Fase Pertumbuhan Tanaman dan Contohnya

Diposting pada

Fase Pertumbuhan Tanaman

Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan dalam berlangsungnya hidup masing- masing yakni mendapatkan nutrisi makanan, memperoleh rangsangan dari luar, mampu menyebarkan zat di dalam tubuh, mencerna zat dalam arti makanan, melaksanakan proses respirasi, melakukan proses sintesis, dan kemampuan berkembang biak.

Segenap tanaman pada dasarnya memiliki semua sifat tersebut. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan adalah perubahan yang berlangsung di dalam tubuh tumbuhan selama siklus hidupnya. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan bukan hanya proses identik namun merupakan dua proses yang berhubungan sangat erat satu sama lainnya.

Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan merupakan suatu perubahan secara kuantitatif dalam keberlangsungan siklus hidup tumbuhan yang memiliki sifat tidak dapat kembali atau irreversible. Pertumbuhan juga dapat diartikan suatu pertambahan besar atau berat tanaman yang terdapat bagian tanaman disebabkan penambahan unsur yang baru.

Proses penambahan ukuran dan volume tanaman tidak dapat kembali (irreversible) disebabkan pembelahan dan pembesaran sel. Pertumbuhan tanaman diawali dengan terbatasnya ketersediaan cadangan makanan yang berada di dalam nutrisi makanan.

Sebagai contoh di dalam bahan tanaman yang berasal dari bagian biji sehingga endosperm menjadi tempat cadangan makanan, ataupun bahan tanaman yang berasal dari hasil stek sehingga bahan organik yang berada di dalamnya sebagai cadangan makanan.

Fase Pertumbuhan Tanaman

Secara umum terdapat beberapa fase pada pertumbuhan tanaman sebagai berikut:

  1. Embryonis

Pada fase ini diawali dari pembentukan zigot hingga terbentuk embrio yang didalamnya berisi bakal biji atau ovule. Mulai dari zigot diikti dengan proses pembelahan sel, kemudian terjadi proses pengembangan sel. Fase embryonis tidak dapat terlihat secara nyata dan jelas di dalam pertumbuhan tanaman karena disebabkan berlangsungnya berada di biji.

  1. Muda

Pada fase ini diawali dengan biji yang mulai berkecambah dan tumbuh hinga menjadi bibit dan memiliki ciri- ciri oleh pembentukan daun pertama dan berlangsung terus menerus hingga pada tahap berbunga dan/atau berbuah pertama.

  1. Dewasa/Reproduktif/Generatif

Pada fase ini ditandai dengan adanya transisi bertahap- tahap pada morfologi, laju tumbuh, dan kapasitas pembungaan.

Diawali dengan pembentukan bagian bunga hingga berhentinya pembentukan organ vegetatif. Proses penghentian organ vegetatif disebabkan asimilat terkhusus yang ditujukan pada perkembangan organ reproduksi. Dalam hal ini baik tunas vegetatif ataupun perakaran akan terganggu pertumbuhannya.

  1. Menua dan Aging (Senil atau Senescence)

Pada fase ini berlangsung perombakan secara alami yang berasal dari bagian atau semua tubuh tanaman hingga aktivitas fungsionalnya hilang.

Selama tahapan  berlangsung akan terjadi penurunan kegiatan dan fungsi organ yang memiliki peran dalam proses menyusun bahan organik. Bahan- bahan yang telah mengalami proses deteriorasi yaitu klorofil, protein, RNA, lemak, fotosintesis, respirasi, dinding sel dan organik.

Ciri utama yang terlihat pada penuaan daun yaitu perubahan pada warna daun karena zat klorofil yang berkurang. Kandungan protein yang berkurang selama tahap penuaan dapat terlihat dengan adanya akumulasi asam amino yang kemudian asam amino ini ditranslokasikan ke luar daun tua menju area bagian yang aktif dalam tubuh dan berkembang.

Selama berlangsungnya proses penuaan terjadi penurunan kegiatan respirasi secara bertahap. Senescene dapat terjadi pada area organ atau semua tanaman.

Terdapat faktor luar yang dapat menganggu atau mempercepat terjadinya senescene tanaman sebagai berikut:

  1. Peningkatan suhu, kondisi gelap, berkurangnya air, mempercepat proses senescene daun.
  2. Penghapusan bagian bunga atau buah akan menganggu senescene tanaman
  3. Pengurangan kandungan hara yang berada di dalam tanah, air, peningkatan suhu, menyebabkan penekanan dalam pertumbuhan tanaman atau mempercepat senescene.

Contoh Fase Pertumbuhan Tanaman

Selain pertumbuhan secara umum, tiap komoditas tanaman memiliki fase pertumbuhan yang berbeda-beda sebagai contoh pada artikel kali ini yaitu pertumbuhan pada jagung sebagai berikut:

  1. Tanaman Jagung

Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
Tanaman Jagung

Jagung sebagai salah satu jenis tanaman pangan memiliki fase pertumbuhan, dinataranya;

  1. Fase V3- V5 (Jumlah daun yang terbuka secara sempurna 3-5)

Pada fase ini selama berlangsung pada tanaman saat berumur berkisar 10 sampai dengan 18 hari setelah berkecambah. Pada fase ini akan berhenti tumbuh pada akar seminal, akar nodul telah mulai aktif, dan titik tumbuh di bawah permukaan tanah.

Suhu tanah akan mempengaruhi pada titik tumbuh. Suhu yang rendah akan memperlambat keluarnya daun, menambah jumlah daun, dan menunda pembentukan bunga jantan.

  1. Fase V6- V10 (Jumlah daun yang terbuka secara sempurna 6-10)

Fase ini selama berlangsung hidup tanaman pada berumur berkisar 18 sampai dengan 35 hari setelah berkecambah. Titik tumbuh telah di atas permukaan tanah, perkembangan akar dan penyebaran berada di tanah sangat cepat dan pemanjangan batang bertambah dengan cepat.

  1. Fase V11- Vn (Jumlah daun terbuka sempurna 11 hingga daun terakhir 15 hingga 18)

Fase ini selama berlangsung hidup tanaman pada berumur berkisar 33- 50 hari setelah berkecambah. Tanaman tumbuh dan berkembang dengan cepat dan akumulasi pada bahan kering meningkat dengan cepat. Kebutuhan hara dan kandungan air relatif sangat tinggi untuk menunjang laju pertumbuhan tanaman.

  1. Fase Tasseling atau VT (Berbunga Jantan)

Fase ini umumnya terjadi berkisar 45 sampai dengan 52 hari ditandai dengan adanya cabang yang terakhir dari bunga jantan sebelum bunga betina (silk/rambut tongkol) muncul. Fase VT bermulai pada umur 2- 3 hari sebelum rambut tongkol muncul, ketika periode ini tinggi tanaman hampir mencapai maksimum dan serbuk sari mulai tersebar.

  1. Fase R1 (Silking)

Fase ini dimulai dengan rambut yang muncul dari dalam tongkol yang terlindungi kelobot umumnya mulai berumur 2 sampai dengan 3 hari setelah fase tasseling. Proses penyerbukan berlangsung saat serbuk sari terlepas dari bunga jantan jatuh menyentuh permukaan rambut tongkol yang masih dalam keadaan segar.

  1. Fase R2 (Blister)

Fase R2 bermulai berkisar 10 hingga 14 hari setelah silking, rambut tongkol telah kering dan memiliki warna gelap. Ukuran tongkol, kelobot, dan janggel hampir sempurna, biji telah mulai nampak dan memilki warna putih melepuh, pati mulai terakumulasi ke dalam endospem, kandungan air berkisar 85% dan akan mengalami penurnan terus hingga panen.

  1. Fase R3 (Masak Susu)

Fase ini akan terbentuk ketika berumur 18 sampai dengan 22 hari setelah silkig. Pengisian biji semula berbentuk cairan bening dan berubah menjadi warna seperti susu. Akumulasi pati di tiap biji sangat cepat dan warna biji telah mulai terlihat tergantung pada warna biji tiap varietas dan bagian sel pada endosperm telah terbentuk secara lengkap.

  1. Fase R4 (Dough)

Fase ini bermulai pada umur 24 sampai dengan 28 hari setelah sikling. Bagian yang berada di biji seperti pasta atau belum mengeras. Setengah dari akumulasi bahan kering biji telah terbentuk dan kandungan air pada biji akan menurun hingga berkisar 70%.

  1. Fase R5 (Pengerasan Biji)

Fase ini akan terbentuk bermulai pada umue 35 sampai dengan 42 hari setelah sikling. Semua struktur biji telah terbentuk sempurna, embrio telah masak, dan akumulasi bahan kering biji akan berhenti segera.

  1. Fase R6 (Masak Fisiologis)

Jagung masuk dalam fase masak fisiologi berumur 55 sampai dengan  65 hri setelah silking. Pada fase ini, biji-biji tongkol sudah mencapai bobot kering maksimum. Lapisan pati yang keras di biji sudah berkembang secara sempurna dan sudah terbentuk pula lapisan absisi yang memiliki warna coklat atau kehitaman.

Demikinalah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada kalian terkait dengan jenis fase pertumbuhan yang ada dalam tanaman beserta dengan contohnya. Semoga memberikan wawasan serta edukasi mendalam bagi kalian semuanya yang sedang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *