Pengertian Deuteromycota, Struktur, Siklus, Ciri, Peran, dan Contohnya

Diposting pada

Deuteromycota AdalahDeuteromycota pada dasarnya adalah salah satu jenis fungi yang bereproduksi dengan konidia dan belum pasti diketahui proses seksualnya. Selain itu untuk berkembang biak dari jamur deuteromycota ini bisa dengan reproduksi secara aseksual dan dapat dilaksanakan dengan mengakibatkan bentuknya seperti tunas atau blastospora dan pembentukan spora dengan benang hifa ataupun artrospora.

Deuteromycota contohnya pada jamur oncom atau monilia sitophilia yang dimana sudah diketahui bahwa reproduksi seksualnya terkategorikan jenis deuteromycota. Tetapi, sat ini diketahui reproduksinya memproduksi askospora di dalam peritesiumatau askus. Jadi dapat dikategorikan ke dalam jenis Ascomycota dan dirubah namanya menjadi Neurospora sitophila atau Neurospora crassa.

Deuteromycota

Deuteromycota terdiri dari dua kata yaitu deutero yang bermakna urutan kedua atau tak sempurna dan mycota bermakna fungi atau jamur. Jadi Deuteromycota bermakna jamur atau fungi kelas dua atau jamur/fungi tak sempurna.

Sejarah Deuteromycota

Deuteromycota sebelumnya merupakan jenis kelas fungi atau jamur yang setara dengan basidiomycota, ascomycota, dan sebagainya hanya diteliti dari penampakan morfologi dan fisiologijnya saja namun belum diketahui cara reproduksinya secara generatif atau tidak atau belum ditemukan/diketahui.

Sehingga semua jenis jamur yang tidak jelas reproduksinya dikategorikan ke dalam jenis fungi deuteromycota. Tetapi, sejak tahun 1990an deuteromycota sudah tidak diungkapkan lagi, para peneliti mycologi sepakat untuk mengkategorikan jenis jamur yang ada pada deuteromycota ke dalam jenis kelas lain.

Kategori sesuai dengan kriteria fisiologi dan morfologi kemudian dengan adanya konsep pengelompokkan berbasis DNA, jenis jamur ex-Deuteromycota berpindah-pindah lagi, tetapi bukan secara kelas namun terdapat pada tingkatan genus atau famili.

Fungi deuteromycota merupakan jenis jamur yang bereproduksi dengan konidia dan belum dapat diketahui proses seksualnya. Belum ditemukan askus ataupun basidium sehingga belum termasuk ke dalam kelas jamur Ascomycota atau Basidiummycota. Oleh sebab itu, fungi Deuteromycota merupakan fungi atau jamur tak/tidak sempurna atau jamur imperfeksi.

Fungi imperfeksi atau fungi tidak sempurna digunakan untuk mengklafisikan semua jamur yang tidak tergolong ke dalam divisi lainnya. Ciri utama dari divisi fungi imperfeksi adalah belum diketahui sistem reproduksi seksual selama proses siklus hidupnya. Fungi Deuteromycota dapat ditemukan di daerah daratan.

Sebagian besar kelompok divisi ini memiliki kemungkinan kekerabatan dengan Ascomycota karena terdapat pembentukan konidia. Sebagaiannya termasuk Zygomycota dan Basidiomycota yang tidak melaksanakan reproduksi seksual. Apabila terdapat studi lebih lanjut pada suatu spesies Deuteromycota dengan menampilkan reproduksi seksual, sehingga spesies tersebu akan dikeluarkan dari divisi fungi ini.

Seperti ini beberapa jenis fungi belum dikonfirmasi atau diketahui alat reproduksi generatifnya dikelompokkan ke dalam divisi deuteromycota. Deuteromycota atau biasa disebut imperfect fungi atau jamur tak sempurna yang tidak melakukan reproduksi seksual atau hanya menunjukkan reproduksi aseksual saja dari fungi yang memiliki tahap seksual.

Fungi deuteromycota ini hampir mirip dengan Ascomycota sehingga fungi ini dapat dikelompokkan atau dikatakan sebagai keranjang sampah, yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara untuk jenis-jenis fungi yang belum pasti diketahui statusnya.

Jika penelitian dilakukan selanjutnya kemudian ditemukan metode reproduksi seksualnya sehingga jenis fungi dari anggota Deuteromycota ini juga dapat dikategorikan ke dalam divisi ascomycota atau pun divisi basidiomycota.

Pengertian Deuteromycota

Deuteromycota adalah jenis fungi yang belum diketahui metode reproduksi seksualnya dan sering disebut dengan istilah jamur tak sempurna. Jenis fungi ini tidak dapat dikelompokkan ke dalam kelompok Ascomycota. Hal ini dikarenakan tidak mempunyai askus dan tidak dapat dikategorikan ke dalam basidiomycota juga sebab tidak memiliki basidium.

Struktur Jamur Deuteromycota

Struktur pada fungi deuteroymcota atau biasa dikenal dengan jamur tak sempurna atau imperfect fungi yang memiliki hifa, konidium, alternaria, phiaophra, dan claosporium. Fungi ini bersifat saprofit di banyak jenis materi organik dan beberapa jenis lain hidup sebagai parasit yang terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi dan perusak tanaman budidaya dan tanaman hias.

Fungi ini juga menyebabkan adanya penyakit pada manusia seperti kurap dan manu dan menyebabkan pelapukan pada kayu. Misalnya klasik jamur Deutermycota adalah Monilia sitophila yakni jamur oncom.

Cara hidup jamur deuteromycota pada umumnya dimanfaatkan untuk membuat oncom dari bungkil kacang. Monilia sitophila juga terdapat dan tumbuh dengan baik dari roti, sisa- sisa makanan, tongkol jagung, dan rumput sisa terbakar serta konidiunya sangat banyak dan memiliki warna jingga.

Jamur Deuteromycota hanya diketahui cara reproduksi aseksualnya saja oleh sebab itu dikenal dengan jamur imperfect atau jamur tak sempurna. Reproduksi aseksual jamur Deuteromycota dengan membentuk konidia. Jamur ini bereproduksi dengan aseksual melalui pembentukan konidia atau memproduksi hifa khusus yang disebut Konidiofor.

Jamur ini kemungkinan yaitu peralihan jamur yang terkelompokkan Ascomycota ke Basidiomycota namun tidak diketahui hubungannya.

Apabila jamur Deuteromycota ini diketahui reproduksi seksualnya sehingga dikelompokkan ke dalam kelompok jamur yang lain. Sebagai contoh Monilia sitophila, kemudian diketahui reproduksi seksualnya dengan memproduksi askospora. Fungi ini dikelompokkan ke dalam jamur Ascomycota dan diubah menjadi Neurospora crassa (jamur oncom).

Di dalam jamur Deuteromycota pada fase pembiakan secara vegetatif contohnya pada Monilia sitophila ditemukan oleh Dodge pada tahun 1927 dari Amerika Serikat, sedangkan fase generatifnya ditemukan oleh Dwidjoseputro pada tahun 1961.

Kemudian diketahui fase generatifnya , jamur ini dikelompkkan ke dalam jenis Ascomycota dan diubah namanya menjadi Neurospora sitophila atau Neurospora crassa.

Perubahan pengkategorikan jamur tersebut dengan mengubah nama spesiesnya. Contohnya adalah jamur oncom. Awalnya jamur ini dikategorikan ke dalam Deuteromycota dengan nama Monilia sitophila. Tetapi, saat Prof Dwidjoseputro (almarhum) dari IKIP Malang yang sekarang berubah namanya menjadi Universitas Negeri Malang melaksanakan penelitian.

Alhasil Monilia sitophila dapat bereproduksi seksual dan memproduksi asksus. Oleh jasa beliau jamur oncom dikelompokkan ke dalam Ascomycota dan berubah menjadi namanya Neurospora sitophila. Beberapa contoh jamur Deuteromycota lainnya yang dikategorikan ulang menjadi Ascomycota antara lain jamur dari genus Penicillium sp, Candida sp, dan Aspergillus sp.

Ada contoh jamur lain yang belum dikonfirmasi atau diketahui reproduksi seksualnya antara lain Curvularia sp, Diploria sp, Gleosporium sp dan  Chladosporium sp. Untuk memberantas fungi ini dapat memanfaatkan fungisida antara lain Lokanol Dithane M-45 dan Copper Sandoz.

Ciri Deuteromycota

Secara umum, karaktereristik jamur yang tergolong dalam ke divisi Deuteromycota antara lain

  1. Bersel banyak atau multiseluler yang membentuk hifa tidak bersekat tetapi beberapa jenis termasuk organisme bersel tunggal yang membentuk miselium semu atau pseudomiselium pada kondisi lingkungan yang memberikan keuntungan.
  2. Beberapa jenis jamur termasuk mikrokopis atau tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
  3. Dinding sel terbuat dari zat kitin.
  4. Jenis jamur tertentu ditemukan hifa bersekat dengan adanya sel yang berinti satu tetapi kebanyakan berinti banyak.
  5. Ada jamur yang bersifat merusak atau mengakibatkan penyakit pada hewan ternak, manusia, dan tanaman budidaya.
  6. Jenis jamur ini hidup secara saprofit ataupun parasit.
  7. Habitat jamur ini biasanya di tempat lembab.
  8. Jamur ini membentuk spora secara vegatatif dan belum diketahui reproduksi seksual sehingga dikenal jamur tak sempurna atau impercfet.
  9. Reproduksi aseksual membentuk spora melalui fragmentasi dan konidium yang bersel satu atau banyak sedangkan reproduksi seksualnya belum diketahui.

Peran Jamur Deuteromycota

Beberapa jamur jenis Deuteromycota berserta perannya antara lain

  1. Pembuatan oncom dengan jamur Monilia sitophila
  2. Industri antibiotik dengan jamur Penicillium chrysogenum
  3. Produksi antibiotik penisilin dengan jamur Penicillium notatum
  4. Pembuatan keju dengan jamur Penicillium roquefortidan Penicillium camemberti
  5. Menjernihkan sari buah dengan jamur Aspergillus niger
  6. Melunakkan adonan roti dengan jamur Aspergillus oryzae 
  7. Pembuatan kecap, tauco, sake, dan asam oksalat dengan jamur Aspergillus wentii

Contoh Deuteromycota

Contoh jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya yaitu;

  1. Monilia sitophila

Monilia sitophila ini dikelompokkan ke dalam divisi Deuteromycota namun untuk sekarang belum diketahui reproduksi seksualnya yaitu dengan memproduksi askospora di dalam askus atau peritesium, sehingga kemudian dikategorikan ke dalam Ascomycota serta diubah dengan nama Neurospora sitophila atau Neurospora crassa.

Namun, para ahli juga masih mengelompokkan jamur Penicilium dan Aspergilus ini ke dalam Deuteromycota dengan sebuah tujuan yaitu dikarenakan karena tingkat konidiumnya yang terlihat jelas dan tidak asing lagi walaupun tingkat seksualnya sudah diketahui dengan baik.

Itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkaitan dengan pengertian deuteromycota menurut para ahli, struktur, siklus, karakteristik, peran, dan contohnya yang mudah ditemukan. Semoga memberikan wawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *