar antara 22-30 derajat Celsius. Media tanam yang dubutuhkan adalah tanah berpasir, sekam, dan pupuk, dengan pH tanah berkisar antara 6,3-7,3. Terong membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup.

Budidaya Tanaman Bawang Merah 

Bawang merah merupakan salah satu umbi lapis yang banyak dimanfaatkan untuk bumbu masakan. Bawang merah mempunyai kulit berwarna merah keunguan dan daging putih kemerah-merahan. Cara penanaman bawang merah yang relatif mudah, bahkan bisa dilakukan dengan menggunakan polybag.

Budidaya bawang merah cocok dilakukan di daerah beriklim sedang. Ketinggian tempat yang optimum untuk menanam bawang merah yaitu 0- 400 mdpl. Media tanamnya adalah tanah berpasir, lempung, atau gambut dengan keadaan yang subur, mengandung bahan organik tinggi, dan dreinasenya baik. Baca juga; Manfaat Umbi Lapis untuk Bawang Merah dan Putih

Budidaya Tanaman Tomat

Tanaman tomat adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tapi kini tomat menjadi salah satu tanaman perdu semusim yang banyak dibudidayakan oleh petani di negara kita.

Budidaya tanaman tomat cocok untuk dilakukan di daerah dengan kisaran suhu 20 sampai dengan 27oC dengan curah hujan sekitar 750-1250 mm/ tahun. Secara umum tomat bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl. Tomat bisa ditanam pada berbagai jenis tanah mulai dari tanah lempung berpasir sampai dengan lempung berliat.

Selain itu, tomat juga bisa dibudidayakan pada jenis tanah-tanah yang kaya akan bahan organik. Yang perlu diingat adalah, apapun jenis tanah yang digunakan, pastikan bahwa  harus mempunyai drainase yang baik, karena tanaman tomat tidak tahan terhadap kelebihan air yang terlalu lama.

Baca juga;

  1. Kandungan Tomat dan Khasiatnya
  2. Ciri Tomat dan Syarat Tumbuhnya

Budidaya Tanaman Pisang 

Pisang adalah tanaman buah khas daerah tropis. Tanaman yang satu ini mempunyai keunikan tersendiri yaitu hanya berbuah sekali lalu mati.

Bukan hanya buahnya yang bermanfaat, bagian lain dari tanaman ini juga memiliki banyak manfaat, misalnya daunnya untuk pembungkus makanan, batangnya sebagai kerajinan, jantung pisan yang dapat diolah menjadi makanan dan tentunya buahnya yang enak.

Pohon pisang bisa tumbuh dengan baik mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1300 meter dari permukaan laut. Curah hujan yang diperlukan sektar 1500-2500 mm/tahun, dengan suhu antara 15-35°C.

Pohon pisang bisa tumbuh diatas hampir semua jenis tanah. Namun jenis tanah yang paling cocok adalah tanah yang bertekstur liat seperti aluvial, banyak mengandung kalsium dan bahan organik.

Budidaya Tanaman Nanas

Nanas adalah tanaman tropis yang paling signifikan secara ekonomi dalam famili Bromeliaceae yang bersifat tumbuh ditanah dengan menggunakan akarnya.

Budidaya dalam ciri tanaman nanas cocok dilakukan pada wilayah yang memiliki keadaan iklim basah maupun kering, karena tanaman ini toleran terhadap kekeringan serta mempunyai kisaran curah hujan yang luas, yaitu sekitar 1.000-1.500 mm/tahun. Akan tetapi tidak toleran terhadap salju karena suhu terlalu rendah.

Pada umumnya, tanaman nanas sesuai dengan semua jenis tanah. Namun, yang paling sesuai adalah jenis tanah yang mengandung pasir, subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik serta kandungan kapur rendah. Baca juga; Kandungan Buah Nanas dan Khasiatnya

Budidaya Sapi

Sapi adalah salah satu contoh hewan ternak besar yang dimanfaatkan hasil dagingnya sebagai bahan pangan. Selain daging, ada juga sapi yang dibudidayakan untuk keperluan diambil susunya, yang dinamakan sapi perah.

Untuk sapi potong, konstruksi kandang yang digunakan untuk beternak sangat tergantung pada skala peternakan dan ketersediaan dana. Akan tetapi, secara umum kandang sapi harus dapat melindungi sapi dari pengaruh iklim lokal dan perubahan cuaca. Perlu diingat bahwa suhu tubuh sapi berkisar 38-39oC.

Budidaya Kambing 

Kambing juga termasuk hewan ternak kecil yang banyak dilakukan di Indonesia. Kambing banyak dimanfaatkan dagingnya sebagai sumber protein hewani, misalnya dimasak menjadi sate.  Cara pemeliharaan kambing yang umum dilakukan ada dua, yaitu penggembalaan di kawasan tegalan atau dikurung di kandang, hanya sewaktu-waktu dilepas atau digembalakan.

Budidaya Ayam

Ayam adalah hewan ternak unggas yang paling banyak dibudidayakan hampir di setiap negara, dengan tujuan untuk dimanfaatkan daging dan telurnya. Terdapat beragam jenis ayam yang dibudidayakan.

Terdapat beberapa jenis komoditas ayam unggulan, diantaranya yaitu: ayam ras broiler, yang dipelihara sebagai ayam pedaging; ayam ras leghorn, yang dipelihara sebagai ayam petelor; dan ayam buras (bukan ras) atau ayam kampong.

Pemeliharaan dalam arti ternak ayam ini terbilang sangat mudah, murah dan efisien, karena  ayam tidak membutuhkan perawatan yang khusus dan biaya yang mahal.

Budidaya Ikan Gurame 

Ikan gurame atau ikan gurami merupakan jenis ikan air tawar yang tersebar di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, ikan ini menjadi ikan konsumsi terfavorit karena rasanya yang lezat. Khususnya di Pulau Sumatera, Jawa, Madura dan Sulawesi.

Tipe perairan yang disukai ikan gurami yaitu tenang dan dalam seperti rawa, situ, waduk atau danau. Ikan yang satu ini sangat cocok dipelihara pada ketinggian tempat sampai 800 m dpl dan tumbuh sangat baik pada rentang suhu 24-28ºC. Apabila ikan tumbuh dibawah suhu 15 C berakibat pada lambatnya pertumbuhan dan terganggunya sistem reproduksinya.

Budidaya Ikan Nila 

Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang juga banyak dikonsumsi. Ikan nila diperkenalkan dari Afrika, tepatnya dari Afrika bagian timur, pada tahun 1969, dan saat ini menjadi ikan peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar di Indonesia.

Sebaiknya, ikan nila diternak di daerah dataran rendah dengan ketinggian sekitar 300-600 dpl, dengan suhu dipastikan antara 25 sampai dengan 30 0 C dan juga kadar garam sekitar 35/ml dan pH-nya sekitar 5 sampai dengan 7. Baca juga; Pengertian Pemijahan, Macam, Tujuan, dan Contohnya

Manfaat Budidaya

Manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan budidaya, diantaranya yaitu:

  1. Memperoleh keuntungan dari segi ekonomis maupun dari segi konsumsi sebagai makanan.
  2. Memperoleh hasil yang maksimal dari kualitas hasil produksi.
  3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena terbukanya lapangan pekerjaan yang luas.
  4. Menjadi sarana untuk mengelola potensi sumber daya.
  5. Budidaya tanaman bisa membuat udara semakin bersih, dan lingkungan semakin sejuk

Itulah tadi serangkaian artikel yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan contoh budidaya dalam bidang pertanian yang mencangkup tanaman dan hewan. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *