Contoh Jamur Deuteromycota

Diposting pada

Contoh Jamur Deuteromycota

Jamur sejatinya menjadi bahasan yang penting dalam kehidupan manusia. Bahkan untuk sisi lain seperti dalam biologi dan lahan pertanian jamur juga dibahas secara lengkap. Untuk mengategorikan jenis-jenis jamur ini setidaknya ada jamur zygomycota, basidiomycota, ascomycota, dan jamur deuteromycota.

Deuteromycota

Deuteromycota yaitu kelompok dalam arti jamur yang umumnya berkembang biak secara aseksual. Hifanya memiliki sekat, dan hidupnya memiliki ciri menempel di sisa-sisa makanan. Tapi, terdapat jenis tertentu dari kelompok jamur deuteromycota yang sifatnya parasit.

Contoh jamur Deuteromycota

Untuk memperdalamnya. Berikut ini adalah contoh yang tergolong dalam jenis jamur deuteromycota. Antara lain sebagai berikut;

Candida albicans

Candida albicans merupakan spesies cendawan patogen dari golongan deuteromycota yang bisa menyebabkan infeksi oportunistik yang disebut kandidiasis pada sebagai kulit manusia, mukosa, dan organ yang ada dalam indera manusia.

Beberapa karakteristik dari spesies yaitu;

  1. Berbentuk seperti telur (ovoid) atau sferis dengan diameter 3-5 µm
  2. Memproduksi pseudohifa
  3. Spesies C. albicans mempunyai dua jenis morfologi, yaitu bentuk seperti khamir dan bentuk hifa
  4. Mempunyai kemampuan untuk menempel pada sel inang dan melakukan kolonisasi.

Helminthosprium oryzae

Helminthosprium oryzae atau disebut juga Cochliobolus miyabeanus merupakan jamur yang menyebabkan penyakit bercak coklat pada padi. Penyakit ini adalah agen yang akhirnya menjadi penyebab kelaparan Bengal pada tahun 1943.

Cochliobolus miyabeanus dapat menyebabkan berbagai gejala. Gejala umum yang terjadi pada inang dapat diamati pada banyak bagian tanaman, termasuk daun, biji, arti batang dan perbungaan, bersama dengan adanya bercak coklat.

Perubahan warna batang adalah gejala lain yang muncul dari bercak coklat penyakit padi. Bintik-bintik coklat berbentuk oval adalah tanda pertumbuhan jamur, yang memiliki pusat berwarna abu-abu yang dikembangkan pada daun inang.

Sclerotium rolfsii

Sclerotium rolfsii merupakan salah satu jamur patogen yang dapat mengakibatkan beberapa penyakit pada tanaman, seperti busuk batang, layu serta rebah kecambah.

Tanaman yang biasanya diserang oleh jenis jamur yang satu ini kacang tanah serta tanaman lain, seperti, kubis-kubisan, bawang, seledri, jagung, kentang, tomat, kedelai selada, kapas, tembakau dan tanaman dari famili Cucurbitaceae.

Bahkan menurut Semangun (1991), dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa rolfsii memiliki miselium yang terdiri atas benang-benang berwarna putih, tersusun seperti bulu atau kapas. Dalam hal ini, jamur tidak membentuk spora.

Akan tetapi untuk tujuan pemencaran dan mempertahankan diri, jamur akan membentuk sejumlah sklerotium yang semula berwarna putih, kemudian menjadi coklat dengan garis tengah kurang lebih 1 mm.

Itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkap yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan beragam contoh-contoh jamur deuteromycota. Semoga saja melalui artikel ini memberikan wawasan dan pengetahuan yang mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *