Faktor yang Mempengaruhi Perkecambahan dan Prosesnya

Diposting pada

Proses Perkecambahan

Perkecambahan dalam arti budidaya dimaknai sebagai proses perkembangan embrio biji dengai proses mulanya adalah penyerapan air oleh biji yang kemudian kulit biji mulai melunak lalu terjadi proses hidrasi sitoplasma dan meningkatnya suplai oksigen sehingga terjadinya peningkatan respirasi di dalam struktur biji.

Proses perkecambahan yang jua dikenal dengan dalam arti pertanian sebagai germinasi ini dapat terjadi apabila kulit biji permeabel terhadap air dan ketersediaan air tercukupi dengan adanya tekanan osmosis tertentu (spesifik).

Perkecambahan (Germinasi Biji)

Perkecambahan adalah suatu proses pertumbuhan embrio yang semula dalam kondisi dormansi (istirahat) kemudian kulit biji pecah (robek). Perkecambahan biji dapat terjadi apabila syarat-syarat tertentu dyang diperlukan oleh tanaman dapat terpenuhi.

Syarat-syarat tersebut antara lain;

  1. Oksigen
  2. Cahaya
  3. Suhu/Temperatur
  4. Kelembaban

Faktor Perkecambahan

Dalam perkecambahan terdapat faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dimana penyebab ini terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan ekternal.

Internal

Faktor Internal terdiri dari Genetik, Komposisi kimia benih, Dormansi, dan Tingkat kemasakan benih. Penjelasannya sebagai berikut;

  1. Genetik

Setiap benih dari berbagai jenis tanaman hias atau varietas lainnya mempunyai kemampuan kecepatan berkecambah dan daya kecambah yang berbeda-beda. Tiap sifat pada tanaman akan seperti induknya karena mengandung gen yang sama.

  1. Komposisi kimia benih

Dalam benih terdapat komposisi kimia antara lain karbohidrat, lemak (oily seed), dan lemak. Benih yang mempunyai kandungan lemak dapat mengalami kerusakan (degradasi). Kadar air kritikal perkecambahan antara lain karbohidratberkisar 30 sampai dengan 35% dan lemak 50 sampai 55%.

  1. Dormansi

Dormansi dapat diartikan adalah keadaan suatu benih hidup namun tidak berkecambah hingga batas periode akhir pengamatan perkecambahan meskipun faktor lingkungan sudah optimum untuk perkecambahan. Dormansi benih memiliki sifat yang diwariskan dari tetua (primer) ataupun disebabkan oleh faktor lingkungan (sekunder).

  1. Tingkat kemasakan

Benih yang sudah masak secara fisiologis tandanya adalah vigor benih mencapai maksimum. Kondisi ini menjadi pengaruh sukses atau tidaknya proses perkecambangan yang dilakukan dalam berbagai jenis tanaman biji-bijian yang akan dibudidayakan.

Eksternal

Faktor eksternal terdiri dari air, cahaya, suhu, kondisi tanah, dan gas.

  1. Air

Air berguna untuk mereaktivsi benih, melunakkan kulit benih, reaktivasi enzim untuk proses pernafasan (respirasi) dan transport metabolit (dari endosperm ke poros benih). Tingka kandungan air kritik adalah kandungan air pada benih minimum pada waktu perkecambahan berlangsung.

  1. Suhu

Suhu kardinal dibedakan menjadi tiga yaitu suhu minimum, suhu optimum, dan suhu maksimum. Suhu minimum yaitu suhu paling rendah yang dimana benih tetap mampu berkecambah.

Suhu optimum adalah suhu yang terbaik untuk perkecambahan biji sehingga dalam waktu yang singkat perkecambahan cepat berlangsung. Suhu maksimum yaitu suhu paling tinggi yang dimana benih tetap mampu berkecambah.

  1. Cahaya

Cahaya matahari baik dari segi intensitas dan kualitas sangat mempengaruhi perkecambahan biji. Intensitas (200 ftc) dan kualitas (cahaya merah: 660-770 nm) dapat direspon oleh benih karena adanya fitokrom atau pigmen penangkap cahaya.

Fitokrom dibedakan menjadi dua yaitu PFR (Phytochrom Infrared)/ fitokrom yang aktif dan PR (Phytochrom Red)/ fitokrom yang tidak aktif. PFR dapat meningkatkan enzim hidrolitik untuk perkecambahan.

  1. Kondisi Tanah

Lingkungan sangat mempengaruhi perkecambahan biji. Lingkungan seperti tanah (abiotik) baik dari struktur tanah, sifat fisik tanah, biotik tanah yang terdiri dari biota dan  mikroorganisme di dalam tanah serta kandungan senyawa kimia.

  1. Gas

Dalam perkecambahan diperlukan gas berupa oksigen untuk membantu proses respirasi (pernafasan) sehingga dapat menghasilkan energi untuk pengaktifan enzim yang berguna dalam perkecambahan biji. Gas berupa CO2 (karbondioksida) dapat menghambat proses perkecambahan.

Proses Germinasi Biji (Perkecambangan)

Di dalam proses germinasi biji terdapat tahapan-tahapannya yang harus dilakukan secara berurut-urutan. Secara singkat germinasi biji dapat dijelaskan sebagai berikut. Air masuk kemudian mengaktifkan hormon giberelin. Hormon giberelin akan memicu untuk produksi enzim amilase.

Enzim amilase akan memecah (mengubah) pati menjadi glukosa (gula). Glukosa akan digunakan sebagai bahan dalam pertumbuhan embrio biji.

Secara detailnya, proses germinasi biji dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Perkecambahan diawali dengan masuknya air ke dalam biji. Biji memiliki stuktur yang kering sehingga memerlukan penyerapan air dari lingkungan baik tanah maupun udara. Penyerapan air oleh biji dikenal dengan istilah imbibisi.
  2. Penyerapan air akan menyebabkan ukuran biji menjadi besar dan mengembang sehingga kulit biji akan pecah (robek).
  3. Air akan memicu hormon giberelin di dalam embrio. Hormon giberelin akan memicu sel di lapisan aleuron yang berguna untuk produksi enzim amilase.
  4. Enzim amilasi yang diproduksi akan berkerja di dalam endosperma (cadangan makanan) yang akan memecah (mengubah) pati menjadi glukosa (gula).
  5. Glukosa inilah yang akan dikirim pada embrio sebagai bahan pertumbuhan embrio kemudian embrio akan berkecambah dan membentuk tanaman baru.

Itulah artikel pertanian yang lengkap bisa kami sebutkan dan bagikan kepada kalian berkenaan dengan faktor yang mempengaruhi perkecambahan dan proses-prosesnya yang harus dijalankan secara berurut-urutan. Semoga bisa memberikan edukasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *