Hasil Perkebunan Untuk Industri, Bahan Baku, dan Perdagangan

Diposting pada

Contoh Hasil Perkebunan

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiiki keanekaragaman flora dan fauna yang beragam dengan luas lahan pertanian yang banyak.  Indonesia mempunyai banyak komoditas unggulan yang diekspor ke luar negeri. Terdapat sepuluh komoditas dalam arti pertanian dan beragam jenis perkebunan yang menjadi andalan bahan ekspor. Bahkan, pendapatan tersebut dapat memberikan hampir 50% untuk APBN.

Dengan adanya andalan ekspor dari komoditas pertanian dan perkebunan dapat mendukup kehidupan pangan manusia. Bahkan produk dari Indonesia sudah menjadi andalan sejak jaman penjajahan yaitu rempah-rempah terutama cengkeh. Cengkeh dahulunya dibudidayakan dimana-mana dan diperdagangkan ke Eropa.

Perkebunan

Perkebunan adalah sektor yang penting dalam menyumbang pendapatan untuk negara. Lewat produk unggulan perkebunan dapat meningkatkan sumber pendapatan negara dalam skala besar. Hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, kemakmuran bahkan memperluas lapangan pekerjaan.

Tingkat permintaan komoditas unggulan dalam contoh perkebunan dan luas lahan yang masih aktif dapat terjalin perputaran nilai ekonomi di masa depan. Kemajuan ilmu pertanian dan teknologi yang digunakan juga semakin meningkatkan produktivitas hasil perkebunan. Lahan perkebunan biasanya ditanami di dataran tinggi dan dataran rendah seperti di daerah Kalimantan, Nusa Tenggara dan lain-lain.

Perkebunan Menurut Para Ahli

Adapun definisi atas perkembunan, antara lain;

Wikipedia

Perkebunan merupakan suatu kegiatan budidaya pada komoditas tanaman tertentu dengan pengelolaan yang sesuai seperti  pengolahan, pemasaran produk dengan pemanfaatan pengetahuan, teknologi, modal, dan manajemen supaya kesejahteraan bagi petani perkebunan dan masyarakat dapat terwujud.

Tanaman yang biasanya dibudidayakan dalam komoditas perkebunan bukan golongan tanaman semusim (tanaman pangan). Komoditas tanaman perkebunan biasanya memiliki ukuran yang besar dan pertumbuhannya relatif lama sehingga untuk menghasilkan panen harus menunggu kurang dari setahun atau bahkan lebih dari setahun. Oleh karena itu, tanaman perkebunan kebanyakan adalah tanaman tahunan seperti kakao, kopi, dan kelapa sawit.

Namun dalam lapangan, perkebunan dibedakan menjadi dua jenis yaitu agroforestri dan silvikultur. Agroforestri dan silvikultur biasanya dibiarkan saja di hutan hanya memanfaatkan keadaan lingkungan alam seperti sumber air dari hujan, biota tanah dan lain-lain. Sifat keduanya adalah intensif.

Dalam perkebunan juga terkadang menerapkan budidaya secara monokultur atau menanam satu jenis komoditas tertentu misal lada. Perkebunan juga dibedakan dari skala usaha taninya seperti usaha pekarangan, tergantung sasaran dan pasar produknya serta skala usaha.

Hasil Perkebunan

Adapun untuk beragam contoh hasil perkebunan yang dapat dimanfaatkan untuk industri, bahan baku, dan perdagangan. Antara lain;

  1. Pembuatan Minyak Kelapa Sawit

Gambar Hasil Kebun Minyak Kelapa Sawit
Minyak Kelapa Sawit

Indonesia mempunyai produk unggulan dari hasil perkebunan yaitu minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit mentah Indonesia selalu mengalami peningkatan bahkan Indonesia dapat menguasai pasar minyak sawit dunia hingga 47%. Ini membuktikan bahwa minyak sawit mentah Indonesia terbesar di dunia.

Luas lahan perkebunan untuk budidaya kelapa sawit di Indonesia berkisar 14,68 juta ha. Namun, pada tahun 2019 melihat data hasil rekonsiliasi luasan tutupan kelapa sawit mencapai 16,38 juta ha. Produksi kelapa sawit pada 2018 total 48,68 juta ton dengan rincian 40,57 juta ton minyak kelapa sawit/CPO (Crude palm oil) dan 8,11 juta ton minyak inti kelapa sawit/PKO (Palm kernel oil).

Produk minyak kelapa sawit berasal dari perkebunan rakyat (16,8 juta ton atau 35%),perkebunan besar negara (2,49 juta ton atau 5%), dan perkebunan besar milik swasta (29,39 juta ton atau 60%). Menurut GAPKI, 70% produksi minyak sawit pda 2018 untuk pemenuhan kebutuhan ekspor dan 30% untuk dikonsumsi sendiri di dalam negeri. Minyak kelapa sawit telah menyumbangkan devisa pada tahun 2018 yaitu mencapai Rp 289 triliun.

Konsumsi minyak nabati dari kelapa sawit semakin meningkat konsumennya karena harganya relatif murah dan kualitasnya sama dengan minyak nabati dari bahan lain misalnya kedelai atau biji matahari. Indonesia juga selalu menjaga mutu hasil perkebunan supaya dapat mengatasi larangan penggunaan minyak sawit dari Bangsa Eropa karena alasan lingkungan dan kesehatan.

Kelapa sawit di Indonesia terbesar di Perkebunan Jambi, Riau,, Sumatera Selatan dan Kalimantan. Di wilayah tersebut cocok untuk kelapa sawit karena ketinggiannya dibawah 400 meter, suhu optimal (27 derajat celcius). Kelapa sawit telah menyongkong hampir 17 juta jiwa masyarakat Indonesia dengan adanya pengelolaan kelapa sawit dari hulu ke hilir,

  1. Pembuatan Ban

Gambar Pembuatan Ban
Pembuatan Ban

Ban berbahan dasar dari karet. Karet mentah hasil dari penyadapan pohon karet biasanya diolah menjadi lembaran kemudian dipasarkan. Karet mentah tersebut umumnya digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan alat perkantoran, ban karet atau yang lainnya. Karet juga memiliki prospek yang baik karena manusia mulai mengembangkan green tyres daripada karet sintetis.

Hal itu didukung supaya ramah lingkungan, lingkungan menjadi asri,dan penggunaan minyak bumi sebagai karet sintetis akan cepat habis dan mahal sehingga karet menjadi energi terbarukan yang potensial. Karet di Indonesia hasil produksi karet mentah telah diekspor hingga mencapai 3,2 juta ton sekaligus. Indonesia menempati posisi kedua pengekspor karet mentah setelah Thailand pada tahun 2014.

Komoditas ini menjadi komoditas unggulan Indonesia karena memiliki banyak kegunaan di setiap aktivitas manusia.

Walaupun produknya berbahan baku karet yang terkesan sederhana. Karet memiliki peranan penting dalam menyelesaikan atau membantu pekerjaan masyarakat. Tanaman karet dapat tumbuh di daerah ketinggian (200-600 mdpl) dan bersuhu 25-35 derajat celcius. Di Indonesia, karet banyak dijumpai di daerah Kalimantan dan Sumatera karena daerahnya cocok untuk budidaya karet.

  1. Pembuatan Coklat

Gambar Pembuatan Coklat
Pembuatan Coklat

Produk tanaman kakao sangat populer dan digemari oleh masyarakat di dunia karena rasanya yang manis dan khas. Coklat biasanya dapat berupa bubuk, padat, maupun cairan. Produk olahan dari coklat kian beragam tiap tahunnya ada yang mengolah menjadi susu coklat, choco flate, banana choco, dan lain-lain.

Coklat diproduksi dari pohon kakao (cacao) dan menjadi komoditas unggulan di Indonesia yang biasanya banyak djimpai di daerah Sumatera dan Sulawesi. Komoditi kakao sangat diminati oleh pasar dunia. Bahkan, produksi kakao meningkat berkisar 3,5% per tahunnya. Pada tahun 2016 produksi bertotal 712,231 ton sehingga Indonesia menduduki sebagai Negara Penghasil Kakao terbesar ketiga di dunia.

Di Indonesia, kakao terus dilakukan inovasi dan penelitian untuk menunjang peningkatan produktivitasnya melalui PUSTLIKOKA (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia).

  1. Pembuatan Rokok

Hasil Kebun Untuk Pembuatan Rokok
Pembuatan Rokok

Rokok adalah produk yang sebagian besar masyarakat Indonesia memakainya. Rokok berbahan baku dari tembakau. Tembakau banyak dibudidayakan di Indonesia bahkan menjadi menjadi produsen penghasil tembakau menduduki peringkat ke 6 setelah China, Brazil, India, Amerika Serikat dan Argentina.

Tembakau di Indonesia dikenal di pasar dunia sebagai bahan baku cerutu terbaik. Tembakau di Indonesia yang terbaik terdiri dari jenis tembakau Klaten, Deli dan Besuki. Sentra tembakau Indonesia terletak Jawa Timur, NTB, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumut, Yogyakarta dan Aceh.

Indonesia memiliki Industri Hasil Tembakau sebagai pengelolaan tembakau dari hulu ke hilir yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat seperti sosial dan ekonomi dan pembangunan bangsa Indonesia. Industri Hasil Tembakau mempunyai produk yang dari dahulu sampai sekarang masih dikenal yaitu rokok kretek. Rokok kretek merupakan produk berbahan tembakau dan cengkeh yang sudah ada dari dulu dan turun menurun.

Industri rokok memiliki dampak baik yaitu menyerap tenaga kerja sebanyak 5,98 juta orang yang terdiri dari 4,28 juta merupakan pekerja di sektor distribusi dan manufaktur dan 1,7 juta adalah pekerja di perkebunan. Ekspor rokok dan cerutu di tahun 2018 meningkat berkisar 2,98 persen.

  1. Pembuatan Minuman Kopi

Gambar Minuman Kopi
Minuman Kopi

Era sekarang budaya NGOPI di Indonesia mulai berkembang, banyak kedai kopi tradisional dan modern di berbagai kota Indonesia. Jenis kopi yang terkenal adalah kopi Jawa, kopi Toraja, kopi Gayo, kopi Luwak, dan kopi Bali. Kopi Indonesia selain digunakan untuk pemenuhan dalam negeri juga diekspor ke pasar dunia sehingga Indonesia menempati peringkat ke 4 sebagai produsen kopi utama di dunia.

Kopi yang diperdagangkan di dunia umumnya merupakan kombinasi biji yang telah dipanggang dari dua varietas unggulan yaitu robusta dan arabika. Biji arabika memiliki kandungan kafein 70% lebih rendah dibanding robusta dan rasanya lebih mind namun harganya relatif lebih mahal.

Peningkatan produksi kopi di Indonesia mengalami kesulitan apabila meraih posisi nomer 1 sebagai produsen utama kopi di dunia karena efektifitas produksi tanaman kopi yang rendah. Perkebunan kopi di Indonesia banyak dijumpai di Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Sumatera Utara, dan Lampung. Tanah di wilayah tersebut merupakan jenis vulkanik yang memiliki kesuburan dan jumlah kandungan pasir cukup tinggi.

  1. Pembuatan Minuman Teh

Gambar Minuman Teh
Minuman Teh

Teh menjadi minuman jamuan yang hampir ada di seluruh dunia. Teh disajikan dalam minuman hangat diyakini sebagian orang dapat membuat suasana lebih nyaman apalagi saat suhu sedang dingin/musim hujan. Di Indonesia, produksi tanaman teh diperdagangkan ke pasar dunia sehingga Indonesia sebagai produsen teh utama terbesar ketujuh di dunia.

Teh di Indonesia mulai mengalami penurunan di beberapa tahun terakhir karena banyak lahan yang dialokasikan ke budidaya kelapa sawit karena lebih berprospek. Luas lahan yang menurun tidak membuat jumlah produksi teh menurun atau dapat dikatakan masih tetap stabil. Industri teh milik negara dan swasta umumnya memproduksi teh yang bermutu tinggi sehingga teh inilah yang dioptimalkan dan diperdagangkan ke luar negeri.

Namun untuk perkebunan rakyat, teh yang diproduksi oleh para petani kecil dijual belikan ke pasar-pasar tradisional atau domestik disebabkan kualitas teh lebih rendah dan harga jualnya relatif lebih murah.

Petani kecil hanya mengandalkan teknologi dan metode pertanian yang lama dan sederhana karena tidak memiliki sarana prasarana modern. Perkebunan teh di Indonesia terluas dapat dijumpai di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

  1. Pembuatan Gula

Gula merupakan bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan minuman dan makanan. Gula memiliki ciri khas butir-butir halus dan rasanya manis. Gula diproduksi dengan cara mengekstrak batang tebu hingga terjadi pengkristalan (butir-butir).

Gula dihasilkan dari tanaman tebu yang merupakan komodita perkebunan unggulan Indonesia. Tebu dapat berkembang baik di cuaca yang relatif panas dengan ketinggian mencapai 1.400mdpl.

Tebu selain digunakan sebagai gula juga diolah sebagai etanol, tetes tebu, dan penyedap. Di Indonesia terdapat 50 pabrik untuk pengolahan tebu dari hulu ke hilir untuk pembuatan gula dan menjadikan Indonesia sebagai produsen tebu terbesar ke 8 di dunia.

  1. Pembuatan Minyak nabati dan bahan komestik

Minyak nabati dapat diproduksi dari bahan komoditas tanaman seperti kedelai, biji matahari, dan tanaman kelapa. Namun kebanyakan minyak nabati terbuat dari kelapa. Kelapa selain diolah menjadi minyak nabati juga dapat dijadikan sebagai bahan komestik dan sabun dengan memanfaatkan daging buahnya.

Kelapa di Indonesia dapat dijumpai di sepanjang garis pantai. Daerah Indonesia sangat potensial untuk budidaya kelapa karena Indonesia merupakan negara dengan garis terpanjang di dunia. Oleh karena itu, Indonesia sebagai produsen kelapa ke 1 di dunia yang kemudian diikuti Filipina, India dan Brazil.

  1. Pengawet Makanan

Komoditi perkebunan memiiliki segudang manfaat untuk industri, perdagangan dan bahan baku salah satunya sebagai pengawet makanan.

Komoditi perkebunan yang dapat dijadikan sebagai pengawet makanan adalah cengkeh. Cengkeh selain digunakan sebagai bahan pengawet makanan juga dapat dijadikan bahan campuran untuk rokok kretek. Cengkeh dapat dijumpai hampir kepulauan Indonesia.

  1. Perasa Makanan

Gambar Hasil Kebun Perasa Makanan
Perasa Makanan

Komoditas perkebunan sebagai perasa makanan adalah lada (pepper). Lada dari jaman nenek moyang sudah digunakan sebagai bumbu dapur yang khas. Ada dua jenis lada di Indonesia yaitu lada hitam dan lada putih. Indonesia sebagai produsen lada kedua di dunia yang menjadikan lada sebagai produk unggulan Indonesia.

Itulah bahasan lengkap yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkaitan dengan contoh hasil perkebunan di Indonesia yang banyak dimanfaatkan untuk industri, bahan Baku, dan perdagangan. Semoga memberikan ulasan yang memahamkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *