Contoh Diversifikasi Pertanian

Diposting pada

Diversifikasi dalam Pertanian

Teknologi dan inovasi hakekatnya mulai memudahkan penerapan di sektor pertanian. Penunjang ini yang dapat dimanfaatkan dalam memfasilitasi diversifikasi pertanian. Dimana tujuan diversifikasi pertanian mampu meningkatan kualitas pertanian, nilai ekonomi, namun tetap memperhatikan lingkungan sebagai salah satu tujuannya.

Oleh sebab itulah pada sebagai bahasan lebih lanjut artikel ini akan memberikan ulasan tentang contoh diversifikasi dalam bidang pertanian.

Diversifikasi Pertanian

Diversifikasi pertanian adalah pengelolaan beragam sumber daya pertanian yang meliputi pada aktivitas tanaman, penyuburan, serta pergantian dalam berbagai tumbuhan yang menghasilkan. Dimana tanaman/tumbuhan tersebut dipergunakan untuk menyumplai kebutuhan serta meningkatkan hasil produksi pada lahan pertanian.

Contoh Diversifikasi Pertanian

Terdapat beragam contoh diversitas dalam bidang pertanian, antara lain sebagai berikut;

  1. Multikultur

Multikultur atau di Indonesia lebih dikenal dengan tumpang sari adalah konsep bertanam dengan menggambungan beberapa varietas tanaman dalam satu lahan. Dalam satu lahan biasanya digabungkan tanaman dengan varietas yang saling bersimbiosis seperti tanaman ketela dengan kacang-kacangan.

Multikultur dilakukan selain untuk memanfaatkan ruang pada lahan yang tersisa juga meminimalisasi adanya lonjakan serangan hama. Apbila keanekargaman tinggi maka rantai makanan pada ekosistem pertanian akan lebih stabil.

  1. Rotasi tanaman

Rotasi tanmaan merupakan metode dalam arti budidaya tanaman dengan mengganti varietas pasa setiap masa tanam tertentu. Pola pertanaman dilakukan bergantian disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. Selain itu faktor musim juga berpengruh terhadap pergiliran atau rotasi tanaman.

Tujuan rotasi tanaman ini misalnya saja pada musim penghujan lahan kan sangat cocok ditanami dengan tanaman sayuran karena kebutuhan air pada tanaman ini relatif lebih tinggi. Sementara, saat musim kemarau tanaman dapat diganti dengan tanman berjenis palawija karena tanaman ini lebih cocok dan tahan terhadap kondisi kekeringan.

Selain itu kondisi tanah maupun ekologi juga perlu diperhatikan. Setelah penggunaan lahan sebagai lahan jagung maka seyogyanya mengggunakan tanaman seperti kacang-kacang untuk memeperbaiki kondisi tanah. Karena tanaman sejenis kacang-kacangan dapat memfiksasi nitrogen pada tanah. Oleh sebab itu, suplai hara dalam tanah tetap tersedia.

  1. Agroforesti

Pertanian dan kehutanan merupakan suatu hal yang tidak dapat terpisahkan. Termasuk konsep bertanam secara agroforestri. Metode ini adalah menggabungkanbudidaya suatu varietas tanaman pertanian pangan sekaligus menanan tanaman kehutanan pada suatu lahan yang sama.

Contoh metode agroforesti sudah banyak dikembangkan sebagai upaya pelestarian lingkungan sekaligus budidaya tanaman. Hutan tetap terjaga kelestariannya dibarengi dengan budidaya pertanian.

Seperti agroforesti tanaman jati dan jagung dan ubi kayu pada suatu lahan di daerah pedesaan. Masyarakat desa beranggaoan bahwa lahan perhutanan dapat dimanfaatkan sekaligus sebagai lahan pertanian sehingga dilakukan metode agroforestri.

  1. Mina Padi

Mina tani merupakan gabungan kata dari “mina” dan “padi” yang memiliki arti ikan dan tanaman padi. Mina padi dapat diartikan sebagai sistem pemeliharaan ikan yang dilakukan di persawahan dan biasanya bersamaan dengan penanaman dalam berbagai jenis tanaman padi.

Mina padi banyak dilakukan oleh petani yang berorientasi pada sistem pertanian terintegrasi. Kotoran ikan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan hasil ikan dapat dijual. Pengolahan pupuk dari kotoran ikan secara ekologi dapat mengurai dampan pencemaran lingkungan.

  1. Aquaponik

Dalam hidroponik terdapat sistem yang disebut aquaponik. Sistem aquaponik adalah sistem budidaya hidroponik dengan penggabungan antara memelihara ikan sekaligus bertani hidroponik. Sistem aquaponik meemiliki kelebihan dalam hal nutrisi. Nutrisi berasal dari kotoran ikan yang akan dialirkan pada tanaman melalui selang-selang yang dipompa dari tempat ikan diternak.

Sistem ini secara ekonomis lebih murah dalam hal pengelolaan sebab hasil ikan yang dibudidayakan dan kebutuhan nutrisi tidak terlalu banyak karena memanfaatkan kotoran dari ikan hasil budidaya.

  1. Pertanian terintegrasi

Pertanian terintegrasi atau disebut juga denga pertanian berkesinambungan memiliki makna bahwa setiap pertanian memiliki komponen yang saling berkesinambungan atau terhubung satu sama lain. Pertanian terintegrasi merupakan perpaduan antara komponen pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, bisnis, dan lingkungan.

Pertanian terintegrasi dapat digambarkan melalaui hubungan pertanian dan peternakan yaitu sisa tanaman sebagai pakan ternak, kemudian peternakan dan lingkungan dimana kotoran dapat diubah menjadi pupuk atau biogas. Perikanan dan lingkungan yaitu hasil limbah pada perikanan dapat dimanfaatkan sebagai bioflok.

Pertanian yang terintegrasi apabila dalam satu mata rantai terdapat maka terdapat komponen yang terganggu dalam pemanfaatannya. Sehingga perlu adanya kontrol pada setiap komponen.

  1. Farm to table

Konsep diversivikasi selain pengelolaan lingkungan juga sebagai penunjang ekonomi. Salah satunya dengan menerapkan farm to table. Makna dari farm to table adalah pengelolaan hasil pertanian dari lahan langsungn disajikan sebagai produk olahan yaitu produk makanan atau juga minuman.

Salah satu konsep yang dapat diaplikasikan pada farm to table adalah restoran alam atau foodcourt. Restoran dengan tema alam dapat memeanfaatkan pertanian denganlangsung diolah menjadi makanan. Selain memberikan kesan alami, juga memberikan kesan bahwa tanaman yang langsung diolah dari lahan adalah tanaman yang segar dan sehat skaligus aman dikonsumsi.

  1. Kebun Agro Widya Wisata

Agro Widya Wisata atau secara harfiah bermakna kebun yang berfungsi sebagai sarana edukasi dan kunjungan rekreasi sebagai tujuan menambah wawasan atau pengetahuan mengenai pertanian. Dengan adanya edukasi di dalamnya, varietas tanaman dan teknologi di buat beragam sebagai sarana pengenalan sekaligus amatan mengenai pertanian.

Pengembangan wisata mulai populer di Indonesia, dengan adanya kebun agro widya wisata dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pertanian dan juga daya tarik pengunjung mengenai alam pertanian.

  1. Pemanfaatan musuh alami

Selain produksi tanaman, pengelolaan lingkungan juga sangat penting khususnya mengenai hama dan penyakit. Dalam dunia pertanian, diversifikasi ekosistem diperlukan untuk menjaga rantai makanan agar stabil salah satunya adalah serangga.

Dengan keragaman atau diversifikasi yang rendah maka akan menyebabkan peledakan hama yang dapat merugikan hasil produksi pertanian. Oleh karenanya, perlu diperhatikan mengenai dampak pengendalian hama.

Pengendalian beragam jenis hama tanaman memerlukan musuh alami sebagai upaya dalam mengendalikan jumlah serangga yang menyerang tanaman. Semakin beragam serangga maka akan ada musuh alami yang menjadi pemangsa atau kompetitor serangga lain pada suatu lahan. Kompetisi ini menyebabkan angka tumbuh serangga menjadi menurun dan mengurangi kerusakan tanaman.

  1. Hutan kota

Di daerah perkotaan terdapat wiayah lingkungan hidup untuk menjaga keseimbangan alam. Salah satunya dengan pembuatan hutan kota. Hutan kota merupakan suatu wilayah yang berfungsi menjaga kualitas lingkugnan di kota. Seperti pengurangan emisi CO2, mengurangi dan memfilter debu dan polusi udara, daerah serapan air hujan.

Hutan kota berisi banyak varietas tumbuhan bahkan sebagai tempat beberapa satwa liar hidup seperti burung atau mamalia pengerat seperti tupai dan sebagainya. Diveristas taman yang tinggi menyebabkan keberlangsungan hidup ekosistem terjaga dan menjaga alam di kota tetap lestari.

Hutan kota sendiri juga dapat dijadikan landmark atau ikonik suatu kota sebab memiliki fungsi sosial seperti tempat berkumpul, tempat olahraga, atau bahkan tempat terjadinya kegiatan jual beli.

Demikianlah materi lengkap yang bisa kami ulaskan kepada segenap pembaca berkaitan dengan contoh-contoh diversifikasi pertanian dalam berbagai bidang yang ada di kehidupan masyarakat untuk sehari-hari. Semoga memberikan ulasan yang mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *