Hewan Banteng: Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Cara Berternaknya

Diposting pada

Hewan Banteng

Apakah anda pernah mendengar nama hewan banteng? Pastinya sudah pernah karena binatang yang satu ini cukup dikenal banyak masyarakat. Banteng sendiri juga mempunyai nama lain yang disebut bos javanicus. Tetapi yang pasti, arti hewan yang satu ini masih dalam satu persahabatan dengan sapi.

Wilayah persebarannya yang paling mudah untuk menemukan banteng yaitu ada di Asia Tenggara. Selain itu hewan ini termasuk dalam jenis binatang herbivore atau pemakan tumbuhan baik mulai daun, rumput, bunga, tunas, dan buah-buahan.

Hewan Banteng

Hewan banteng pada hakekatnya mempunyai perbedaan antara yang jantan dan betina. Biasanya banteng jantan mempunyai warna tubuh yang lebih hitam atau cokelat gelap dibandingkan banteng yang betina. Kemudian badannya juga lebih besar dan telihat sangat kokoh. Sedangkan yang betina jauh lebih langsing badannya.

Persebaran banteng yang ada di Indonesia sudah meliputi berbagai daerah diantaranya ada di Sumba, Sulawesi, Papua Nugini dan Sumbawa. Perlu anda ketahui pula bahwa banteng termasuk hewan yang dilindungi pada hampir setiap negara kecuali di Kamboja.

Jenis Hewan Banteng

Adapun untuk macam-macam hewan banteng, antara lain;

  1. Bos gaurus
  2. Bos frontalis
  3. Bos javanicus
  4. Bos palaesondaicus
  5. Bos sauveli
  6. Grunniesans

Klasifikasi Banteng

Berikut dibawah ini yang termasuk klasifikasi hewan banteng, yaitu;

Kingdom Animalia
Filum Chordata
Kelas Mammalia
Ordo Artiodactyla
Familia Bovidae
Sub famili Bovinae
Genus Bos
Spesies B. javanicus

Ciri Morfologi Banteng

Karakteristiknya dapat dilihat dari masing-masing bagian tubuh banteng, yaitu;

  1. Fisik

Ciri utama yang akan dijelaskan pada hewan banteng adalah bagian fisik atau tubuhnya. Secara umum banteng termasuk jenis hewan yang mempunyai bentuk tubuh besar dan sangat berat. Panjang banteng bisa sekitar 1, 0 hingga 2, 25 meter. Selain itu secara sekilas bentuk tubuh banteng sangat mirip sekali dengan hewan sapi dan bisa dikatakan sebelas dua belas.

Sebagai informasi bahwa fisik banteng antara yang jantan dan betina juga berbeda. Pastinya ukuran badan banteng yang jantan jauh lebih besar dibandingkan yang betina. Begitu pula untuk masalah warna kulit, maka banteng jantan cenderung berkulit gelap dan bekat, sedangkan yang betina memiliki warna yang lebih muda atau terang. Warna tubuh banteng terdiri dari 2 warna cokelat dan hitam.

  1. Punggung dan Pundak

Karakteristik morfologi yang selanjutnya ada di bagian punggung dan pundak banteng. Perlu anda ketahui bahwa punggung banteng khususnya yang betina terdapat ciri khusus yaitu memiliki corak garis dengan warna gelap di sepanjang punggungnya.

Sedangkan yang jantan biasanya punggung terdapat corak berupa titik-titik putih seperti tutul rusa. Kemudian untuk masalah pundaknya sendiri, binatang yan satu ini rata-rata mempunyai tinggi pundak sekitar 1,4 m untuk betina dan 1,6 m untuk jantan.

  1. Wajah

Bagian selanjutnya yang menjadi ciri khas dari hewan banteng adalah wajahnya. Sebagai informasi bahwa wajah banteng memiliki warna yang cenderung lebih cerah jika dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. Warna pada wajah tersebut seperti putih atau kelabu yang ada di sekitar dahi maupun mata. Sedangkan bagian warnanya akan semakin gelap jika sudah mencapai kawasan sekitar moncongnya, yaitu bewarna hitam.

  1. Pantat

Keunikan lainnya yang dimiliki banteng adalah bagian pantatnya. Perlu anda ketahui bahwa pantat dari hewan yang satu ini terdapat sebuah bercak besar dengan warna putih. Warna terang ini ternyata memiliki fungsi yaitu untuk memudahkan banteng dalam mengikuti kawanannya pada saat kondisinya gelap.

  1. Kaki

Sebagai informasi bahwa banteng mempunyai kaki dengan jumlah 4 buah, yang mana 2 buah terletak didepan dan sisanya di belakang. Bagian kaki banteng yang ada dibawah lutut memiliki warna putih terang. Kaki banteng juga terlihat begitu kokok dan kuat terbukti dari kesanggupannya menjaga keseimbangan berat tubuh yang dimilikinya.

  1. Tanduk

Bagian morfologi terakhir dari hewan banteng adalah tanduknya. Anda harus tau bhawa tanduk banteng ini berukuran cukup panjang yaitu sekitar 60 sampai dengan 75 cm. Tanduk banteng itu sendiri berada di atas kepala bagian kiri dan kanan. Selain itu pangkal kedua tanduk banteng dipisahkan dengan kulit yang betrekstur tebal.

Sebagai informasi bahwa tanduk banteng antara yang jantan dan betina juga terdapat perbedaan. Biasanya tanduk banteng jantan jauh lebih panjang dari pada yang betina. Selain itu bagian ujung tanduk banteng jantan juga lebih tajam, bagian tanduk juga bertekstur halus kecuali di daerah pangkalnya.

Sedangkan tanduk banteng betina selain berukuran lebih pendek, ujung tanduk banteng ini bentuknya lebih melengkung kedalam sehingga tidak menunjukkan ketajaman. Ada tambahan informasi sedikit, bahwa banteng juga memiliki ciri pada ekornya dengan panjang antara 65 hingga 70 cm dengan ujungnya yang bewarna hitam.

Cara Ternak Hewan Banteng

Berikut dibawah ini beberapa cara yang menjelaskan cara ternak banteng akan tetapi lebih kearah proses perawatan dan pemeliharaannya, yakni;

  1. Persiapan kandang hewan banteng

Cara pertama yang perlu dilakukan yaitu membuatkan kandang untuk hewan banteng. Arti kandang disini sebagai habitat buatan yang dipersiapkan untuk tempat tinggal banteng. Oleh karena itu buatlah kandang dengan semaksimal mungkin dan usahakan agar lebih luas.

Akan lebih baik lagi jika lahan untuk kandang tidak terbuka untuk semua orang, karena hal tersebut akan mengganggu kenyaman dari banteng. Kandang bisa dibuat dari bahan yang kuat, mengingat banteng adalah hewan yang kokoh pula dan bisa menghancurkan segala benda, maka anda bisa membuat kandang yang bahannya dari besi.

Buatlah konsep pembuatan kandang dengan sebaik mungkin, dan usahakan agar bisa mirip dengan habitat aslinya. Tujuannya agar banteng merasakan kenyaman dan bisa betah untuk tinggal di dalam kandang.

  1. Proses pengamanan untuk menjaga keselamatan dari hewan banteng

Proses selanjutnya apabila kandang sudah dipersiapkan dengan baik, maka anda bisa memberikan pengamanan pada kandang tersebut. Usahkan agar kandang bisa dikunci dengan baik, salah satu caranya bisa anda beri gembok yang kuat.

Pengamanan ini sangat penting untuk dilakukan agar banteng tidak bisa dengan mudah untuk keluar kandang secara sembarangan. Selain itu pengamanan ini juga memberikan penjagaan bagi pemelihara agar tidak terlalu dekat dengan hewan banteng dan lebih bisa menjaga dirinya sendiri.

  1. Pemberian kebutuhan pakan untuk hewan banteng

Langkah ketiga yaitu pemberian kebutuhan pakan untuk hewan banteng. Proses ini merupakan tahapan yang paling penting. Melalui pemenuhan kebutuhan pakan maka banteng akan mendapatkan segala cakupan nutrisi yang diperlukannya.

Selain itu pakan ini juga memberikan fungsi baik untuk banteng, yaitu agar mereka tetap bisa bertahan hidup dan tumbuh dengan lebih cepat. Pakan banteng memerlukan jumlah yang banyak, oleh karena itu anda harus memiliki cadangan atau persediaan dalam jumlah yang banyak pula.

  1. Proses kebersihan kandang banteng

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah menjaga kebersihan kandang. Sebagai informasi apabila kandang tidak rutin dibersihkan maka hal ini akan membuat banyak bakteri dan kuman yang menempel pada kandang banteng.

Tentunya hal ini sangat tidak baik untuk kesehatan banteng dan hewan ini bisa lebih mudah terserang penyakit jika kandang tidak selalu dibersihkan.  

Itulah tadi deskripsi yang bisa diberikan terkait dengan hewan banteng, macam, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, dan teknik berternak serta pemeliharannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *