Contoh Pertanian Modern Pada Saat Ini

Diposting pada

Pertanian Modern di Indonesia

Hakekatnya banyak sekali kelebihan dari pertanian modern dibandingkan dengan pertanian tradisional. Salah satu diantaranya ialah mampu untuk menyelesaikan beberapa problematika yang sering dihadapi bagi pelaku pertanian terutama dalam mengatasi lahan yang kian menyempit.

Dalam hal ini untuk contoh dari pertanian modern adalah teknologi produksi tanpa tanah atau lebih dikenal dengan istilah hidroponik. Teknologi hidroponik merupakan solusi sekaligus jawaban dari permasalahan pertanian di perkotaan atau urban farming. Untuk lebih jelasanya berikut ini penjelasan tentang beragam bentuk pertanian modern yang ada di masyarakat dan masyhur dikenal pada saat ini.

Pertanian Modern

Pertanian modern adalah suatu konsep pertanian yang menerapkan teknologi dan inovasi yang diterapkan di lapangan dengan tujuan untuk menoptimalkan hasil pertanian sekaligus memudahkan pelaku dalam mengelola lahan pertanian.

Inovasi dan teknologi seperti digitalisasi maupun pengembangan mekanisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan pada pertanian modern. Lebih-lebih di era industri 4.0 yang menuntut penerapan teknologi informatika pada setiap bidang pertanian.

Contoh Pertanian Modern

Adapun untuk beragam contoh dalam pertanian modern antara lain sebagai berikut;

  1. Hidroponik

Hidroponik adalah sistem pertanian modern yang memanfaatkan beragam jenis lahan pertanian sempit guna membudidayakan tanaman. Sistem ini menggunakan media tanam selain tanah sehingga dapat dimodifikasi dengan menggunakan berbagai media tanaman. Hidroponik sendiri memeiliki beberapa sistem yaitu DFT (deep Flow Technique) NFT (Nutrient Film Technique), sistem sumbu dan sistem apung.

Hasil produksi hidroponik pada umumnya lebih bersih dan segar karena kondisi dan lingkungan hidroponik terkontrol. Kebutuhan nutrisi pada hidroponik disesuakan pada kebutuhan tanaman yang dibudidayakan.

  1. Sparyer Drone System

Sprayer Drone System atau Penyemprotan dengan sistem drone merupakan sistem terobosan dalam konsep pertanian untuk melakukan penyiraman pupuk maupun pestisida dengan otomatis. Penyemprotan dengan sistem drone menggantikan tenaga manusia dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Drone dikendalikan dari jarak jauh untuk melakukan penyemprotan. Setiap drone sprayer dapat membawa beban hingga 15-20 liter dalam sekali penerbangan dan mampu menyemprot 2 hektar lahan dalam waktu 10 jam.

  1. Kultur Jaringan

Perbanyakan bahan tanam untuk masa sekarang sudah lebih canggih dengan adanya teknologi kultur jaringan. Hal ini dilakukan agar persiapan bibit dengan mutu tingggi dapat diperbanyak. Meskipun teknologi ini tergolong agak mahal, namun untuk perbanyakan skala besar teknologi kultur jaringan cukup mengutungkan.

Prinisp dari teknologi ini adalah totipotensi (total genetic potencial) yaitu setiap dari sel memiliki kemampun yang sama untuk tummbuh dan berkembang karena setiap sel pada tumbuhan memiliki informasi genetika yang sama dengan induknya.

  1. Plant Factory/Apartemen Tanaman

Plant Factory atau apartemen tanaman sudah dikembangkan di beberapa negara maju seperti amerika, jepang dan negara di eropa. Apartemen tanaman sendiri merupakan budidaya tanaman dalam ruangan dengan konsep Internet of thing (IoT) yang digunakan mengukur iklim mikro dan ditransmisikan ke smartphone sehingga akan ada notifikasi apabila ada permasalahan. Pekerjaan akan menjadi lebih efisien dan terpantau dari jarak jauh.

Apartemen tanaman sendiri berisi rak-rak tanaman bertingkat yang setiap blok terdapat sensor dan mesin yang sudah secara otomatis melakukan perawatan baik kondisi pH, suhu, root zone, bahkan kandungan CO2 terpantau melalui data yang ditraansmisikan ke smartphone.

  1. Precision Agriculture/Pertanian Presisi

Pertanian Presisi merupakan konsep manajemen pertanian di berbagai parameter seperti pengamatan, pengukuran maupun respons terhadap variabilitas baik internal maupun antar-bidang tanaman. Adanya teknologi pertanian presissi ada sebagai sistem pendukung keputusan (DSS) dalam pengembalian input sekaligus upaya dalam menjaga lingkungan.

fitogeomorfologi adalah salah satu pendekatan yang digunakan sebagai upaya menentukan topografi medan untuk menentukan posisi yang tepat di lapanagan dalam penentuan hidrologi dari lahan pertanian.

Nah, itulah tadi urain lengkap yang bisa kami lakukan pembahasan kepada segenap pembaca terkait dengan beragam contoh-contoh sistem pertanian modern yang ada pada saat ini dan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga mengedukasi. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *