Contoh Ternak Hewan Unggas

Diposting pada

Ternak ialah hewan dipelihara secara sengaja untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan, bahan baku home industri, atau dipelihara untuk membantu pekerjaan manusia. Usaha-usaha untuk memelihara ternak disebut peternakan (atau bisa disebut perikanan jika yang dibudidayakan adalah sejenis ikan). Usaha peternakan termasuk dalam kategori kegiatan pertanian.

Berdasarkan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967, tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan, pada Bab II Pasal 8, kegiatan peternakan bertujuan untuk:

  1. Mencukupi kebutuhan rakyat akan protein-hewani dan lain- lain bahan, yang berasal dari ternak yang bermutu tinggi
  2. Mewujudkan terbentuknya dan perkembangannya industri dan perdagangan bahan-bahan, yang berasal dari ternak
  3. Mempertinggi penghasilan dan taraf hidup rakyat terutama rakyat petani-peternak
  4. Mencukupi kebutuhan akan tenaga pembantu bagi usaha pertanian dan pengangkutan
  5. Mempertinggi daya-guna tanah

Pengertian Ternak

Adapun definisi ternak menurut para ahli, antara lain:

  • UU Nomor 6 Tahun 1967 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (Bab I Pasal 1), Ternak ialah hewan-piara yang kehidupannya yakni mengenai tempat, perkembang biakan serta manfaatnya diatur dan diawasi oleh manusia dan dipelihara khusus sebagai penghasil bahan-bahan dan jasa-jasa yang berguna bagi kepentingan hidup manusia. Peternakan ialah pengusahaan/pembudidayaan/pemeliharaan ternak dengan segala fasilitas penunjang bagi kehidupan ternak.
  • FAO, Istilah “Livestock (ternak)” digunakan dalam arti luas untuk mencakup semua hewan dewasa (grouwn animals) tanpa memandang usia, lokasi, atau tujuan pembiakan. Hewan yang tidak didomestikasi dikecualikan dalam definisi ini kecuali mereka dipelihara di penangkaran. Hewan piaraan yang termasuk ternak adalah binatang berkaki empat yang berukuran besar dan kecil, unggas, serangga (lebah) dan larva serangga (ulat sutera).

Ternak Unggas

Ternak unggas yaitu kegiatan dalam peternakan yang diusahakan dengan memelihara hewan yang tergolong unggas (hewan yang bersayap). Sehingga dalam kaidah budidayanya dilakukan untuk dapat memenuhi kehidupan sehari-hari.

Contoh Ternak Unggas

Adapun untuk beragam contoh ternak unggas yang ada di dalam kehidupan masyarakat, antara lain adalah sebagai berikut;

Ayam

Unggas Ayam

Ayam merupakan hewan ternak yang paling banyak dibudidayakan hampir di setiap negara. Ternak ayam dilakukan dengan tujuan untuk memanfaatkan daging dan telurnya. Daging ayam banyak dikonsumsi secara pribadi maupun untuk keperluan bahan olahan pangan oleh pabrik seperti bumbu dalam makanan ataupun makanan siap saji.

Beberapa jenis komoditas ternak ayam unggulan, antara lain: ayam ras broiler, yang dipelihara sebagai ayam pedaging; ayam ras leghorn, yang dipelihara sebagai ayam petelor; dan ayam buras (bukan ras) atau ayam kampung

Pemeliharaan hewan ternak yang satu ini terbilang sangat mudah, murah dan efisien. Hal tersebut disebabkan karena  ayam tidak membutuhkan perawatan yang khusus dan biaya yang mahal.

Itik

Unggas Itik

Itik menjadi komoditas yang sebenarnya telah berabad-abad menjadi bagian usaha tani di Indonesia. Pada umumnya, itik dipelihara untuk memproduksi telur karena tipe yang ada di Indonesia adalah tipe petelur.

Pemeliharaan itik di Indonesia sekitar 90%-nya masih dilakukan secara tradisional, meskipun terdapat beberapa yang memelihara secara intensif dengan memelihara sekitar 200-300 ekor induk. Komoditas itik unggulan yang dikembangkan di Indonesia yaitu Itik alabio yang berasal dari Kalimantan Selatan yang berkualitas baik.

Bebek

Unggas Bebek

Bebek merupakan hewan unggas yang suka beraktifitas di tempat berair, seperti sungai, danau, dan sawah. Bebek memiliki bentuk paruh yang memang sesuai untuk beradaptasi di lingkungan berair tersebut untuk memperoleh makanan seperti ikan atau keong.

Terkadang kita seringkali menyamakan antara itik dan bebek. Akan tetapi, sebenarnya ada perbedaan yaitu bebek adalah unggas air yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan dagingnya, cocontohnya yaitu bebek manila dan bebek Muscovy (muscovy duck). Sedangkan itik adalah unggas air yang mengarah pada produksi telur.

Bebek termasuk unggas yang mudah dipelihara, terutama di wilayah pedesaan, yaitu hanya dengan menyediakan tempat dan kandang serta pakan tambahan seperti Dedak, atau bisa dilepas di persawahan untuk mencari makanannya sendiri.

Angsa

Unggas Angsa

Angsa adalah salah satu burung air yang berukuran sangat besar, dan satu-satunya burung air yang bisa terbang. Dalam Bahasa Jawa, angsa biasa disebut banyak.

Angsa bisa menjadi alternatif usaha peternakan yang memiliki potensi menguntungkan, sebab jumlah peternak dan angsanya semakin berkurang apabila dibandingkan dengan jenis unggas lain, sehingga ini bisa menjadi keuntungan karena jumlah pesaingnya sedikit. Akan tetapi, dari segi pemasaran memang masih kalah dengan unggas lain, terutama ayam.

Di Indonesia sendiri, kini belum begitu banyak yang memelihara angsa untuk tujuan peternakan yang dikelola secara profesional. Pada umumnya orang memelihara angsa hanya untuk sampingan atau hobi saja.

Burung Puyuh

Unggas Burung Puyuh

Burung puyuh merupakan unggas yang dikembangkan untuk diambil telurnya, yaitu yang kita kenal dengan nama telur puyuh. Burung kecil ini tenang dan mampu menguasai diri dengan baik, serta bisa menghasilkan 5 hingga 6 telur setiap minggunya.

Selain berukuran kecil dan berkaki pendek, burung ini tidak bisa terbang, walaupun dia adalah sejenis burung. Ini termasuk jenis burung liar yang biasanya akan ditemukan atau hidup di sawah – sawah, semak belukar dan hutan.

Selain ketiga jenis binatang ternak yang telah disebutkan di atas beserta masing-masing contohnya, kegiatan peternakan juga bisa merujuk pada kegiatan perikanan. Contoh kegiatan perikanan yaitu budidaya ikan misalnya lele, budidiaya udang, budidaya belut, dan beragam jenis ikan lainnya.

Lele

Unggas Lele

Lele merupakan ikan yang mempunyai kemamuan untuk hidup di air keruh. Kemampuan inilah yang tidak dimiliki oleh  ikan lain. Keunggulan lele dalam hal tersebut menjadikannya mudah untuk dibudidayakan karena dalam perawatannya tidak membutuhkan perhatian yang ekstra.

Bahkan kini lele sangat efektif untuk dibudidaya dalam sebuah drum plastik yang dikenal dengan bioflok sehingga sangat menghemat tempat serta biaya pemeliharaan. Ternak lele untuk diambil dagingnya, yang banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia, misalnya untuk hidangan Pecel Lele.

Udang

Unggas Udang

Udang dan ebi banyak dikembangkan di Indonesia, karena memang perawatannya yang tidak sulit, modal yang dibutuhkan juga tidak mahal.  Banyaknya permintaan udang dan ebi di Indonesia membuat hewan yang satu ini cukup menjanjikan untuk diternak.

Udang dapat dibuat menjadi juga bermacam macam olahan, misalnya untuk penyedap makanan, makanan siap saji di warung ataupun restoran hingga makanan ringan berupa kripik atau krupuk.

Belut

Unggas Belut

Belut merupakan hewan yang terasa licin saat ditangkap dengan tangan kosong. Beberapa orang mungkin tidak suka memakannya karena bentuknya yang mirip ular. Akan tetapi, bagi yang menyukai olahan dari hewan air ini, mengatakan bahwa rasanya gurih dan harganya murah.

Cara beternak belut juga bisa dikatakan mudah, karena mampu bertahan hidup di air yang jumlahnya sedikit, seperti di sawah. Jumlah pakan yang dibutuhkan belut cukup banyak, yaitu sekitar 5 sampai dengan 15% dari berat tubuhnya sehingga belut mampu berkembangbiak dengan baik dan sehat.

Adapun contoh hewan ternak lainnya yang tidak termasuk dalam jenis-jenis yang telah disebutkan di atas misalnya jangkrik.

Jangkrik

Unggas Jangkrik

Jangkrik merupakan serangga yang bisa diternak dengan tujuan untuk digunakan sebagai pakan burung, digunakan untuk jangkrik hiasan (lomba) dan tak sedikit peternak jangkrik yang menjual untuk olahan pakan seperti kripik jangkrik dan sebagainya.

Budidaya serangga yang satu ini sangat mudah dan tidak membutuhkan banyak modal. Tempat untuk beternaknya pun tidak sulit, misalnya bisa dilakukan didalam drum. Pakannya yaitu berupa voor (makanan ayam).

Nah, demikian serangkain penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan contoh-contoh perternakan hewan unggas di masyarakat. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *