Contoh Tumbuhan Vertikultur dalam Pertanian

Diposting pada

Contoh Tumbuhan Vertikultur

Pertambahan penduduk setiap tahun yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan pangan juga turut meningkat. Namun, jumlah lahan pertanian produktif menjadi berkurang dikarenakan ahli fungsi lahan untuk industri perumahan (pemukiman). Hal ini menyebabkan kebutuhan pangan masyarakat akan turut terganggu. Lahan yang sempit (minim) tetap dapat dioptimalkan dengan penggunaan model budidaya tanaman seperti vertikultur.

Vertikultur sangat cocok untuk ibu-ibu rumah tangga yang bisa memanfaatkan waktu luang dengan modal yang tidak banyak. Penggunaan vertikultur dapat dilakukan untuk menanam tanaman sayur/buah/tanaman hias yang bisa digunakan juga untuk mempercantik pemandangan area sekitar rumah. Namun, dalam praktiknya vertikultur masih terdapat beberapa kendala. Artikel ini akan membahas vertikultur beserta tanaman apa saja yang baik untuk ditanam menggunakan vertikultur.

Vertikultur

Vertikul berasal dari bahasa inggris adalah vertical dan culture. Vertical memiliki arti tegak lurus atau bisa diartikan menurun. Sedangkan culture dapat diartikan sebagai teknik budidaya (pemeliharaan). Vertikultur adalah teknik dalam arti budidaya tanaman dengan menggunakan lahan yang sempit untuk menanam tanaman secara bertingkat melalui pemanfaatan bidang vertikal.

Dalam sejarah pertanian, vertikultur sudah dikenal pada tahun 1944 oleh perusahaan benih di Swiss. Pada jaman dahulu dikenal dengan Vertical Garden.  Kemudian konsep vertical garden ini diterapkan di Eropa yang memiliki iklim sub-tropis sehingga sempat merajelala di Eropa.

Pengertian Vertikultur

Vertikultur didefinisikan sebagai teknik budidaya tanaman yang dilakukan secara bertingkat atau ke atas menuju udara bebas baik diterapkan di indoor ataupun outdoor.  Biasanya vertikultur digunakan dengan penggunaan model tempat tertentu untuk penanaman tergantung keadaan tempat dan kemauan setiap orang.

Vertikultur Menurut Para Ahli

Adapun menurut para ahli, pengertian vertikultur antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Lakitan (1995), Vertikultur merupakan teknik budidaya yang dilakukan di dalam pot dan disusun secara vertikal (bertingkat). Usaha ini diupayakan di lahan yang minim atau bisa di pekarangan rumah.
  2. Wartapa (2010), Vertikultur yaitu kegiatan bercocok tanam yang diterapkan di bidang vertikal dan disusun ke atas menuju ruang udara bebas dengan memanfaatkan media tumbuh yang disusun secara verikal.
  3. Liferdi Lukman (2003), Vertikultur terdiri dari 2 kata bahasa inggris yaitu vertical dan culture. Teknik budidaya ini bercocok tanam di ruang terbatas dengan memanfaatkan bidang vertikal. Teknik vertikal ini bermulai dari konsep vertical garden oleh perusahaan benih di Swiss.
  4. Nitisapto (1993), Vertikultur merupakan suatu cara bercocok tanam dengan menggunakan media tanam di wadah/tempat yang disusun secara bertingkat (vertikal) untuk memanfaatkan ruang yang terbatas supaya lebih efisien.

Negara yang beriklim tropis seperti Indonesia sudah memulai menggunakan model bercocok tanam vertikultur karena dapat membantu kebutuhan pangan masyarakat yang meningkat namun lahan yang ada menurun. Budidaya tanaman secara vertikultur mulanya hanya digunakan sebagai dekorasi di taman maupun rumah kaca saja.

Contoh Tanaman Vertikultur

Vertikultur dapat diaplikasikan pada beberapa jenis tanaman seperti tanaman sayur, buah, dan hias. Berikut contoh tanaman yang dapat di vertikultur, antara lain:

  1. Sawi

Gambar vertikultur sawi
Tanaman Sawi

Sawi sering kali dikonsumsi oleh masyarakat sebagai sayuran pendamping pada mie ayam dan bakso serta beberapa masakan yang terinspirasi dari China (Tiongkok). Biasanya yang dikonsumsi adalah bagian helai daun dengan tangkainya. Helai daun biasanya direbus, jarang sekali menjadi lalapan.

Pada umumnya jenis sawi yang dibudidayakan terbagi menjadi 3 jenis yaitu sawi putih, sawi hijau, dan sawi buma. Sawi dapat dibudidayakan di daerah iklim tropis yang memiliki curah hujan yang cukup. Oleh karena itu, sawi dapat ditanam menggunakan vertikultur dengan lahan yang terbatas karena mudah dirawat.

  1. Kangkung

gambar vertikultur kangkung
Tanaman Kangkung

Kangkung memiliki nama ilmiah Ipomoea aquatica Forsk. Kangkung merupakan tanaman yang dibudidayakan sebagai makanan (sayur). Kangkung banyak dijumpai di kawasan Asia. Kangkung termasuk tanaman yang hidup di daerah yang berair.

Kangkung mempunyai morfologi seperti daunnya licin dan berbentuk mata panah yang panjang daunnya berkisar 10-15 cm.Batangnya berongga dan menjalar dengan daun berselang. Warna daun kangkung berwarna hijau pucat dan biasanya terdapat bunga yang berwarna putih. Terkadang, terdapat jenis kangkung dengan daun yang sempit namun memanjang dan tersusun menyirip tiga.

Biasanya bagian kangkung dapat dikonsumsi semua sehingga dapat dimakan mentah atau dimasak terlebih dahulu. Kangkung biasanya dimasak menjadi sayur ca kangkung atau pelecing kangkung lombok. Plecing kangkung adalah masakan yang ada di daerah Lombok dengan kangkung sebagai bahan utama.

Oleh karena itu, kangkung dapat dibudidayakan sendiri karena mudah dipelihara di halaman rumah dengan vertikultur.

  1. Tanaman Bayam

gambar vertikultur bayam
Tanaman Bayam

Bayam merupakan jenis tanaman yang dimanfaatkan bagian daunnya sebagai sayuran hijau. Bayam berasal dari Amerika dan sudah tersebar ke seluruh dunia. Bayam memiliki kandungan zat besi yang berguna bagi tubuh manusia.

Bayam termasuk tanaman yang tahan terhadap pencahayaan langsung karena merupakan tanaman C4. Bayam memiliki morfologi seperti batangnya berair dan kurang berkayu. Daun bayam bertangkai, bentuk daun bulat telur dan warna daun berwarna hijau, merah, atau hijau keputihan.

Bayam dibedakan menjadi 2 jenis bayam sayur yang digunakan untuk konsumsi yaitu bayam petik dan bayam cabut. Bayam petik memiliki daun lebar dan tumbuh tegak besar dan terkadang daun mudanya digunakan sebagai lalapan (pecel,gado-gado, urap, bahkan digoreng menjadi keripik).

Daun bayam cabut memiliki daun yang berukuran lebih kecil dan pertumbuhannya singkat (25 hari) sehingga cocok untuk dikonsumsi sebagai sup encer (sayur bayam dan sayur bobor). Oleh karena itu, bayam dapat dibudidayakan sendiri karena dapat ditanam di pekarangan rumah melalui vertikultur.

  1. Buncis

Gambar vertikultur buncis
Tanaman Buncis

Buncis merupakan tanaman jenis polong-polongan yang dapat dimakan dengan bagian buah, biji, dan daunnya sebagai sayuran. Sayuran buncis memiliki kandungan protein. Kandungan protein dan vitamin berguna untuk menurunkan tekanan darah dan menjaga gula dalam darah sehingga cocok untuk penyakit diabetes atau hipertensi. Buncis juga dapat menurunkan berat badan karena kandungan serat dan enzim yang tinggi.

Buncis mudah ditanam di lahan yang terbatas dengan cara memasukkan 2-3 biji ke dalam lubang (kedalaman 1-2 cm) yang kemudian ditimbun tanah. Panen buncis dapat dilakukan saat umur buncis lebih dari 60 hari atau polong kacang buncis sudah dapat dilihat untuk dimasak.

  1. Kacang panjang

vertikultur kacang panjang
Tanaman Kacang Panjang

Kacang panjang merupakan jenis tanaman yang pertumbuhannya dengan cara memanjat atau melilit. Kacang panjang hampir sama dengan buncis dalam penanamannya yaitu memasukkan 2-3 biji ke dalam lubang (kedalaman 1-2 cm) kemudian ditimbun tanah dan dapat dipanen setelah berumur 45 hari.

Kacang panjang juga dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan seperti penyakit antikanker, kanker payudara, leukimia, anti bakteri dan anti oksidan.

  1. Selada

vertikultur Selada Adalah
Tanaman Selada

Selada merupakan tanaman sayur yang hidup di iklim sedang maupun tropika. Produksi selada di dunia dapat mencapai 3 juta ton yang ditanam  di lahan yang lebih dari 300.000 lahan. Selada biasanya dimanfaatkan sebagai salad.

Selada memiliki banyak jenis antara lain selada kepala rehyah, selada kepala mentega, selada cos, selada daun longgar. Selada memiliki kandungan mineral seperti besi, fosfor, kalsium dan lain-lain. Selada berguna dalam menjaga keseimbangan tubuh. Biasanya selada dimasak untuk obat penderita insomnia.

  1. Kemangi

vertikultur Kemangi
Tanaman Kemangi

Kemangi merupakan tanaman sayur yang dijadikan sebagai lalapan. Kemangi memiliki aroma dan daun yang khas, kuat  tetapi lembut karena adanya sentuhan aroma limau. Daun kemangi biasanya digunakan sebagai bumbu bagi pepes.

Kemangi memiliki morfolofigi seperti pertumbuhannya mencapai 100 cm, daunnya panjang, tegak dan berbentuk bulat telur berwarna hijau muda dan berbau harum. Permukaan daun kemangi bergerigi. Wangi daun kemangi seperti cengkih namun rasanya pahit.

  1. Tanaman Tomat

vertikultur tomat
Tanaman Tomat

Tomat adalah tanaman yang mempunyai siklus hidup yang singkat. Ciri tanaman tomat dapat ditumbuh mencapai ketinggian 1-3 meter. Tomat biasa dimanfaatkan buahnya. Buah tomat berwarna hijau, kuning, dan merah yang biasa digunakan dalam masakan sayur atau bisa dimakan mentah. Daun dan batang tomat tidak dikonsumsi karena mengandung alkaloid.

Tomat bukan hanya sebagai pelengkap dalam makanan namun juga untuk kecantikan antara lain mengecilkan pori-pori serta mencerahkan kulit, hal ini karena tomat memiliki kandangan yang kaya vitamin C.

  1. Pare

vertikultur pare
Tanaman Pare

Pare memiliki nama lain yaitu Peria. Pare berasal dari kawasan Asia. Pare biasa dimanfaatkan sebagai sayuran ataupun bahan obat. Pare memiliki daun dengan tepi daunnya bergerigi yang menyerupai bekas gigitan. Pare dibagi menjadi 3 jenis yaitu Peria gajih, Peria hijau, dan peria ular.

  1. Mawar

vertikultur mawar
Tanaman Mawar

Mawar adalah salah satu arti bungga yang memiliki tinggi 2 sampai dengan 5 meter. Mawar mempunyai daun yang panjangnya berkisar 5-15 cm yang berlawanan (pinnate). Bunga mawar terdiri dari 5 helai mahkota bunga yang biasanya berwarna merah ataupun putih bahkan ada yang berwarna hitam.

Maka, itulah tadi ulasan lengkap yang bisa kami uraikan kepada segenap pembaca berkaitan dengan macam-macam dalam contoh tanaman yang bisa dijadikan sebagai vertikultur dalam sebuah pertanian. Semoga memberikan wawasan, trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *