Contoh Insektisida Anorganik

Diposting pada

Contoh Insektisida Anorganik

Insektisida anorganik juga dikenal dengan insektisida kimia adalah sejarah insektisida dengan bahan kimia dengan konsentrasi tertentu untuk mengendalikan jenis hama tanaman penganggu. Baik insektisida organik dan anorganik harus berhati-hati dalam penggunaannya karena kandungannya bukan hanya membasmi serangga penganggu tanaman utama namun juga bisa membasmi serangga yang berguna bagi tanaman.

Insektisida Anorganik

Pengertian insektisida anorganik menggunakan bahan kimia yang bersifat zat aktif dan toksik bagi serangga pengganggu tanaman. Insektisida anorganik menggunakan bahan kimia dapat membasmi serangga dengan cepat namun penggunaan yang berlebihan dapat memperngaruhi tanaman karena terkena bahan kimia.

Contoh Insektisida Anorganik

Berikut contoh insektisida anorganik yang biasa digunakan para praktisi budidaya tanaman dalam mengendalikan hama penganggu tanaman. Antara lain;

  1. Amabas 500 EC

Bahan aktif yaitu BPMC 500 g/l. Insektisida anorganik ini bersifat racun kontak dan lambung berbentuk pekatan kekuningan yang bisa diemulsikan dalam pengendalian hama penganggu pada komoditas jagung, tanaman padi, kedelai, dan cabai.

  1. Anwavin 500 EC

Bahan aktif dalam insektisida ini yaitu Profenofos 500 g/l. Insektisida anorganik ini bersifat racun kontak dan perut berbentuk pekatan kuning kecoklatan yang bisa diemulsikan dalam pengendalian hama kutu daun dan thrips pada komoditas cabai.

  1. Bento 50 EC

Bahan aktif yaitu Sipermetrin 50 g/l. Insektisida anorganik ini bersifat racun kontak dan lambung berbentuk pekatan kekuningan yang bisa diemulsikan pada air dalam pengendalian hama ulat grayak pada komoditas kedelai dan cabai serta penggerek buah pada komoditas kakao.

  1. Bionik 400 EC

Bahan aktif yaitu Dimetoate 400 g/l. Insektisida anorganik ini bersifat racun kontak dan lambung berbentuk pekatan kekuningan yang bisa diemulksikan dalam pengendalian hama perusak daun dan kutu daun pada komoditas kubis.

  1. Dasatrin 110 SC

Bahan aktif yaitu Sipermetrin 110 g/l. Insektisida anorganik ini bersifat racun kontak dan lambung berbentuk kekuningan yang bisa diemulsikan dalam pengendalian hama kutu daun dan ulat grayak pada komoditas bawang merah.

  1. Fast 100 EC

Bahan aktif yaitu Alfa-Sipermetrin 100 g/l. Insektisida anorganik ini bersifat racun kontak dan lambung berbentuk pekatan kekuningan yang bisa diemulsikan dalam pengendalian ulat grayak dan hama thrips pada komoditas bawang merah.

  1. Fast 50 EC

Bahan aktif yang dipergunakan dalam insektisida ini yaitu Alfa-Sipermetrin 50 g/l. Insektisida anorganik ini bersifat racun kontak dan lambung berbentuk pekatan kekuningan yang bisa diemulsikan dalam pengendalian hama ulat grayak pada komoditas kedelai.

  1. Fortuna 290 SL

Bahan aktif yaitu Dimehipo 290 g/l. Insektisida anorganik ini bersifat racun kontak, lambung, dan sistemik yang berbentuk pekatan coklat kemerahan dan bisa larut di dalam air digunakan dalam pengendalian hama lalat bibit pada komoditas jagung.

  1. Fostin 610 EC

Bahan aktif terdapat dalam insektisida ini ialah Klorpirifos 550 g/l dan Sipermetrin 60 g/l. Insektisida anorganik ini bersifat racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang bisa diemulsikan dalam pengendalian arti hama ulat grayak pada komoditas kedelai.

  1. Gemafur 3 GR

Bahan aktif yang terdapat dalam insektisida anorganik ini yaitu Karbofuran 3%. Insektisida anorganik ini bersifat racun kontak dan sistemik berbentuk butiran dan berwarna ungu serta digunakan dalam pengendalian hama pada komoditas kedelai, cabai, padi dan lain-lain.

Itulah tadi bahasan dan artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan contoh insektisida anorganik yang dipergunakan dalam bidang pertanian. Semoga bisa memberi edukasi bagi segenap pembaca yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *