Contoh Insektisida Organik

Diposting pada

Contoh Insektisida Organik

Insektisida adalah jenis pestida untuk mengendalikan serangga. Insektisida dapat mempengaruhi serangga pengganggu tanaman baik secara fisiologis, aktivitas biologias ataupun pertumbuhan dan perkembangan yang bahkan menyebabkan kematian.

Jenis insektisida ini dibedakan menjadi organik dan anorganik. Bentuk insektisida organik terdapat kandungan karbon (C) namun pada insektisida anorganik tidak mengandung unsur karbon (C).

Insektisida Organik

Pengertian insektisida organik atau insektisida nabati merupakan jenis insektisida yang terbuat dari bahan alami atau organik yang diperoleh dari tanamanan atau hewan. Bahan organik yang diolah mengandung kandungan zat aktif yang dapat digunakan untuk pengendalian jenis hama tanaman dan penyakitnya.

Tanaman yang biasa digunakan bermacam-macam seperi semak berlukar, tanaman budidaya ataupun tanaman herbal rempah-rempah contohnya tembakau untuk digunakan mengendalikan hama kutu atau tungau. Tanaman ada yang bersifat repellent atau penolak hama namun ada yang bersifat untuk membasmi atau menghambat perkembangan hama.

Contoh Insektisida Organik

Insektisida organik diaplikasikan ke dalam tanaman menggunakan bahan alami dengan dibuat ekstrak berupa cairan kemudian disemprotkan pada tanaman. Berikut tanaman yang dijadikan sebagai bahan ekstraksi dalam insektisida organik.

  1. Mimba

Tanaman mimba sering digunakan dalam mengendalikan serangga hama karena mimba mengandung beberapa zat aktif. Ekstraksi mimba dapat mengendalikan berbagai serangga yang tubuhnya lunak bahkan tercatat mimba bisa mengendalikan 200 spesies antara lain ulat, belalang kupu-kupu dan lain-lain.

Biasanya aplikasi ekstrak mimba disemprotkan pada daun atau pada akar supaya bisa diserap tanaman dan bisa mengendalikan serangga di dalam tanah. Ekstrak mimba juga dapat mengendalikan beberapa jamur saat preventif yang menimbulkan spora jamur.

  1. Temu-temuan (Kencur, kunyit, temu hitam)

Pada temu-temuan biasanya memanfaatkan bagian rimpangnya yang ditumbuh supaya halur kemudian dicampur dengan urin sapi. Campuran tumbukan rimpang temuan dan urin dengan perbandingan 1:2-6 liter. Ekstrak temu-temuan ini diaplikasikan pada berbagai jenis serangga pengganggu tanaman.

  1. Tembakau

Tembakau bisa dimanfaatkan sebagai insektisida karena tembakau mengandung nikotin yang tinggi. Kandungan nikotin dapat berperan dalam mengendalikan serangga hama. Bahkan turunan nikotin seperti alkaloid nikotin, nikotin sulfat atau senyawa nikotin lainnya juga bisa mengendalikan hama penganggu.

Nikotin bersifat racun kontak, fumigan dan racun perut. Untuk racun kontak biasanya digunakan untuk mengatasi hama seperti ulat perusak daun, triphs, bahkan jamur. Untuk penggunaanya tembakau cukup ditumbuk dan dicampur dengan air lalu disemprotkan pada daun.

  1. Sirsak

Tanaman sirsak sebagai insektisida karena mengandung resin dan anonain. Senyawa tersebut efektif dalam mengatasi hama trips. Apabila ekstrak sirsak dicampur dengan tembakau maka dapat mengatasi hama belalang dan ulat. Apabila ekstrak sirsak dicampur dengan bawang putih dan jeringau dapat mengatasi hama wereng coklat.

  1. Kucai

Penggunaan kucai dalam insektisida organik hanya dipergunakan dengan menyeduh kucai kemudian rebusan kucai disaring. Air rebusan ini yang dapat mengendalikan hama penganggu. Biasanya digunakan pada budidaya tanaman mentimun.

  1. Bawang Putih

Bawang putih sudah terbukti dalam mengendalikan berbagai serangga penganggu. Kandungan zat aktif menyebabkan serangga enggan mendekati tanaman utama. Maka banyak praktisi dalam arti budidaya tanaman yang menanam bawang putih di areal tanaman utama untuk menolak banyak serangga.

Untuk sebagai insektisida bawang putih yang merupakan tanaman umbi-umbian ini digiling kemudian dicampur dengan air lalu didiamkan kurang lebih satu jam. Biasanya ditambahkan deterjen sebanyak satu sendok makan kemudian dicampur hingga rata dan disimpan selama 7 sampai dengan 10 hari.

Apabila ingin mengaplikasikannya ditambahkan air lagi lalu disemprotkan pada area yang dihinggapi hama. Biasanya digunakan pada areal lahan hortikultural.

  1. Bawang merah

Sama halnya dengan bawang putih, juga dapat membasmi hama penganggu dengan memanfaatkan bagian terluar bawang merah. Kulit atau bagian terluar bawang merah mengandung senyawa acetogenin apabila pada konsentrasi tinggi dapat menjadi antifeeden yang berfungsi agar serangga tidak nafsu makan.

Namun apabila saat konsentrasi rendah maka akan menimbulkan gangguan pada pencernaan sehingga akan merusak organ pencernaan dan menyebabkan kematian bagi hama tersebut.

  1. Lantana camara

Lantana tanaman cemara dimanfaatkan sebagai insektisida dengan memanfaatkan bagian daun karena mengandung alelokimia (lantaden A dan lantaden B).

Pembuatannya dengan cara mengeringkan daun dan cabang lantana camara kemudian dibakar. Hasil pembakaran berupa abu tersebut dicampur dengan air kemudian disemprotkan pada tanaman yang terserang hama. Biasanya untuk mengendalikan hama berupa kumbang dan penggerek daun.

  1. Pepaya

Pembuatan insektisida dari tanaman pepaya yaitu daun pepaya dihaluskan menggunakan blender kemudian dicampur dengan air lalu didiamkan selama satu jam. Selanjutnya dilakukan penyaringan, hasil saringan tersebut kemudian dicampur lagi dengan air dan detergen.

Insektisida ini dapat diaplikasikan dengan menyemprotkan pada hama penganggu tanaman. Biasanya cairan ini untuk mengendalikan kutu daun, rayap, hama-hama berukuran kecil seperti ulat bulu.

  1. Pacar Cina

Pacar cina juga dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan dalam insektisida. Hal ini disebabkan pacar cina mengandung senyawa kimia aktif seperti alkaloida, saponin, flavonoida, tanin, dan minyak atsiri. Dalam pacar cina selain terkandung senyawa rokaglamida juga terdapat tiga senyawa turunannya yaitu desmetil-rokaglamida, metil rokagiat, dan rokaglaol.

Insektisida menggunakan pacar cina memanfaatkan bagian daun yang dibuat ekstrak. Ekstrak daun pacar cina bersifat antifeedant atau menghambat makan bagi serangga dan growth regulator atau menghambat perkembangan hama penganggu tanaman.

Demikianlah artikel yang bisa kami berikan ulasan secara mendalam kepada segenap pembaca tentang berbagai contoh insektisida organik yang sering dipergunakan dalam bidang pertanian. Semoga bisa memberi edukasi bagi segenap pembaca semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *