Habitat Tumbuhan Rumput Laut

Diposting pada

habitat rumput laut

Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita sudah tidak asing dengan tumbuhan rumput laut. Tumbuhan ini adalah salah satu tumbuhan yang memiliki banyak manfaat. Selain dipergunakan untuk bahan makanan tumbuhan ini juga dapat berguna sebagai obat-obatan. Habitat tumbuhan rumput laut ini berbeda dengan tumbuhan pada tumbuhan lainnya. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai habitat dari tumbuhan rumput laut itu sendiri.

Rumput Laut

Rumput laut adalah tumbuhan yang termasuk ke dalam tumbuhan laut. Pada umumnya rumput laut dibagi kedalam empat kelas yaitu rumput laut merah (alga merah), rumput laut hijau (alga hijau), rumput laut hijau biru (alga hijau-biru) dan rumput laut coklat (alga coklat). Pada dasarnya tumbuhan rumput laut adalah sekelompok tumbuhan sejati anggota kelompok monokotil yang telah beradaptasi dengan air laut, bahkan tergantung pada lingkungan ini. Lamun kurang berarti secara ekonomi bagi manusia, tetapi padang lamun menjadi tempat hidup yang disukai berbagai penghuni perairan laut dangkal di daerah tropika.

Pengertian Rumput Laut

Rumput laut tumbuh sebagian besar di bagian hidrosfir hingga batas kedalaman 200 meter. Jenis rumput laut yang bisa hidup di perairan tropis, subtropis, dan perairan dingin. Rumput laut hidup dengan menyerap nutrisi dari perairan dan melakukan proses fotosintesis. Rumput laut adalah tumbuhan thallus yang berklorofil dengan ukuran makroskopik dan secara ilmiah biasa dikenal dengan sebutan algae.

Rumput laut yang berada di alam biasanya hidup melekat pada substrat di dasar perairan seperti karang batu mati, karang batu hidup, batu gamping, atau daerah yang selalu terendam oleh air. Rumput laut sebagai tanaman berklorofil membutuhkan kandungan hara sebagai bahan utama dalam menjalankan proses fotosintesis.

Percabangan thallus rumput laut sangat bermacam- macam antara lain: dichotomous, pinnate, pectinate, ferticillate, dan ada juga yang sederhana tanpa percabangan. Thallus mempunyai sifat substansi antara lain gelatinous (lunak seperti gelantin), calcareous (keras karena adanya zat kapur), cartilagenous (strukturnya seperti tulang rawan) dan spongious atau berserabut. Semua sifat thallus tersebut dapat membantu dalam mengenali jenis rumput laut.

Habitat Rumput Laut

Pertumbuhan dan penyebaran rumput laut ditentukan oleh beberapa faktor antara lain oseanografi dan jenis substrat dasarnya. Rumput laut beradaptasi untuk bertahan hidup dengan menyerap nutrisi dari lingkungan sekitar secara difusi melalui dinding thallusnya. Pertumbuhan rumput laut tersebar hampir di semua perairan Indonesia.

Rumput laut mempunyai sifat benthic atau melekat dan dikenal sebagai fitobentos dengan cara melekatkan bagian thallus ke substrat. Rumput laut jenis E. Spinosum dapat tumbuh dengan melekat pada rataan terumbu karang, benda keras, cangkang, dan batuan. Alga ini membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan proses fotosintesis sehingga hanya bisa hidup di lapisan fotik dengan kandungan garam per mi.

Daerah sebaran rumput laut di Indonesia sangatlah luas dan baik tumbuh secara alami ataupun dibudidayakan. Daerah sebaran rumput laut yang tumbuh alami terdapat hampir di semua perairan dangkal Indonesia yang memiliki rataan terumbu karang antara lain Bangka Belitung, Karimunjawa, Selat Sunda, Nusa Tenggara Timur, dan pulau yang berada di Sulawesi dan Maluku.

Rumput laut banyak dikembangbiakkan yakni jenis Gracilaria dan Euchema sp. Lokasi budidaya jenis rumput laut tersebut tersebar di daerah perairan Bangka Belitung, Subawa, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Bali, Maluku Banten, dan Lampung Selatan. Sementara persebaran jenis rumput laut H. Durvillaei yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Seram, Irian, NTT, Halmahera, Lombok, dan Sumbawa.

Daerah persebaran rumput laut di Indonesia meliputi perairan pantai Kepulauan Riau, Kepulauan Seribu, Selat Sunda, dan Karimunjawa. Daerah tersebut banyak ditemukan rumput laut yang hidupnya melekat pada substrat terumbu karang.

Daerah pulau- pulau Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan akan banyak ditemukan rumput laut yang hidupnya melekat pada substrat berlumpur. Sementara rumput laut yang hidupnya di substrat berpasir menyebar ke seluruh perairan laut Indonesia antara lain pulau- pulau Sulawesi Selatan dan Utara, NTT dan NTB, perairan Maluku, dan Selat Sunda.

Rumput laut dapat tumbuh di substrat terumbu karang yang biasanya ditemukan di pulau yang berombak deras dan besar. Rumput laut yang hidupnya di wilayah batuan karang yang menahan dirinya dengan holdfest yang berbentuk cakram maka dapat melekat dan menempel di substrat dan tidak terbawa oleh arus. Jenis rumput laut yang hidupnya di daerah batuan karang yang berasal dari jenis Gelidiella, Hypnea, Gelidium, Hormophysia, dan Sargassum.

Demikanlah artikel yang dapat dibagikan kepada para pembaca terkait materi habitat tumbuhan rumput laut. Semoga saja dapat memberikan ilmu pengetahuan dan menjadi referensi bagi kalian semua yang sedang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.