Contoh Pertanian Ramah Lingkungan dan Penjelasannya

Diposting pada

Contoh Pertanian Ramah Lingkungan

Pertanian merupakan kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan hidup manusia. Selama melaksanakan kegiatan pertanian banyak dampak yang ditimbulkan dari berbagai sistem atau teknik budidaya yang diterapkan terutama bagi keamanan dan keseimbangan lingkungan.

Seiring berkembanganya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan menyebabkan munculnya pola pikir mengenai kegiatan pertanian yang ramah lingkungan yang bertujuan menjaga keseimbanagn ekosistem dan melestarikan lingkungan. Terdapat beberapa cara untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui pertanian yang ramah lingkungan.

Pertanian Ramah Lingkungan

Sistem pertanian ramah lingkungan adalah metode agraris yang dipergunakan oleh masyarakat untuk dapat meminimalisir beragam limbah yang dapat merusak ekosistem di dalam kehidupan manusia. Baik itu ekosisitem sawah, ladang, ataupun pesisir laut.

Contoh Pertanian Ramah Lingkungan

Untuk berbagai bentuk pertanian ramah lingkungan yang ada di dalam kehidupan masyarakat, terutama yang mudah ditemukan. Antara lain adalah sebagai berikut;

Biochar

Biochar adalah bahan pembenah tanah yang telah lama dikenal dalam bidang pertanian yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanah. Bahan utama pembuatan biochar dapat berupa sisa tanaman atau limbah pertanian dan perkebunan seperti tempurung kelapa, sekam padi, kulit buah kakao dan kayu-kayu yang berasal dari tanaman hutan industri.

Biochar diproduksi dari bahan organik yang sulit terdekomposisi akan dibakar secara tidak sempurna atau disebut pyrolisis dan berlangsung tanpa oksigen pada suhu tinggi. Arang yang terbentuk dari pembakaran ini akan menghasilkan karbon aktif yang mengandung beberapa mineral. Kualitas senyawa organik dalam biochar tergantung dari asal bahan organiknya serta metode karbonisasi yang dilakukan. Biochar juga telah banyak digunakan sebagai bahan amelioran untuk meningkatkan kualitas tanah, khususnya tanah marginal.

Aplikasi biochar merupakan salah satu contoh pertanian yang ramah lingkungan karena berdampak positif terhadap sifat kimia, fisika dan biologi tanah sehingga kelestarian alam khususnya kesuburan tanah dapat terjaga. Penambahan biochar pada tanah dapat memebrbaiki sifat kimia secara tidak langsung yang berdampak positif pula terhadap pertumbuhan tanaman.

Penambahan biochar akan mempengaruhi sifat fisika tanah melalui peningkatan kapasitas air sehingga dapat mengurangi pencucian unsur hara dan peristiwa run-off. Selain itu biochar pada tanah dapat memeprbaiki struktur, porositas dan formasi agregat tanah serta mempengaruhi populasi dan aktivitas mikroorganisme tanah. Semua efek tersebut dapat memebuat pertumbuhan tanaman menjadi lebih maksimal.

Kompos

Penggunaan pupuk kompos pada tanaman merupakan salah satu contoh pertanian yang ramah lingkungan. Hal tersebut dikarenakan kompos dapat mengurangi limbah yang kurang termanfaatkan agar dapat di daur ulang dan memberikan manfaat bagi tanaman.

Pengertian kompos merupakan hasil penguraian dari campuran bahan-bahan orgnaik yang dibantu oleh mikroba dalam kondisi lingkungan yang lembab dan aerob. Pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis akibat aktvitas mikroba yang memanfaatkan bahan organika sebagai sumber energinya.

Kompos yang mengandung bahan organik ketika ditambahkan pada tanah dapat memperbaiki strukur tanah serta meningkatakn kapasitas tanah dalam menyerap air. Selain itu tanaman yang dipupuk menggunakan kompos akan memiliki kualitas dan hasil yang lebih baik.

Manfaat kompos pada aspek lingkungan adalah dapat mengurangi polusi udara karena limbah dan pelepasan gas metana dari sampah organik yang membusuk dan dapat mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan sampah tersebut.

Biopestisida

Biopestisida merupakan penggunaan pestisida dengan bahan baku utama mikroorganisme. Contoh mikroorganisme yang banyak digunakan virus, bakteri dan cendawan yang menguntungkan bagi tanaman. Berbeda dengan hama yang merugikan petani dan menyerang tanaman, biopestisida ini berfungsi menghambat perkembangan hama.

Selain itu biopestisida mampu meningkatkan pertumbuhan dari tanaman sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan dari pestisida ini potensial untuk mendapatkan pertanian yang ramah lingkungan. Salah satu contoh biopestisida adalah ditambahkannya jamur Trichoderma sp pada tanaman sebagai agensia hayati untuk mengontrol penyakit yang disebabkan beberapa fungi dan bakteri.

Keuntungan menggunakan biopestisida antara lain dapat menjaga kesehatan tanah dan meningkatkan bahan organik dalam tanah. Spesies tertentu dalam biopestisida yang diaplikasikan pada tanaman sebagai musuh alami aman untuk organisme non target, biopestisida tidak meninggalkan residu berbahaya pada tanaman dan lingkungan seperti pestisida kimia karena biopestisida hanya mengandalkan senyawa biokimia potensial yang disintesis oleh mikroba sehingga aman untuk lingkungan.

Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair merupakan pupuk yang berasal dari bahan organik dengan bentuk cair tidak padat mudah sekali larut pada tanah dan membawa unsur-unsur penting untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk organik cair mempunyai banyak kelebihan antara lain mengandung zat tertentu seperti mikroorganisme jarang terdapat dalam pupuk organik padat dalam bentuk kering.

Pupuk organik cair memiliki bentuk akhir berupa larutan yang berasal dari hasil pembusukan bahan organik berupa sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Pupuk organik cair secara cepat dapat digunakan untuk mengatasi defisiensi hara, mencegah pencucian hara, dan mampu menyediakan hara dengan cepat.

Dampak positif yang diperoleh akibat penggunaan pupuk organik cair yang ramah lingkungan menyebabkan pupuk ini banyak dikembangkan di masyarakat.

Pertanian Terpadu

Pertanian terpadu dapat dikategorikan kedalam contoh kegiatan pertanian yang ramah lingkungan. Melalui pertanian terpadu terjadi pengikatan bahan organik dalam tanah dan menurunkan penyerapan karbon dibandingkan dengan pertanian konvensional yang menggunakan lebih banyak pupuk nitrogen dan sebagainya.

Selain itu dalam pertanian terpadu terjadi pemanfaatan limbah pertanian secara maksimal dalam suatu siklus yang saling berkaitan sehingga tidak ada hasil limbah yang mnecemari lingkungan.

Rotasi Tanaman

Rotasi tanaman merupakan salah satu komponen pada teknik budidaya tanaman yang dikenal ramah lingkunga. Pasalnya dengan melakukan rotasi tanaman ada beberapa keuntungan yang didapatkan terutama dari segi kesuburan tanah. Rotasi tanaman merupakan praktik penanaman berbagai jenis tanaman secara bergiliran pada satu lahan pertanian.

Tujuan utama dari rotasi tanaman adalah mengembalikan nutrisi berupa unsur nitrogen melalui tanaman legum yang ditanam setelh penanaman komoditas utama. Selain itu rotasi tanaman dapat mencegah terakumulasinya patogen dan hama yang sering menyerang setu jenis tanaman tertentu. Melalui rotasi tanaman maka kualitas struktur tanah dapat meningkat.

Rotasi tanaman sama sekali tidak menimbulkan kerusakan dan kerugian pada lingkungan bahkan menguntungkan bagi tanah sebagai komponen penting dalam kegiatan pertanian.

Hidroponik

Pengertian hidroponik merupakan pertanian yang ramah lingkungan karena tidak menyebabkan penurunan kualitas tanah dan tidak menimbulkan limbah pertanian yang dapat membahayakan lingkungan seperti residu pestisida ataupun pupuk kimia yang dapat merusak struktur tanah sehingga kualitas lingkungan dan lahan pertanian mengalami penurunan.

Sistem hidroponik tentu memenuhi kualifikasi tersebut. Sistem hidroponik tidak akan merusak tanah karena sistem hidroponik sama sekali tidak menggunakan tanah dan dalam penggunaan nutrisi disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dalam budidaya hidroponik sehingga dapat dikelola dengan baik. Selain itu resiko timbulnya residu pupuk yang berbahaya bagi lingkungan sangat kecil dalam sistem hirdoponik sehingga aman bagi lingkungan.

Pestisida Nabati

Pestisida nabati adalah jenis pestsida yang berasal dari tumbuhan sebagai bahan aktif dari pestisida ini. Pestisida nabati dimasukan kedalam kelompok pestisida biokimia karena mengandung biotoksin. Secara evolusi tumbuhan telah mengembangkan bahan kimia sebagai alat pertahanan alami terhadap organisme penganggu. Tumbuhan mengandung banyak bahan kimia alami yang merupakan metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai alat pertahanan.

Pestisida nabati yang mempunyai kelompok metabolit sekunder yang mengandung senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat seperti alkaloid, fenolik, terpenoid dan lainnya. Senyawa bioaktif yang diaplikasikan pada tanaman terinfeksi atau terserang OPT maka tidak akan berpengaruh terhadap fotosintesis maupun aspek fisiologis tanaman lainnya namun akan berpengaruh terhadap sistem saraf otot, keseimbanagn hormon hingga sistem pernafasan organisme penganggu.

Pengendalian menggunakan pestisida nabati dinilai lebih aman untuk lingkungan sehingga termasuk kedalam contoh pertanian yang ramah lingkungan.

Biogas

Biogas merupakan bentuk pertanian ramah lingkungan karena membantu mengurangi pencemaran dari limbah pertanian dengan cara mengolahnya menjadi produk bermanfaat salah satunya adalah biogas.

Biogas adalah gas alami yang dihasilkan dari fermentasi atau aktivitas anaerob suatu bahan organik diantaranya adalah kotoran hewan dan manusia, limbah domestik dan sampah lainnya dalam kondisi anaerob. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbondioksida yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

Penggunaan Mulsa Organik

Mulsa organik berasal dari bahan alami yang mudah terurai seperti sisa tanaman antara lain jerami dan alang-alang atau sisa pertanaman sebelumnya. Mulsa organik memiliki banyak keuntungan yaitu lebih ekonomis, mudah didapatkan, mudah terurai dan menyatu dengan tanah sehingga menambah kandungan bahan organik dalam tanah.

Hal tersebut yang menyebabkan mulsa organik menjadi salah satu contoh kegiatan pertanian yang ramah lingkungan karena memberikan keuntungan positif bagi lingkungan dan tidak menimbulkan kerugian.

Itulah tadi serangkaian artikel yang memberikan penjelasan terkait dengan pengertian, jenis, dan contoh pertanian ramah lingkungan. Semoga melalui tulisan ini memberikan wawasan serta referensi mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Nilai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *